Mimpi Aneh

"Sudah lama sekali ya, Afra Afifah!"

"Ah!" teriak Afra seketika langsung terbangun dari tidurnya.

Hah … hah … hah

"Apa … itu?" ucap Afra sambil berusaha mengatur nafasnya yang terengah-engah, "apa … itu mimpi?"

----------------------------------------------------------

Sudah dua tahun berlalu, dan kini umur ku sudah sepuluh tahun. Walau begitu, aku sudah mempunyai pemikiran yang tinggi. Setidaknya, aku rasa aku tidak bodoh. Mungkin, aku ini anak yang polos saja … dan belum tahu banyak hal.

Aku sekarang sudah terbiasa untuk berpikir kri … kri … kritis. Ah, iya! Kritis.

"Ayah! Selamat pagi!"

"Selamat pagi, Afra sayang!"

Ternyata memang sulit mengatakannya. Ayah yang mengatakannya padaku, kalau aku sudah tumbuh dengan baik dan menjadi anak yang selalu ingin tahu. Itu adalah hal yang bagus, itu yang dikatakan ayah padaku. Walau begitu, aku masih seperti dulu. Anak pendiam, polos, tapi selalu ingin tahu banyak hal.

"Wah! Kamu terlihat ceria sekali, dan juga semakin cantik!"

"Ih, ayah bisa saja, hehe."

Kata ayah aku ini masih polos, dan menurutku juga begitu. Aku rasa aku ini terlalu penurut juga. Aku bahkan tidak tahu kalau ternyata burung yang berkicau setiap hari. Aku pikir itu suara angin.

"Hari ini kamu mau keluar kan? Mau ayah temani?"

"Iya! Ayo, Ayah! Kita pergi keluar bersama!"

Lebih baik sekarang aku fokus saja menikmati waktu bersama ayah! Aku tidak terlalu pandai bercerita, jadi kubiarkan saja kau yang bercerita.

---------------------------

Ya, dan ya. Ini lebih baik. Tidak ada aku, tidak ada kamu, tidak ada kita— ah, sudahlah!

Ini adalah pagi hari yang cerah. Dan kini, Afra sedang berlari-lari bersama ayahnya. Ya, mereka sedang bermain kejar-kejaran. Pepohonan yang selalu membuat suasana terasa sejuk dan juga sinar matahari yang cerah membuat semuanya terasa lebih baik. Tidak, mungkin memang benar-benar baik … sepertinya.

"Ayo, kejar ayah kalau bisa!" teriak sang ayah berlari di tempat dan menoleh ke belakang, tepatnya ke arah Afra yang masih berusaha mengejarnya.

"Aku … masih bisa … mengejar ayah!" ucap Afra yang mulai kelelahan berlari dengan nafasnya yang sudah terengah-engah.

Afra pun akhirnya berhenti berlari karena kelelahan dan sang ayah langsung menghampirinya.

"Baiklah, kita istirahat dulu ya," kata sang ayah sambil mengulurkan tangannya pada Afra.

***

"Ayah, Ayah! Itu, lihat!" teriak Afra sambil menunjuk ke arah semak-semak yang bergerak-gerak.

Seekor hewan keluar dari semak-semak yang bergerak-gerak itu. Afra pun langsung bangun dari duduknya. Matanya melebar melihat hewan kecil berbulu coklat itu.

Sang ayah bangun dari duduknya, "Afra tau itu hewan apa?" tanyanya yang dibalas anggukan cepat oleh Afra.

"Itu kelinci kan?" jawab Afra sambil menunjuk ke arah hewan dengan telinga pendek dan dua gigi depannya terlihat lebih panjang. Keempat kakinya juga terlihat kecil dengan ekornya yang panjang lebat.

Sang ayah tertawa kecil, "itu tupai, Afra."

Tupai itu langsung berlari dan memanjat ke pohon disebelahnya ketika menyadari dirinya diperhatikan oleh Afra dan ayahnya.

***

Matahari terlihat mulai terbenam, dan sudah menunjukkan cahayanya yang berwarna jingga kemerahan. Angin sepoi-sepoi berhembus dan terasa lebih dingin dari yang sebelumnya, atau lebih tepatnya lebih dingin daripada angin sejuk di pagi hari.

Afra dan sang ayah sekarang sudah sampai di depan rumah pohonnya. Mereka sudah berjalan pulang setelah puas berjalan-jalan dan bermain.

Sang ayah sudah siap naik ke atas tangga dan sedang menunggu Afra yang masih melihat cahaya matahari terbenam.

"Indahnya," gumam Afra kagum melihat cahaya matahari terbenam yang terlihat begitu indah, begitulah menurutnya. Warna langit atasnya yang masih biru bercampur dengan langit dibawahnya yang berwarna jingga dan mulai menjadi kemerahan. Benar-benar sulit untuk dikatakan keindahannya. Pepohonan yang tumbuh seakan memberi celah untuk melihat ujung asal cahaya matahari itu terbenam.

