"Saya merasa sangat beruntung bisa bertemu dengan Anda di sini Pendekar Es." Lagi-lagi Fang Yin memberi hormat pada Da Xia.
Wajah Da Xia sepertinya terlihat kurang senang dengan penghormatan Fang Yin.
"Sudah aku bilang jangan terlalu formal. Bersikaplah biasa padaku dan jangan berlebihan. Jika kamu merasa sungkan memanggil nama, maka kamu boleh memanggilku kakak," ucap Da Xia sambil terus menatap Fang Yin datar. Wajahnya yang cantik memang terkesan dingin karena jarang sekali menampakkan senyuman.
"I ... iya. Aku akan memanggilmu ka-kak." Fang Yin masih terlihat ragu-ragu mengucapkan kata kakak.
Fang Yin sebenarnya juga berasal dari suku yang sama dengan Da Xia. Namun, dia tidak akan mengatakannya karena itu bisa membuat penyamarannya terbongkar. Meskipun catatan riwayat hidup Da Xia tidak menunjukkan identitas sebagai orang yang jahat, tetapi Fang Yin tetap harus waspada dan merahasiakan identitasnya itu kepada siapapun tanpa terkecuali.
"Bagus, Xiao Yin." Da Xia menepuk bahu Fang Yin.
"Oh, iya, kenapa kamu tinggal di hutan ini sendirian? Di mana keluargamu?" Rasa penasaran Da Xia membuatnya tidak tahan lagi untuk bertanya.
"Aku tidak punya keluarga dan hanya hidup sebatang kara. Mereka dibunuh oleh orang jahat hanya tinggal aku dan ibuku saja yang tersisa. Namun, aku tidak tahu di mana ibuku sekarang berada." Fang Yin bercerita sambil menundukkan kepalanya.
"Apakah itu alasanmu berlatih keras untuk menjadi kuat?" tebak Da Xia.
Fang Yin mengangguk.
Mata indah Da Xia menatap Fang Yin penuh keharuan. Dia merasa kagum akan sosok gadis mandiri di hadapannya itu. Seorang gadis penuh semangat yang mencoba berdiri sendiri dan bangkit dari keterpurukan tanpa mengandalkan bantuan siapapun.
"Aku salut padamu. Aku lihat kamu sedang berlatih jurus terbang. Kalau kamu mau aku bisa membantumu untuk berlatih, Adik kecil."
Ucapan Da Xia membuat Fang Yin menoleh tak percaya kepadanya.
"Apa kamu sungguh-sungguh, Kakak?" Fang Yin belum merasa yakin dengan pendengarannya.
Da Xia mengangguk sambil tersenyum.
Fang Yin tersenyum senang meskipun Da Xia tidak bisa melihatnya.
Mereka berdua bangkit dari duduknya lalu pergi untuk mencari tempat yang lapang. Da Xia mulai memberikan teori singkat kepada Fang Yin. Teknik-teknik dan gerakan khusus untuk membuka saluran energi yang berhubungan langsung dengan meridian harus dilakukan terlebih dahulu.
Da Xia juga mengajarkan bagaimana caranya untuk mengatur pernapasan dan Qi yang dikeluarkan saat melakukan jurus terbang.
Setelah mendengar penjelasan dari Da Xia, Fang Yin jadi tahu kesalahan apa yang membuatnya gagal untuk mengeluarkan jurus terbang sebelumnya.
"Sekarang coba kamu praktekkan semua yang aku ajarkan!" seru Da Xia.
Fang Yin baru akan melangkah ke tebing tempat dia berlatih sebelumnya namun Da Xia mencekal tangannya.
"Di sini saja!" seru Da Xia yang mengetahui maksud dan tujuan Fang Yin.
"Tapi ...." Fang Yin merasa ragu akan kemampuannya tetapi Da Xia mengangguk untuk meyakinkannya.
Fang Yin pun melakukan latihan Jurus Terbang di hadapan Da Xia. Melihat warna Qi yang dikeluarkan oleh Fang Yin, Da Xia merasakan ada aliran yang sama dengan energi miliknya yaitu Qi Awan Salju. Agar tidak mengganggu konsentrasi Fang Yin, Da Xia menahan rasa ingin tahunya dan menunda untuk bertanya.
