Luluh

Hardika berdiri mencekal tangan ke belakang sedang matanya menatap Shara yang terlihat sangat menggoda dengan busana tidur kimono merah marun nya.

Sekejap dia berpikir, pilihan Zif tidak salah tapi jika kastanya rendah maka hubungan mereka bukan hal yang cukup di benarkan.

"Masuk lagi saja Cantik." Zif mendorong tubuh Shara agar kembali masuk ke dalam tapi Shara tak mau melakukan hal tersebut, ini adalah momen yang paling ia tunggu. Berhadapan langsung dengan Hardika Prabaswara

"Zif, aku tanya kenapa kalian ribut di sini?" Shara beralih pada wajah menangis Indar "Kenapa dengan teman mu? Kenapa dia menangis?" Polosnya yang hanya pura-pura.

Indar melangkah mendekat "Teman katamu?" Lengan Shara dia tarik secara kasar hingga tubuh indah Shara terlihat sebagian dan cukup menggoda iman semua insan.

Zif membantu membetulkan kimono isterinya, ada ketidak rela yang entah darimana datangnya.

"Aku istri Zif, bukan temannya, mengerti!" Bentak Indar melototi Shara.

Zif mengernyit "Indar, hentikan sandiwara ini, aku tidak mau lagi bersandiwara seperti ini, tolong sudahi permainan kalian!" Zif menatap Indar dan Hardika bergantian.

"Sandiwara katamu Zif? Aku hamil anak mu Zif!" Pekik Indar menyela.

Shara menjadi semakin geram dengan perempuan tidak tahu diri ini, tidak tahu malu sekali dia mengatakan hal dosa itu.

"Apa? Hamil? Jadi istri mu hamil Zif?" Celetuknya seraya menutup mulut berpura-pura terkejut.

Zif menggeleng "Tidak, bukan begitu Cantik, ini hanya kesalahan, ..." Belum lagi selesai penjelasan Zif, Shara kembali menoleh dan menatap remeh Indar dari atas hingga bawah.

"Astaga, perempuan malang, bahkan setelah di hamili, kamu tidak di anggap, sebagai sesama wanita aku turut bersedih." Shara berusaha terlihat menyebalkan hingga dengan singkat tangan Indar di buat melayang, bersiap memberikan tamparan.

PLAK!

Indar menoleh ke samping kanan, rupanya tangan ringannya di halangi oleh seorang laki-laki paru baya berwajah damai "Beraninya menyentuh putri ku." Ucapnya tegas.

Semua orang mengalihkan pandangan ke arah laki-laki itu, Hardika dan Zif tak asing dengan wajah damai dokter Garry yang sering sekali muncul di televisi.

Selain menjadi dokter, Garry memang memiliki bakat bernyanyi, sesekali stasiun televisi memanggilnya untuk mengisi acara edukasi yang diselingi dengan hiburan.

"Putri?" Celetuk Hardika menatap wajah tampan dokter Garry "Siapa putri mu Dok?" Tanyanya berkerut kening.

Tak ada berita yang menyatakan dokter Garry memiliki seorang putri, lalu tiba-tiba menyebut Cantik putrinya.

Garry tersenyum pada Hardika "Apa kabar Tuan Dika, lama tidak berjumpa." Sapa nya merentangkan tangan menawarkan pelukan.

Hardika mendekat lalu memberikan pelukan pada laki-laki itu "Baik Dokter, baik." Ucapnya. Mereka melerai pelukan ala pertemanan orang elit

"Kenal kan, ini putri ku, satu-satunya putri ku." Sambung Garry. Dia sengaja tidak membahas hal kejam yang barusan dilakukan oleh Indar.

Garry memang telah mengetahui bagaimana malangnya hidup seorang Shara sebelum bertemu dengan putranya, untuk itu Garry mengangkat Shara sebagai putrinya.

Ada jaminan Shara menjadi adik yang baik bagi Gerald, semenjak mengenal Shara, Gerald mau kembali mengambil bagian di perusahaan.

Garry sangat menyukai perubahan itu. Rupanya masih ada perempuan yang bisa merubah Gerald dalam waktu singkat, sayangnya Shara berstatus menikah. Maka tak ada salahnya jika dijadikan keluarga.

"Putri mu?"

Hardika mengamati sekali lagi wajah Shara yang terlihat mirip dengan istri dokter Garry, hanya saja versi kekinian. Terang saja, Garry sengaja memberikan sentuhan artistik pada wajah Shara agar sedikit mirip dengan almarhumah isterinya.

"Kenapa aku tidak mengetahuinya? Bahkan putra mu saja aku tidak mengenalnya, kalian jarang bersama." Sanggah Hardika.

Garry terkikik "Begitu lah Tuan Dika, kadang anak-anak ku tidak mau di kenal sebagai keturunan ku, dunia pertemanan sangat kejam, jika mereka di kenal sebagai anak orang kaya, pasti sulit menemukan teman yang setia. Itu alasan putra putri ku. Harap saja di maklumi." Kilah nya yang sengaja menyindir.

Garry beralih pada Shara "Kenal kan, Om Hardika sayang." Ujarnya.

Shara mendekat "Salam kenal Om, Cantik." Ucapnya tersenyum dan di balas oleh senyuman manis Hardika.