"Afra, ayo masuk. Sebentar lagi malam lho!" kata sang ayah dengan nada lembut.

"Ya, sebentar lagi malam … dan bintang-bintang akan mulai bersinar, Afra."

"Ah!" Afra langsung menoleh ke arah sang ayah. Bukan karena sebelumnya ayahnya yang memanggilnya, melainkan karena 'suara itu' yang kembali terdengar.

"Ayo kita masuk, matahari sudah terbenam!" pinta sang ayah dengan lemah lembut sambil tersenyum pada anaknya.

"I-iya, Ayah," jawab Afra sambil menyusul ayahnya yang sudah menaiki tangga.

---------------------------------------------------------

Waktu itu unik. Kadang lambat, kadang cepat, dan kadang juga … terasa tidak ada. Walau sebenarnya selalu bergerak dengan tempo yang sama, tetap saja kan terasa berbeda.

Tap tap

"Siapa?" Afra menoleh ke samping, dan….

Tap

"Apa itu?" tanyanya lagi menoleh ke arah lainnya, dan tidak ada apapun … sama sekali.

Apa ini mimpi itu? batin Afra berpikir dan berusaha tetap tenang.

"Ya, Afra," bisik sesosok hitam yang tiba-tiba muncul dibelakang Afra.

Tubuh Afra seketika langsung tak bisa bergerak.

Sesosok itu membelai rambut Afra dan meninggalkan sesuatu yang terasa cair dan kental. Afra merasakan rambutnya yang terasa basah dengan sesuatu yang tidak terasa seperti air biasa. Namun, tubuhnya tetap tak bisa bergerak meski ia masih bisa merasakannya.

Afra melihat tangan sesosok itu yang berada di depan matanya saat ini. Jari-jarinya terlihat berwarna merah gelap, dengan kuku jari telunjuknya yang lancip.

"A–apa yang … kau lakukan?" tanya Afra memberanikan diri, "siapa k-au—"

Sesosok itu langsung menutup mata Afra dengan tangannya yang berwarna merah itu. Nafas Afra terengah-engah. Tubuhnya mulai bergetar dan jantungnya berdetak kencang. Aliran darahnya terasa begitu cepat dan membuatnya kesakitan. Namun, tiba-tiba….

"Tenangkan diri mu, dan lihatlah apa yang ada didepan mu saat ini!"

Seketika, Afra langsung bisa merasakan tubuhnya bisa digerakkan. Dan tangan sesosok hitam itu langsung menghilang. Pandangan Afra kembali, dan ia terkejut melihat apa yang ada didepannya saat ini.

Sebuah cermin, batin Afra setelah melihat cermin yang memunculkan bayangan dirinya.

Afra menatap bayangan dirinya di cermin dengan seksama, dan melihat sesosok hitam yang sedang berdiri dibelakangnya. Ia langsung menoleh kebelakang, dan….

Tidak ada, batin Afra.

Ya, tidak ada. Afra hanya melihat ruangan gelap disekelilingnya. Ya, ruangan gelap tanpa ujung.

"Aku sebenarnya … ada dimana … sekarang?" tanya Afra dengan lirih.

Entah kenapa … pikiran Afra terasa kosong. Ia tidak merasakan dan tidak bisa memikirkan apapun.

Tiba-tiba, Afra merasakan nafas dingin di telinganya, dan bisikan suara itu.

"Kau ada disini, bersamaku. Dan kita akan melihat malam saat ini!"

Afra terbelalak mendengar bisikan suara itu, suara dari sesosok hitam itu.

"A–apa yang kau katakan?" tanya Afra terkejut dan mulai merinding ketakutan.

Hihihi

"Buka matamu, Afra Afifah …!"

