Berdecih

Zif berjalan cepat menuju apartemen miliknya, dia masuk serampangan setelah membuka pintu dengan card lock. Barusan dia pergi dari apartemen milik Cantik tanpa berpamitan.

Zif merasakan getaran berbeda ketika bersentuhan dengan wanita yang terus menerus mengingatkan dirinya pada sang istri, dan ini sangat aneh menurutnya.

"Sial, kenapa aku berani bermain-main dengan perempuan lain? Harusnya aku tidak melakukan ini!" Gerutu Zif sambil mengganti sepatu miliknya dengan sendal rumahan.

Zif memejamkan mata berusaha mendapatkan ketenangan jiwa, tapi apa? Suara Indar memberantas keheningannya "Zif!" Pekik perempuan itu memekakkan telinga.

Zif terperanjat hingga kembali membuka mata secara cepat, di lihatnya Indar melotot dengan air mata kemarahan nya "Darimana saja kamu Zif? Tega kamu asyik menyatroni wanita selain aku?" Tukasnya.

Zif menutup mata dengan gestur malas "Astaga Indar, apa lagi ini? Aku sedang tidak ingin ribut dengan mu." Lirihnya.

"Jelaskan dulu siapa perempuan binal itu? Apa dia simpanan mu? Apa kamu sengaja membelikan apartemen untuk nya?" Tuding Indar seraya menunjuk ke arah apartemen milik Shara.

Zif melepas smirk "Gila kamu? Gada otak kamu? Dia tetangga baruku, aku bahkan baru mengenal nya, sembarangan saja kamu memfitnah!" Sarkas nya.

Indar menggeleng "Buktinya barusan kalian bermesraan kan? Kamu tidak pernah anggap aku ada, selalu saja dingin, kamu juga tidak mau meresmikan status pernikahan kita! Urusan Shara belum selesai kamu sudah bermain dengan wanita baru mu!" Tuduh nya.

"Apa hubungannya dengan Shara?" Sela Zif.

Indar tersenyum sinis "Kamu pikir aku tidak tahu Zif? Kamu masih diam-diam mengutus antek-antek mu mencari istri buruk rupa mu! Mau sampai kapan hah?" Sambarnya histeris.

Zif mendekat dan mencengkeram kedua lengan wanita itu, sorot mata tajam menusuk jantung Indar "Dia masih istri ku. Kamu tahu itu. Kau dengar Indar, hal intim yang terjadi diantara kita malam itu hanya kesalahan saja. Istri ku tetaplah Shara. Di malam pengantin ku. Kamu sendiri yang mengusulkan untuk menjadi istri pura-pura ku bukan? Lalu kenapa sekarang meminta lebih? Dari awal aku bilang padamu aku tidak pernah menyukai mu!" Sanggah nya.

"Tapi kenapa? Apa kurang ku Zif! Shara mu sudah buruk rupa, mungkin sudah bunuh diri setelah kamu mengatakan tidak mengenalnya! Kamu lupa kamu pernah menyakitinya Zif?" Sergah Indar mencengkeram balik kerah baju Zif.

"Cukup!" Sentak Zif.

"Coba pikir baik-baik apa yang membuat ku tidak menyukai mu Indar!" Zif tunjuk kepalanya sendiri geram.

"Jangan selalu menyalahkan orang lain, jangan posesif berlebihan, marah-marah tidak jelas, laki-laki mana yang betah berlama-lama dengan mu, contohlah, Shara sangat manis bicaranya, perlakuannya, manjanya, semuanya." Mata Zif berkaca-kaca ketika lagi-lagi merindukan istrinya yang entah kemana.

"Harusnya kamu belajar dari Shara. Belajar menyenangkan ku seperti dia! Gantikan posisinya, aku sendiri tersiksa terus memikirkan orang yang sudah tidak ada!" Meledak sudah pada akhirnya.

Rasa bersalah Zif yang semakin hari semakin menjadi terus menerus menghantui. Zif melangkah pergi meninggalkan Indar dalam keadaan menangis.

"Aku harus adukan kamu ke Om Hardika, Zif!" Gumam Indar lalu melangkah keluar meninggalkan apartemen Zif. Tak ada lagi yang bisa berbicara kasar pada Zif selain Hardika saja.

...🖋️••••••••••••🖋️...

