Bab 5 Pangeran Buruk Rupa

Novel Bunga Istana Part Masa Lalu Julliane

Julliane merasa murung berdiam diri di kamarnya. Ia takut kalau kutukannya menular, berada di kerajaan lain membuatnya ketakutan. Saat itu, ia belum memanggil Letta. Letta baru dipanggil saat dia berumur sepuluh tahun. 

Ian yang merasa kasihan berusaha mendekatinya, tetapi kamar Julliane selalu tetutup rapat untuknya. Julliane tidak membiarkan siapa pun mendekatinya bahkan pelayan yang bersikap baik padanya.

Namun, Ian tidak menyerah. Bunga dan hadiah diserahkan pada tunangannya meskipun hanya dibiarkan saja. Kadang-kadang, ia menceritakan kesehariannya di balik pintu kamar Julliane. Julliane hanya mendengarnya. Lama-kelamaan Julliane membuka pintu kamar tidurnya. Ian mulai masuk ke dalam kehidupannya. Lalu suatu malam tragedi itu terjadi. 

Julliane melepas topengnya hendak tidur. Tiba-tiba, Ian masuk ke kamarnya. Tangan Julliane segera meraih topeng itu dengan tergesa-gesa. Topeng itu malah terjatuh. Kepanikan Julliane membuat tangannya gemetar, ia tidak menyadari Ian sudah berada di dekatnya. Sebagai tunangan yang baik Ian membantu mengambil topeng itu lalu menyerahkan pada Julliane.

“Ini,” ucap Ian.

“Terima kasih.” Julliane menyambar topengnya.

Tangannya masih gemetaran memasang topeng. Julliane terus menunduk tidak berani menatap Ian.

Tanpa ia ketahui Ian sudah melihat tatonya.

Menurut Ian tato itu sama sekali tidak mengerikan, tetapi apabila Julliane hendak menutupinya, ia tidak masalah. Merasa tidak enak dengan Julliane karena telah melihat sesuatu yang dirahasiakan kekasihnya, Ian berpamitan. 

Tidak ada angin, tidak ada hujan, pintu balkon yang terbuat dari kaca pecah. Pembunuh bayaran dengan pakaian serba hitam membawa pedang berniat mencelakakan Julliane. Ian segera mendorong Julliane untuk menghindari ayunan pedang dari pembunuh itu. Naas wajahnya terluka parah karena itu.

“AAA!” teriak Julliane ketakutan.

Kesatria kerajaan Constain mendekati tempat kejadian. Merasa terancam pembunuh itu melarikan diri. Raja dan Ratu Kerajaan Constain mendatangi kamar Julliane karena mendengar keributan.

Air mata Julliane menetes membasahi lantai. Ia tidak mampu menyentuh atau memeluk Ian. Penyebab kemalangan yang menimpa Ian adalah salahnya. Kutukannya menyebabkan kesialan pada orang lain.

Merasa bersalah Julliane membatalkan pertunangan mereka. Ia tidak ingin orang tidak bersalah terseret ke dalam kutukan karena dirinya.

Keluarga Kerajaan Constain marah mendengar hal ini. Pangeran dibuang karena dianggap tidak berguna padahal ia berusaha melindungi tunangannya. Raja dan Ratu meminta pertanggung jawaban Kerajaan Yuvinere. 

Kerajaan Yuvinere hanya mengganti rugi dengan uang saja. Leroy membawa pulang Julliane dengan berat hati. Ia tidak ingin dirugikan karena kesialan yang disebarkan oleh Julliane. Mulai saat itu, Julliane benar-benar dikurung di istana selir.

Kerajaan Constain semakin murka karena Kerajaan Yuvinere menghina mereka.

Pengorbanan Pangeran disia-siakan. Putri Julliane bahkan tidak berani menatap wajah Ian yang terluka. Kerajaan Constain memutus hubungan persahabatan kedua Kerajaan.

***

Masa Kini

Julliane menatap Ian dan sodoran tangan itu bergantian. Ia mengenalinya.

Padahal Ian Constain hanya diceritakan di masa lalu Julliane. Dia tidak pernah muncul lagi cerita. Kenapa dia ada di sini?

Meski sorot mata Pangeran itu menyeramkan ada kesedihan di dalamnya. Ia hendak menerima uluran tangan itu. Sayangnya, Ellaine berjengit ke belakang hingga terjatuh.

Seluruh tamu undangan memasang muka marah kepada Ian. Ketakutan menyelimuti mata mereka hingga tidak melihat kebenaran. Mereka mengira Pangeran Kerajaan Constain melukai Putri Kerajaan Yuvinere.

Beckett menghampiri Ian sambil menyipratkan wine pada Pangeran Kerajaan Constain. "Pergilah Pangeran Buruk Rupa."

Seluruh tamu undangan menyoraki mendukung Beckett.

"Usir dia!"

"Tendang dia!"

