Mujur tak bisa di minta, malang tak bisa di tolak. Begitulah peribahasa yang cocok untuk Fang Yin saat ini. Lontaran api yang dia buat hanya bekerja sementara untuk menghalangi pandangan pembunuh bayaran itu. Mereka tidak menyerah dan tidak berhenti untuk mengejar Fang Yin.
Fang Yin melompat dari satu pohon ke pohon yang lain untuk menghindar dari lontaran energi yang dilemparkan oleh kedua pembunuh itu.
Ledakan yang terus terdengar dari energi yang terlepas membuat binatang-binatang yang ada di hutan itu berlarian untuk mencari tempat berlindung.
Fang Yin tidak membalas serangan-serangan itu dan memilih mengalokasikan energinya untuk mempercepat gerakan dan meringankan tubuhnya. Saat ini, Fang Yin belum menguasai Jurus Terbang. Walaupun dia bisa terbang tetapi ketahanannya terlalu singkat dan tidak stabil saat melayang. Jika dipaksakan itu malah akan membahayakan bagi dirinya.
"Hei! Gadis nakal! Jangan lari kamu!" teriak pembunuh bayaran yang mulai kelelahan saat mengejar Fang Yin.
Sia-sia mereka mengeluarkan tenaga untuk menyerang karena tidak satupun lemparannya mengenai target.
Keadaan berpihak pada para pembunuh ketika Fang Yin menemui jalan buntu, tidak ada pelarian lagi baginya karena dia berada di tepi jurang yang curam.
'Oh, tidak! Apa yang harus aku lakukan sekarang.'
Batu-batu yang berada di tepi jurang mulai berjatuhan ketika kaki Fang Yin menginjaknya hingga membuatnya harus berpindah dari pijakan satu ke pijakan yang lain.
"Hahaha! Mau lari ke mana kamu!" Pembunuh bayaran itu tertawa senang melihat ketakutan di wajah Fang Yin.
"Sekarang bersiaplah untuk mati!" sahut yang lainnya sambil mengayunkan pedangnya ke arah Fang Yin.
Fang Yin meliukkan tubuhnya sambil menjaga keseimbangannya karena kakinya harus terus berpindah pijakan.
Serangan itu berhasil dihindari tetapi pembunuh yang lain ikut menyerang sehingga membuat Fang Yin kehilangan keseimbangannya dan terjatuh ke dalam jurang itu.
Di saat keadaan Fang Yin terdesak tubuhnya tiba-tiba kembali terangkat ke udara dan menyala merah berkobar.
Kedua pembunuh bayaran yang sebelumnya merasa senang dan berpikir Fang Yin telah mati kini dibuat terkejut dengan kemunculan Fang Yin yang masih hidup dan mengeluarkan energi api yang mengerikan.
Naga merah adalah binatang roh legendaris yang memiliki roh jiwa yang sangat kejam dan pendendam. Kekuatannya bangkit setelah melihat jiwa Fang Yin yang melekat dengannya berada dalam bahaya. Roh naga merah juga bersatu dengan roh naga putih yang telah diserap oleh Fang Yin sebelumnya.
Wajah Fang Yin berubah menjadi sangat menakutkan. Sorot matanya berubah menjadi kejam dan memiliki aura nembunuh yang sangat mengerikan. Kobaran cahaya energi berwarna merah menyelimuti tubuh Fang Yin dan membuatnya seperti sedang terbakar.
Kedua pembunuh itu saling berpandangan merasa ciut nyali. Tekanan energi yang dikeluarkan oleh Fang Yin meningkat hingga melampau batas kultivasi yang dia miliki saat ini.
"Kita tidak boleh menyerah! Ayo kita selesaikan!" Salah satu pembunuh bayaran itu tidak ingin menyerah.
"Apa kita bisa mengalahkannya? Aura energi yang dia keluarkan sangat pekat setara dengan kekuatan kultivasi ranah surga." Pembunuh yang lain menganalisa jenis energi yang dikeluarkan oleh Fang Yin.
Saat ini tubuh Fang Yin sedang dikuasai oleh roh naga yang diserapnya dan membuatnya kehilangan kesadarannya. Apa yang dilakukannya sepenuhnya dikendalikan oleh kedua roh itu. Fang Yin melakukan gerakan-gerakan jurus yang tidak dia pelajari dan hanya diketahui oleh roh naga.
