Setelah Xi Jian sudah kembali sehat, Fang Yin pergi untuk beristirahat karena hari sudah malam. Seperti biasa, Fang Yin mengunci pintu kamarnya dari dalam dan bersiap untuk bermeditasi untuk melakukan kultivasinya. Tidak lupa dia memberi makan terlebih dahulu pada kuda-kuda yang berada di samping kamarnya agar tidak berisik saat melihat hal yang aneh dalam kultivasinya.
Saat berkultivasi akan ada kumparan energi yang mengelilingi tubuh Fang Yin yang terkadang menimbulkan getaran gelombang ataupun sekedar kilatan cahaya saja.
Kuda merupakan hewan yang memiliki kepekaan yang tinggi terhadap perubahan di sekitarnya. Namun, Fang Yin berhasil membuatnya diam dengan melakukan pendekatan dan menyuapnya dengan makanan yang dia campur dengan pil penenang. Pil yang dia berikan tidak akan membahayakan baginya dan malah sebaliknya, mampu membuat kuda-kuda itu terjaga pencernaannya.
Tuan Xi Liang pulang larut malam. Semua pelayan telah terlelap saat dia datang dari mencari obat untuk Xi Jian. Dia pun pergi tanpa pengawal sehingga membuatnya harus membawa kudanya ke kandang seorang diri.
Sebagai seorang kultivator dia sangat paham dengan gelombang energi yang dia rasakan saat berada di kandang kuda itu.
'Ada seseorang yang sedang berkultivasi di sini? Siapa dia? Aku tidak hafal dengan semua pelayan di rumahku sendiri. Aku akan menanyakannya pada Ning Xia.' Tuan Xi Liang memilih pergi dan meninggalkan kamar Fang Yin. Dia tidak ingin mengganggu konsentrasi orang yang sedang bermeditasi dan memilih untuk segera memberikan obat pada putranya.
Fang Yin masih berada di alam bawah sadarnya untuk menyerap energi alam yang masuk ke tubuhnya dan menyimpannya di dalam kolam energinya yang semakin berkembang dan meluas.
Ning Xia dan Xi Jian sedang mengobrol sambil memakan buah-buahan ketika Tuan Xi Liang datang ke kamar Xi Jian.
"Ayah!" pekik Xi Jian langsung berdiri menyambut ayahnya.
Tuan Xi Liang merasa terkejut melihat keadaan Xi Jian yang sudah pulih sepenuhnya dan sangat berbeda jauh dengan keadaannya saat dia meninggalkan villa tadi siang.
"Xi Jian, akhirnya kamu sembuh sayang. Ayah sangat bahagia," ucap Tuan Xi Liang dengan mata berkaca-kaca.
Tuan Xi Liang memeluk erat tubuh putranya dan menghadiahinya dengan banyak sekali ciuman.
"Semua ini berkat Xiao Yin." Ning Xia yang sejak tadi berdiri di depan Tuan Xi Liang kini ikut berbicara.
"Xiao Yin? Siapa Xiao Yin?" Tuan Xi Liang terlihat mengerutkan keningnya.
"Duduklah! Aku akan menceritakan semuanya padamu." Ning Xia berjalan ke meja tempatnya meletakkan buah dan minuman yang dia makan bersama Xi Jian sebelumnya.
Tuan Xi Liang mengikuti kemauan istrinya demi mendengar cerita yang membuatnya sangat penasaran.
Bukannya segera bercerita, Ning Xia malah menuangkan minuman hangat untuk Tuan Xi Liang.
Sebenarnya Tuan Xi Liang sudah tidak sabar lagi, tetapi dia tahan dan kembali menuruti istrinya dengan meminum minuman yang dia buat.
"Xi Jian, biarkan ayah minum dulu. Kemarilah!" Ning Xia mengulurkan kedua tangannya dan meminta Xi Jian tidur di pangkuannya.
Ning Xia mengusap kepala Xi Jian yang terlihat sudah mengantuk.
"Ning Xia, katakan apa yang terjadi setelah kepergianku. Siapa Xiao Yin dan bagaimana dia bisa ada di sini?" Tuan Xi Liang tidak dapat lagi menahan diri dari rasa penasarannya.
"Xiao Yin adalah budak yang kamu beli beberapa waktu lalu dari Tuan Muda Yu. Dialah yang mengobati anak kita," jelas Ning Xia.
Tuan Xi Liang kembali dibuat terkejut oleh ucapan Ning Xia.
