Hari-hari yang dilalui oleh Fang Yin berubah seratus delapan puluh derajat dari sebelumnya. Fang Yin mulai berlatih sesuai dengan tingkatan yang dia miliki. Sebenarnya saat ini Fang Yin telah mencapai ranah langit tingkat awal. Namun, dia menekannya dengan pil pengikat Qi hingga para tetua masih mengira jika dia berada di ranah bumi tingkat awal.
Pada tingkatan itu saja, Fang Yin sudah disebut sebagai murid berbakat. Mereka pasti akan sangat terkejut jika tahu sebenarnya Fang Yin telah berada di ranah langit. Fang Yin takut semua kelebihan yang dia miliki akan kembali mengancam jiwanya.
Masing-masing tetua memberikan pelatihan yang berbeda kepada setiap muridnya sesuai dengan kesiapan tubuhnya. Dalam setiap latihan murid wajib melakukan latihan fisik dan olah tenaga dalam atau lebih dikenal dengan berkultivasi. Keduanya adalah dua hal yang tak terpisahkan di dunia kultivasi yang akan membentuk struktur tubuh mereka menjadi seorang kultivator.
Semakin tinggi tingkatan kultivasi yang di capai maka struktur tubuh kultivator itu akan mengalami perubahan. Dalam ranah terendah saja, struktur tubuh akan mengalami perubahan dan memiliki ketahanan umur lebih dari seratus tahun jika tidak terbunuh oleh lawan. Ranah Dewa adalah ranah yang paling sempurna di mana pemiliknya memiliki umur yang panjang dan wajah awet muda, tentunya jika dia tidak terkalahkan oleh lawan lain yang lebih kuat.
Para tetua di Akademi Tujuh Bintang rata-rata berada di ranah surga dengan bintang yang berbeda-beda. Bagi Fang Yin Tetua Han yang paling keren. Di usianya yang belum genap tiga puluh tahun dia sudah mencapai ranah surga bintang enam.
Fang Yin yang memiliki jiwa Agata yang telah berusia dua puluh lima tahun tentu telah memiliki ketertarikan terhadap lawan jenis. Mengingat tubuh yang ditempatinya masih berusia lima belas tahun dan dirinya dalam rangka menyamar, Fang Yin mengabaikan rasa cinta ataupun belas kasihan demi mencapai tujuannya. Sekali hatinya merasa lemah maka selanjutnya hanyalah kegagalan yang akan didapatkannya.
Hari ini genap tiga bulan pelatihan Fang Yin.
Semua murid-murid akademi merasa segan padanya karena dia selalu menjadi yang terdepan. Seluruh tantangan yang diberikan oleh para tetua berhasil dia lalui dengan mudah. Sikapnya yang acuh dan dingin tidak pernah berubah hingga tidak ada yang berani mendekatinya.
Dalam keseharian Fang Yin juga terkenal sangat kejam. Pernah suatu ketika ada seorang murid yang menyatakan cinta padanya. Fang Yin terlihat senang, tetapi apa yang dia lakukan selanjutnya adalah kebalikannya.
Murid itu dia bawa ke hutan di belakang akademi dan menggantung tubuhnya terbalik. Kejadian itu dilihat oleh murid-murid yang lain seakan menjadikannya sebagai sebuah peringatan. Apa yang dilakukan oleh Fang Yin terbukti sangat efektif. Setelah itu tidak ada lagi yang berani menggoda atau mengusiknya lagi.
"Xiao Yin!" panggil Tetua Song.
"Saya, Tetua!" Fang Yin melipat tangannya untuk memberi hormat.
"Hari ini aku akan melatih Jurus Merendahkan Bayangan. Apakah kamu siap?!" tanya Tetua Song.
Teman-teman Fang Yin terbelalak mendengar ucapan Tetua Song. Jurus Merendahkan Bayangan memang sangat hebat untuk memberikan serangan tak terlihat pada musuh. Akan tetapi, jurus ini juga memiliki resiko yang cukup besar.
'Sial! Apakah tua bangka ini sengaja ingin menjebakku? Jurus ini cukup beresiko. Jika aku sampai gagal mengatur energi yang aku keluarkan saat memainkan jurus ini maka energiku akan berbalik dan merusak meridianku.' Fang Yin belum menjawab tantangan Tetua Song.
Teman-teman satu teamnya menggeleng seolah memberi isyarat agar Fang Yin tidak menyanggupinya. Gerakan Jurus Merendahkan Bayangan baru mereka pelajari dalam satu minggu ini. Sedikit kesalahan saja maka akan membuat kultivasi Fang Yin turun beberapa tingkat jika meridiannya mengalami cidera.
"Aku tidak menyangka jenius sepertimu masih memiliki rasa takut," ejek Tetua Song memprovokasi Fang Yin.
Fang Yin tahu jika Tetua Song hanya memprovokasinya. Namun, tinggal di tubuh yang usianya masih belia, Agata harus berpura-pura untuk mudah tersulut emosi dan terprovokasi walaupun sebenarnya dia sudah sangat dewasa. Dalam situasi seperti ini, Agata tetap berpikir tenang dan mencoba untuk tidak gegabah.
"Ampun, Tetua. Aku belum pernah melihat penerapan jurus ini secara langsung." Fang Yin berharap Tetua Song akan memperlihatkan padanya Jurus Merendahkan Bayangan yang dipraktekkan dengan Qi.
"Baiklah aku akan menunjukkan padamu. Perhatikan baik-baik!"
Fang Yin tersenyum, 'Ikan telah memakan umpanku.'
