Fang Yin melompat hingga sampai ke puncak pohon itu. Tubuhnya yang ringan seperti kapas membuatnya bisa berdiri di pucuk dedaunan. Dari atas pohon, Fang Yin bisa melihat ke sekeliling karena ternyata pohon tempatnya bertengger sekarang adalah pohon tertinggi di hutan itu.
"Aku harus berterimakasih pada monyet itu." Fang Yin tersenyum sambil melihat ke sekelilingnya.
Dengan tubuhnya yang ringan, Fang Yin melompat dari satu pohon ke pohon yang lain. Akhirnya dia menemukan cara untuk sampai ke tempat binatang roh dengan lebih cepat. Tidak butuh waktu lama Fang Yin sampai ke tempat yang ditunjukkan oleh peta. Perjalanan melaluu jalur udara juga membuatnya lebih aman karena tidak bertemu dengan banyak binatang dan medan yang sulit.
Setelah sampai di tempat yang sesuai dengan ciri-ciri yang digambarkan di peta, perlahan Fang Yin turun dari atas pohon di mana dia berdiri sekarang.
Sejenak sebelum turun ke bawah, mata Fang Yin mengedarkan pandangannya ke sekeliling, melihat kemungkinan jika ada bahaya yang menantinya.
"Aku harus berhati-hati. Tidak ada orang lain di sini. Energi alam di hutan ini sangat pekat, berbeda dengan di Hutan Bintang Selatan yang aku tinggali sebelumnya. Sepertinya aku akan mengalami kesulitan untuk menghadapi binatang roh yang tentunya juga menyerap energi besar ini." Fang Yin memasang sikap waspada.
Melihat tidak ada tanda-tanda binatang roh itu muncul di hadapannya, Fang Yin segera turun dari atas pohon. Dia kembali membuat pedang energi untuk membabat semak belukar yang ada disekelilingnya. Tinggi tumbuhan liar itu hampir menyamai tinggi tubuh Fang Yin.
Fang Yin berjalan mengendap-endap sambil terus memasang penglihatannya yang tajam agar bisa segera menemukan binatang roh yang dia cari. Setelah beberapa saat berjalan, dia mendengar sesuatu yang aneh di balik sebuah batu besar. Fang Yin berpikir bagaimana cara untuk melihat suara apakah itu.
Untuk merasakan energi lain maka Fang Yin juga harus mengeluarkan energinya terlebih dahulu. Lagi-lagi energi Kristal Naga Hijau yang mendominasi membuat tubuh Fang Yin mengeluarkan aura energi berwarna kehijauan. Bersamaan dengan itu dari balik batu itu muncul aura berwarna pelangi dengan tekanan yang sangat kuat. Tubuh Fang Yin terdorong ke belakang saat energi pelangi itu menyebarkan auranya.
Merasakan keberadaan Fang Yin, pemilik aura energi pelangi itu mulai menunjukkan pergerakannya.
"Semoga aku bisa mendapatkan binatang roh ini. Sungguh, tekanan energinya sangat kuat. Sepertinya ini akan sedikit sulit." Fang Yin memasang kuda-kuda untuk menyambut binatang roh yang belum tampak itu.
Mata Fang Yin terbelalak ketika melihat kemunculan seekor naga berwarna merah tua yang sangat menyeramkan. Sorot mata naga itu terlihat tidak suka dengan kehadiran Fang Yin. Naga itu berjalan dengan tubuh mengambang menghampiri Fang Yin tanpa menyentuh tanah.
Tubuh Fang Yin bergetar menerima tekanan energi naga merah itu. Pada jarak yang dekat naga itu berusaha menyerang Fang Yin dengan lidah api yang keluar dari mulutnya. Fang Yin melompat untuk menghindar sambil memikirkan serangan balasan untuknya.
Naga merah itu memiliki energi dasar yang berupa api. Untuk memadamkan api, Fang Yin memerlukan air. Dengan kata lain Fang Yin membutuhkan energi Awan Salju untuk melawannya.
Qi Awan Salju mengalir di telapak tangan Fang Yin. Dengan energi itu, Fang Yin melempari naga merah dengan bola-bola energi yang punya efek membekukan jika mengenai tubuh lawannya. Rupanya naga merah itu cukup cerdik, lemparan Fang Yin mampu di hindarinya dengan mudah.
'Sial! Naga itu ternyata bisa membaca seranganku. Aku harus memikirkan cara lain.' Fang Yin tidak bisa menyepelekan binatang roh di hadapannya itu.
Selain kuat, naga merah itu juga terlihat sangat cerdik. Jika tidak salah perkiraan, naga merah itu merupakan binatang roh bintang atas. Kekuatannya setara dengan kekuatan yang dimiliki oleh Fang Yin.
Kemungkinan bagi Fang Yin untuk mendapatkannya sangat kecil. Namun, Fang Yin tidak menyerah. Di sini tidak ada yang bisa menolongnya, tidak ada yang bisa dia lakukan selain terus bertarung dan menentukan siapa yang akan hidup dan siapa yang akan mati.
Kekuatan mereka yang seimbang membuat Fang Yin harus berjuang keras untuk mengalahkan naga merah. Fang Yin tidak bisa mengandalkan energi Awan Salju saja. Naga merah hampir tidak memberinya kesempatan untuk memainkan jurus. Naga itu memberi serangan membabi buta tanpa memberikan sela.
Perbedaan besar tubuh yang mencolok membuat Fang Yin merasakan kelelahan ketika menghadapi serangan jarak dekat yang dilancarkan oleh naga merah. Beberapa bagian tubuh Fang Yin mengalami luka robek akibat tergores ujung kuku naga merah yang runcing dan tajam. Baju Fang Yin terlihat compang-camping karena tersangkut kuku atau bagian ekor naga merah yang keras.
