Memulai Awal

"Kenapa … aku merasa seperti bersalah pada gadis itu?" batin Afra merasa sangat aneh dengan dirinya sendiri. Seakan dirinya seperti sudah mengecewakan gadis itu.

Ya, mungkin yang bisa disimpulkan dari semua ini adalah….

"A-aku rasa aku harus makan sekarang!" ucap Afra sambil mengambil piring makannya yang belum ia sentuh itu.

***

Trauma, identik dengan ketakutan yang berlebihan. Hal-hal yang berhubungan dengan nyawa orang-orang tersayang, maupun nyawanya sendiri. Ingatan hal-hal menakutkan dan menyeramkan, selalu akan meninggalkan bekas dan membuat seseorang menjadi trauma. Ya, trauma. Penyakit mental manusia atas ketakutan dan kesedihan yang mendalam.

Walau begitu, ini tidak terasa seperti sebuah trauma. Melainkan hanyalah sesuatu yang bahkan tak bisa dijelaskan. Trauma itu ketakutan dan kesedihan yang berlebihan dan terasa sangat membekas, tetapi bagaimana jika itu malah memberi kesan hal-hal yang berhubungan dengan pertanyaan? Ya, kurasa ini memang tidak jelas.

Tidak akan ada kata trauma jika orang nya saja punya dua jiwa, begitulah.

"A-aku sudah selesai makan …dan a-aku ingin kembali bertanya padamu," ucap Afra terbata-bata dan ragu dengan apa yang dikatakannya itu.

Afra baru saja menyelesaikan makannya dan masih duduk di kursi panjang di ruang tengah. Ia masih duduk dan menundukkan kepalanya, menunggu gadis bermata merah itu muncul. Ia masih ingin menanyakan sesuatu padanya.

"A-aku ingin bertanya sesuatu … padamu…," ucap Afra dengan lirih dan berharap gadis itu muncul.

Padahal sebelumnya Afra tidak pernah ingin gadis itu muncul di setiap mimpi apalagi ketika ia sedang sendiri. Namun, Afra merasa ingin gadis itu muncul sekarang. Ya, walaupun sepertinya … dia tidak akan muncul begitu saja.

"Sepertinya … memang tidak mungkin…," gumam Afra merasa kecewa.

***

Perasaan … adalah sesuatu yang selalu berubah-ubah. Berhubungan dengan mental dan emosi. Dan selalu menjadi sesuatu yang harus dijaga. Namun, malah diperlakukan berbeda. Senang, sedih, marah, kesal, kecewa, peduli, tulus, begitulah perasaan. Semuanya memang berbeda, tetapi biasanya harus diperlakukan dengan adil dan sama.

Entah apa yang Afra rasakan sekarang. Perasaannya seperti diubah-ubah oleh sesuatu. Kadangkala ia merasa sedih … dan teringat dengan sang ayah. Namun, itu semua akan menjadi berbeda saat gadis itu muncul. Ya, gadis yang sebelumnya membawa rasa takut baginya, kini sudah menjadi gadis yang bahkan tidak bisa dikatakan lebih baik.

Kenapa? Karena gadis itu malah memberi kesan buruk bagi Afra. Ya, sepertinya begitu. Gadis itu selalu muncul dan mengatakan untuk tetap tenang dan dengarkan perkataannya, tetapi tetap saja. Akhirnya dia akan menjadi seperti dirinya. Kejam dan selalu menakutkan, dan bahkan tidak bisa dianggap nyata. Kesannya selalu menyeramkan.

Walau sekarang, sepertinya terasa meleset dari yang seharusnya.

"A-aku benar-benar tak mengerti," ucap Afra masih kebingungan mendengar perkataan gadis bermata merah itu.

Sebelumnya….

Sepertinya memang … tidak mungkin untuk menanyakannya pada mu.

Memangnya kenapa aku menanyakan nya padamu?

Kenapa … aku merasa seperti ini?

Kenapa … aku malah jadi seperti ini!