Kedua pembunuh bayaran itu ternganga melihat gerakan aneh yang dilakukan oleh Fang Yin. Mereka melihat bayangan seekor naga dengan dua kepala di belakang Fang Yin yang berangsur menjadi semakin jelas.
Tubuh Fang Yin melayang ke udara tepat di atas bayangan naga berkepala dua itu.
Ketika tangan kanan Fang Yin mendorong ke depan maka kepala naga putih yang mengeluarkan energi berwarna hijau untuk menyerang dan jika tangan kirinya yang mendorong ke depan maka naga merah yang menyerang dengan energi api dan energi pelangi secara bergantian.
Naga itu bisa menyentuh dan menyerang lawannya. Namun lawannya tidak mampu menyentuhnya seperti menyentuh udara kosong.
"Hahahaha!" tawa Fang Yin terdengar sangat mengerikan.
Menertawakan keputusasaan di wajah kedua pembunuh itu yang terus mendapat serangan brutal dari roh naga.
Tubuh kedua pembunuh bayaran itu tercabik-cabik oleh cakaran dan sabetan ekor sang naga. Mereka tidak bisa membalas serangan naga itu dan hanya bisa menerimanya saja. Ketika mereka benar-benar dalam keadaan tidak berdaya naga itu mengeluarkan energi dari mulut mereka secara bersamaan dan membuat tubuh kedua pembunuh itu hancur berkeping-keping.
Setelah semuanya selesai, roh naga itu memudar dan menghilang secara perlahan.
Ketika kekuatan naga itu masuk ke dalam dantiannya, tubuh Fang Yin mulai kembali normal. Tubuh yang masih melayang di udara itu pun turun secara perlahan seperti bulu angsa yang tertiup angin dan mendarat dengan lembut di tanah. Mata Fang Yin terbuka setelah kesadarannya kembali pulih.
Dalam ingatan terakhirnya dia terjatuh ke dalam jurang, Fang Yin terlihat ketakutan ketika menyadari dirinya masih berada di tempat pertarungannya dengan kedua pembunuh itu.
"Apakah aku telah mati?" Fang Yin mencubit tangannya.
"Auww! Sakit! Aku masih hidup rupanya. Lalu kenapa aku bisa kembali ke sini? Tidak mungkin kan jika kedua pembunuh itu yang menyelamatkanku." Fang Yin memegangi kepalanya yang terasa berat.
"Tunggu-tunggu! Perasaan ini, tubuhku seperti telah kehilangan kesadaran sebelumnya. Siapa yang menyelamatkanku saat aku tidak sadar?" Fang Yin masih terus berpikir sambil terduduk.
Semakin memikirkan hal yang tidak dia mengerti maka kepala Fang Yin semakin berat dan berdenyut. Fang Yin menyerah untuk memikirkannya lagi dan menganggap ini sebagai hari keberuntungannya, di mana dia bisa lepas dari jerat kematian. Tidak ingin terus berdiam diri di sana, Fang Yin segera berdiri dan membersihkan pakaiannya dari debu yang menempel.
Saat berjalan untuk meninggalkan tempat itu, Fang Yin mendapati potongan tubuh para pembunuh bayaran berserakan. Merasa penasaran dengan siapa orang yang telah menolongnya, Fang Yin mencoba menelitinya dari jejak energi yang tertinggal di sana. Fang Yin mengalirkan Qi pada jari telunjuk dan jari tengahnya yang dia gunakan untuk menyentuh potongan tubuh itu.
"Tidak! Ini tidak mungkin!" Fang Yin merasakan jika jejak energi yang tertinggal di sana adalah energi yang sama dengan miliknya.
Rasanya semua yang terjadi tidak masuk akal. Tetapi semua hal yang tidak masuk akal itu bisa saja menjadi mungkin. Fang Yin ingat akan sebuah bagian Kitab Sembilan Naga tingkat ketiga yang menyatakan jika dalam kondisi tertentu kekuatan roh bisa menguasai dan mengendalikan tubuh pemiliknya. Mungkin itulah jawaban dari semua pertanyaan yang sedari tadi mengganggu pikirannya.
