Afra terus menyaksikan perubahan warna langit itu sampai akhirnya….
"Apa kau tertarik, Afra?"
Suara itu kembali muncul dan terdengar di telinga Afra.
"Apa kau akan diam saja, Afra? Ayo masuk!" ajak sang ayah seketika menyadarkan Afra yang masih terdiam di depan pintu masuk.
"I–iya, Ayah! Aku masuk!" sahut Afra sambil masuk ke dalam rumahnya.
***
Hari sudah malam, Afra dan sang ayah sedang berada di ruang tengah. Afra sedang menceritakan apa saja yang ia lakukan saat keluar rumah tadi. Namun, Afra tidak menceritakan tentang suara aneh itu. Tentu saja, menurutnya itu hanyalah imajinasi nya saja … mungkin. Sampai akhirnya….
"Sebenarnya … apakah malam itu indah?" tanya Afra sambil menoleh ke arah sang ayah, "Ayah?"
Afra berpikir ingin menanyakan apa yang dikatakan oleh suara itu sebelumnya di hutan. Afra sedikit penasaran dan ingin tahu maksud suara itu. Namun, sang ayah sepertinya sudah kelelahan dan tertidur.
"Yah, ayah sudah tidur duluan," ucap Afra sedikit kecewa karena ayahnya sudah tidur duluan, "ya sudahlah."
Afra pun langsung mencari selimut dan mengambilnya lalu menyelimuti sang ayah yang tertidur itu, "selamat malam, Ayah."
Afra pun pergi ke kamarnya dan menutup pintu kamar nya.
"Aku rasa … ini pertama kalinya aku memegang pintu ini," pikir Afra sambil tersenyum senang.
Afra seketika melihat ke arah jendela kamarnya yang terbuka itu. Afra langsung berjalan menuju jendela kamarnya.
"Aku pikir jendela kamarnya sudah … ditutup," ucap Afra seketika terbelalak melihat ada banyak sekali cahaya-cahaya kecil yang berterbangan diluar, "apa itu?"
Afra lalu melihat ke arah langit malam yang gelap dan kembali terbelalak melihat banyak sekali cahaya yang sama seperti sebelumnya, hanya saja cahaya-cahaya itu tidak berterbangan.
"Bintang," ucap Afra tiba-tiba langsung mengatakan hal yang dikatakan oleh suara aneh itu sebelumnya.
"Ya, itu adalah bintang, Afra."
Afra seketika langsung terkejut dan langsung menoleh ke belakang, "siapa itu?"
Hihihi
"Apa kau akan menanyakan pertanyaan yang sama setiap kali mendengar suara ku ini, Afra?" tanya suara itu seketika terdengar di telinga Afra.
Afra pun langsung menoleh ke belakang, kembali melihat ke arah jendela kamarnya. Tidak ada apapun, sama sekali. Hanya angin dingin yang tiba-tiba masuk dan membuat Afra sedikit kedinginan.
"Sudahlah, aku tutup saja jendelanya," pikir Afra sambil menutup jendela kamarnya. Hawa dingin malam pun masih Afra rasakan sekarang.
"Ternyata malam itu dingin ya," pikir Afra sambil melihat sekeliling. Afra masih mencari-cari asal suara itu. Namun, tetap saja tidak ada apapun.
Sudahlah, kenapa aku penasaran dengan nya, batin Afra.
Afra pun langsung membaringkan tubuhnya di kasur dan melihat lagi ke arah jendela kamarnya. Afra masih bisa melihat sedikit cahaya-cahaya kecil yang berterbangan itu.
Afra memperhatikannya dengan seksama sampai akhirnya Afra langsung mengalihkan pandangannya ke langit-langit kamar nya.
"Ah! Apa yang sebenarnya aku pikirkan sih?" ucap Afra sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Afra pun langsung menarik selimutnya sehingga menutupi seluruh tubuhnya.
"Sudahlah, lebih baik aku tidur!" ucap Afra sambil memejamkan matanya dan tidur.
----------------------------------------------------
Malam. Sebutan saat dimana dunia mulai gelap, dan bulan mulai bersinar. Bintang-bintang yang mengikutinya, juga beberapa benda langit lainnya yang hanya bisa dilihat saat gelap. Keindahannya sangatlah nyata dan tak bisa dipungkiri lagi. Walau kadang udaranya yang dingin membuat nya terasa berbeda.
Kadang indah, kadang menyeramkan. Malam itu bagaikan misteri, sebagaimana kegelapan yang selalu menyimpan banyak hal di dalamnya. Tidak ada yang tahu kalau tidak melihatnya dengan mata kepala sendiri. Bagaimana rasanya … melihat rahasia dunia yang tersembunyi di balik gelapnya malam.
"Aku ada dimana?" ucap Afra tiba-tiba berada di tempat aneh.
Seketika, cahaya dari atas menyinari Afra dan membuat Afra sedikit merasa silau. Afra pun langsung melihat ke atas dan terbelalak melihat ada banyak sekali titik-titik cahaya yang bersinar terang. Dan juga, ada sebuah benda bulat yang paling bersinar terang dari yang lainnya.