"Ah, Sudahlah! Lebih baik aku tidur saja!" ucap Afra sambil berjalan menuju kamarnya.

Afra benar-benar merasa aneh dengan dirinya, atau lebih tepatnya kenapa ia bisa merasa sangat kecewa hanya karena gadis itu.

Krek

"Ah! Akhirnya kau datang juga, Afra Afifah!" ucap gadis bermata merah itu yang ternyata sudah ada di kamar Afra. Gadis itu berdiri tepat di depan jendela kamar Afra, dengan pakaiannya yang warnanya selalu berlawanan dengan apa yang dipakai Afra. Afra selalu memakai pakaian berwarna putih, maka gadis itu juga akan selalu memakai pakaian hitam.

Heeh

"Apa kau akan diam saja?" tanya gadis itu.

A-ah

"A-aku ha-harus ma-masuk y-ya?" tanya Afra kebingungan mendengar perkataan gadis itu. Ya, Afra juga merasa sedikit takut dan aneh. Dirinya seperti boneka yang hanya akan bergerak jika digerakkan, tetapi kurasa dirinya lebih lain dari itu.

"Kalau begitu aku akan kembali masuk ke dalam tubuh mu saja jika kau …,"-menarik nafas panjang-" … tidak mau masuk ke kamar mu sendiri!"

Gadis itu benar-benar sangat kesal sekarang, dan Afra hanya menatapnya dengan tatapan bingung. Apalagi dengan kalimat pertama yang dia ucapkan.

A-apa maksud nya d-dengan masuk ke dalam tu-tubuh ku? batin Afra terkejut dan kebingungan.

Gadis bermata merah itu pun akhirnya langsung menghilang setelah melihat Afra yang tidak bergerak masuk ke kamarnya sendiri itu. Afra tentu saja terkejut melihat gadis itu sudah tidak ada di kamarnya.

"K-kau k-kenapa pergi …? Padahal kan aku …,"-meneteskan air matanya-"… ingin bertanya pada mu."

Perasaan takut dan sedih, kebingungan dan kecewa, dan selalu terkejut dan tak percaya. Namun, semuanya terasa aneh saat pikiran sedang kosong dan mempunyai karakter polos dan tidak tahu apa-apa. Begitulah kira-kira karakter tokoh utama ini.

Gadis bermata biru dengan rambutnya yang berwarna hitam kebiruan, dan selalu mengenakan pakaian berwarna putih dengan perpaduan warna biru. Gadis manusia yang terlahir di dunia bawah, tempat dimana tidak ada yang namanya manusia. Bahkan, manusia sangat dianggap sebagai kesalahan dan makhluk yang tidak boleh hidup dan bernafas di dunia ini. Ya, kehidupan yang diisi oleh monster dan makhluk-makhluk yang tidak bisa disebut manusia. Inilah kehidupan di dunia bawah.

"Ya, dan aku akan menjawabnya jika kau masuk ke kamar mu sekarang!" bentak gadis itu tiba-tiba muncul di belakang Afra dan langsung menarik tangan Afra masuk ke dalam kamarnya.

Afra benar-benar terkejut dan tak percaya setelah mendengar dan melihat sendiri apa yang dilakukan gadis itu.

Wajahnya terlihat cantik, tetapi dingin. Kadangkala dia terlihat sangat gelap dan kejam. Gadis bermata merah dengan rambutnya yang berwarna hitam kemerahan dan pakaiannya yang selalu berwarna hitam dengan perpaduan warna merah, gadis yang selalu mengatakan hal-hal yang membuat Afra terkejut dan kebingungan.

Walau sebenarnya dia mengatakan hal yang seharusnya Afra pahami. Tidak bisa dikatakan jahat, dan juga tidak bisa dikatakan baik, begitulah karakter nya. Misteri dan penuh teka-teki.

Gadis itupun menarik tangan Afra dan membawanya masuk ke kamar sampai di depan tempat tidur Afra. Gadis itu langsung mendudukkan Afra di kasur sementara dirinya pergi menutup pintu kamar.

