Sejak kepergian Selir Shi dan juga Fang Yin dari istana, Kaisar Gu terlihat sering melamun dan menyendiri di kamar. Rasa cintanya pada Selir Shi membuat hatinya terluka sangat dalam. Lubang tanpa dasar yang tidak mampu tertutupi oleh kebahagiaan apapun.
Jenderal Wang Jiang telah dihukum mati. Kekacauan demi kekacauan mulai terjadi. Dari mulai gejolak di dalam intern keprajuritan maumpun keamanan di wilayah perbatasan.
Kaisar Gu benar-benar terpuruk saat ini, namun dia berusaha untuk mengesampingkan masalah pribadinya dan mengutamakan urusan pemerintahan.
Diam-diam dia juga mengutus seseorang yang terpercaya untuk menyelidiki kasus Selir Shi. Cinta mengalahkan logika dan bukti mengalahkan sanggahan, itu yang membuatnya tidak mampu berbuat apa-apa ketika Selir Shi didakwa dengan tuduhan keji itu. Saat itu hatinya juga sedang dilema dan merasakan kekecewaan yang sangat besar melihat Selir Shi diam tanpa melakukan pembelaan. Mungkin juga percuma saja karena bukti-bukti yang menjeratnya begitu kuat.
Penyelidikan yang dilakukan utusan Kaisar Gu mulai menampakkan hasil. Dia menemukan adanya indikasi jika Selir Shi dan Jenderal Wang Jiang adalah korban keserakahan seseorang. Utusan itu merasa ketakutan ketika mulai menemukan banyak fakta mengejutkan.
Penasehat Ning mulai mengendus kecurigaan Kaisar Gu. Tidak ingin rencananya gagal, dia segera mengatur siasat dan mempercepat gerakannya. Pihak-pihak yang satu kubu dengannya berkumpul untuk merencanakan penyerangan dan penggulingan kekuasaan.
Mereka ingin membuat kejadian seolah-olah seperti sebuah pemberontakan dari luar dan mengkambinghitamkan kultivator untuk membuat nama Penasehat Ning dan Dewan Kekaisaran tetap bersih.
Suatu pagi, Qian Fan sedang menerima pendidikan khusus sebagai seorang putra mahkota dan Yu Wen berlatih beladiri di belakang vila tempat di mana Qian Fan belajar. Qian Fan memintanya untuk menungguinya karena setelah itu mereka ingin pergi ke luar istana untuk membeli barang yang mereka inginkan. Yu Wen sangat senang karena biasanya, Qian Fan yang akan membayar semua barang yang dia beli.
Qian Fan, Yu Wen dan Fang Yin memiliki usia yang tidak terpaut jauh. Saat ini Qian Fan berusia 16 tahun, Yu Wen 15 tahun, dan Fang Yin 13 tahun. Mereka bertiga sering berlatih secara mandiri bersama-sama di tempat ini selain di akademi.
"Adik! Apa kamu sudah selesai?" tanya Qian Fan pada Yu Wen.
"Harusnya aku yang menanyakan itu, Kakak!" Yu Wen menghentikan latihannya.
"Kamu terlihat sangat hebat sekarang. Kamu seperti seorang pendekar yang sangat luar biasa," ucap Qian Fan sambil menepuk bahu Yu Wen.
"Kemampuanku masih jauh di bawahmu, Kakak. Bahkan di bawah Fang ... Yin ...." Yu Wen memelankan suaranya ketika menyebut nama adik perempuannya itu.
Qian Fan sejurus menatap Yu Wen. Dia pun merasa sangat kehilangan Fang Yin setelah beberapa hari ini tidak bertemu. Mereka tidak mempedulikan tentang masalah yang menyudutkan Fang Yin, bagi mereka Fang Yin tetaplah adik mereka.
"Aku sangat merindukan Yin'er!" Qian Fan berseru lirih.
Saat mereka sedang asyik mengobrol, terdengar suara jerit memilukan dari dalam istana.