"Bulan dan bintang," ucap Afra seketika menyebutkan nama benda itu.
"Ya, akhirnya kau menyebutkan nya, Afra Afifah."
Suara itu lagi! batin Afra sambil menoleh ke belakang.
"Siapa kau?" tanya Afra dengan nada tinggi.
Tidak ada jawaban dan tidak ada suara apapun yang terdengar. Hanya saja, tempat aneh itu kembali muncul lagi. Lantai dengan pola kotak berwarna hitam dan putih. Selain di tempat Afra berdiri, tidak ada cahaya sama sekali yang menyinari tempat aneh tempat Afra berada saat ini.
"Ada dimana ini? Siapa kau sebenarnya?" tanya Afra lagi dengan penuh keberanian.
Tap … tap
"Aku rasa bukan saatnya kita membahas tentang itu, Afra," ucap suara itu yang mulai terdengar seperti suara Afra.
Afra pun seketika terkejut mendengar suara itu yang terdengar sangat mirip seperti suaranya. Tubuh Afra tiba-tiba terasa bergetar.
"S–siapa kau … sebenarnya?" tanya Afra lagi berusaha memberanikan dirinya.
Tap
"Lebih baik kita bicara tentang keinginan mu itu, Afra," ucap suara itu yang terdengar membisik di telinga Afra, "keinginan untuk melihat bintang di langit malam yang indah itu."
Hihihi
"Tidak!" teriak Afra seketika langsung terbangun dari tidurnya. Afra ternyata kembali memimpikan suara itu, lagi.
Nafasnya terengah-engah lagi. Perasaan yang sama seperti sebelumnya kembali Afra rasakan saat ini. Rasa sakit yang terasa seperti ingin mengambil alih tubuhnya.
"Akh!" teriak Afra langsung menutup mulut nya dengan kedua tangannya.
Perlahan, rasa sakit itupun mulai menghilang. Afra pun langsung menurunkan tangannya yang menutupi mulutnya itu. Detak jantungnya terasa berdetak kencang. Afra masih merasa sedikit sakit walau sudah tidak terasa menyakitkan sekali.
"Apa … yang sebenarnya terjadi padaku?" pikir Afra dalam benaknya.
Afra pun langsung menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nafasnya dengan perlahan. Afra lalu melihat sekeliling kamarnya dan melihat ke arah jendela. Afra melihat belum ada cahaya sama sekali diluar jendela. Langit malam masih menyelimuti, dan sepertinya Afra terbangun tengah malam karena mimpi anehnya itu. Ya, mimpi yang selalu menghantuinya setiap kali Afra menginginkan sesuatu.
"Ternyata masih malam ya, dan aku malah terbangun," gumam Afra sambil membaringkan tubuhnya lagi di kasur.
Afra pun melihat langit-langit kamarnya dan sedikit mengingat-ingat kembali mimpinya itu.
" 'Lebih baik kita membicarakan tentang keinginan mu, Afra …. Keinginan untuk melihat bintang di langit malam yang indah itu.' "
"Apa maksudnya itu? Melihat bintang?" pikir Afra sedikit terkejut dan penasaran karena ia bisa mengingat perkataan suara itu dengan jelas. Suaranya, ucapannya, nada bicaranya, dan juga … beberapa hal yang berhubungan dengan nya.
Afra pun langsung bangun dari kasurnya dan kembali melihat ke arah jendela kamarnya. Afra melihat keluar jendela. Hanya pemandangan gelapnya langit malam saja yang Afra lihat saat ini. Tidak ada cahaya sedikitpun yang terlihat diluar jendela.
Afra pun menggelengkan kepalanya dan menepuk kecil kepalanya, "apa yang sedang aku lakukan? Kenapa aku melihat keluar? Sekarang kan malam! Tidak ada apapun di malam hari yang gelap itu!" gumam Afra dengan lirih sambil menundukkan kepalanya, "tidak ada apapun—"
"Benarkah begitu, Afra?"
Afra pun seketika langsung melihat lagi ke arah jendela kamarnya setelah mendengar suara itu yang kembali terdengar membisik di telinganya. Afra pun langsung melihat adanya cahaya-cahaya kecil yang berterbangan diluar jendela.
"Apa itu?" tanya Afra sambil beranjak dari kasur dan berjalan menuju jendela kamarnya.
Afra melihat keluar jendela dan melihat langit malam yang dipenuhi titik-titik cahaya berwarna-warni dan juga benda bulat yang bersinar terang itu, seperti dalam mimpinya sebelumnya.
"Apa itu … bulan dan bintang?" tanya Afra pada dirinya sendiri sambil terus melihat bulan dan bintang yang bersinar terang menyinari langit malam itu.
"Ya, apa kau mulai penasaran, Afra? Bagaimana rasanya … melihat langsung bulan dan bintang itu diluar?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 125 Episodes
Comments
Lee
sapose sih bkin pnasaran aja ?
2022-04-13
1
AyuSri
up lgi thorrr
2022-03-15
4