Hasutan

Di iringi musik jazz klasik, Zif dan Cantik menyatukan kedua tangan mereka, tatapan keduanya saling bertemu, debar jantung pun ikut mengambil bagian.

Setelah makan malam, Cantik kembali merayu Zif untuk berdansa romantis, tujuannya agar Indar cemburu untuk yang kedua kali.

Nuansa romantis menyelimuti, ada saat di mana Zif melihat Shara di dalam diri Cantik, tapi kemudian ia tepis.

Zif di buat semakin penasaran, sebenarnya apa yang membuat dirinya menjadi seperti ini, tapi jika di pikir lagi, Zif sadar, itu terjadi karena awalnya dia tertarik pada Cantik sebab wanita itu mirip dengan Shara.

"Zif, ..."

"Hmm?"

"Kenapa aku merasa kamu tidak menyukai ku? Tapi terus memaksakan untuk bersama ku?" Ujar Shara.

Zif menggeleng "Kenapa berpikir seperti itu?" Tanyanya pelan.

"Dari tadi, kamu hanya diam memandangi aku, tidak ada hal lain yang kamu lakukan padaku, apa menurutmu aku tidak menarik Zif?" Sambung Shara. Setidaknya Shara ingin meraih keuntungan dengan sentuhan khusus suaminya.

Zif kembali menggeleng "Bukan begitu, aku hanya sedang memikirkan sesuatu yang tidak kunjung selesai." Ucapnya.

"Memikirkan apa?" Shara memasang mata gemasnya.

Melihat itu, Zif menekan punggung bawah Shara hingga menyatu dengan raga bidangnya, kaki mereka bergerak mengikuti irama lembut yang mengalun indah.

"Kenapa aku bisa tertarik padamu secepat ini. Kenapa aku ingin terus mencari tahu siapa dirimu. Hanya dalam waktu yang singkat, kenapa aku bisa sedekat ini dengan mu. Makan bersama, berdansa. Aku tidak mengerti mengapa ini terjadi padaku." Ujarnya pelan.

"Mungkin bagimu, aku bukan orang asing, dan mungkin kita memiliki ikatan yang erat." Zif menyimak setiap kata-kata yang Shara ucapkan "Contohnya, pernikahan mungkin?" Tambah Shara.

Zif berkerut kening "Maksudmu?" Cecarnya.

"Mungkin saja, kita pernah menikah di masa lalu, yah semacam cerita reinkarnasi, mungkin di kehidupan sebelumnya kita pernah menikah." Shara terkikik geli setelah mengucapkan itu, dia termasuk seseorang yang tidak meyakini hal tersebut.

Zif tersenyum "Aku serius Cantik." Lelaki itu menundukkan wajahnya seperti ingin menerkam bibir Shara, namun, belum sempat menempel Zif lagi-lagi tersadar wanita di hadapannya bukanlah Shara istrinya.

Shara sempat ingin merespon sebelum Zif kembali menegakkan kepalanya lagi, rupanya Zif urung dari niatnya.

Sejujurnya sampai detik ini, Zif masih mencari tahu keberadaan Shara, mungkin dengan begitu, Zif lebih bisa tenang, jika tiada setidaknya Zif menemukan mayatnya, jika masih hidup Zif ingin sekali tahu dimana tempatnya saat ini. Zif tidak ingin terus menerus di hantui rasa bersalah.

Shara tahu Zif gatal ingin sekali mendaratkan bibirnya, benar, menggoda dan mempermainkan perasaan suaminya, itu memang tujuan Shara.

Lelaki yang enam bulan lalu sempat membuat dirinya putus harapan dan ingin mengakhiri hidup. Lelaki yang menikahi dirinya kemudian memperkenalkan wanita lain sebagai istri. Lelaki yang seharusnya mendukung dirinya, tapi justru membuangnya setelah ia berubah menjadi buruk rupa.

Dalam asyiknya romansa yang mereka lalui, bel pun berbunyi dan mengalihkan perhatian keduanya "Siapa yang datang?" Tanya Zif.

Shara menggeleng "Tidak tahu, mungkin Daddy, dia bilang, malam ini Daddy mau ke sini." Jawabnya.

Zif melerai penyatuan tubuh mereka, kemudian menggaruk tengkuk yang tak gatal "Oya? Apa dia galak? Atau, .."

"Tenang saja, Daddy tidak galak kok, Daddy hangat, dia baik." Shara berjalan menuju pintu utama lalu menyeringai.

Dari layar monitor CCTV di sisi pintu terlihat sangat jelas wajah bengis Indar menekan bel secara arogan. Bunyi bel nya benar-benar menggagu ketenangan jiwa.

Zif menyusul, lalu berkerut kening setelah melihat wajah Indar berdiri di balik pintu sana "Indar!" Celetuknya.

Shara beralih pada Zif "Dia siapa Zif? Pacar mu?" Tanyanya polos.

Lelaki itu menggeleng cepat "Emmh, bukan, dia cuma teman ku." Sanggah nya.

"Kalo begitu buka saja, kita ajak dia bergabung." Usul Shara sengaja memancing reaksi suaminya dengan berpura-pura hendak membuka pintu.

