Fang Yin merayap untuk menuju ke sebuah batu besar yang ada di bawah sebuah pohon. Kakinya sudah membeku hingga ke betis bagian atas. Wajah Fang Yin tampak meringis menahan sakit ketika dia bertumpu dengan tangannya merayap cepat untuk mencapai tempat tujuannya sebelum bekuan di kakinya mencapai lutut. Jika sampai itu terjadi maka dia akan kesulitan untuk melipat kakinya untuk bersila.
Akhirnya Fang Yin mencapai tempat yang dia tuju. Penampilannya terlihat sangat menyedihkan. Bajunya yang terkoyak sangat kotor terkena abu dan arang sisa-sisa pertarungannya bersama naga merah. Beberapa bagian tubuhnya terluka akibat cakaran dan sabetan ekor sang naga.
'Aku tidak boleh merasa lemah dengan luka-luka ini. Aku harus tetap hidup dan membalaskan dendamku!'
Fang Yin melipat kakinya dengan bantuan kedua tangannya. Suhu tubuhnya kian dingin hingga membuatnya kesulitan untuk bernapas. Setelah duduk dengan benar, Fang Yin menelan sebuah pil pengikat energi sebelum memulai meditasinya. Fang Yin juga mengeluarkan Kristal Naga Pelangi yang baru saja dia dapatkan dan menyerap sebagian energi yang tersimpan di dalamnya.
Bekuan di kakinya kini telah mencapai lutut dan terus merayap dengan cepat. Fang Yin segera menutup matanya dan melakukan olah napas untuk mulai berkultivasi. Perlahan dia masuk ke dalam alam bawah sadarnya dan mulai merasakan titik-titik meridian di tubuhnya terbuka lalu bersiap untuk menerima Qi alam yang berputar-putar di sekitarnya.
Kristal Naga Pelangi yang merupakan inti energi jiwa milik naga merah, memancarkan cahaya warna-warni seperti pelangi ketika bersentuhan dengan energi alam yang menyelimuti tubuh Fang Yin. Energi dari kristal itu menyatu dengan Qi alam dan membentuk sebuah gelombang pelangi yang menyerupai sebuah bola yang membungkus tubuh Fang Yin.
Semakin banyak Qi alam yang terkumpul maka bola itu menjadi semakin besar dan terus bergerak memutar seperti gangsing.
Udara di sekitar Fang Yin yang semula tenang kini bergerak seiring putaran energi yang menyelimuti tubuh Fang Yin hingga membuat abu dan sisa-sisa pertarungan Fang Yin beterbangan ke langit dan berpencar mengikuti arah angin yang menerbangkannya.
Setelah semua Qi menyatu dengan sempurna, bola energi itu terhisap oleh tubuh Fang Yin yang membuat tubuhnya seperti diselimuti oleh api yang sangat panas.
"Arrggghhh!" teriak Fang Yin membelah kesunyian hutan ketika dia merasakan panas yang sangat luar biasa di tubuhnya.
Permukaan tubuhnya menyala merah diselimuti oleh api yang berkobar. Apapun yang melekat ditubuhnya habis terbakar hingga membuatnya polos tak berbusana. Kakinya yang membeku kini sudah pulih seperti sedia kala, begitupun juga dengan luka-lukanya yang langsung menghilang tak berbekas.
Butuh beberapa saat bagi Fang Yin untuk bisa menerima kekuatan luar biasa itu dan menyelaraskan dengan tubuhnya.
Setelah beberapa saat merasakan energi itu seperti benda asing yang menerobos dan menyayat-nyayat tubuhnya, akhirnya Fang Yin mulai bisa mengendalikan dirinya dan menguasai kekuatan milik naga merah.
Suhu tubuhnya kembali normal seiring dengan hilangnya kobaran api yang menyelimuti tubuhnya.