"Sekarang, tanyakan sebelum aku membuatmu mati," ucap gadis itu kembali menyelipkan kata-kata aneh dan menakutkan di setiap perkataan nya. Walaupun dia mengatakannya dengan nada dingin, tetap saja dalam pandangan Afra.

"A-aku benar-benar tak mengerti," ucap Afra masih kebingungan mendengar perkataan gadis bermata merah itu.

Sekarang….

"Ya, dan ya. Sampai kapan kau akan bilang 'tidak mengerti' hah?" tanya gadis itu sambil berjalan menghampiri Afra dan duduk di sebelahnya.

Afra hanya diam dan menundukkan kepalanya mendengar perkataan gadis itu, "a-aku tidak tau…."

Keheningan pun mulai tercipta setelah Afra mengatakan 'aku tidak tau'. Ya, tidak ada yang berbicara di antara mereka berdua. Afra diam dan menundukkan kepalanya karena merasa sedikit aneh dengan dirinya. Sedangkan gadis itu diam karena … entahlah. Dia hanya diam saja dan melirik Afra dengan wajah dingin nya.

"Kau … benar-benar bodoh ya, Afra!" ucap gadis itu dengan lirih, dan itu membuat Afra sedikit terkejut.

"A-aku…," ucap Afra tidak tahu harus berkata apa pada gadis disebelah nya itu. Dan mereka saling diam dalam keheningan siang hari ini. Ya, matahari masih bersinar dan tentu saja ini masih siang.

Hening, begitulah kira-kira. Tidak ada yang berbicara sama sekali. Afra dan gadis itu hanya diam, lagi. Sampai….

Bruk

Gadis bermata merah itu merebahkan tubuhnya di kasur setelah lama menunggu Afra berbicara. Ya, dia benar-benar tak suka menunggu.

"Kalau kau diam saja, maka biarkan aku tidur! Aku juga butuh istirahat," ucap gadis bermata merah itu dengan nada dingin dan langsung memejamkan matanya. Ya, sepertinya gadis itu benar-benar tertidur sekarang.

Walau begitu, Afra masih diam dan menundukkan kepalanya setelah mendengar perkataan gadis itu. Afra tidak menoleh ke gadis itu, sama sekali tidak. Ia hanya diam dan menundukkan kepalanya, dengan tangannya yang diletakkan di atas pahanya.

Kenapa … aku tidak bisa bicara pada nya? batin Afra masih tetap menundukkan kepalanya dan tak menoleh sedikitpun ke arah gadis itu.

***

Semakin tidak jelas alurnya … begitulah. Atau begitukah? Ya, tentu saja tidak. Walau awalnya ya akhirnya akan tetap tidak. Hanya karena satu oranglah yang membuat semuanya terasa mulai tidak beraturan. Ya, ini baru awalnya. Semuanya … baru dimulai.

Aku … kenapa? Apa yang terjadi pada ku?

Siapa … aku? Apakah … aku manusia?

Kalau iya, maka … siapa dia?

Siapa … yang sedang tertidur di kasur ku saat ini?

Kenapa dia … selalu mengatakan hal aneh?

Aku … benar-benar tak mengerti….

AI (ai) … apa itu? Lalu … apa maksudnya dengan alter ego?

Kenapa aku bisa mengingat perkataan nya itu …! Padahal aku … aku ….

… Tidak mengerti sama sekali!

Kenapa aku bisa seperti ini? Kenapa!

A-Ayah—

"Berhenti menyebut-nyebut orang itu, Manusia! Kau benar-benar ingin mati, ya!" bentak gadis bermata merah itu seketika langsung membangunkan Afra yang ternyata ikut tertidur. Namun, sepertinya ini—

K-kenapa aku bisa ada di sini! batin Afra terkejut melihat ada dimana dirinya sekarang. Ya, Afra sekarang … entah bagaimana bisa kembali lagi ke dalam hutan. Dan … matahari sudah benar-benar tenggelam dan menghilang sekarang.