"Kakak! Apakah kamu mendengar sesuatu?" Yu Wen beranjak dari duduknya dan mencoba mencari-cari dari mana suara itu berasal.
Qian Fan berdiri lalu melompat ke atas pohon untuk menjangkau pemandangan yang jauh.
"Gawat, Adik! Istana kita di serang!" seru Qian Fan dengan wajah paniknya.
Dia segera melompat turun dan kembali ke sisi Yu Wen.
"Apa? Bagaimana ini, Kak? Apa yang harus kita lakukan?" Wajah Yu Wen terlihat ketakutan.
Belum sempat Qian Fan menjawab pertanyaan Yu Wen, beberapa orang berpakaian pendekar dengan memakai penutup wajah datang menghampiri mereka berdua.
Di lihat dari gerakan mereka, sangat terlihat jika mereka adalah kultivator tingkat menengah dengan bintang teratas.
Qian Fan dan Yu Wen terkejut ketika kultivator yang berjumlah 5 orang itu mengepung mereka. Wajah mereka menjadi pias karena takut, namun mereka akan berusaha untuk menyerang. Tidak ada jalan lain, saat ini mereka tidak bisa lari lagi.
"Siapa kalian?!" tanya Qian Fan sambil memasang kuda-kuda siap untuk menyerang.
"Kami adalah pembunuh bayaran. Bersiaplah untuk mati, Pangeran!" Salah seorang dari mereka mulai maju dan menyerang Qian Fan.
Seorang lagi menyerang Yu Wen dan tiga yang lainnya masih berdiri menunggu saat yang tepat untuk menyerang.
Kelima orang itu membawa senjata andalan mereka seperti pedang, tombak, golok, dan rantai besi.
Qian Fan mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanannya, begitu juga Yu Wen.
Dengan sekuat tenaga mereka bertarung melawan kelima kultivator itu. Kemampuan kedua pangeran itu tidak bisa dianggap enteng meskipun usia mereka masih sangat muda. Andaikan cuma dua orang saja yang mereka lawan, mungkin kemenangan akan menjadi milik merek.
Pedang Qian Fan yang dia aliri energi mampu melukai seorang kultivator hingga membuat pergelangan tangannya putus. Tindakan itu membuat mereka semakin marah dan mengeroyok Qian Fan dengan brutal. Qian Fan akhirnya mati di tangan mereka.
Yu Wen yang terluka parah mencoba melarikan diri ketika melihat kakaknya mati dengan cara mengenaskan. Namun sayang, para penjahat itu mengetahuinya. Salah seorang dari mereka mengeluarkan energi dari telapak tangannya dan melemparkannya hingga mengenai punggung Yu Wen.
Serangan telak itu membuat Yu Wen jatuh tersungkur dan meregang nyawa.
Para penjahat itu tersenyum puas lalu menyeret tubuh Qian Fan dan Yu Wen yang sudah tak bernyawa itu ke dalam istana.
Suasana di dalam istana tidak kalah mengerikan. Mayat-mayat bergelimpangan di sana. Keadaan ruangannya pun kacau dengan api yang berkobar di mana-mana.
Kaisar Gu masih bertarung bersama beberapa orang kulitivator ketika mayat Qian Fan dan Yu Wen dilempar ke hadapannya.
Melihat kedua putranya telah tewas, konsentrasi Kaisar Gu menjadi buyar. Kekuatannya yang sebelumnya sangat besar seakan-akan menghilang seketika. Serangan demi serangan tidak dapat lagi dia hindari karena hatinya yang rapuh.
"Katakan, siapa dalang di balik semua ini?!" pekik Kaisar Gu di sela-sela pertarungannya.
Meskipun kekuatannya menurun, namun Kaisar Gu masih bisa membuat para kultivator itu kalang kabut dan dua diantaranya terbunuh olehnya.
"Aku! Akulah yang merencanakan semuanya!" Suara yang sangat dikenalnya muncul.
Betapa terkejutnya Kaisar Gu ketika melihat siapa yang datang.