"Salam kenal juga, jadi ternyata kamu putri dokter Garry yang terkenal." Lelaki itu tergelak renyah "Mau sampai kapan bersembunyi dari infotainment? Lebih baik kamu muncul di televisi, memanfaatkan nama Daddy mu, Nak." Hardika menepuk pelan puncak kepala gadis itu.

Inilah kali pertama Shara mendapat senyuman mertuanya "Belum terpikir ke situ Om." Jawabnya.

Indar berkerut kening setelah Hardika menjadi sangat hangat pada perempuan penggoda calon suaminya "Om, ..." Panggilnya protes.

Jadi kapan di labrak nya? Indar geram.

Hardika beralih pada putranya "Zif, bawa Indar masuk, biar dia istirahat." Perintahnya lembut.

Zif memutar bola matanya. Setelah melihat kasta Cantik berada di satu garis yang sama, Hardika mendadak melembutkan nada bicaranya. Benar-benar dunia yang di penuhi fatamorgana.

Zif meraih tangan Indar kemudian membawa wanita itu masuk ke dalam apartemen miliknya, tak ada penolakan sebab Indar pun takut jika sudah berhubungan dengan keluarga berpengaruh seperti dokter Garry. Ada beberapa penguasa nomor satu di negara ini yang mendukung dokter spesialis bedah plastik itu.

Garry merangkul Hardika "Mari masuk dulu ke apartemen baru putri ku." Ajaknya.

"Boleh, boleh, lama juga kan, kita tidak mengobrol, ngopi, ngeteh bersama." Sambung Hardika.

Shara tersenyum namun dalam hati ingin sekali menyiramkan air panas pada laki-laki gila kasta ini "Silahkan Om, Cantik yang akan buatkan kopi, teh dan yang lainnya. Cantik bisa masak loh." Ajaknya.

"Tidak perlu repot-repot, cukup teh saja." Pinta Hardika.

Ketiganya masuk ke dalam apartemen, Shara ke dapur sementara Garry membawa Hardika duduk merentangkan tangan di sofa yang terletak di sudut tempat.

Shara membuat minuman, lalu menyuguhkan nya pada kedua laki-laki paru baya itu "Silahkan Om, Daddy." Ucapnya seraya duduk di sebelah Garry dan menjadikan bantal penutup pahanya.

"Jadi sejak kapan, Nak Cantik ini mengenal putraku hmm?" Tanya Hardika.

"Baru sih Om, baru hari kemarin Cantik mengenal Zif. Tapi kita sudah dua kali makan bersama." Jawab Shara tergelak.

"Oya?" Hardika terperanjat "Aku kira sudah lama, jarang sekali Zif bisa akrab dengan perempuan, berarti kamu spesial Cantik." Sambung nya.

"Om bisa saja."

Sekarang meluluh lantak kemana-mana hati Hardika setelah tahu Cantik putri dokter Garry.

Melihat Zif menikah adalah keinginannya, jika ada calon yang cocok dengan bibit bebet bobot, kenapa tidak? Mumpung Zif sendiri yang menyukai perempuan itu.

Hardika senang hati menerima. Persoalan Indar masih bisa di atur, mungkin nantinya di jadikan istri kedua Zif, baginya satu laki-laki bisa memiliki banyak perempuan asal sanggup menafkahi saja.

Bel berbunyi dan Shara pamit membukanya "Biar Cantik yang buka." Katanya.

Garry dan Hardika mengangguk menyetujui. Shara beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju pintu utama, di bukanya pintu itu dan wajah senyum suaminya tertampil di hadapannya.

"Papah masih di sini?" Tanya Zif sembari menilik ke belakang tubuh Shara.

"Masih, masuk saja." Shara menarik tangan Zif dan menutup pintu "Mau minum apa?" Tanyanya.

"Tidak usah." Keduanya berjalan beriringan lalu duduk di sisi ayahnya masing-masing.

"Papah sudah kenal Cantik kan? Dia tetangga baru Zif." Kata Zif pada ayahnya.

Hardika menoleh "Iya, Papah tahu."

"Gimana sama perusahaan mu Zif?" Tanya Garry membuka obrolan.

Zif beralih pada Garry "Yah begitulah Om, pasti ada saja kendala, bulan depan ada produk baru yang akan di luncurkan, tapi sampai sekarang belum mendapat brand ambassador yang tepat." Katanya.

"Untuk brand apa?" Tanya Garry.

"Produk minuman kolagen, makanya harus artis perempuan yang kecantikannya di atas rata-rata. Menurut Zif belum ada artis yang cocok." Tambah Zif.

Hardika menoleh "Kenapa tidak kamu ajak Cantik saja, dia pasti cocok dijadikan bintang iklan mu!" Usulnya menepuk paha putranya.

...🖋️••••••••••••🖋️...

...Bersambung Dukung author dengan Like vote komen dan hadiah nya 🤗...

Terpopuler

Comments

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Hadeeehhhhh....ada ya manusia yang seperti itu.... gila banget.... menjijikkan....😏😏😏🥴🥴🥴🥴😡😡😡

2025-02-17

0

Yuyu sri Rahayu

Yuyu sri Rahayu

hardika gila kedudukan dan status/Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2025-01-15

0

🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺

🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺

like father like son...

2025-02-27

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!