Zif dengan cepat mencegah "Tidak Cantik. Dia pasti mencari ku, aku yang akan keluar sendiri, kamu cukup di sini saja, tidak usah menemui nya, besok malam, aku ke sini lagi." Ujarnya.

Shara mengangguk sembari meraih tangan milik Zif "Baiklah, terimakasih sudah mau menemani makan malam ku." Satu kecupan mendarat pada pipi Zif.

Lelaki itu membulatkan mata lalu melirik wajah cantik Shara yang tersenyum manis padanya "Mimpi indah, tetangga ku." Zif tersenyum mendengar kalimat itu, entah kenapa kecupan Cantik begitu membuat dirinya bahagia.

"Aku pulang. Sampai ketemu lagi." Zif keluar dan seketika itu juga tatapan tajam Indar menyambutnya.

"Kamu di sini lagi?" Sergah Indar, dia menatap protes tangan Zif yang sengaja menutup pintu apartemen tetangganya "Kenapa di tutup? Aku mau lihat, wajah pelakor!" Katanya ketus.

"Cukup! Kita pulang!" Geram sekali Zif menarik tangan Indar agar mengikuti langkahnya, Indar meronta "Aku tidak mau Zif, biarkan aku melihat wajah simpanan mu!" Teriaknya.

Zif menoleh ke kanan dan kiri, untungnya tidak ada orang berlalu lalang di lorong tersebut. Zif membawa Indar masuk ke dalam apartemen miliknya lalu menghempas kecil wanita itu.

Tatapan sadis terarah lurus pada wajah berang milik Indar "Cukup Indar, aku bilang cukup!" Sentak nya.

Indar menangis histeris "Kenapa Zif, kenapa? Aku yang kamu hamili, tapi tidak kamu perhatikan, sementara wanita lain yang baru kamu kenal, kamu satroni setiap hari, kejam kamu Zif!" Teriaknya.

"Indar, ku mohon berhenti bersikap seperti ini, aku lelah menjelaskannya padamu, tolong mengerti lah, aku tidak menyukai mu, kejadian di malam itu, hanya kesalahan, apa kau tidak ingat hmm? Aku bahkan melenguh kan nama Shara saat berhubungan dengan mu!" Pekik Zif.

Indar memejamkan matanya menikmati kesakitan yang dia rasakan, sebegitu sulit dirinya membuat Zif menjadi miliknya. Segala cara telah dilakukan, namun, sampai saat ini hanya berakhir tangisan.

Bel berbunyi, Indar menoleh kemudian dengan langkah cepat Indar berjalan ke arah pintu lalu membukanya "Om!" Dia menghambur memeluk pria paruh baya yang berdiri memasang wajah bengis.

"Zif membentak ku Om, Zif tega membentak ku, padahal aku sedang mengandung cucu mu, tega sekali dia melakukan ini padaku." Adu Indar memanipulasi calon mertuanya.

Hardika Prabaswara, dialah yang Indar peluk, dan Zif menyugar rambut belah duanya dengan gerakan malas "Astaga, kenapa dengan hidup ku? Sedikitpun aku tidak pernah bisa tenang." Gumamnya.

"Di mana perempuan binal mu?" Sergah Hardika memekik. Indar sampai melepas pelukannya saking kagetnya.

Zif tersenyum sinis "Siapa yang Papah maksud? Bukankah Shara sudah tidak ada? Bukankah kalian sudah puas karena sekarang Shara meninggalkan ku?" Sungutnya.

Dahulu sebutan binal dan sundal, Hardika tujukan pada Shara, Zif lelah terus menerus di ganggu ketenangan jiwanya. Jika bukan dia mungkin sudah gila. Ini saja sang kepala mulai berdenyut seperti mau pecah.

Indar dengan cepat menunjuk pintu apartemen milik Shara "Di sana Om, perempuan binal itu ada di apartemen itu, itu pasti apartemen pemberian Zif." Hasut nya.

Zif mengernyit "Indar!" Pekiknya melotot.

"Diam kamu!" Bentak Hardika tak kalah mendelik.

"Tekan bel nya! Aku mau lihat, gimana wajah simpanan binal putraku!" Hardika memberikan perintah pada satu antek-anteknya.

"Baik Tuan besar!" Kemudian bel pun di tekan.

Zif menggeleng seraya melangkah mendekati ayahnya "Jangan Pah, dia tidak tahu apa-apa, dia tetangga baru Zif, kami hanya, .." Belum lagi selesai Zif mempengaruhi ayahnya, pintu milik Cantik terbuka.

Zif secara cepat menoleh, di lihatnya Shara berdiri menatap polos mereka semua "Ada ribut-ribut apa di sini?" Tanya gadis itu.

...🖋️••••••••••••🖋️...

...Bersambung.... Dukung author dengan Like vote komen dan hadiah nya.......

Terpopuler

Comments

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Paling Papa Hardika yang jadi klepek2 lihat lihat kecantikan Shara...😏😏😏😏☺️☺️☺️

2025-02-17

0

Yuyu sri Rahayu

Yuyu sri Rahayu

lanjut thor

2025-01-15

0

Nami chan

Nami chan

jgn2 malah ngandung anak bapaknya 🤣

2023-12-13

4

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!