"Penasehat Ning! Kau ...." Suara Kaisar Gu terhenti karena sebuah serangan jarak jauh kembali menghantam tubuhnya yang sedang tidak siap karena keterkejutannya.
Tubuh Kaisar Gu ambruk ke lantai akibat luka dalam yang dideritanya. Darah bercampur racun kehitaman menyembur keluar dari mulutnya. Rupanya sebelum penyerangan terjadi dia pun telah diberi racun sehingga tidak mampu mengeluarkan kekuatannya dengan maksimal.
"Nikmatilah detik-detik kematianmu, Gu Ming Hao! Seluruh klanmu dan keturunanmu sudah aku habisi. Kekuasaanmu telah berakhir! Hanya tinggal Fang Yin saja yang belum kuhabisi! Hahaha!" Tawa Penasehat Ning menggema di seluruh ruangan.
"Fang Yin! Bukankah dia ...." Lagi-lagi ucapan Kaisar Gu terpotong karena Penasehat Ning segera menyelanya.
"Dia putrimu! Putri kandungmu! Perselingkuhan Selir Shi hanyalah rekayasa. Kamu benar-benar bodoh! Begitu mudahnya kamu diperdayai! Sekarang sambutlah kematianmu!" Penasehat Ning mengayunkan pedangnya dan menancapkannya di dada Kaisar Gu.
"Aarrrgghhh! Fang Yin, maafkan ayah. Balaskan den-dam-ku ... Aaa ... haa ...." Saat napasnya sudah berada di ujung tenggorokan, Kaisar Gu membaca sebuah mantra yang dia kirim kepada Fang Yin.
Mantra yang mentrasfer ingatan Kaisar Gu tentang isi Kitab Sembilan Naga yang dipelajarinya karena sebenarnya dia tahu jika Fang Yin secara diam-diam telah mencuri baca dan mempelajari sebagian isinya.
Kitab Sembilan Naga terbagi menjadi sembilan dan Kaisar Gu memiliki salah satunya. Di dalam kitab itu berisi banyak sekali jurus-jurus dan teknik bertarung beserta cara untuk mencapai ranah tertinggi di dalam dunia kultivasi. Tidak heran jika kitab itu menjadi rebutan. Kaisar Gu sudah menumpahkan darah perjanjian di dalam kitab itu sehingga kitab itu akan menghilang seiring dengan kematiannya.
"Apa rencana kita selanjutnya, Yang Mulia?" tanya seorang kultivator yang paling dekat dengan Penasehat Ning.
"Bunuh Putri Fang Yin yang sedang diasingkan di Hutan Bintang Selatan!" ucap Penasehat Ning dengan wajah bengisnya.
"Siap laksanakan, Yang Mulia!"
Orang itu segera memberi kode pada teman-temannya dengan tatapan dan anggukan. Mereka segera berangkat ke Hutan Bintang Selatan setelah memberi hormat pada Penasehat Ning. Dengan iming-iming posisi penting di dalam pemerintahan yang akan dijalankan oleh Penasehat Ning sebagai kaisar baru, para kulitivator bergerak dengan penuh semangat.
Penasehat Ning mencabut pedangnya dari tubuh Kaisar Gu yang sudah tidak berdaya lalu pergi dari sana dengan senyum kemenangan.
Di Hutan Bintang Selatan.
Fang Yin yang sedang beristirahat setelah makan siang tiba-tiba tersentak. Suara terakhir Kaisar Gu menjelang kematiannya terdengar sangat jelas di telinganya. Begitu juga dengan isi Kitab Sembilan Naga bintang 1 yang dikirim melalui mantra tiba-tiba masuk ke dalam ingatannya.
"Ayah!" pekik Fang Yin.
"Kamu sudah tahu jika aku dan ibu tidak bersalah? Apa yang telah terjadi padamu?"
Mata Fang Yin menjadi nanar membayangkan kejadian buruk yang menimpa keluarganya. Tapi dia belum tahu pasti apa yang sedang terjadi saat ini. Fang Yin memikirkan ayahnya, ibunya, kedua kakaknya, serta ketiga ibu tirinya.