'Tidak salah lagi. Itu benar-benar Qi Awan Salju. Apakah artinya Xiao Yin juga merupakan keturunan dari suku es? Pantas dia terkejut ketika mendengar namaku dan tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya juga. Mungkin sebaiknya aku tidak bertanya, aku yakin jika dia memiliki alasan tersendiri mengapa dia menyembunyikan identitasnya.' Da Xia terus memperhatikan gerakan yang dilakukan oleh Fang Yin sebagai pemanasan.
Gerakan pemanasan yang diajarkan oleh Da Xia, mampu membuat Qi mengalir di seluruh rongga-rongga terkecil di dalam tubuh Xiao Yin. Di tambah lagi dengan olah napas dan pengaturan energi yang dialirkan untuk mengeluarkan Jurus terbang. Tubuh Fang Yin benar-benar terasa ringan seperti kapas.
Fang Yin tersenyum di balik cadarnya ketika merasakan tubuhnya mulai terangkat ke udara seiring dengan Qi yang dikeluarkannya. Setelah di rasa cukup stabil, Fang Yin mencoba melakukan gerakan yang lebih menantang. Setahap demi setahap, gerakan terbang Fang Yin mulai mengalami peningkatan dan terus disempurnakan.
'Benar-benar seorang gadis jenius.' Da Xia tersenyum bangga. Dia yakin jika dia akan menjadi kebanggakan suku es suatu saat nanti.
Di tengah hutan nan sunyi itu, Fang Yin terbang diantara pepohonan dan melayang seperti seekor burung.
"Wuhuuu ... hiyaaaa .... Aku terbang ... yee .... Aku bisa terbang!" Fang Yin berteriak dengan senangnya.
Rupanya teknik yang diajarkan oleh Da Xia begitu istimewa hingga tidak membatasi berapa lama waktu yang diinginkan unruk terbang.
Latihan yang sangat menyenangkan itu membuat Fang Yin melupakan rasa laparnya. Tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat hingga hari telah sore. Beruntung dia masih memiliki persediaan makanan berupa buah-buahan dan umbi sejenis talas yang dia simpan di dalam goa.
Selesai latihan Fang Yin mengajak Da Xia untuk pergi ke goa tempat tinggalnya selama di hutan itu. Mereka menikmati makan malam mereka lebih awal karena telah melewatkan makan siang mereka. Da Xia baru pertama kali memakan makanan jenis umbi yang diberikan oleh Fang Yin. Selama ini dia tidak tahu jika tanaman itu bisa di makan.
Di dunia tempat Fang Yin berada, umbi talas masih tumbuh liar dan tidak ada yang berani memakannya. Berbeda dengan dunia modern tempat tinggal Agata, umbi talas sudah banyak dibudidayakan dan menjadi komoditas ekspor.
Malam itu mereka tidur lebih awal karena makan terlalu kenyang membuat mereka cepat mengantuk.
Da Xia terbangun di tengah malam dan berjalan mengendap-endap meninggalkan Fang Yin yang sedang terlelap.
Semenjak pertarungan terakhirnya melawan Kultivator Elemen Api, tubuh Da Xia sedikit bermasalah. Dia sering mengalami kesakitan di tengah malam. Dia tidak mengerti tentang ilmu pengobatan dan tidak tahu apa yang terjadi pada tubuhnya. Untuk mengurangi rasa sakitnya, Da Xia akan melakukan kultivasi dan menutup rasa sakit itu dengan sebagian energinya. Kondisi ini akan membahayakannya jika terus dibiarkan karena akan membuat kolam Qi di dalam tubuhnya menyusut dan terus mengecil.
Ketidakseimbangan itu tentu akan berpengaruh pada ranah kultivasi yang dicapainya hingga membuatnya mengalami penurunan setingkat demi setingkat.
"Kak Da Xia!" seru Fang Yin lirih ketika melihat Da Xia meringis kesakitan.
Da Xia tidak menjawab dan terus mengalirkan energinya sambil berjuang melawan rasa sakitnya.
Fang Yin berjalan mendekatinya.
"Maaf, Kak. Bolehkah aku membantumu? Aku sedikit tahu tentang ilmu pengobatan." Fang Yin berdiri mematung di hadapan Da Xia dengan tatapan nanar. Tidak di sangka pendekar hebat seperti Da Xia menyimpan luka yang cukup menyiksanya.
"Lakukanlah!" Wajah Da Xia terlihat pucat.