Seiring merotasi nya bumi, seperti itulah hari berganti, detak jarum jam bergerak seolah lambat, seharian ini Zif terus saja memikirkan tetangganya.

Zif ingin sekali cepat sampai apartemen miliknya, meminta maaf atas perlakuan anehnya kemarin pada Cantik.

Sempat terpikir olehnya untuk tidak mendekati Cantik kembali, tapi kenyataan berkata lain, seharian ini ingatan Zif tak pernah luput dari bayangan wajah dan suara menggoda Cantik.

Langkah gontai Zif baru mulai di ayunkan, dia keluar dari lift dan berjalan menuju unit apartemen miliknya.

Seperti biasa dia berjalan masuk, bergegas melepaskan sepatu dan menggantinya dengan sendal rumahan.

Zif melanjutkan langkah, ia melemparkan tas kantornya ke sofa ruang tengah, lalu berjalan ke ujung tempat sambil mengendorkan dasinya.

Lengan bajunya ia singsing sampai ke siku kemudian menyugar rambut belah duanya kebelakang.

Keadaan ruangannya masih gelap, sebab Zif tak ingin tetangganya melihat kegiatannya dari seberang sana, Zif pikir, di jam begini, mungkin Cantik belum tidur.

Waktu masih menunjukkan pukul 19:00.

Benar saja, rupanya Shara masih duduk di sofa dengan pakaian tidur seksinya. Zif mendekat pada dinding kaca miliknya. Netra Zif menyisir setiap lekuk tubuh gadis itu dari ujung kaki hingga puncak kepalanya.

Lingerie merah terang, itulah yang di pakai Shara malam ini, satu kaki mungilnya dia luruskan pada meja dan sebelahnya lagi dia tekuk hingga lutut mulusnya terekspos menggoda iman Zif.

Siapa yang tidak suka dengan keindahan seperti itu? Zif bahkan menelan saliva saking inginnya.

Zif meraih ponsel dari dalam saku celana bahannya, ia langsung melayangkan panggilan telepon pada tetangga seksi nan cantik nya.

Beberapa nada sambung dia dengar, tak lama kemudian suara merdu Cantik terdengar ditelinga nya.

📞 "Iyah." Sepertinya nada Cantik sedikit marah padanya, jawabannya tak antusias seperti kemarin.

"Belum tidur?" Tanya Zif.

📞 "Belum."

Zif menggaruk kening "Maaf untuk kejadian kemarin, aku langsung pergi begitu saja, aku hanya malu sudah lancang menyentuh mu." Jelasnya.

📞 "Tidak apa Zif, aku tidak merasa kecil hati, jadi lupakan saja."

"Sudah makan malam? Mau aku pesan kan makanan lagi tidak?" Tanya Zif.

📞 "Belum, aku sengaja mau masak sendiri, kamu juga boleh ikut makan malam dengan ku. Kalo mau datang saja, anggap saja syukuran pertama pindah rumah ku."

Zif tersenyum "Emmh, aku ganti pakaian dulu, barusan aku pulang dari kantor. Masih lengket." Ujarnya.

📞 "Iya, aku tunggu."

Zif mematikan panggilan, kemudian beranjak ke kamar miliknya, dan bergegas membersihkan diri.

...🖋️••••••••••••🖋️...

Beberapa saat kemudian, Shara telah siap dengan dua steak sapi saos barbeque yang dia hidangkan di atas meja makan bundar. Tak lupa capcay kuah bening kesukaan Zif pun dia jadikan pelengkapnya.

Ada lilin-lilin aromaterapi yang Shara hias di beberapa titik meja. Bel berbunyi, Shara berjalan menuju pintu utama, dia tekan handel, lalu wajah tampan suaminya tertampil di balik sana seperti siang kemarin.

Zif memandangi Shara dari atas hingga bawah, Shara sedikit tertutup sebab sudah terbalut kimono berbahan licin merah marun. Jika berbicara tentang liukan tubuh, sudah pasti Shara tak mampu menutupi tonjolan alami kewanitaan nya.

"Masuk Zif." Shara meraih tangan laki-laki itu dan menutup pintu, dia tarik kembali Zif mengikuti langkahnya.

Sampai di meja makan, Zif terperangah menatap hidangan lezat yang tidak asing baginya, dia endus kecil aroma masakan Cantik yang sama persis dengan aroma masakan buatan Shara.