Hatinya menjadi gelisah karena Fang Yin tidak mampu membendung rasa ingin tahunya. Dengan langkah gontai, dia berjalan meninggalkan gubuknya dan berdiri di tepi sungai yang menjadi tempat favoritnya beberapa hari ini. Selain untuk mencari ikan, hati Fang Yin merasa sedikit tenang ketika mendengar suara aliran air dan bermeditasi di sana.
Baru beberapa saat dia berada di sana, tiba-tiba terdengar suara langkah beberapa orang yang berjalan menuju tempatnya berada saat ini.
"Rupanya kamu di sini, Gadis Kecil," ucap salah seorang dari kultivator suruhan Penasehat Ning.
"Siapa kalian?" Fang Yin menatap mereka satu persatu dan sama sekali tidak mengenalnya.
"Tidak penting siapa kami, yang terpenting adalah persiapkan dirimu untuk menjeput kematianmu!"
Sriinggg!
Suara pedang terhunus membuat ulu hati terasa ngilu.
Fang Yin pun mengeluarkan pedangnya dan bersiap menghadapi tujuh orang tak dikenal yang menyatroninya itu.
"Besar juga nyali kamu, Bocah! Aku pikir wanita hanya bisa menangis ketakutan dan berlari untuk sembunyi." Orang itu menarik salah satu sudut bibirnya dan tersenyum miring.
"Untuk siapa kalian bekerja dan kenapa kalian ingin membunuhku?!" pekik Fang Yin tanpa rasa takut.
Orang itu maju perlahan mendekati Fang Yin.
"Baiklah aku katakan padamu agar kamu tidak mati penasaran. Kami sudah membantai habis seluruh Klan Gu tanpa sisa. Hanya tinggal kamu saja yang belum, maka dari itu bersiaplah!"
Wajah Fang Yin menjadi kaku dengan hawa dingin menyelimuti tubuhnya mendengar ucapan orang itu. Jadi suara ayahnya yang terdengar tadi adalah nyata.
Belum hilang keterkejutannya, orang itu sudah mengayunkan pedangnya ke arah Fang Yin. Pedang Fang Yin menyambut pedang orang itu sebelum berhasil menyentuh tubuhnya. Pertarungan pedang pun tidak terelakkan.
Tubuh kecil Fang Yin begitu lincah menerapkan Jurus Pedang Tiga Mata Angin dengan sempurna. Kultivator itu tidak menyangka jika putri yang terlihat lemah lembut itu mampu melawannya. Bahkan permainan pedangnya lebih hebat darinya.
Melihat temannya sedikit kewalahan menghadapi Fang Yin, ke-enam pendekar lainnya serempak maju untuk membantunya.
Pedang Fang Yin terlempar ke udara ketika dia mendapatkan sebuah serangan yang menghantam tubuhnya dari arah belakang.
Tubuh Fang Yin terhempas namun masih bisa berdiri meskipun tidak seimbang. Pukulan tenaga dalam yang diterimanya membuat matanya menjadi kabur karena kesadarannya menurun. Tanpa dia sadari posisinya saat ini sedang berada di bibir jurang yang berbatasan langsung dengan aliran sungai.
Samar-samar Fang Yin masih melihat seseorang berjalan mendekati. Saat dia berjalan mundur tubuhnya kehilangan keseimbangan karena tidak menemukan pijakan lagi di belakangnya dan .... Byur! Tubuh Fang Yin yang terluka parah itu tercebur ke sungai.
Dengan keadaannya yang seperti itu sudah bisa dipastikan jika tidak ada harapan lagi bagi Fang Yin untuk hidup.
*****
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 408 Episodes
Comments
Sefira Arrum
Definisi cinta tak bisa dipaksakan
2024-11-10
0
kutu kupret🐭🖤🐭
ciiiiiiiihhhh
2024-01-15
0
Oi Min
yang di sayang kan knp kedua kakak Fang Yin di matiin tor??
2023-11-02
4