Fang Yin merasa sangat malu ketika membuka matanya dan mendapati dirinya tidak memakai apapun. Segera saja dia mengambil hanfu dan cadar baru dari dalam cincin penyimpannya lalu segera mengenakannya. Tubuhnya terasa sangat ringan dan lebih kuat dari sebelumnya. Setidaknya dia naik satu tingkat setelah menyerap energi yang tersimpan di dalam Kristal Naga Pelangi.
Setelah selesai berkultivasi, Fang Yin segera menyimpan kristal itu dan beberapa benda miliknya yang berserakan di antara sisa-sisa hanfunya yang terbakar.
'Aku merasakan kekuatan yang luar biasa di tubuhku. Sepertinya aku kembali naik satu tingkat,' gumam Fang Yin sambil tersenyum senang.
Dia harus segera keluar dari Hutan Kenestapaan sebelum malam turun. Tidak ada yang boleh tahu jika dia telah mencapai ranah langit bintang lima. Sebelum keluar dari hutan, Fang Yin menelan pil untuk menekan energinya hingga dia terlihat masih berada di ranah bumi.
Terlihat Dewan Akademi masih menunggunya di perbatasan. Mereka akan bergantian untuk menyambut kedatangan Fang Yin di sana selama tiga hari. Jika Fang Yin tidak kembali dalam waktu tiga hari, maka Dewan Akademi akan menyatakan jika Fang Yin telah mati.
Baru kali ini tetua akademi mengirim muridnya berangkat sendirian untuk mencari binatang roh. Biasanya mereka pergi secara berkelompok untuk berburu binatang roh dan dilakukan beberapa kali hingga seluruh anggota mendapatkan kristal rohnya masing-masing. Tetua akan menunggu mereka di perbatasan untuk segera menolong jika ada yang terluka seperti saat ini.
Tetua An dan Tetua Song sedang mengobrol ketika Fang Yin keluar dari Hutan Kenestapaan. Mereka tidak menyadari kedatangan Fang Yin karena Fang Yin terbiasa menyembunyikan hawa kehadirannya untuk mengantisipasi bahaya.
"Xiao Yin memberi hormat pada Tetua Song dan Tetua An!" Fang Yin menyatukan kedua tangannya untuk memberi hormat.
Tetua An dan Tetua Song terkejut mendengar suara Fang Yin hingga membuat mereka terjingkat.
"Xiao Yin!" pekik mereka bersamaan.
Mereka melihat tubuh Fang Yin dari atas sampai ke ujung kaki. Kedua tetua itu kembali shok ketika mendapati tubuh Fang Yin tidak ada luka sedikitpun. Hanya baju dan cadar Fang Yin yang berubah menjadi warna perak.
Tanpa banyak basa-basi lagi Tetua Song segera menanyakan kristal roh yang dia dapatkan dan masih mengira jika Fang Yin kembali dengan tangan kosong.
Fang Yin membuka telapak tangannya dan memperlihatkan bayangan kristal roh yang dia dapatkan. Dia sengaja tidak menunjukkan kristal yang asli karena takut Tetua licik itu mengetahui jika dia berhasil mengalahkan binatang roh tingkat atas. Mereka pasti akan membuat hidupnya kesulitan jika sampai mengetahuinya.
"Kamu sudah menyerap energi dari kristal itu?" tanya Tetua Song.
"Benar, Tetua," jawab Fang Yin mencoba berbohong.
"Baguslah kalau begitu." Bukannya senang, reaksi Tetua Song justru terlihat kebalikannya.
"Sudahlah Tetua! Baiknya kita kembali ke akademi. Xiao Yin butuh istirahat setelah bekerja keras seharian," sela Tetua An mencoba membuat Tetua Song berhenti menanyakan banyak hal yang membuat Fang Yin tidak aman.
