"Istriku!" panggil Tuan Xi Liang ketika telah selesai makan malam di kamarnya.
"Iya, Suamiku. Wajahmu terlihat serius sekali. Sepertinya kamu sedang memikirkan sesuatu." Ning Xia mencoba menerka-nerka dan menilai sikap suaminya.
"Kamu benar sekali. Aku sedang memikirkan putri angkat kita, Xiao Yin."
Tuan Xi Liang meletakkan kedua tangannya di kedua lututnya yang sedang bersila. Dia menggerakkan tubuhnya untuk meluruskan punggungnya.
"Ada apa dengan Xiao Yin? Apakah dia menginginkan sesuatu yang tidak bisa kau penuhi?" tanya Ning Xia.
"Bukan ... bukan itu, Sayang. Xiao Yin anak yang baik. Dia tidak pernah meminta sesuatu."
"Lalu?" Ning Xia mengerutkan keningnya.
"Aku berpikir untuk memasukkannya ke akademi milik Tuan Song. Bakatnya sangat besar, sayang sekali jika tidak di asah. Xiao Yin punya kemampuan di atas rata-rata anak seusianya."
Tuan Xi Liang mengutarakan maksud hatinya pada Ning Xia.
Ning Xia tampak berpikir. Apa yang dikatakan oleh suaminya memanglah benar. Xiao Yin bisa menjadi seorang alkemis yang hebat jika mendapatkan pendidikan yang benar. Tidak ada salahnya dia memperdalam olah tenaga dalam terlebih dahulu sebelum itu. Setahu Ning Xia, akademi milik Tuan Song telah meluluskan kultivator-kultivator hebat yang memiliki posisi kuat di ranah politik.
"Aku tidak keberatan jika Xiao Yin belajar di sana. Tapi sebaiknya kamu tidak mengirimnya sendiri ke sana. Kamu harus mengantarkannya dan menjelaskan siapa Xiao Yin sebenarnya." Ning Xia merasa tidak tega mengingat ini pertama kalinya bagi Xiao Yin pergi ke akademi, meskipun usianya sudah remaja.
Tuan Xi Liang menyetujui kemauan istrinya. Pada pagi harinya, dia segera menyampaikan kabar ini kepada Fang Yin. Fang Yin merasa sangat gembira. Hari itu juga mereka berangkat ke akademi Tuan Song yang berada di wilayah Benua Barat.
Butuh waktu seharian penuh untuk sampai ke sana dengan menaiki kuda. Jika perjalanannya lancar dan bebas kendala, mungkin mereka akan sampai di sana setelah matahari terbenam.
Mengingat akademi itu berada di wilayah perbukitan yang jauh dari pemukiman penduduk, banyak sekali begal yang merampok di tengah perjalanan.
Fang Yin tidak ingin ikut ambil bagian dalam melawan para begal. Dia cukup mengamati ayah angkatnya dan para pengawal bertarung. Sampai saat ini Tuan Xi Liang belum tahu sampai mana tingkat kultivasi yang dimiliki oleh Fang Yin, jika dia ikut bertarung maka Tuan Xi akan tahu jika Fang Yin sudah menembus ranah bumi bintang atas.
'Lebih baik aku berpura-pura lemah agar hidupku aman. Fang Yin yang lama terbunuh karena rasa iri ibu tirinya akan bakat yang dia miliki. Aku harus lebih berhati-hati.' Fang Yin bergumam dalam hati.
Para begal telah dikalahkan oleh Tuan Xi dalam waktu singkat. Mereka kembali melanjutkan perjalanannya. Setelah itu tidak ada lagi hambatan yang berarti. Mereka akhirnya sampai di tempat tujuan mereka.
Di atas gerbang terpampang sebuah papan nama bertuliskan 'Akademi Tujuh Bintang'.
Menurut cerita Tuan Xi, akademi ini memiliki tujuh orang tetua yang juga merupakan guru di sana. Setiap tetua memiliki kemampuan dan keistimewaan tersendiri. Tetua An merupakan seorang ahli pedang yang berada di ranah surga, Tuan Ming seorang ahli dalan teknik serangan langsung jarak dekat, Tuan Shi ahli dalam teknik serangan menengah dan jarak jauh, dan keempat tetua lain yang memiliki kemampuan yang berbeda namun saling melengkapi. Satu tetua yang menarik bagi Fang Yin yaitu tetua Han, dia merupakan satu-satunya tetua yang mencapai tingkat surga di usianya yang masih sangat muda.
Kedatangan mereka di sambut langsung oleh Tuan Song, salah satu tetua yang juga menjadi pemilik akademi itu. Tuan Song merupakan sahabat dari Tuan Xi. Mereka pernah belajar pada seorang guru yang sama. Tuan Xi pernah diminta untuk bergabung menjadi pengajar di akademi milik Tuan Song, tetapi dia menolak. Tuan Xi lebih memilih untuk menjalankan misi dari pemerintahan kekaisaran Benua Tengah.
Pertemuan dua sahabat itu terlihat hangat. Fang Yin merasakan jika Tuan Song dan Tuan Xi memiliki ikatan kekeluargaan yang kuat. Mereka terlihat saling merindukan satu sama lain.
