"Apa itu?" tanya Afra sambil beranjak dari kasur dan berjalan menuju jendela kamarnya.
Afra melihat keluar jendela dan melihat langit malam yang dipenuhi titik-titik cahaya berwarna-warni dan juga benda bulat yang bersinar terang itu, seperti dalam mimpinya sebelumnya.
"Apa itu … bulan dan bintang?" tanya Afra pada dirinya sendiri sambil terus melihat bulan dan bintang yang bersinar terang menyinari langit malam itu.
"Ya, apa kau mulai penasaran, Afra? Bagaimana rasanya … melihat langsung bulan dan bintang itu diluar?" tanya suara itu membisikkannya di telinga Afra. Afra seketika terkejut dan tak bisa bergerak. Tubuhnya seakan sudah diikat dengan sesuatu yang keras.
Afra pun merasakan sesuatu yang menyentuh pipinya dan mengelusnya. Sebuah tangan dengan jari-jarinya berwarna merah. Afra semakin terkejut dan merasa ketakutan. Tubuhnya menggigil dan gemetar. Afra masih bisa merasakan tubuhnya, tetapi ia tidak bisa menggerakkan nya.
Afra pun tiba-tiba langsung merasakan udara panas yang masuk ke telinganya. Udara panas itu terasa sangat mencekam dan seketika berubah menjadi dingin dan membuat Afra kembali merasa sesak.
"Kau bisa menahannya lebih lama, tetapi kau tidak bisa menghilangkannya untuk selamanya, Afra!" bisik suara itu yang terdengar sangat mencekam di telinga Afra. Afra sedikit melihat wujud dari suara itu. Sesosok hitam dengan jari tangannya yang berwarna merah. Afra hanya bisa melihat jelas bagian itu saja sebelum sesosok itu hilang.
Suara dan orang itu … mereka itu satu! Sama seperti dalam mimpiku, batin Afra sambil memegangi dadanya yang terasa sesak.
Afra berusaha menenangkan dirinya dan juga pikirannya. Afra sudah bisa menggerakkan tubuhnya lagi. Ia pun langsung menenangkan dirinya yang masih menggigil ketakutan sambil mengatur nafasnya yang terengah-engah itu.
***
Malam masih berjalan. Kegelapan masih menyelimuti. Walau bintang dan bulan masih menyinari, tetap akan ada hal buruk yang akan menanti.
Setelah kejadian buruk itu, Afra pun berusaha untuk tidur kembali. Namun ia tidak bisa tidur sama sekali. Afra masih merasakan hawa keberadaan sesosok itu. Aura mencekam masih bisa dirasakan oleh nya saat ini. Itu membuatnya semakin tidak ketakutan dan menggigil.
Walaupun Afra sudah berusaha menenangkan dirinya, hal itu terus menghantuinya.
"Ah! Kenapa aku tidak bisa tidur?" keluh Afra sambil menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut dan berusaha untuk tertidur, tetapi ia tidak merasa ngantuk sama sekali sekarang. Afra berusaha untuk tidur dan tetap memejamkan matanya. Namun, tiba-tiba….
"Ah—" teriak Afra langsung terbangun dari usahanya untuk tidur dan langsung menutup mulutnya karena dirinya yang tiba-tiba berteriak. Afra berteriak bukan tanpa alasan, itu karena…
Dia kembali! batin Afra sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Ya, sesosok itu selalu saja menunjukkan dirinya di dalam pikiran Afra ketika Afra mencoba untuk tidur. Sesosok itu terus muncul dan menatapnya … dengan tatapan matanya yang terlihat menyeramkan, begitulah menurut Afra.
***
Waktu terus berjalan, dan malam sepertinya masih panjang. Afra sekarang sedang duduk di kasurnya dengan selimut yang masih menyelimuti setengah tubuhnya sambil melihat sekeliling. Sesekali Afra menatap ke arah jendela, dan melihat keluar. Hanya langit malam yang gelap saja yang dilihatnya. Afra lalu melihat ke arah pintu kamarnya, tetapi Afra langsung memalingkan wajahnya ke arah mejanya dan kembali membaringkan tubuhnya. Ia melihat langit-langit kamarnya.
"Aku rasa … ini pertama kalinya. Aku tidak bisa tidur," gumam Afra sambil menatap langit-langit kamarnya, "dan aku baru sadar … kalau ternyata aku sudah tidak merasa mengantuk lagi."
"Ah! Kenapa aku harus memikirkan hal seperti ini! Tidur, tidur! Aku tidak mau peduli dengan mimpi aneh itu! Tidur, tidur! Tidur saja tidur!" ucap Afra sambil menggulingkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri lalu menarik selimutnya dan memejamkan matanya dengan cepat.