"Ning Xia, kamu jangan bercanda. Dia masih anak-anak, mana mungkin bisa mengobati Xi Jian. Tabib yang paling hebat di daerah sini saja tidak dapat menyembuhkan putra kita. Bagaimana mungkin ...."
"Terserah kalau tidak percaya. Tapi inilah kenyataannya." Ning Xia memotong perkataan Tuan Xi Liang.
Ning Xia mengangkat tubuh Xi Jian yang telah tertidur lalu membaringkannya di atas kasur.
Malam sudah sangat larut, Ning Xia meninggalkan kamar Xi Jian lalu pergi ke kamarnya untuk beristirahat. Tuan Xi mengikuti Ning Xia pergi seperti seorang anak kecil yang mengikuti ibunya. Dia masih penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Ning Xia.
Di kamar mereka, Ning Xia menceritakan secara detail apa yang telah dilakukan oleh Fang Yin untuk menyelamatkan Xi Jian. Mulai dari pil obat yang dia berikan, pemijatan serta teknik akupuntur yang dia lakukan. Tuan Xi setengah tidak percaya dengan apa yang diceritakan oleh Ning Xia.
"Ini sangat aneh. Anak seusia Xiao Yin bisa melakukan pekerjaan yang orang dewasa pun belum tentu bisa melakukannya." Tuan Xi duduk termangu sambil memikirkan cerita istrinya.
Ada satu hal lagi yang mengganggu pikirannya yaitu siapa pelayan yang tidur di dekat kandang kuda. Baru saja dia ingin menanyakannya pada Ning Xia, tetapi Ning Xia sudah lelap tertidur. Tuan Xi akhirnya memilih untuk ikut tidur karena dia pun sangat merasa lelah.
Seperti biasanya, Fang Yin bangun pagi-pagi sekali untuk melakukan tugasnya. Setelah kejadian kemarin, sikap para pelayan lain yang biasanya selalu menindasnya kini mulai berubah. Mereka mengurangi pekerjaan yang dilakukan oleh Fang Yin dan mengambil bagian mereka masing-masing.
Mereka meminta Fang Yin untuk memeriksa kesehatan mereka pada waktu istirahat siang. Fang Yin tidak pernah mendendam pada mereka dan melakukan apa yang mereka mau. Tidak ada penyakit berat yang di derita oleh para dayang itu, Fang Yin hanya memberi mereka resep herbal yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi fisik mereka.
Ning Xia selalu mencari-cari keberadaan Fang Yin, tetapi Fang Yin selalu berusaha menghindar dan melakukan pekerjaan yang tidak berhubungan langsung dengan majikannya itu.
Meskipun pelayan lain mengatakan hal itu, Fang Yin tidak merasa tertarik untuk menjadi pelayan terdekat majikan. Dia tidak mau menjadi kesayangan di villa ini dan selamanya terkurung dalam penjara perbudakan. Tidak masalah jika dia harus kembali diusir karena pembangkangannya ini karena sesungguhnya itulah yang dia inginkan.
Benar saja, setelah beberapa hari menghindar, akhirnya Fang Yin pun mendapatkan pemanggilan khusus dari Nyonya Ning Xia.
Fang Yin berdebar-debar membayangkan apa yang akan terjadi setelah ini.
'Semoga aku tidak mendapatkan penyiksaan atas pembangkanganku. Aku memang sengaja menghindar agar tidak terlalu dekat denganmu, Nyonya. Maafkan aku!' Fang Yin duduk seperti pesakitan yang menanti putusan di sebuah ruangan yang masih sepi. Belum ada siapa-siapa di sana.
"Ehem!" Tuan Xi berdehem ketika dia muncul dari arah belakang Fang Yin diikuti oleh Ning Xia di belakangnya.
Mata Fang Yin terbelalak ketika merasa dia telah melupakan sesuatu. Dia lupa meminum pil yang mampu menyembunyikan energi tubuhnya. Hal ini membuat Fang Yin semakin berdebar-debar, dia pikir hanya Nyonya Ning saja yang ingin menemuinya.
Tubuh Fang Yin semakin berkeringat karena merasa takut, apalagi Tuan Xi Liang terus menatapnya dengan tatapan yang sulit dimengerti.
Pembantaian yang dilakukan oleh para kultivator yang telah membuat nyawa Fang Yin menghilang masih membekas dalam ingatannya.
Fang Yin takut jika hal itu akan terulang lagi.
"Apa kamu tahu kenapa aku memanggilmu ke mari?" tanya Nyonya Ning.
Suaranya yang lembut terasa begitu keras di telinga Fang Yin saat dirinya sedang gugup.