Ke-enam tetua yang lain mulai berdatangan dan memberi salam pada Tuan Xi. Fang Yin menunduk dan memilih untuk diam menyimak obrolan mereka. Entah mengapa, Fang Yin merasakan tatapan tidak suka dari ke-enam tetua itu.
'Apakah mereka tidak menyukaiku karena Tuan Xi mengatakan jika aku adalah mantan budaknya? Di lihat dari bangunannya yang megah, kelihatannya memang akademi ini merupakan akademi khusus untuk kaum bangsawan. Aku merasakan aroma diskriminasi di sini. Huft! Sepertinya aku akan mengalami kesulitan lagi setelah ini.'
Tuan Song masih betah mengobrol dengan Tuan Xi, dia meminta tetua Han untuk mengantar Fang Yin ke kamarnya dan begabung bersama teman-temannya.
Setiap kamar di huni oleh empat orang murid. Fang Yin merupakan satu-satunya murid wanita di akademi itu dan dia harus tidur sekamar dengan tiga orang pria. Ingin rasanya Fang Yin menolaknya, tetapi itu sama saja dengan melanggar peraturan.
Sepeninggalan Tetua Han, Fang Yin merasa kebingungan. Di sana hanya ada dua tempat tidur. Tidak mungkin dia tidur seranjang dengan serang pria. Selama hidupnya Fang Yin maupun Agata tidak pernah berpacaran, dia merasa aneh saat berdekatan dengan lawan jenisnya.
"Heh! Jangan harap aku mau berbagi ranjang denganmu!" seru seorang murid sambil melemparkan sebuah bantal kepada Fang Yin.
Fang Yin menangkapnya lalu melihat ke sekeliling. Ada lantai yang kosong di pojok ruangan. Fang Yin berjalan ke sana tanpa banyak bicara.
"Heh! Kenapa wajahmu kamu tutupi? Apakah kamu memiliki cacat?" tanya salah seorang yang lain.
Fang Yin hanya mengangguk. Dia tidak ingin berdebat ataupun membuat pernyataan yang mengundang keakraban di antara mereka. Tujuan Fang Yin adalah untuk belajar dan menghindari relasi dengan siapapun untuk menjaga keamanan dalam penyamarannya.
Ketiga teman sekamar Fang Yin bergantian mencemoohnya. Berbagai hinaan dia lontarkan untuknya. Mereka bilang jika Fang Yin tuli, bisu, buruk rupa dan hinaan yang lain karena merasa kesal pada Fang Yin yang bersikap acuh ketika mereka bertanya. Fang Yin juga terlihat miskin karena tidak membawa barang-barang mewah. Dia hanya membawa beberapa buah baju saja.
Malam itu, Fang Yin tidak langsung tertidur. Dia menunggu ketiga teman sekamarnya itu tertidur lebih dahulu. Setelah mereka tertidur, Fang Yin berjalan berkeliling. Ada sebuah ruang baca yang berhubungan langsung dengan kamar tidurnya.
'Sepertinya ruangan ini bisa aku manfaatkan untuk berkultivasi. Aku tidak boleh lengah. Di sini aku kembali sendiri tanpa dukungan dari siapapun lagi.'
Fang Yin mulai duduk bersila untuk memulai meditasinya. Sebelum dia masuk ke alam bawah sadarnya, Fang Yin menelan pil yang mampu meningkatkan penyerapan energi alam dalam kultivasinya. Tubuh Fang Yin dikelilingi oleh cahaya energi yang terkumpul membuat ruangan itu seketika menjadi terang benderang. Cahayanya tidak bocor keluar karena Fang Yin sudah mengunci pintunya dari dalam.
Dengan bantuan sumberdaya berupa pil yang dia buat sendiri dari tanaman langka di Hutan Bintang Selatan, Fang Yin berhasil menyingkat waktu kultivasinya dan mendapatkan energi yang cukup untuk mengisi dantiannya.
Fang Yin segera keluar dari ruang baca itu lalu beristirahat dengan tidur di lantai beralaskan kain tipis yang seharusnya menjadi selimutnya.
Perjuangan Fang Yin di akademi baru di mulai. Apapun yang akan dia hadapi esok, Fang Yin tetaplah seorang dokter Agata yang dewasa. Tidak ada kata menangis ataupun merasa paling menderita meskipun keadaan tidak pernah berpihak padanya, baginya ini adalah bagian dari perjuangannya untuk membalaskan dendam.
****
Bersambung ....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 408 Episodes
Comments
Kadek ayu Sintia pebrianti
karakternya kurang tegas mau aja ditindas
2024-03-27
1
Rika_Faris
padahal bgtu keluar dr hutan dia udh di ranah bumi puncak, berbulan2 di rumah pasangan tabib dan berbulan2 di rumah keluarga xi g ada purabahan juga....
hmmmm.....
mau protes ni novel udh di tamatkan pula...
2023-10-16
1
Rika_Faris
oalah fang yin... bingung aku akan dirimu.... dirimu tidak sedang berada dlm istana yg dipenuhi dgn intrik, lagianmau sampe berpura2 bukan kah yg kultivasinya tinggi akan berkuasa? dan disegani?
knp harus pura2? g ngerti aku jln pikiran mu thor....
2023-10-16
0