Terpopuler

Comments

Ryoka2

Ryoka2

semangat 😆

2022-06-16

1

Ryoka2

Ryoka2

mampir lagi Thor 👍

2022-06-16

1

Maretha♚⃝҉𓆊

Maretha♚⃝҉𓆊

semangat,,

2022-03-20

4

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula
2 Gadis Manusia
3 Melihat Dunia
4 Pertama Kali
5 Di Siang Hari
6 Sampai Akhirnya
7 Penasaran
8 Dengan Malam
9 Mimpi Aneh
10 Kebenaran
11 Tentang Dunia
12 Tanpa Manusia
13 Manusia?
14 Siapa Aku?
15 Manusia
16 Alter Ego
17 Dengan AI
18 Bersamanya
19 Memulai Awal
20 Yang Baru
21 Tentang AI
22 Dengan Monster
23 Semuanya
24 Baru Dimulai
25 Sekarang
26 Saatnya
27 Permulaan
28 Dunia
29 Pertemuan
30 Dengannya
31 Dan Ingatan
32 Yang Hilang
33 Akademi
34 Arknest
35 Kelas Pertama
36 Duel Antarkelas
37 Tantangan
38 Di Luar Duel
39 Pengenalan
40 Teman
41 Mati
42 Sabit Putih
43 Kebangkitan
44 Kota
45 Empat Kerajaan
46 Kenapa
47 Aku Tidak Bisa
48 Mengerti?
49 Para Senior
50 Tokoh Utama
51 Dua Surat
52 Assassin
53 White And Black
54 Dua Siluman
55 Tanda Bintang
56 Kepercayaan
57 Menghidupkan
58 Pertanyaan
59 Tanpa Jawaban
60 Waktu Malam
61 Yang Salah
62 Lupakan Saja
63 Kembali
64 Kepadamu
65 Es dan Lava
66 Memulai Ulang
67 Waktu
68 Untuk Manusia
69 Buku Dunia
70 Aura
71 Gadis Penyihir
72 Sosok Hijau
73 Iylasvi
74 Pergi
75 Dari Sini
76 Kita Mulai
77 Afra Afifah
78 Iliya Viely
79 Terjerat
80 Rantai
81 Berdarah
82 Tujuan
83 Rasa Baru
84 Kota Sihir
85 Hanya
86 Penampilan
87 Bentuk AI
88 Sia-sia
89 Janji
90 Sosok Biru
91 Gadis Biru
92 Sira Siveria
93 Wilayah
94 Perbatasan
95 Perpustakaan
96 Pengunjung
97 Hilang
98 Lyvie
99 Tidak Bisa
100 Jujur
101 Pagi Biru
102 Pagi Biru (2)
103 Pagi Biru (3)
104 Hari-harinya
105 Denganku
106 Kau Ingin Aku?
107 Pendamping
108 Pohon
109 Beringin
110 Bercahaya
111 Sentuhan
112 Bibir
113 Ciuman
114 Hal Biasa
115 Rencana
116 Bertanya
117 Istana
118 Kembali Lagi
119 Berkumpul
120 Demi
121 Diri-Nya
122 Kejadian
123 Terlupakan
124 Bercerita
125 Tentang Akhir
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Awal Mula
2
Gadis Manusia
3
Melihat Dunia
4
Pertama Kali
5
Di Siang Hari
6
Sampai Akhirnya
7
Penasaran
8
Dengan Malam
9
Mimpi Aneh
10
Kebenaran
11
Tentang Dunia
12
Tanpa Manusia
13
Manusia?
14
Siapa Aku?
15
Manusia
16
Alter Ego
17
Dengan AI
18
Bersamanya
19
Memulai Awal
20
Yang Baru
21
Tentang AI
22
Dengan Monster
23
Semuanya
24
Baru Dimulai
25
Sekarang
26
Saatnya
27
Permulaan
28
Dunia
29
Pertemuan
30
Dengannya
31
Dan Ingatan
32
Yang Hilang
33
Akademi
34
Arknest
35
Kelas Pertama
36
Duel Antarkelas
37
Tantangan
38
Di Luar Duel
39
Pengenalan
40
Teman
41
Mati
42
Sabit Putih
43
Kebangkitan
44
Kota
45
Empat Kerajaan
46
Kenapa
47
Aku Tidak Bisa
48
Mengerti?
49
Para Senior
50
Tokoh Utama
51
Dua Surat
52
Assassin
53
White And Black
54
Dua Siluman
55
Tanda Bintang
56
Kepercayaan
57
Menghidupkan
58
Pertanyaan
59
Tanpa Jawaban
60
Waktu Malam
61
Yang Salah
62
Lupakan Saja
63
Kembali
64
Kepadamu
65
Es dan Lava
66
Memulai Ulang
67
Waktu
68
Untuk Manusia
69
Buku Dunia
70
Aura
71
Gadis Penyihir
72
Sosok Hijau
73
Iylasvi
74
Pergi
75
Dari Sini
76
Kita Mulai
77
Afra Afifah
78
Iliya Viely
79
Terjerat
80
Rantai
81
Berdarah
82
Tujuan
83
Rasa Baru
84
Kota Sihir
85
Hanya
86
Penampilan
87
Bentuk AI
88
Sia-sia
89
Janji
90
Sosok Biru
91
Gadis Biru
92
Sira Siveria
93
Wilayah
94
Perbatasan
95
Perpustakaan
96
Pengunjung
97
Hilang
98
Lyvie
99
Tidak Bisa
100
Jujur
101
Pagi Biru
102
Pagi Biru (2)
103
Pagi Biru (3)
104
Hari-harinya
105
Denganku
106
Kau Ingin Aku?
107
Pendamping
108
Pohon
109
Beringin
110
Bercahaya
111
Sentuhan
112
Bibir
113
Ciuman
114
Hal Biasa
115
Rencana
116
Bertanya
117
Istana
118
Kembali Lagi
119
Berkumpul
120
Demi
121
Diri-Nya
122
Kejadian
123
Terlupakan
124
Bercerita
125
Tentang Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!