Beckett tersenyum bangga atas tindakannya membela Putri Kerajaan Yuvinere. Dengan ini, reputasinya di Kerajaan Yuvinere akan terkenal baik.

Meski tidak menginginkan Ian di pesta debutante, tamu undangan tidak ada yang berani mengusirnya sendiri. Mereka takut terluka karena kekuatan Ian lebih hebat. Hanya mengandalkan orang lain yang lebih kuat seperti Pangeran Kerajaan Lortamort, mereka berharap bisa mengusir tamu tak diundang ini.

Bekas luka miring dari dahi hingga pipi terpampang nyata. Ian tidak menyeka rambutnya yang acak-acakan. Julliane menatap nanar lelaki di hadapannya. Kesamaan nasib mereka membuatnya merasa kasihan. Kesialan yang menimpa mereka berdua bukan salah siapa pun. Hanya karena wajah mereka buruk, orang-orang menjauh.

Kenapa semuanya hanya melihat wajah, bukan hati? Apakah wajah yang jelek berarti hati juga jelek?

Pangeran Kerajaan Constain terdiam mengepalkan tangannya. Sorot matanya semakin mengerikan. Ellaine gemetaran mendongak ke arah Ian. Kakinya tak mampu berdiri. Menyadari hal ini Beckett membantu Ellaine untuk berdiri.

Mendengar keributan yang terjadi, Raja mendekat. Begitu melihat tamu yang tak diundang menakuti putrinya, ia murka.

"Apa yang kau lakukan di sini? Pergilah!" usir Leroy.

Ian memejamkan matanya, menahan semua hinaan yang terjadi di pesta ini. Niat baik untuk memberi selamat malah disalah artikan. Ia menyesal telah meluangkan waktu untuk datang.

"Apa kau tidak dengar? Pengawal cepat bawa tamu tak tahu diri ini!" Leroy memanggil pengawal karena kesabarannya sudah habis. Kaki Pangeran Kerajaan Constain sama sekali tidak beranjak dari sana.

Pengawal berdatangan mencengkeram lengan Ian. Ian menyibakkan tangan-tangan itu. Keperluannya di sini sudah terpenuhi, meski tidak sesuai harapannya. Tak ada lagi yang bisa ia lakukan, Ian undur diri.

"Tidak perlu mengusir saya. Saya akan angkat kaki dari sini sendiri. Terima kasih atas sambutan hangatnya, Kerajaan Yuvinere," sindir Ian mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan.

Derap suara langkah kaki Ian menuju pintu diiringi oleh caci maki tamu undangan.

'Aku tidak akan kembali lagi ke kerajaan ini,' pikir Ian.

Pintu tertutup dengan keras. Pengganggu telah hilang. Bangsawan-bangsawan saling berbisik membicarakan kejadian barusan.

"Maaf atas kejadian yang tidak mengenakkan ini. Anda sekalian bisa menikmati pesta debutante kembali." Leroy berusaha menenangkan tamu undangannya.

Ratu mendekati Ellaine membawanya ke ruangan lain. Ia akan menenangkan putrinya yang tergungang karena kedatangan Ian.

Julliane dari tadi tidak melakukan apa pun karena merasa ngeri dengan kelakuan warga di negeri ini. Kehidupan kerajaan yang tenang dan damai telah sirna dari kepalanya. Ketenangan yang ada bukanlah ketenangan murni. Mencela kekurangan orang lain menjadi keseharian di dunia ini.

Aku akan mengejar Ian.

Julliane bergegas mengikuti Ian sebelum Pangeran itu pergi meninggalkan istana. 

Terpopuler

Comments

Bzaa

Bzaa

ayo kejar bereskan semua kesalahpahaman yg ada

2022-12-01

0

Mom FA

Mom FA

hai torr aku hadir🥰😍

2022-03-23

1

Aerik_chan

Aerik_chan

penasaran wey penasaran...

