Bab 15 Duel

"Saya memberi Anda kesempatan untuk memulihkan harga diri besok. Jika Anda menang, saya akan mengakui bahwa Anda lebih hebat, tetapi tetap saja Anda curang. Jika kalah, itu artinya Anda memang lebih lemah dari saya, tidak perlu membuktikan siapa yang lebih hebat dengan perburuan lagi," ejek Ian.

Beckett yang dipermalukan di depan umum, menatap Ian dengan geram. "Baiklah, saya terima tantangan Anda." Ia segera turun dari panggung menuju tendanya. Semua pandangan mengarah padanya. Bisikan yang membicarakan Pangeran yang curang ini terdengar meriah.

Prang...

Beckett membanting segala sesuatu yang dapat dipegangnya di dalam tenda. Pengawalnya masuk sambil tertunduk.

"Maafkan saya Pangeran."

Tinju Beckett segera melayang ke sisi kiri wajah pengawal itu. Pengawal itu masih berdiri tegak. Ia kesakitan, tetapi tidak berani menunjukkannya karena amarah tuannya akan semakin menjadi-jadi.

"Dasar bodoh." Tangannya menunjuk-nunjuk pengawalnya.

Beckett mengatur napasnya bersusah payah. Kedua tangannya memegang pelipisnya. Sorot matanya mengisyaratkan akan membunuh seseorang.

"Lihat saja akan kubuat wajahmu lebih hancur lagi, Pangeran Buruk Rupa."

***

Pertarungan kedua pangeran diadakan di lapangan latihan istana utama. Sebagian besar bangsawan yang hadir pada pesta berburu kemarin ikut menyaksikan duel ini. Mereka penasaran siapa yang lebih kuat di antara kedua pangeran ini.

Keluarga Kerajaan duduk di dekat lapangan latihan, sebagai saksi. Julliane tersenyum lebar melihat banyaknya bangsawan yang datang. Kabar pemenang dari pertarungan ini akan semakin cepat tersebar. Rencananya untuk mempermalukan Beckett akan terwujud.

Ian dan Beckett berdiri berhadapan di tengahi Pemimpin Pasukan Istana. Pengawas dalam pertarungan ini menanyakan kesiapan kedua peserta. Mereka mengangguk. Pemimpin Pasukan memberi aba-aba untuk memulai pertarungan.

Beckett dengan cepat menghunuskan pedang ke wajah Ian. Ian terkesiap menepis serangan dari musuhnya. Beckett menyeringai lebar. Ia melancarkan serangan dengan cepat, terutama mengincar wajah Ian.

Serangan yang dilancarkan terus-menerus mojokkan Ian. Dari tadi Ian hanya bertahan, tidak mampu membalas serangan musuhnya.

"Sepertinya Pangeran Beckett akan menang."

"Pangeran Ian kewalahan."

"Tanpa bantuan pengawalnya sekali pun,  Pangeran Beckett pasti akan menang kemarin."

Bangsawan yang menonton mendukung Beckett. Kebencian mereka pada Ian masih belum sirna. Bukan cuma mereka tetapi Keluarga Kerajaan Yuvinere juga yakin Ian akan kalah. Tentu saja kecuali Julliane. Ia yakin Ian hanya menunggu kesempatan untuk membalas Beckett. Membuat musuh lengah terlebih dahuli adalah cara meraih kemenangan. Ia sering membacanya di novel.

Ellaine membisikkan sesuatu pada kakaknya. "Sepertinya pemenangnya sudah ditentukan, Kak Juli."

"Itu benar," jawab Julliane yang masih memandang duel kedua Pangeran.

Ian melihat celah di sisi kanan Beckett. Tebasan pedang segera dikerahkan ke lengan kanan musuhnya.

Meski terkejut dengan serangan Ian, Beckett dapat menghalaunya. Ia menyerang balik, tetapi semua serangannya ditangkis dengan mudah.

Keduanya melihat cahaya yang akan membawa mereka pada kemenangan. Mereka saling mengayunkan pedang menuju cahaya itu.

Brak...

Salah satu pedang terbang. Semua penonton ternganga melihat akhir pertarungan ini. Tak ada tepuk tangan, hanya suara ketidakpercayaan dengan penglihatan mereka.

"Pemenangnya adalah Pangeran Ian," teriak Pemimpin Pasukan Istana mengakhiri duel ini.

Ian tersenyum miring melihat tatapan kekesalan Beckett. Ia segera menurunkan pedangnya. Beckett yang tidak terima meminta pertandingan ulang.

"Anda curang. Anda menyembunyikan kemampuan Anda dari awal. Mari kita bertarung sekali lagi."

Itu adalah strategi tidak termasuk curang. Menyedihkan sekali dirimu, Beckett.

