Novel Bunga Istana Part Masa Lalu Julliane
Julliane merasa murung berdiam diri di kamarnya. Ia takut kalau kutukannya menular, berada di kerajaan lain membuatnya ketakutan. Saat itu, ia belum memanggil Letta. Letta baru dipanggil saat dia berumur sepuluh tahun.
Ian yang merasa kasihan berusaha mendekatinya, tetapi kamar Julliane selalu tetutup rapat untuknya. Julliane tidak membiarkan siapa pun mendekatinya bahkan pelayan yang bersikap baik padanya.
Namun, Ian tidak menyerah. Bunga dan hadiah diserahkan pada tunangannya meskipun hanya dibiarkan saja. Kadang-kadang, ia menceritakan kesehariannya di balik pintu kamar Julliane. Julliane hanya mendengarnya. Lama-kelamaan Julliane membuka pintu kamar tidurnya. Ian mulai masuk ke dalam kehidupannya. Lalu suatu malam tragedi itu terjadi.
Julliane melepas topengnya hendak tidur. Tiba-tiba, Ian masuk ke kamarnya. Tangan Julliane segera meraih topeng itu dengan tergesa-gesa. Topeng itu malah terjatuh. Kepanikan Julliane membuat tangannya gemetar, ia tidak menyadari Ian sudah berada di dekatnya. Sebagai tunangan yang baik Ian membantu mengambil topeng itu lalu menyerahkan pada Julliane.
“Ini,” ucap Ian.
“Terima kasih.” Julliane menyambar topengnya.
Tangannya masih gemetaran memasang topeng. Julliane terus menunduk tidak berani menatap Ian.
Tanpa ia ketahui Ian sudah melihat tatonya.
Menurut Ian tato itu sama sekali tidak mengerikan, tetapi apabila Julliane hendak menutupinya, ia tidak masalah. Merasa tidak enak dengan Julliane karena telah melihat sesuatu yang dirahasiakan kekasihnya, Ian berpamitan.
Tidak ada angin, tidak ada hujan, pintu balkon yang terbuat dari kaca pecah. Pembunuh bayaran dengan pakaian serba hitam membawa pedang berniat mencelakakan Julliane. Ian segera mendorong Julliane untuk menghindari ayunan pedang dari pembunuh itu. Naas wajahnya terluka parah karena itu.
“AAA!” teriak Julliane ketakutan.
Kesatria kerajaan Constain mendekati tempat kejadian. Merasa terancam pembunuh itu melarikan diri. Raja dan Ratu Kerajaan Constain mendatangi kamar Julliane karena mendengar keributan.
Air mata Julliane menetes membasahi lantai. Ia tidak mampu menyentuh atau memeluk Ian. Penyebab kemalangan yang menimpa Ian adalah salahnya. Kutukannya menyebabkan kesialan pada orang lain.
Merasa bersalah Julliane membatalkan pertunangan mereka. Ia tidak ingin orang tidak bersalah terseret ke dalam kutukan karena dirinya.
Keluarga Kerajaan Constain marah mendengar hal ini. Pangeran dibuang karena dianggap tidak berguna padahal ia berusaha melindungi tunangannya. Raja dan Ratu meminta pertanggung jawaban Kerajaan Yuvinere.
Kerajaan Yuvinere hanya mengganti rugi dengan uang saja. Leroy membawa pulang Julliane dengan berat hati. Ia tidak ingin dirugikan karena kesialan yang disebarkan oleh Julliane. Mulai saat itu, Julliane benar-benar dikurung di istana selir.
Kerajaan Constain semakin murka karena Kerajaan Yuvinere menghina mereka.
Pengorbanan Pangeran disia-siakan. Putri Julliane bahkan tidak berani menatap wajah Ian yang terluka. Kerajaan Constain memutus hubungan persahabatan kedua Kerajaan.
***
Masa Kini
Julliane menatap Ian dan sodoran tangan itu bergantian. Ia mengenalinya.
Padahal Ian Constain hanya diceritakan di masa lalu Julliane. Dia tidak pernah muncul lagi cerita. Kenapa dia ada di sini?
Meski sorot mata Pangeran itu menyeramkan ada kesedihan di dalamnya. Ia hendak menerima uluran tangan itu. Sayangnya, Ellaine berjengit ke belakang hingga terjatuh.