2022-03-17

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Masuk ke Dalam Dunia Novel
2 Bab 2 Menjadi Putri Terkutuk
3 Bab 3 Rencana Cadangan
4 Bab 4 Debutante
5 Bab 5 Pangeran Buruk Rupa
6 Bab 6 Mengajari Pangeran
7 Bab 7 Ketiga Kandidat Tokoh Utama
8 Bab 8 Penculikan
9 Bab 9 Interogasi Penculik
10 Bab 10 Tawaran Menikah
11 Bab 11 Menuju Kerajaan Yuvinere
12 Bab 12 Kedatangan Pangeran
13 Bab 13 Pesta Berburu
14 Bab 14 Menangkap Basah
15 Bab 15 Duel
16 Bab 16 Waktu Luang Diganggu
17 Bab 17 Ancaman Duke Orsin
18 Bab 18 Kemurkaan
19 Bab 19 Penebar Rasa Takut
20 Bab 20 Hadiah
21 Bab 21 Rencana
22 Bab 22 Ditolak
23 Bab 23 Hadiah yang Hancur
24 Bab 24 Hari Terakhir di Kerajaan Yuvinere
25 Bab 25 Kutukan
26 Bab 26 Orang Terkasih
27 Bab 27 Perbuatan Usil
28 Bab 28 Calon Putri Mahkota
29 Bab 29 Danau
30 Bab 30 Gencatan Senjata
31 Bab 31 Menuju Kerajaan Constain
32 Bab 32 Perasaan atau Keuntungan
33 Bab 33 Terpaan Masalah
34 Bab 34 Pertengkaran
35 Bab 35 Obrolan Tentang Anak Terkutuk
36 Bab 36 Ide Baru
37 Hiatus Revisi
38 Bab 37 Proses Baik
39 Bab 38 Ingkar Janji
40 Bab 39 Adik Yang Dikucilkan
41 Bab 40 Teman Palsu
42 Bab 41 Serangan Monster
43 Bab 42 Serangan Balik
44 Bab 43 Penuduhan
45 Bab 44 Kebenaran Serangan Istana
46 Bab 45 Pundi Uang
47 Bab 46 Pemecatan
48 Bab 47 Keraguan
49 Bab 48 Ulang Tahun Ellaine
50 Bab 49 Pelarian
51 Bab 50 Selamat Tinggal Ellaine
52 Bab 51 Tipu Muslihat
53 Bab 52 Pertemuan
54 Bab 53 Jantung Berdebar
55 Bab 54 Gara-Gara Alergi
56 Bab 55 Terpaksa Kembali
57 Bab 56 Pengusiran dan Ketakutan
58 Bab 57 Akhir atau Awal?
59 Bab 58 Putus Asa
60 Bab 59 Kerelaan
61 Bab 60 Menjalani Hidup
62 Bab 61 Mencari Restu
63 Bab 62 Hidup Berbahagia (End)
64 Ucapan Terima Kasih dan Curhat
Episodes

Updated 64 Episodes

1
Bab 1 Masuk ke Dalam Dunia Novel
2
Bab 2 Menjadi Putri Terkutuk
3
Bab 3 Rencana Cadangan
4
Bab 4 Debutante
5
Bab 5 Pangeran Buruk Rupa
6
Bab 6 Mengajari Pangeran
7
Bab 7 Ketiga Kandidat Tokoh Utama
8
Bab 8 Penculikan
9
Bab 9 Interogasi Penculik
10
Bab 10 Tawaran Menikah
11
Bab 11 Menuju Kerajaan Yuvinere
12
Bab 12 Kedatangan Pangeran
13
Bab 13 Pesta Berburu
14
Bab 14 Menangkap Basah
15
Bab 15 Duel
16
Bab 16 Waktu Luang Diganggu
17
Bab 17 Ancaman Duke Orsin
18
Bab 18 Kemurkaan
19
Bab 19 Penebar Rasa Takut
20
Bab 20 Hadiah
21
Bab 21 Rencana
22
Bab 22 Ditolak
23
Bab 23 Hadiah yang Hancur
24
Bab 24 Hari Terakhir di Kerajaan Yuvinere
25
Bab 25 Kutukan
26
Bab 26 Orang Terkasih
27
Bab 27 Perbuatan Usil
28
Bab 28 Calon Putri Mahkota
29
Bab 29 Danau
30
Bab 30 Gencatan Senjata
31
Bab 31 Menuju Kerajaan Constain
32
Bab 32 Perasaan atau Keuntungan
33
Bab 33 Terpaan Masalah
34
Bab 34 Pertengkaran
35
Bab 35 Obrolan Tentang Anak Terkutuk
36
Bab 36 Ide Baru
37
Hiatus Revisi
38
Bab 37 Proses Baik
39
Bab 38 Ingkar Janji
40
Bab 39 Adik Yang Dikucilkan
41
Bab 40 Teman Palsu
42
Bab 41 Serangan Monster
43
Bab 42 Serangan Balik
44
Bab 43 Penuduhan
45
Bab 44 Kebenaran Serangan Istana
46
Bab 45 Pundi Uang
47
Bab 46 Pemecatan
48
Bab 47 Keraguan
49
Bab 48 Ulang Tahun Ellaine
50
Bab 49 Pelarian
51
Bab 50 Selamat Tinggal Ellaine
52
Bab 51 Tipu Muslihat
53
Bab 52 Pertemuan
54
Bab 53 Jantung Berdebar
55
Bab 54 Gara-Gara Alergi
56
Bab 55 Terpaksa Kembali
57
Bab 56 Pengusiran dan Ketakutan
58
Bab 57 Akhir atau Awal?
59
Bab 58 Putus Asa
60
Bab 59 Kerelaan
61
Bab 60 Menjalani Hidup
62
Bab 61 Mencari Restu
63
Bab 62 Hidup Berbahagia (End)
64
Ucapan Terima Kasih dan Curhat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!