Perutnya mulai merasa lapar hingga memaksanya berjalan untuk mencari sesuatu yang bisa di makan. Merasa tidak ada buah-buahan dan tumbuhan yang bisa langsung di makan, akhirnya Fang Yin memutuskan untuk pergi ke sungai mencari ikan. Karena ini bukan pertama kalinya dia tinggal di hutan, dia sudah mulai terbiasa melakukan apa saja untuk bertahan hidup di sana.
Sebenarnya Fang Yin bisa saja keluar dari hutan hari itu juga, tetapi urung dia lakukan. Bisa saja Tetua Song mengirimkan pembunuh lain yang lebih kuat untuk membunuhnya jika tahu dia masih hidup. Menurutnya lebih baik dia bersembunyi di hutan itu beberapa waktu untuk menghilangkan jejak.
Fang Yin menemukan sebuah goa untuk berlindung selama dia tinggal di Hutan Kegelapan.
Di pagi hari Fang Yin berlatih untuk memperlancar jurus yang dia kuasai dan melakukan latihan fisik. Jika merasa bosan maka dia akan berburu tanaman obat dan binatang untuk dijadikan santapan. Sedangkan di waktu malam dia selalu menyempatkan diri berkultivasi untuk memperluas kolam energinya dan membuat tubuhnya merasa lebih tenang.
Sepekan sudah Fang Yin tinggal di dalam Hutan Kegelapan.
Pagi ini Fang Yin pergi sedikit jauh dari goa tempatnya bernaung. Dia pergi ke tepi sebuah tebing dengan ketinggian yang berbeda-beda. Tujuannya adalah untuk melatih jurus terbangnya.
Sejuknya udara pagi membuatnya begitu bersemangat. Merasa tidak ada orang lain di sana, Fang Yin berani menampakkan kekuatannya dan mengolahnya untuk mendukung jurus terbang yang sedang dia perdalam. Dia melompat dari tebing yang paling paling rendah lalu meringankan tubuhnya untuk terbang ke atas.
Berkali-kali Fang Yin gagal melakukannya tetapi dia tidak menyerah. Setelah terus mencoba tanpa henti akhirnya dia bisa menambah waktu terbangnya sedikit demi sedikit. Dalam percobaan yang kesekian ratus kalinya, Fang Yin pun akhirnya bisa kembali ke atas tebing terendah dengan cara terbang.
Sebuah tepuk tangan menyambutnya.
Fang Yin terkejut melihat sesosok wanita memakai hanfu putih dan berambut putih berdiri di hadapannya.
Meskipun rambutnya berwarna putih namun wajahnya masih sangat muda dan cantik.
Fang Yin merasakan hawa dingin menyelimuti sekitar tempat mereka berada dan mengetahui jika hawa itu berasal dari tubuhnya.
"Tidak perlu takut, Adik kecil! Aku bukan orang jahat. Aku salut padamu. Tidak kusangka aku bertemu kultivator wanita juga. Aku jadi merasa punya teman." Wanita berambut putih itu duduk ditepi tebing dengan kaki yang menjuntai.
"Kakak juga tinggal di sini?" tanya Fang Yin merasa heran.
"Tidak! Aku hanya kebetulan lewat dan melihatmu berlatih."
"Senang bertemu denganmu, Kakak! Namaku Xiao Yin." Fang Yin melipat tangannya untuk memberi hormat.
"Tidak usah terlalu formal. Aku bukan orang yang gila di hormati. Panggil saja aku Da Xia."
Mata Fang Yin melebar mendengar nama itu. Dari ingatannya, dia mengetahui jika Da Xia adalah seorang pendekar dari suku es yang cukup disegani. Di dalam dunia kultivator dia di kenal sebagai Pendekar Es.
****
Bersambung ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 408 Episodes
Comments
𝖄𝖚𝖉𝖎 °やんと•
Stop d sini deh🙏 rada aneh ceritanya naga legendaris apaaan yg pertama mati sma racun yg kedua kena bakar🤣 terlalu gmna jdinya y.
2023-12-07
1
K4k3k 8¤d¤
💖💖💖💖💖💖
2023-05-09
0
K4k3k 8¤d¤
mantab thor lanjut terus update sampai tamat ditunggu sama para reader yang setia menanti mu update kembali
2023-05-09
0