Beckett membuka mulutnya meminta suapan dari Julliane. Tatapan jijik dilontarkan tetapi Pangeran Lortamort ini tidak menyadarinya. Julliane mendesah berat sambil mengabaikannya.
"Maaf jika sikap saya membuat Anda tidak nyaman, Putri Julliane," ucap Beckett sambil tersenyum.
Julliane menyunggingkan senyum palsu. "Tidak apa-apa Pangeran Beckett."
Mencari cowok susah, tetapi kalo banyak yang mendekati juga sama susahnya. Apalagi kalau cowok-cowok aneh.
Di kehidupannya yang lalu dan sekarang ia mempunyai masalah yang sama yaitu tentang lelaki. Serasa cerahnya hari, baju yang bagus dan riasan yang cantik, tidak membuat hati Julliane gembira. Mencari cinta sejati yang dianggapnya mudah malah menjadi beban.
Beckett berceloteh panjang lebar. Julliane mengabaikannya karena kebanyakan topiknya tidak penting. Julliane melamun menoleh ke taman istana selir yang indah.
Bunga-bunga di sini mulai bermekaran dan terlihat lebih terawat dibandingkan sebelumnya. Pelayan-pelayan mulai memerhatikan istana selir semenjak kutukan Julliane menghilang. Meski Leroy telah memintanya pindah ke istana utama, ia lebih nyaman di istana selir. Mungkin ini dikarenakan dia terbiasa hidup berjauhan dengan keluarga di kehidupan sebelumnya.
"Kita sudah bertemu berulang kali Putri Julliane. Aku merasa bahwa Anda adalah jodohku. Maukah Anda menerimaku?" ujar Beckett tiba-tiba.
"Terse-, Apa?" Julliane yang tersadar dari lamunannya langsung terbelalak.
Beckett tersenyum menunggu jawaban gadis yang berada di hadapannya. Kebingungan melanda hati Julliane karena lamaran yang sangat mendadak ini.
"Kita belum mengenal lebih jauh, Pangeran," jawab Julliane berusaha terlihat tenang.
"Kita bisa mengenal saat sudah menikah, Putri."
"Akan aku pikirkan terlebih dahulu, Pangeran."
Julliane segera pergi meninggalkan Beckett. Ia segera kembali ke kamarnya. Duduk di pinggiran kasur. Tangannya memijat-mijat pelipisnya.
Ini gila, ini terlalu cepat. Pernikahan harus dipikirkan dengan matang, bukan terburu-buru seperti itu.
Letta muncul begitu melihat temannya yang sedang gundah.
"Ada apa?"
"Beckett melamarku," jawab Julliane menerawang ke depan tidak melihat Letta.
"Bukannya itu bagus? Kamu bisa mendapat cinta sejati lebih cepat," balas Letta bersemangat.
"Tapi aku belum mengenalnya luar dalam. Aku tidak ingin menyesal, apalagi di novel dia berjodoh dengan Ellaine. Bagaimana kalau dia bukan jodohku?" protes Julliane.
"Terserahmu saja. Menurutku terima saja. Aku ingin kamu cepat segera kembali ke duniamu dan bertemu dengan Juli," saran Letta.
"Kamu membenciku?" Julliane menatap Letta sendu, merasa terluka.
Padahal aku menganggapnya sebagai teman, tetapi dia malah ingin mengusirku.
"Tidak terlalu. Aku hanya merindukan Juli." Letta tertunduk sedih.
Julliane mendesah lalu mengelus-elus punggung Letta yang mungil. Ia juga merindukan orang tuanya dan teman-temannya.
"Aku akan memikirkannya baik-baik," ujar Julliane.
"Baiklah, apa pun keputusanmu aku juga tidak bisa berbuat apa-apa." Letta menghilang dari hadapan Julliane.
Ditinggal sendirian, Julliane merobohkan diri di kasur melihat langit-langit kamarnya. Memikirkan jalan terbaik untuk semuanya.
***
Pada makan bersama keluarga kerajaan, Julliane hanya memandangi makanannya. Ellaine memperhatikan kakaknya yang tidak bersemangat. Napsu makan kakaknya yang tinggi tidak terlihat.
"Bagaimana dengan pengawal barumu Ellaine?" tanya Leroy tiba-tiba.
Ellaine sempat terkejut tetapi dapat menutupinya dengan senyuman. "Dia sangat baik, Ayah."
"Baguslah, kalau dia sampai bermalas-malasan akan katakan saja padaku untuk menggantinya dengan yang baru."
"Baik, Ayah."
Leroy mengalihkan pandangan pada putri pertamanya yang belum menyentuh makanannya sama sekali. "Apa harimu buruk dalam beberapa hari kemarin, Julliane?"
Julliane berjengit menatap ayahnya. Ia menceritakan yang mengganjal di pikirannya. "Aku dilamar oleh Pangeran Beckett, Ayah."
Ellaine dan Edgar terkejut. Leroy dan Ophelia menatap Jullaine dengan tenang sambil tersenyum.
"Bukankah itu bagus? Sudah waktunya kamu menikah dan Pangeran Beckett adalah pilihan bagus. Hubungan persahabatan antar Kerajaan Yuvinere dan Lortamort akan semakin erat." Leroy menyeka mulutnya dengan serbet.
Pada akhirnya tidak ada yang memikirkan sifat Beckett dan kecocokannya denganku. Memang bekorban demi Kerajaan adalah hal yang bagus tetapi aku juga ingin bahagia.
"Aku akan memberinya keputusan setelah melihat sifatnya, Ayah." Julliane segera menghabiskan makanannya lalu keluar.
Orang tuanya hendak mengatakan sesuatu tetapi tidak sempat. Julliane bergegas ke kamarnya.
Ia akan menguji Beckett. Ia akan mengeluarkan semua sifat asli dari Pangeran Lortamort itu.
Julliane pergi ke kamarnya menggoreskan pena di sebuah kertas.
Temanku tercinta
Pangeran Ian Constain
Maukah Anda berkunjung ke Kerajaan Yuvinere? Ini memang lancang meminta Anda datang ke tempat berkumpulnya orang-orang yang membenci Anda. Namun, Anda bisa melakukan pembalasan pada orang yang telah menghina Anda di pesta debutante milik saya dan Ellaine. Pangeran Beckett Lortamort belum pulang ke Kerajaannya. Dia masih akan menetap di sini sampai tujuannya tercapai. Saya akan membantu Anda untuk memberinya pelajaran.
^^^Julliane Yuvinere^^^
Julliane membubuhkan lilin pada suratnya. Senyumnya merekah.
Ini adalah penawaran terbaik. Ian pasti akan menerimanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments
🔵◡̈⃝︎☀MENTARY⃟🌻
Makin Seru Kk
3 Cogan dan Ry mampir
2022-03-23
1