Melihat Zif terdiam Shara memangkas jarak hingga saling berhadap-hadapan, dia usap sebelah dada bidang Zif sembari mengusung tatapan menggoda "Kamu kenapa Zif?" Tanyanya.

Mata Zif beralih pada Cantik yang lagi-lagi mengingatkan dirinya pada Shara "Siapa yang masak ini semua?" Tanyanya.

"Aku. Cantik yang masak ini semua, Cantik memang suka masak. Kenapa Zif? Kamu tidak menyukainya?" Sambung Shara.

"Cukup Zif, dia orang lain, bukan Shara!"

Deru napas yang mulai mengacau terdengar sesekali dari Zif, sepertinya Zif kembali tergoncang dengan kenangan indah bersama Shara yang ingin sekali dia lupakan.

"Zif, kamu tidak menyukainya kah? Padahal aku sudah capek-capek bikin ini semua buat mu loh Zif. Tapi aku rasa kamu tidak menyukainya." Sahara mencebik kan bibirnya sembari menunduk.

Zif mendongakkan wajah Shara dengan cubitan kecil pada dagu gadis itu "Bukan begitu Cantik, tentu saja aku suka, hanya saja, aku menjadi teringat seseorang." Sanggah nya.

"Siapa?"

Zif menggeleng, entah kenapa Zif ingin sekali menjaga hati Cantik "Bukan siapa-siapa, dia tidak penting, lupakan saja!" Katanya.

Untuk yang kesekian kalinya, Shara mendengar kalimat itu, rupanya Zif benar-benar ingin melupakannya "Iya, kita makan saja. Mumpung masih hangat Zif." Ajaknya.

Zif duduk bersamaan dengan Shara, Shara mengambil pisau dan garpu steak, dia kerat steak buatannya kemudian menawarkan suapan pertama pada Zif "Aku suapi yah, dulu aku terbiasa menyuapi pacar ku seperti ini." Pintanya.

Zif mengangguk, memang begitulah kebiasaan Zif saat bersama dengan Shara, Zif memang lebih dewasa, tapi Shara yang selalu memanjakan lelaki itu.

Suapan demi suapan Shara berikan dan untuk sesekali Shara mengusap lembut bibir Zif yang terkena saos barbeque. Sedari tadi tatapan Zif hanya tertuju pada wajah cantik Shara saja. Dirinya seperti bernostalgia, reuni kenangan- kenangan terindahnya bersama Shara.

"Kenapa rasa masakannya pun sama persis dengan istri ku? Kenapa ada perempuan yang sangat mirip dengan Shara ku?" Batin Zif di balik senyum kecilnya.

...🖋️••••••••••••🖋️...

Sementara di tempat lain, sebuah mobil BMW melaju sangat cepat, Hardika Prabaswara, dia telah menuju apartemen milik putra keduanya.

Dogol membingkai hati Hardika saat ini, pagi tadi hasutan Indar telah menyulut emosi laki-laki itu.

Setelah Shara lenyap bukanya menikahi Indar, Zif justru mencari perempuan lain lagi. Tidak ada ampun bagi Zif yang selalu membantah kemauannya.

"Di mana putra ku Zif?" Tanya Hardika pada sang sopir.

"Sekarang, Tuan muda sedang di apartemen tetangganya, Tuan besar." Jelas lelaki itu sedikit melirik ke arah spion menghiraukan sang Tuan.

"Kita langsung susul ke apartemen perempuan sundal itu, Zif benar-benar keterlaluan, tidak tahu malu, jadi uang yang dia dapat dari perusahaan ku dia gunakan untuk menyimpan perempuan binal? Cih!" Sinis nya berdecih.

...🖋️••••••••••••🖋️...

...Bersambung.... Wah gaiss maaf cuma satu episode hari ini, tapi insya Allah besok tiga deh.. hehe.. barusan ajah pulang dari nyenengin anak.. maaf yah.....

Terpopuler

Comments

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Mungkin perkiraan dalang yang menyiram muka Shara dengan air keras adalah Indar ma papa Handika...

2025-02-17

0

🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺

🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺

zif di sini bkn pria setia...kurang sreg kl smp Shara kembali sm zif...

2025-02-27

0

Yuyu sri Rahayu

Yuyu sri Rahayu

indar tukang ngdu sama papa hardika

2025-01-15

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!