Ku ulangi lagi, sekarang sudah malam dan Afra kembali lagi ke dalam hutan. Ya, seperti waktu itu. Afra kembali terbangun di hutan tepat saat matahari sudah benar-benar terbenam. Dan ini adalah yang kedua kalinya.

"A-aku harus bagaimana sekarang? A-aku tidak boleh keluar kalau sudah … malam…."

Heeh

"Apa kau sudah lupa, Afra? Tidak ada orang itu lagi sekarang!" bentak gadis bermata merah tiba-tiba muncul dibelakang Afra.

Afra benar-benar merasa terkejut dan tak percaya. Juga….

"Kenapa … aku bisa—"

"Ya! Terus lah memikirkan hal itu lagi!" bentak gadis itu dengan nada tinggi, "sampai kau mati di sini … seperti orang itu!" potong gadis itu membisikkannya di telinga Afra dengan nada kejamnya dan langsung menghilang begitu saja. Dan….

KHUAAA

Suara teriakkan aneh tiba-tiba terdengar sangat keras dan menggema.

Afra benar-benar terkejut mendengar suara lain, yang bukanlah suara dari gadis itu. Afra sudah menyadari kalau gadis itu sudah pergi meninggalkan nya. Dan juga, suara itu … sama seperti saat waktu itu.

A-aku harus pergi sekarang! batin Afra sambil berusaha menggerakkan tubuhnya, tetapi….

"K-kenapa aku tidak bisa bergerak!" ucap Afra sambil terus berusaha melangkahkan kakinya. Namun, tubuhnya tetap tidak bisa bergerak. Tubuhnya hanya bisa terdiam dan terus bergetar, tetapi tidak bisa digerakkan.

KHUAAA

Teriakkan monster itu mulai terdengar semakin keras dan semakin dekat.

Aku harus pergi! Aku harus kembali! Kalau tidak—

"Kau akan mati di sini!"