Tetua An mengenali aura energi di tubuh Fang Yin yang memiliki inti dasar api merah. Energi itu adalah milik binatang roh legenda naga merah yang merupakan binatang roh tingkat atas. Namun, demi keselamatan Fang Yin, Tetua An berusaha menutupinya dari Tetua Song.
Mereka bertiga kembali ke akademi dan disambut oleh seluruh warga di akademi itu. Semuanya mengelu-elukan Fang Yin yang merupakan sosok jenius pertama wanita yang pernah belajar di akademi itu. Fang Yin tidak suka pujian, ambisinya yang besar membuat apa yang dicapainya saat ini baginya hanyalah sebuah hal yang kecil. Langkah yang harus ditempuhnya masih panjang dan jalannya untuk menjadi kuat masihlah sangat jauh, Fang Yin tidak boleh merasa puas hanya karena sebuah keberhasilan.
Seperti yang dijanjikan sebelumnya oleh Ketua Akademi Tetua Song, jika Fang Yin telah mendapatkan kristal rohnya maka dia sudah dinyatakan lulus dari akademi itu. Dia merupakan murid yang lulus tersingkat dan juga murid jenius wanita pertama di akademi itu.
Keesokan harinya seluruh tetua dan murid akademi melakukan upacara pelepasan untuknya. Tetua An memberinya hadiah berupa sebuah pedang yang memiliki energi bintang lima yang dia berikan sebelum upacara pelepasan di mulai secara diam-diam. Tetua An juga berpesan pada Fang Yin untuk berhati-hati setelah keluar dari akademi dan memintanya untuk segera menyimpan pedang pemberiannya itu sebelum ada yang melihatnya.
"Aku pergi bukan untuk mati." Itulah yang Fang Yin katakan ketika teman-temannya menangisi kepergiannya.
Bagi Fang Yin pergi dari akademi itu adalah sebuah kebebasan yang telah lama dia tunggu-tunggu. Berada di sana lebih lama hanya akan menghambat pelatihannya. Langkanya begitu ringan meninggalkan akademi itu hingga dia tidak menyadari bahaya yang mengintainya.
'Kamu pikir aku akan membiarkan kamu keluar dari sini hidup-hidup, Iblis kecil! Tidak akan! Kamu harus mati, Xiao Yin!' Tetua Song tersenyum miring sambil melihat kepergiannya.
Tetua An mengamati perubahan sikap Tetua Song.
'Semoga kamu bisa mengatasi masalahmu dan pergi dengan selamat, Xiao Yin!' Tetua An pergi meninggalkan Tetua Song dan yang lainnya.
Dia tahu sifat Tetua Song yang tidak menyukai ada jenius wanita di dalam dunia kultivasi. Baginya itu akan menjadi aib bagi kaum pria dan mengancam posisi mereka. Kekhawatiran Tetua Song sungguh tidak beralasan. Kultivator wanita hanya ada satu dibanding seratus dengan kultivator pria. Kebanyakan para kultivator wanita memilih untuk menjadi pendamping saja ketimbang memperdalam ilmu mereka.
Ketika Fang Yin telah mencapai perbatasan daerah pedesaan kecil tempat akademi itu berdiri, sesuatu yang mencurigakan mulai terjadi. Dia merasa ada langkah yang mengikutinya meskipun Fang Yin tidak merasakan energi mereka dan melihat bayangan apapun. Setelah menyerap energi milik naga merah, kepekaan telinganya bertambah. Sebuah gerakan angin yang lembut saja mampu dia rasakan, apalagi langkah bayangan seseorang.
Fang Yin tetap waspada. Saat ini dia telah keluar dari desa dan berada di sebuah jalan di pinggir Hutan Kegelapan untuk menuju ke desa lain. Langkah orang tak terlihat itu semakin terdengar jelas ketika Fang Yin sudah berada di tempat yang sepi.
Rupanya Tetua Song menyewa tiga orang pembunuh bayaran untuk membunuhnya. Ketiga pembunuh bayaran itu berada di ranah langit bintang atas yang artinya memiliki kekuatan beberapa tingkat di atas Fang Yin. Mereka menghadang Fang Yin di sebuah jalan yang sepi.