Ya, tentu saja Afra tetap tidak bisa tertidur. Walau sudah mengatakan hal seperti itu pada dirinya sendiri. Entah sejak kapan kebiasaan seperti itunya muncul. Afra merasa aneh dengan dirinya. Ia merasa bimbang dan tidak tahu harus berbuat apa, semenjak mimpi anehnya itu muncul.
Afra pun membuka matanya dan menurunkan selimutnya lalu beranjak dari tempat tidurnya. Afra melihat sekeliling kamarnya.
Aku tidak bisa tidur, dan aku tak tau harus bagaimana lagi, begitulah pemikiran yang terbesit di pikiran Afra.
Apa aku … harus memanggil ayah? batin Afra setelah berpikir sejenak.
"A … a—" potong Afra langsung menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak bisa meminta tolong ayah te … rus?" batin Afra sambil menggelengkan kepalanya sampai akhirnya ia sadar apa yang baru saja dipikirkan nya itu.
"Apa barusan aku mengatakan hal itu? Apa aku pernah berpikir seperti ini? Ada apa ini? Apa … yang sebenarnya terjadi padaku? Kenapa pemikiran seperti itu bisa muncul dipikiran ku?" batin Afra bertanya kepada dirinya sendiri, sampai….
Krek
Suara pintu kamar Afra terbuka, dan tentu itu adalah….
"A–Ayah?" ucap Afra terkejut melihat ayahnya yang membuka pintu kamarnya. Sang ayah juga terkejut melihat Afra yang terbangun.
"Afra sayang? Apa kamu terbangun?" tanya sang ayah merasa khawatir.
Tis … tis … tis
Suara titisan air hujan tiba-tiba terdengar. Afra pun seketika langsung menoleh ke arah jendela tanpa menjawab pertanyaan sang ayah, tetapi secara tiba-tiba … kilatan petir muncul dan….
JLEGER
"Ah! Ayah!" teriak Afra langsung terjatuh ketakutan setelah melihat dan mendengar suara petir yang menyambar. Sang ayah pun langsung berlari menghampiri anaknya itu dan memeluknya dengan erat.
"Afra sayang, jangan takut ya … ayah ada disini," ucap sang ayah dengan lembut sambil mengusap wajah Afra yang ketakutan itu. Tubuh Afra bergetar ketakutan akibat petir yang menyambar diluar jendela kamarnya itu.
Perlahan, suara titisan hujan pun semakin terdengar keras dan semakin cepat. Hujan deras turun mengguyur malam yang gelap dan ini adalah malam dimana pertama kalinya bagi Afra. Ya, ini adalah malam dimana Afra tidak bisa tidur, juga pertama kalinya Afra melihat petir dan mendengar suara hujan deras turun. Dan juga pertama kalinya … ia mulai menyadari kalau memang ada yang berubah dari dirinya.
--------------------------------------------
Malam masih menyelimuti, dan hujan deras pun ikut mengiringi. Dengan suara petir yang menyambar dan bergemuruh sesekali, membuat suasana malam hari ini terasa … menakutkan. Ya, malam kali ini benar-benar berbeda dari sebelumnya.
Setelah sang ayah berhasil menenangkan Afra, ia pun membaringkan tubuh Afra di kasur. Afra ternyata ketakutan sampai tertidur di pelukan sang ayah. Sang ayah menyelimuti tubuh anaknya dan mengelus wajah juga rambutnya.
"Kau benar-benar ketakutan sampai tertidur," ucap sang ayah sambil mengelus wajah Afra yang tertidur pulas.
Sang ayah pun berhenti mengelus wajah anaknya dan menoleh ke arah jendela. Titisan air hujan nampak masih turun dan seakan menyelimuti gelapnya malam. Sang ayah kembali menoleh ke arah Afra. Wajahnya seketika terlihat seperti mulai kembali ketakutan. Ia pun langsung mengelus wajah anaknya itu. Afra tersenyum setelah sang ayah mengelusnya.
"Ayah akan menemani mu malam ini ya, Afra sayang."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 125 Episodes
Comments
Ryoka2
mampir lagi Thor👍
2022-06-15
1
Lee
Fix sepertinya sosok itu gerandong peliharaannya mak lampir ya ka othor..hehe
2022-04-13
1
Kall.
Huehue, ayah sayang Afra hanya saja belum ketebak kenapa Afra ngak boleh keluar. Dan makhluk apa itu masih blm terjawab🤧
2022-04-10
1