Terpopuler

Comments

pensi

pensi

itulah mood

2022-06-18

1

pensi

pensi

iya benar

2022-06-18

1

pensi

pensi

kalau punya kesalahan, cepat minta maaf dan kejar dia

2022-06-18

1

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula
2 Gadis Manusia
3 Melihat Dunia
4 Pertama Kali
5 Di Siang Hari
6 Sampai Akhirnya
7 Penasaran
8 Dengan Malam
9 Mimpi Aneh
10 Kebenaran
11 Tentang Dunia
12 Tanpa Manusia
13 Manusia?
14 Siapa Aku?
15 Manusia
16 Alter Ego
17 Dengan AI
18 Bersamanya
19 Memulai Awal
20 Yang Baru
21 Tentang AI
22 Dengan Monster
23 Semuanya
24 Baru Dimulai
25 Sekarang
26 Saatnya
27 Permulaan
28 Dunia
29 Pertemuan
30 Dengannya
31 Dan Ingatan
32 Yang Hilang
33 Akademi
34 Arknest
35 Kelas Pertama
36 Duel Antarkelas
37 Tantangan
38 Di Luar Duel
39 Pengenalan
40 Teman
41 Mati
42 Sabit Putih
43 Kebangkitan
44 Kota
45 Empat Kerajaan
46 Kenapa
47 Aku Tidak Bisa
48 Mengerti?
49 Para Senior
50 Tokoh Utama
51 Dua Surat
52 Assassin
53 White And Black
54 Dua Siluman
55 Tanda Bintang
56 Kepercayaan
57 Menghidupkan
58 Pertanyaan
59 Tanpa Jawaban
60 Waktu Malam
61 Yang Salah
62 Lupakan Saja
63 Kembali
64 Kepadamu
65 Es dan Lava
66 Memulai Ulang
67 Waktu
68 Untuk Manusia
69 Buku Dunia
70 Aura
71 Gadis Penyihir
72 Sosok Hijau
73 Iylasvi
74 Pergi
75 Dari Sini
76 Kita Mulai
77 Afra Afifah
78 Iliya Viely
79 Terjerat
80 Rantai
81 Berdarah
82 Tujuan
83 Rasa Baru
84 Kota Sihir
85 Hanya
86 Penampilan
87 Bentuk AI
88 Sia-sia
89 Janji
90 Sosok Biru
91 Gadis Biru
92 Sira Siveria
93 Wilayah
94 Perbatasan
95 Perpustakaan
96 Pengunjung
97 Hilang
98 Lyvie
99 Tidak Bisa
100 Jujur
101 Pagi Biru
102 Pagi Biru (2)
103 Pagi Biru (3)
104 Hari-harinya
105 Denganku
106 Kau Ingin Aku?
107 Pendamping
108 Pohon
109 Beringin
110 Bercahaya
111 Sentuhan
112 Bibir
113 Ciuman
114 Hal Biasa
115 Rencana
116 Bertanya
117 Istana
118 Kembali Lagi
119 Berkumpul
120 Demi
121 Diri-Nya
122 Kejadian
123 Terlupakan
124 Bercerita
125 Tentang Akhir
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Awal Mula
2
Gadis Manusia
3
Melihat Dunia
4
Pertama Kali
5
Di Siang Hari
6
Sampai Akhirnya
7
Penasaran
8
Dengan Malam
9
Mimpi Aneh
10
Kebenaran
11
Tentang Dunia
12
Tanpa Manusia
13
Manusia?
14
Siapa Aku?
15
Manusia
16
Alter Ego
17
Dengan AI
18
Bersamanya
19
Memulai Awal
20
Yang Baru
21
Tentang AI
22
Dengan Monster
23
Semuanya
24
Baru Dimulai
25
Sekarang
26
Saatnya
27
Permulaan
28
Dunia
29
Pertemuan
30
Dengannya
31
Dan Ingatan
32
Yang Hilang
33
Akademi
34
Arknest
35
Kelas Pertama
36
Duel Antarkelas
37
Tantangan
38
Di Luar Duel
39
Pengenalan
40
Teman
41
Mati
42
Sabit Putih
43
Kebangkitan
44
Kota
45
Empat Kerajaan
46
Kenapa
47
Aku Tidak Bisa
48
Mengerti?
49
Para Senior
50
Tokoh Utama
51
Dua Surat
52
Assassin
53
White And Black
54
Dua Siluman
55
Tanda Bintang
56
Kepercayaan
57
Menghidupkan
58
Pertanyaan
59
Tanpa Jawaban
60
Waktu Malam
61
Yang Salah
62
Lupakan Saja
63
Kembali
64
Kepadamu
65
Es dan Lava
66
Memulai Ulang
67
Waktu
68
Untuk Manusia
69
Buku Dunia
70
Aura
71
Gadis Penyihir
72
Sosok Hijau
73
Iylasvi
74
Pergi
75
Dari Sini
76
Kita Mulai
77
Afra Afifah
78
Iliya Viely
79
Terjerat
80
Rantai
81
Berdarah
82
Tujuan
83
Rasa Baru
84
Kota Sihir
85
Hanya
86
Penampilan
87
Bentuk AI
88
Sia-sia
89
Janji
90
Sosok Biru
91
Gadis Biru
92
Sira Siveria
93
Wilayah
94
Perbatasan
95
Perpustakaan
96
Pengunjung
97
Hilang
98
Lyvie
99
Tidak Bisa
100
Jujur
101
Pagi Biru
102
Pagi Biru (2)
103
Pagi Biru (3)
104
Hari-harinya
105
Denganku
106
Kau Ingin Aku?
107
Pendamping
108
Pohon
109
Beringin
110
Bercahaya
111
Sentuhan
112
Bibir
113
Ciuman
114
Hal Biasa
115
Rencana
116
Bertanya
117
Istana
118
Kembali Lagi
119
Berkumpul
120
Demi
121
Diri-Nya
122
Kejadian
123
Terlupakan
124
Bercerita
125
Tentang Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!