Naga merah itu seperti tidak memiliki rasa lelah dan terus saja menyerang Fang Yin tanpa henti.
'Banyak sekali jenis binatang roh yang ada di alam ini. Kenapa aku harus selalu berurusan dengan naga yang merepotkan? Apakah ini disebabkan oleh Kitab Sembilan Naga yang aku pelajari?' Fang Yin terhuyung ke belakang hingga tubuhnya menghantam sebuah batu besar.
Naga merah itu mengeluarkan suara melengking yang sangat keras seolah menunjukkan jika dia sangat berkuasa. Burung-burung dan binatang yang berada di tempat itu pergi menjauh ketika hawa di tempat itu berubah menjadi sangat panas. Rerumputan yang berada di sekitar naga merah seketika menjadi kering.
"Uhukk! Uhukk!" Fang Yin terbatuk karena menghirup asap yang ditimbulkan oleh aura panas naga merah.
'Tubuh naga merah ini mengeluarkan energi yang sangat panas. Haruskah aku mengeluarkan Jurus Rahasia Klan Gu untuk mengalahkannya. Tidak ada pilihan lain. Aku tidak ingin mati konyol di sini.'
Dengan sisa-sisa tenaga yang dia miliki, Fang Yin mulai membuka beberapa titik meridiannya untuk mengalirkan Qi Cahaya Emas. Untuk melakukan jurus itu, Fang Yin membutuhkan lebih dari lima puluh persen Qi Cahaya Emas yang tersimpan. Ini sangat beresiko bagi keseimbangan dantian yang bisa saja bergolak jika salah satu Qi di dalamnya mencapai tingkat krisis.
Menurut Fang Yin, akan lebih membahayakan naga merah yang mengancam nyawanya ketimbang bahaya ketidakstabilan Qi dalam dantiannya. Fang Yin menguatkan mentalnya sebelum mengeluarkan Jurus Rahasia Klan Gu yang dikenal dengan Jurus Amarah Phoenix Neraka.
Dalam pertarungan kali ini, bukan tentang api melawan air melainkan api melawan api. Tubuh Fang Yin menyala kuning keemasan dengan hawa panas yang mengimbangi hawa naga merah. Hawa panas dari keduanya membuat tumbuhan layu, mengering dan terbakat tanpa mereka sentuh.
Melihat Fang Yin kembali bangkit, naga merah tidak membiarkannya dia berdiri dengan santai. Naga itu menyerang dengan api yang terlontar dari kedua tangan pendeknya. Dengan jurus ini Fang Yin memiliki kemampuan terbang seperti seekor Phoenix. Tubuhnya bergerak sangat lincah dan membalas setiap serangan yang dilancarkan oleh naga merah.
Kali ini, keadaan berbalik. Fang Yin mampu menguasai pertarungan dan berhasil menekan naga merah dengan serangan-serangannya. Api Amarah Phoenix begitu ganas menghantam tubuh naga merah beberapa kali karena Fang Yin bisa bergerak ke segala arah untuk mengambil posisi serangan yang efektif.
Tubuh naga merah terlihat menggeliat akibat panas Api Amarah Phoenix yang mampu menembus pertahanan apinya.
'Aku harus menambah kekuatan api ini untuk mengakhiri pertarungan ini.'
Saat melihat naga merah mulai melemah, Fang Yin kembali menarik sepuluh persen lagi Qi Cahaya Emas dari dantiannya. Ini sedikit membahayakan namun demi mengalahkan naga merah itu, Fang Yin terpaksa melakukannya. Qi keluar dari kedua telapak tangan Fang Yin membentuk sebuah api yang sangat besar.
Fang Yin melemparkan bola api itu lalu melompat ke atas untuk menghindar.
Naga merah yang telah kehabisan tenaga tidak bisa menghindar lagi ketika api raksasa Fang Yin menghantam tubuhnya. Akibat dari api itu membuat tumbuhan dalam radius seratus meter dari tempat naga merah berada menjadi hangus dan mati. Naga merah menggeliat meregang nyawa dengan tubuh yang terbakar.
Ketika jumlah Qi Cahaya Emas menipis, Qi Awan Salju menekan keluar membuat tubuh Fang Yin perlahan suhunya menurun. Secepatnya dia harus mengatasi ini jika tidak ingin tubuhnya membeku. Sebelum itu, Fang Yin harus mengambil inti energi milik naga merah terlebih dahulu.
Dengan sisa tenaga yang dia miliki, Fang Yin mengeluarkan Qi Awan Salju dan Qi Kristal Naga Hijau dikedua tangannya untuk menarik kristal energi milik naga merah.
Sebuah kristal dengan cahaya pelangi keluar dari tubuh naga merah dan melayang di udara seiring dengan tubuh naga itu yang mulai lenyap.
Fang Yin mengambil kristal itu dan menamainya sebagai Kristal Naga Pelangi.
Kondisi tubuh Fang Yin kian memburuk. Kakinya sudah tidak bisa lagi berjalan dengan normal. Fang Yin berusaha untuk menjaga kesadarannya hingga dia menemukan tempat untuk berkultivasi. Beberapa kali dia terjatuh dan berusaha bangkit dan berjalan lagi dengan kaki yang membeku mencapai betis.
'Arrgggh! Apakah aku harus berkultivasi di antara tumpukan abu?' Fang Yin memukul tanah gosong tempatnya terjatuh untuk yang kesekian kali.
****
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 408 Episodes
Comments
K4k3k 8¤d¤
👏👏👏👏👏👏👏👏👏
2023-05-09
0
K4k3k 8¤d¤
mantab thor lanjut terus update sampai tamat ditunggu sama para reader yang setia menanti mu update kembali
2023-05-09
0
art
Iya
2023-04-23
0