"Ampun, Nyonya. Saya tidak tahu," jawab Fang Yin ketakutan.
"Aku berusaha mencarimu berkeliling saat kamu bekerja, tapi tidak pernah menemukanmu. Jangan-jangan kamu sengaja sembunyi, ya!" Ning Xia meluapkan kekesalannya.
"Ampun, Nyonya. Saya tidak berani." Fang Yin meringis mengingat dia memang sengaja menghindari Ning Xia.
"Sudah-sudah!" Tuan Xi tidak ingin istrinya berbicara lagi karena melihat Fang Yin yang ketakutan.
"Xiao Yin. Kami mengundangmu ke sini karena ingin mengucapkan terimakasih. Berkat bantuanmu nyawa Xi Jian terselamatkan." Tuan Xi berbicara sambil menyatukan kedua tangannya di belakang punggungnya.
Tuan Xi berjalan mendekati Fang Yin yang duduk tertunduk.
"Saya tidak melakukan apa-apa, Tuan. Itu hanya kebetulan saja." Fang Yin tidak berani menatap Tuan Xi Liang.
Tuan Xi Liang mengeluarkan energi dari telapak tangannya lalu mengarahkannya pada Fang Yin.
Secara reflek Fang Yin pun melompat untuk menghindar. Setelah menyadari dia telah memakan umpan yang dilemparkan oleh Tuan Xi Liang, Fang Yin semakin ketakutan. Dalam hati dia merutuki dirinya yang tidak bisa menahan diri untuk menyembunyikan kemampuannya meskipun itu akan melukai dirinya.
"Bagus! Rupanya kamu juga seorang kultivator berbakat juga." Tuan Xi merasakan energi yang bersar dari tubuh Fang Yin meskipun dia belum tahu tingkatan yang dimilikinya.
"Ampun, Tuan. Saya tidak bermaksud untuk menyembunyikan identitas. Saya benar-benar minta maaf. Saya bukan mata-mata ataupun musuh yang dikirimkan untuk menyusup kemari." Fang Yin berusaha untuk menjelaskan sesuatu yang mungkin bisa membuat Tuan Xi Liang salah paham padanya.
"Aku tahu. Sebelum kamu mengatakannya aku sudah menyelidiki latar belakangmu. Tabib Mao juga menceritakan jika kamu memang sangat berbakat dalam ilmu pengobatan."
'Syukurlah! Aku pikir Tuan Xi tahu jika aku adalah putri Kaisar Gu.' Fang Yin merasa lega.
Rupanya, Tuan Xi dan Ning Xia memanggilnya untuk hal baik. Mereka memutuskan untuk membebaskan Fang Yin dari statusnya sebagai seorang budak. Bukan itu saja, Tuan Xi juga mengangkatnya menjadi putri angkatnya dan menyematkan marga Xi di depan namanya menjadi Xi Xiao Yin.
Fang Yin merasa bersyukur akhirnya dia terbebas dari perbudakan dan pikiran buruknya tidak terjadi.
Nyonya Ning memberikan sebuah kamar baru untuk Fang Yin yang terletak di sebelah kamar Xi Jian.
Bukannya merasa senang, Fang Yin malah terlihat semakin murung dengan status barunya itu. Dia kembali diperlakukan sebagai seorang putri yang tidak memiliki kebebasan. Kebosanannya semakin menjadi-jadi ketika Nyonya Ning mengundang guru yang mengajarkan tata krama untuknya dan Xi Jian.
Tuan Xi menyadari gelagat tidak senang dari putri angkatnya itu. Sebagai seorang kultivator dia sangat mengerti apa yang diinginkan oleh Xi Xiao Yin. Gadis itu pasti menginginkan pendidikan yang mampu membuatnya menjadi lebih kuat bukan menjadi seorang putri yang siap untuk dinikahkan dengan para bangsawan.
Sebelum semuanya terlambat, dia harus segera membicarakan ini pada istrinya. Tuan Xi ingin Xi Xiao Yin memperoleh pendidikan yang sesuai dengan bakat yang dia miliki. Tidak masalah meskipun dia adalah seorang wanita.
****
Bersambung ....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 408 Episodes
Comments
Faradita
bukan nya marga NING yg tlah mmbantai kluarga fang yin
2023-10-26
1
K4k3k 8¤d¤
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
2023-05-08
0
K4k3k 8¤d¤
semangat semangat terus semangat thor lanjutin update sampai tamat ditunggu sama para reader yang setia menanti mu update kembali
2023-05-08
0