Julliane memejamkan mata tidak mampu melihat pertunjukan bodoh di depan matanya.

"Jika itu mau Anda saya akan menyanggupinya," jawab Ian.

Mereka berdua bertarung lagi. Ian segera mengakhiri pertarungan dengan cepat, sebelum Beckett sempat berkutik. Pedangnya kini berada di samping leher Beckett. Pengawas segera mengumumkan pemenangnya lagi.

Beckett mengertakkan giginya. Ketika ia hendak membuka mulut, Ian mendahuluinya. "Saya akan meladeni Anda berapa kali pun, bahkan jika bertarung dengan dua orang." Ian melirik pada pengawal Beckett.

Beckett yang tak mampu lagi menahan amarahnya, segera menerjang ke arah Ian. Pemimpin Pasukan Istana menghalanginya. Pengawal Beckett ikut menghentikan tuannya, sebelum Pangeran Kerajaan Lortamort ini semakin mempermalukan dirinya sendiri.

"Cukup!"

Semua pandangan tertuju pada orang yang berteriak itu. Julliane melangkah menghampiri Beckett.

"Lebih baik hentikan saja, Pangeran Beckett. Mencari perhatian ada batasnya juga. Jika ingin mengambil hatiku jangan pakai cara ini. Aku tidak menyukai orang yang berbuat curang."

Julliane menanamkan pemikiran pada orang yang melihat bahwa Beckett tertolak di depan umum dan sebagai pencari perhatian. Beckett melepas tangan yang melingkari tubuhnya. Ia segera meninggalkan tempat pelatihan sambil bergumam tidak jelas.

Penonton berhamburan kembali ke rumahnya masing-masing. Mereka puas dengan kejadian yang telah terjadi karena mendapat bahan pembicaraan bagus.

Keluarga Julliane telah kembali melanjutkan pekerjaan. Mereka tak mampu berkata apa pun tentang duel yang telah disaksikan.

Julliane berbalik ke arah Ian mengangkat roknya. "Selamat atas kemenangan Anda, Pangeran Ian."

"Terima kasih, Putri Julliane." Ian menyilangkan salah satu tangannya ke bahu sambil menunduk.

Hanya mereka berdua yang tersisa di lapangan latihan ini. Keduanya saling tersenyum bahagia. Terutama Ian. Rasa malu yang diterimanya di pesta debutante, terbalaskan berkali-kali lipat kepada Beckett. Tinggal membalas pada bangsawan lain.

"Untuk merayakan kemenangan kita, apa kamu mau menghabiskan waktu denganku besok, Juli?"

"Boleh saja, Ian."

Julliane tidak menyadari bahwa Ian memanggilnya dengan nama panggilan. Lebih tepatnya dia tidak peduli dipanggil seperti apa oleh Ian. Lagipula itu bukan nama aslinya. Berbeda dengan Ian yang merasa hubungan mereka semakin dekat.

Julliane mencoret nama Beckett dari daftar orang yang mungkin adalah cinta sejatinya. Menyisakan beberapa kandidat yang dapat mengambil hatinya.

Kyler Orsin

Lionel Crowley

Di paling bawah ia baru saja menambahkan Ian Constain.

Tanpa Julliane sadari hatinya menantikan pertemuannya dengan Ian.

 

Terpopuler

Comments

Citra Ayu

Citra Ayu

mampir Thor...