Seluruh tamu undangan memasang muka marah kepada Ian. Ketakutan menyelimuti mata mereka hingga tidak melihat kebenaran. Mereka mengira Pangeran Kerajaan Constain melukai Putri Kerajaan Yuvinere.
Beckett menghampiri Ian sambil menyipratkan wine pada Pangeran Kerajaan Constain. "Pergilah Pangeran Buruk Rupa."
Seluruh tamu undangan menyoraki mendukung Beckett.
"Usir dia!"
"Tendang dia!"
Beckett tersenyum bangga atas tindakannya membela Putri Kerajaan Yuvinere. Dengan ini, reputasinya di Kerajaan Yuvinere akan terkenal baik.
Meski tidak menginginkan Ian di pesta debutante, tamu undangan tidak ada yang berani mengusirnya sendiri. Mereka takut terluka karena kekuatan Ian lebih hebat. Hanya mengandalkan orang lain yang lebih kuat seperti Pangeran Kerajaan Lortamort, mereka berharap bisa mengusir tamu tak diundang ini.
Bekas luka miring dari dahi hingga pipi terpampang nyata. Ian tidak menyeka rambutnya yang acak-acakan. Julliane menatap nanar lelaki di hadapannya. Kesamaan nasib mereka membuatnya merasa kasihan. Kesialan yang menimpa mereka berdua bukan salah siapa pun. Hanya karena wajah mereka buruk, orang-orang menjauh.
Kenapa semuanya hanya melihat wajah, bukan hati? Apakah wajah yang jelek berarti hati juga jelek?
Pangeran Kerajaan Constain terdiam mengepalkan tangannya. Sorot matanya semakin mengerikan. Ellaine gemetaran mendongak ke arah Ian. Kakinya tak mampu berdiri. Menyadari hal ini Beckett membantu Ellaine untuk berdiri.
Mendengar keributan yang terjadi, Raja mendekat. Begitu melihat tamu yang tak diundang menakuti putrinya, ia murka.
"Apa yang kau lakukan di sini? Pergilah!" usir Leroy.
Ian memejamkan matanya, menahan semua hinaan yang terjadi di pesta ini. Niat baik untuk memberi selamat malah disalah artikan. Ia menyesal telah meluangkan waktu untuk datang.
"Apa kau tidak dengar? Pengawal cepat bawa tamu tak tahu diri ini!" Leroy memanggil pengawal karena kesabarannya sudah habis. Kaki Pangeran Kerajaan Constain sama sekali tidak beranjak dari sana.
Pengawal berdatangan mencengkeram lengan Ian. Ian menyibakkan tangan-tangan itu. Keperluannya di sini sudah terpenuhi, meski tidak sesuai harapannya. Tak ada lagi yang bisa ia lakukan, Ian undur diri.
"Tidak perlu mengusir saya. Saya akan angkat kaki dari sini sendiri. Terima kasih atas sambutan hangatnya, Kerajaan Yuvinere," sindir Ian mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan.
Derap suara langkah kaki Ian menuju pintu diiringi oleh caci maki tamu undangan.
'Aku tidak akan kembali lagi ke kerajaan ini,' pikir Ian.
Pintu tertutup dengan keras. Pengganggu telah hilang. Bangsawan-bangsawan saling berbisik membicarakan kejadian barusan.
"Maaf atas kejadian yang tidak mengenakkan ini. Anda sekalian bisa menikmati pesta debutante kembali." Leroy berusaha menenangkan tamu undangannya.
Ratu mendekati Ellaine membawanya ke ruangan lain. Ia akan menenangkan putrinya yang tergungang karena kedatangan Ian.
Julliane dari tadi tidak melakukan apa pun karena merasa ngeri dengan kelakuan warga di negeri ini. Kehidupan kerajaan yang tenang dan damai telah sirna dari kepalanya. Ketenangan yang ada bukanlah ketenangan murni. Mencela kekurangan orang lain menjadi keseharian di dunia ini.
Aku akan mengejar Ian.
Julliane bergegas mengikuti Ian sebelum Pangeran itu pergi meninggalkan istana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments
Bzaa
ayo kejar bereskan semua kesalahpahaman yg ada
2022-12-01
0
Mom FA
hai torr aku hadir🥰😍
2022-03-23
1
Aerik_chan
penasaran wey penasaran...
2022-03-17
1