"Siapa kalian?" tanya Fang Yin sambil melihat ketiga orang tak dikenal yang menghalangi jalannya itu.
"Kamu tidak perlu tahu siapa kami, yang harus kamu tahu yaitu kamu harus mati di tangan kami! Hahaha!" salah satu pria itu tertawa mengerikan.
"Aku tidak punya masalah dengan kalian. Bahkan kita tidak saling mengenal. Mengapa kalian ingin membunuhku?" Fang Yin bersikap waspada.
"Tidak butuh alasan untuk membunuh seseorang. Selama ada uang, apapun bisa kami lakukan!" seru orang itu lagi.
"Oh, jadi kalian adalah pembunuh bayaran. Sungguh pekerjaan rendahan!" ejek Fang Yin sambil mengeluarkan pedang pemberian Tetua An.
Para pembunuh itu sedikit ciut melihat pedang di tangan Fang Yin. Pedang bintang lima hanya bisa dimainkan oleh kultivator yang berada di ranah langit. Sedangkan menurut informasi yang diberikan oleh Tetua Song, orang yang harus mereka bunuh adalah jenius yang masih berada di ranah bumi.
'Apa?! Gadis kecil ini juga berada di ranah langit. Sepertinya ini akan sedikit sulit. Tapi aku tidak boleh gagal. Dia hanya seorang diri dan kami bertiga. Aku sangat yakin jika kami bertiga bisa membunuhnya!' gumam salah satu pembunuh bayaran itu.
Fang Yin mengalirkan energi Qi-nya ke dalam pedangnya dan membuat pedang itu bersinar terang.
Kemenangan seorang kultivator bukan hanya ditentukan oleh tingginya tingkatan mereka melainkan juga ketrampilan mereka memainkan jurus-jurus tertentu dan seberapa cerdik mereka mengambil kesempatan ketika lawan mereka lengah.
Tidak ingin membuang-buang waktu, ketiga pembunuh bayaran itu menyerang Fang Yin secara bersamaan. Tubuh mungil Fang Yin begitu lincah bergerak untuk melakukan serangan dan menghindar dalam waktu yang bersamaan. Namun tidak dipungkiri jika Fang Yin juga merasa sedikit kewalahan melawan orang yang mengeroyoknya itu.
Keberuntungan sepertinya tidak berpihak pada pembunuh bayaran itu. Sabetan pedang Fang Yin berhasil melumpuhkan salah satu dari mereka. Dua orang yang tersisa merasa tidak terima dan mengeluarkan seluruh kemampuan mereka untuk menghadapi Fang Yin.
Gerakan keduanya yang sangat cepat membuat Fang Yin kewalahan. Hampir saja dia terkena sabetan pedang mereka. Beruntung hanya ujung pedangnya saja yang menggores lengan Fang Yin.
Fang Yin merasa tidak mungkin untuk mengalahkan mereka mengingat dia sudah mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya. Ketika kedua musuhnya itu lengah, Fang Yin menggunakan Jurus Phoenix Menari untuk membuat api yang sangat besar hingga menutupi pandangan mereka berdua.
Ketika mereka bergerak mundur untuk menghindari api, Fang Yin menggunakan kesempatan itu untuk lari ke dalam Hutan Kegelapan.
****
Bersambung ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 408 Episodes
Comments
Oi Min
apa tetua Song dan yg lain kekuatan nya rendah y?? masa dri kemaren hnya tetua An yg tau kekuatan asli Fang Yin.....???
2023-11-03
0
Oi Min
knp Fang Yin selalu bertemu dengan naga? 2x dia bunuh naga.
2023-11-03
0
K4k3k 8¤d¤
👏👏👏👏👏👏👏👏👏
2023-05-09
0