2022-06-05

1

Mentari.f.v

Mentari.f.v

mampir lagi dan aku fav juga yaa.. mari saling mendukung 🙏

2022-05-13

1

IG: Saya_Muchu

IG: Saya_Muchu

sudah ku fav ya othor sayang

2022-04-29

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Masuk ke Dalam Dunia Novel
2 Bab 2 Menjadi Putri Terkutuk
3 Bab 3 Rencana Cadangan
4 Bab 4 Debutante
5 Bab 5 Pangeran Buruk Rupa
6 Bab 6 Mengajari Pangeran
7 Bab 7 Ketiga Kandidat Tokoh Utama
8 Bab 8 Penculikan
9 Bab 9 Interogasi Penculik
10 Bab 10 Tawaran Menikah
11 Bab 11 Menuju Kerajaan Yuvinere
12 Bab 12 Kedatangan Pangeran
13 Bab 13 Pesta Berburu
14 Bab 14 Menangkap Basah
15 Bab 15 Duel
16 Bab 16 Waktu Luang Diganggu
17 Bab 17 Ancaman Duke Orsin
18 Bab 18 Kemurkaan
19 Bab 19 Penebar Rasa Takut
20 Bab 20 Hadiah
21 Bab 21 Rencana
22 Bab 22 Ditolak
23 Bab 23 Hadiah yang Hancur
24 Bab 24 Hari Terakhir di Kerajaan Yuvinere
25 Bab 25 Kutukan
26 Bab 26 Orang Terkasih
27 Bab 27 Perbuatan Usil
28 Bab 28 Calon Putri Mahkota
29 Bab 29 Danau
30 Bab 30 Gencatan Senjata
31 Bab 31 Menuju Kerajaan Constain
32 Bab 32 Perasaan atau Keuntungan
33 Bab 33 Terpaan Masalah
34 Bab 34 Pertengkaran
35 Bab 35 Obrolan Tentang Anak Terkutuk
36 Bab 36 Ide Baru
37 Hiatus Revisi
38 Bab 37 Proses Baik
39 Bab 38 Ingkar Janji
40 Bab 39 Adik Yang Dikucilkan
41 Bab 40 Teman Palsu
42 Bab 41 Serangan Monster
43 Bab 42 Serangan Balik
44 Bab 43 Penuduhan
45 Bab 44 Kebenaran Serangan Istana
46 Bab 45 Pundi Uang
47 Bab 46 Pemecatan
48 Bab 47 Keraguan
49 Bab 48 Ulang Tahun Ellaine
50 Bab 49 Pelarian
51 Bab 50 Selamat Tinggal Ellaine
52 Bab 51 Tipu Muslihat
53 Bab 52 Pertemuan
54 Bab 53 Jantung Berdebar
55 Bab 54 Gara-Gara Alergi
56 Bab 55 Terpaksa Kembali
57 Bab 56 Pengusiran dan Ketakutan
58 Bab 57 Akhir atau Awal?
59 Bab 58 Putus Asa
60 Bab 59 Kerelaan
61 Bab 60 Menjalani Hidup
62 Bab 61 Mencari Restu
63 Bab 62 Hidup Berbahagia (End)
64 Ucapan Terima Kasih dan Curhat
Episodes

Updated 64 Episodes

1
Bab 1 Masuk ke Dalam Dunia Novel
2
Bab 2 Menjadi Putri Terkutuk
3
Bab 3 Rencana Cadangan
4
Bab 4 Debutante
5
Bab 5 Pangeran Buruk Rupa
6
Bab 6 Mengajari Pangeran
7
Bab 7 Ketiga Kandidat Tokoh Utama
8
Bab 8 Penculikan
9
Bab 9 Interogasi Penculik
10
Bab 10 Tawaran Menikah
11
Bab 11 Menuju Kerajaan Yuvinere
12
Bab 12 Kedatangan Pangeran
13
Bab 13 Pesta Berburu
14
Bab 14 Menangkap Basah
15
Bab 15 Duel
16
Bab 16 Waktu Luang Diganggu
17
Bab 17 Ancaman Duke Orsin
18
Bab 18 Kemurkaan
19
Bab 19 Penebar Rasa Takut
20
Bab 20 Hadiah
21
Bab 21 Rencana
22
Bab 22 Ditolak
23
Bab 23 Hadiah yang Hancur
24
Bab 24 Hari Terakhir di Kerajaan Yuvinere
25
Bab 25 Kutukan
26
Bab 26 Orang Terkasih
27
Bab 27 Perbuatan Usil
28
Bab 28 Calon Putri Mahkota
29
Bab 29 Danau
30
Bab 30 Gencatan Senjata
31
Bab 31 Menuju Kerajaan Constain
32
Bab 32 Perasaan atau Keuntungan
33
Bab 33 Terpaan Masalah
34
Bab 34 Pertengkaran
35
Bab 35 Obrolan Tentang Anak Terkutuk
36
Bab 36 Ide Baru
37
Hiatus Revisi
38
Bab 37 Proses Baik
39
Bab 38 Ingkar Janji
40
Bab 39 Adik Yang Dikucilkan
41
Bab 40 Teman Palsu
42
Bab 41 Serangan Monster
43
Bab 42 Serangan Balik
44
Bab 43 Penuduhan
45
Bab 44 Kebenaran Serangan Istana
46
Bab 45 Pundi Uang
47
Bab 46 Pemecatan
48
Bab 47 Keraguan
49
Bab 48 Ulang Tahun Ellaine
50
Bab 49 Pelarian
51
Bab 50 Selamat Tinggal Ellaine
52
Bab 51 Tipu Muslihat
53
Bab 52 Pertemuan
54
Bab 53 Jantung Berdebar
55
Bab 54 Gara-Gara Alergi
56
Bab 55 Terpaksa Kembali
57
Bab 56 Pengusiran dan Ketakutan
58
Bab 57 Akhir atau Awal?
59
Bab 58 Putus Asa
60
Bab 59 Kerelaan
61
Bab 60 Menjalani Hidup
62
Bab 61 Mencari Restu
63
Bab 62 Hidup Berbahagia (End)
64
Ucapan Terima Kasih dan Curhat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!