Setelah mendapatkan persetujuan Da Xia, Fang Yin mulai mengambil posisi dengan duduk dibelakang Da Xia menghadap punggungnya.
Fang Yin melakukan penotokan di beberapa titik untuk mengontrol aliran Qi yang bocor di tubuh Da Xia. Setelah itu dia mulai memeriksa bagian-bagian tubuh Da Xia yang mengalami masalah. Sebagai seorang dokter dan ahli terapis akupuntur, Agata bisa menganalisa penyakit yang dialami oleh Da Xia.
Ada saraf-saraf di jaringan tubuh bagian dalam yang mengalami kerusakan akibat hantaman yang keras. Kerusakan saraf itu mempengaruhi kinerja jaringan-jaringan lain disekitarnya dan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa ketika sistem jaringan terhenti pada waktu tertidur.
"Maaf, Kak. Sepertinya aku harus menggunakan jarum akupuntur untuk melakukan pengobatan ini. Bisakah Kakak membuka baju dan menyisakan dalaman saja?"
Da Xia mengangguk dan melakukan apa yang Fang Yin minta.
Fang Yin kembali melanjutkan pengobatannya. Sebelum digunakan, jarum-jarum akupuntur disterilkan menggunakan api dari tangan Fang Yin. Satu demi satu jarum itu ditusukkan ke titik-titik tubuh yang telah di tandai oleh Fang Yin. Setelah semua titik tertancap jarum, Fang Yin mulai mengalir Qi pengobatan dari kedua telapak tangannya.
Rasa hangat menyelimuti tubuh Da Xia. Pemulihan saraf yang dilakukan oleh Fang Yin membutuhkan waktu beberapa saat. Kesembuhannya ditandai dengan rasa sakit pada ujung-ujung jarum akupuntur yang ditancapkan karena jaringan saraf itu telah kembali normal. Untuk pengobatan tahap kedua, Fang Yin akan memberikan pil pemulih energi pada Da Xia.
"Auwh!" rintih Da Xia.
Aliran energi di tangan Fang Yin dia hentikan secara mendadak setelah melihat Da Xia tersentak dan menggeliat kesakitan.
Tanpa banyak bersuara, Fang Yin segera memunguti jarum itu satu persatu dan kembali menyimpannya.
"Apa yang Kakak rasakan sekarang?" tanya Fang Yin setelah selesai merapikan alat-alatnya.
Da Xia terlihat melakukan gerakan ringan untuk merasakan bagian tubuh yang biasanya terasa nyeri bila digerakkan.
"Menakjubkan! Tangan ajaibmu berhasil menyembuhkan rasa sakitku, Xiao Yin." Da Xia berdiri lalu melakukan gerakan yang lebih ekstrim.
Sudah hampir sebulan dia merasakan sakit yang begitu menyiksanya itu.
"Makanlah pil ini Kak! Pil ini akan membantu memulihkan jaringan meridian yang tersumbat akibat luka yang kakak alami sebelumnya." Fang Yin mengulurkan pil di tangannya.
"Pasti ini sangat mahal." Da Xia mengamatinya terlebih dahulu sebelum menelannya.
"Tidak semahal jurus terbang yang kakak ajarkan padaku." Fang Yin tersenyum melihat Da Xia telah kembali pulih.
"Tidak ... tidak ... aku masih berhutang budi padamu. Esok aku akan mengajarkanmu jurus yang lain sebagai imbalan atas pengobatan yang kamu berikan."
Fang Yin merasa sangat senang, "Aku tidak sanggup menolak imbalan menggiurkan itu, Kakak."
Malam masih panjang, Da Xia dan Fang Yin melanjutkan istirahat mereka. Berkat bantuan Fang Yin, Da Xia bisa kembali merasakan nikmatnya tidur nyenyak. Fang Yin tersenyum dalam tidurnya membayangkan hari-hari menyenangkan yang akan dilewatinya saat berlatih bersama Da Xia.
****
Bersambung ....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 408 Episodes
Comments
K4k3k 8¤d¤
✍🏼✍🏼✍🏼✍🏼✍🏼✍🏼✍🏼✍🏼
2023-05-09
0
K4k3k 8¤d¤
semangat semangat terus semangat thor lanjutin update sampai tamat ditunggu sama para reader yang setia menanti mu update kembali
2023-05-09
0
art
T O P
2023-04-23
0