Dalam keadaan berdiri tenang, Fang Yin memusatkan energinya ke otak untuk mempertajam daya ingat dan penglihatannya saat Tetua Song mempraktekkan Jurus Merendahkan Bayangan.
Semua murid yang ada di sana ikut memperhatikan gerakan demi gerakan yang dilakukan oleh Tetua Song. Mula-mula gerakan itu terkesan lambat, lama kelamaan gerakan itu menjadi sangat cepat dan tidak terdeteksi oleh mata biasa setelah mendapatkan aliran Qi. Tubuh Tetua Song tidak terlihat melainkan hanya menyisakan bayangannya saja yang rendah.
'Gerakan ini mengandalkan kaki dan tangan. Tingkat keberhasilannya cukup rendah tapi ini bukan suatu yang mustahil untuk dilakukan. Jika orang mengira membuka meridian pada alat gerak atas adalah satu-satunya cara, maka itu salah. Energi itu justru akan berbalik karena terpengaruh oleh gerakan tangan yang sangat cepat dan menimbulkan gelombang elektromagnetik dari Qi yang dilepaskan oleh meridian bagian bawah. Aku mengerti sekarang.' Fang Yin mencoba menganalisa Jurus Merendahkan Bayangan Tetua Song.
Slasshh!
Tiba-tiba Tetua Song sudah muncul di hadapan Fang Yin dan mencoba mengetesnya dengan serangan ringan.
Fang Yin yang memiliki ketajaman penglihatan akibat Qi yang mengalir di matanya, bisa membaca gerakan Tetua Song. Saat tangan Tetua Song melancarkan serangannya, Fang Yin meliukkan tubuhnya ke belakang dan menjulurkan kakinya secara mendadak untuk menjegal kaki Tetua Song yang berputar. Alhasil itu membuat Tetua Song kehilangan keseimbangan dan menghentikan jurusnya.
"Kewaspadaan yang bagus," puji Tetua Song. Pujian yang keluar dari mulutnya terlihat tidak selaras dengan hatinya yang tidak menyukai kehebatan Fang Yin.
"Hanya kebetulan saja, Tetua." Fang Yin tidak ingin Tetua Song semakin membencinya.
"Sekarang tunjukkan kemampuanmu untuk menerapkan Jurus Merendahkan Bayangan. Jika kamu mampu memainkannya dengan baik, aku akan mempercepat kelulusanmu karena tinggal jurus ini saja yang belum kamu kuasai."
Mendengar penuturan Tetua Song, senyum Fang Yin terbit di balik cadarnya.
'Kebetulan sekali, Tua Bangka! Aku sudah bosan berada di sini dan muak berada di tengah-tengah budak harta seperti kalian. Kalian menjual kemampuan kalian untuk meraup uang sebanyak-banyaknya.'
Secara tidak langsung pelatihan ini juga merupakan trik dari Tetua Song untuk mengusir Fang Yin secara halus dari akademi. Memelihara seorang jenius miskin di tengah-tengah murid dari kalangan bangsawan akan membuat kepercayaan diri mereka melemah. Selain itu, para tetua juga merasa tersaingi, mengingat Fang Yin adalah seorang wanita. Menurut mereka, seorang wanita tidak boleh lebih kuat dari pria demi menjaga kewibawaan mereka.
"Saya akan mencobanya, Tetua. Mohon bimbingannya." Fang Yin memasang kuda-kuda.
"Lalukan sesuai yang barusan aku lakukan!" Tetua Song tidak memberikan teori apapun pada Fang Yin.
'Rupanya kamu memang sengaja ingin membuatku celaka. Baiklah! Aku ikuti permainanmu. Aku tidak boleh gagal!' Fang Yin berkonsentrasi untuk mengatur aliran Qi di dalam tubuhnya.
Sinar kehijauan mulai menyelimuti tubuhnya karena saat ini Qi Kristal Naga Hijau yang paling mendominasi.
Teman-teman satu teamnya terlihat menahan napasnya sambil berdoa. Meskipun Fang Yin sangat kejam, mereka tidak ingin sesuatu hal yang buruk terjadi padanya. Menurut mereka, Tetua Song terlalu keras pada latihan Fang Yin kali ini meskipun ini dianggap sebagai tolak ukur kemampuan Fang Yin.
Dengan gerakan yang lincah dan teratur Fang Yin memulai Jurus Merendahkan Bayangan. Ada beberapa gerakan dasar yang dia modifikasi dan dia sesuaikan dengan kelenturan tubuhnya. Pada tahap awal jurus, Fang Yin terlihat seperti sedang menari.
Saat semua terpukau dengan gerakannya yang gemulai, titik meridian bawah Fang Yin mulai terbuka dan mengalirkan Qi di kakinya. Setelah itu, dengan gerakan yang sangat cepat membuatnya hampir tak terlihat. Beberapa tanaman yang ada disekitarnya menjadi sasarannya. Fang Yin juga tidak segan membelah batu besar yang berada di sekitar tempat mereka berlatih.
'Bagaimana iblis ini bisa melakukannya? Bahkan bayangannya juga hampir tidak terlihat sama sekali. Aku tidak bisa membiarkannya lama-lama tinggal di sini!' Tetua Song terperanjat melihat kehebatan Fang Yin dalam memainkan jurus baru itu.
****
Bersambung ....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 408 Episodes
Comments
~Daf r r
Thor perasaan g ada ranah surga dahh
2023-07-13
1
K4k3k 8¤d¤
❣❣❣❣❣❣❣❣❣
2023-05-08
0
K4k3k 8¤d¤
semangat semangat terus semangat thor lanjutin update sampai tamat ditunggu sama para reader yang setia menanti mu update kembali
2023-05-08
0