Alter Ego

Apa …yang dia katakan? batin Afra terkejut dan bertanya-tanya.

Heh…

"Apa kau menyebutku dia? Aku ini adalah dirimu lho, Afra Afifah!" ucap gadis bermata merah itu melepaskan tangannya yang menutupi mata Afra. Afra dapat melihat lagi setelah pandangannya ditutupi, tetapi sepertinya Afra lebih memilih menutup matanya sekarang.

"A-Ayah! Ayah!" teriak Afra tiba-tiba melihat bayang-bayang ayahnya yang dimakan oleh monster itu. Darah sang ayah berceceran keluar dan mengenai wajahnya.

"A-Ayah…."

Hiks … hiks

Rasa sedihnya kembali muncul dan gadis bermata merah itu tertawa kejam.

Hihihi

Gadis itu tersenyum menyeringai dan kembali menutup mata Afra dengan tangannya, "ya, kau akan bernasib sama seperti itu mulai sekarang, Afra!"

Hihihi

"Tapi…,"-gadis itu mendekatkan wajahnya ke telinga Afra dan menghembuskan nafasnya-"… kau akan baik-baik saja … selama kau mendengar perkataan ku … Afra Afifah."

-----------------------------------------------------

Kawasan terlarang merupakan kawasan yang tidak boleh dimasuki saat malam tiba. Disinilah tempatnya para monster-monster haus darah yang akan menyerang siapa saja, apalagi jika mangsanya adalah manusia. Ada juga makhluk yang tinggal disini, dan mereka juga hampir sama seperti monster-monster itu.

Makhluk-makhluk maupun monster itu saling menyerang satu sama lain, walaupun masih ada yang hidup berkelompok. Namun, mereka hanya aktif di malam hari. Karena kawasan terlarang adalah tempat paling berbahaya jika malam. Dan saat matahari bersinar, tempat ini hanyalah hutan biasa.

Ya, hutan biasa. Entah kenapa hutan di kawasan terlarang menjadi berbahaya di saat malam saja, dan jika siang … hutannya akan sangat aman. Tidak ada yang akan tersesat jika memasuki hutan di kawasan terlarang pada waktu siang. Berbeda dengan waktu malam. Semuanya akan berputar 180 derajat.

KHUAAAA

KHEEE

KHUAAA

"SEMUA! ADA MANUSIA DISINI!"

"SEPERTINYA DIA SUDAH DIMAKAN OLEH MONSTER LAIN!"

"HEI! MASIH ADA SATU MANUSIA YANG MASIH HIDUP DISEKITAR SINI!

KHEEE KHEE KHEE

KHUAAAA

"KITA AKAN MENEMUKAN MANUSIA ITU DAN BERPESTA!!"

-----------------------------------------------------------

Waktu terus berjalan dan tidak akan pernah berhenti sebelum waktunya. Dan ini sudah satu minggu sejak kejadian malam itu. Ya, sudah satu minggu dan sepertinya … Afra masih merasakan hal itu. Rasa sedih dan bayang-bayang kejadian itu masih terlihat jelas di pikirannya.

Walau sebenarnya … ada satu hal yang membuat Afra semakin terbayang-bayang akan kejadian itu. Bukan karena ia trauma dan tidak bisa menghilangkannya, melainkan karena … perkataan gadis itu.

"Tenangkan diri mu dan dengarkan perkataan ku, Afra…."

"Karena aku ini sebenarnya … adalah bagian dari mu …,"-tersenyum menyeringai-"… sisi lain dari dirimu, Afra…."

"Karena sekarang … kau adalah manusia alter ego!"

Hihihi

"Manusia yang bahkan lebih buruk dari semua manusia yang dibenci di dunia ini!"

"Dan aku adalah alter ego itu, Afra!"

"Ah!" teriak Afra seketika terbangun dari tidurnya. Nafasnya terengah-engah lagi. Sama seperti saat mimpi sebelumnya.

Ya, ini bukanlah yang pertama kali. Ini sudah kembali … mimpi ini sudah kembali semenjak hari itu. Mimpi yang dibawa … oleh gadis bermata merah itu.

***

Hari ini adalah pagi yang cerah. Sinar mentari terasa menghangatkan udara pagi yang sejuk, dan angin sepoi-sepoi yang selalu berhembus. Daun-daun pepohonan seakan menari tertiup angin, dan burung-burung mulai menampakkan diri dan berkicau menyanyikan melodi lagu yang indah. Namun, itu semua tidak ada artinya jika terbangun karena mimpi buruk. Begitulah yang terlintas di pikiran Afra.

"A-aku rasa aku kekenyangan…."

Ya, kurasa itu sebelumnya. Karena sekarang Afra benar-benar merasa kenyang setelah memakan makanan yang entah kenapa dan bagaimana sudah disiapkan di dapur. Makanan yang sama seperti saat perempuan bertanduk rusa itu tiba-tiba muncul di rumah pohon Afra. Namun, sekarang perempuan itu tidak pernah muncul di rumah pohonnya. Hanya makanan nya saja yang sudah ada.

"Tapi, aku masih penasaran …," ucap Afra sambil melihat keluar jendela kamarnya, "… apa perempuan cantik itu yang memasaknya untukku?"

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu terus terpikirkan setelah Afra memakan makanan yang sudah disiapkan untuk nya itu. Ya, memang hanya ada makanan saja yang tiba-tiba sudah ada di dapur, tetapi kadang ada bulu burung berwarna hitam di lantai di dekat makanan itu. Ya, bulu burung yang sama seperti bulu saat perempuan bertanduk rusa itu menghilang. Namun, bulu itu selalu terlihat di dekat jendela kamar Afra dibandingkan di dekat makanan itu.

"Ah! Lebih baik aku tidur lagi saja!"-Afra merebahkan tubuhnya di kasur-"lagipula, aku tidak tahu harus melakukan apa!"

***

Wah, ternyata kupu-kupu secantik ini ya! batin Afra sambil tersenyum senang melihat kupu-kupu yang menghinggapi bunga. Kupu-kupu itupun langsung terbang setelah selesai mengambil serbuk sari dari bunga itu.

Angin sepoi-sepoi berhembus dan memberikan kesan yang menyejukkan bagi Afra. Pagi yang cerah memang cocok jika ada udara sejuk. Tidak terlalu panas, tidak terlalu dingin. Begitulah yang Afra pikirkan sembari menikmati angin sepoi-sepoi yang berhembus.

"Tidak panas dan tidak dingin, tapi kalau keduanya disatukan? Apa yang akan terjadi?" pikir Afra tiba-tiba terpikirkan hal seperti itu.

"Mereka berdua tidak akan bisa disatukan, tetapi mereka akan saling berdampingan dan menjadi satu kesatuan, Afra Afifah!" ucap gadis bermata merah yang tiba-tiba muncul dibelakang Afra dan membisikkan jawaban atas pemikiran Afra tadi.

Hihihi

Gadis bermata merah itu tertawa dengan nadanya yang kejam. Walau begitu, sepertinya Afra hanya diam sambil memejamkan matanya dan menikmati sejuknya angin sepoi-sepoi. Afra lalu membuka matanya sambil menoleh ke arah gadis itu.

Afra tidak merasakan apa-apa. Ia bahkan tidak merasa terkejut dan ketakutan saat gadis itu muncul dan berada bersamanya. Yang ia rasakan saat ini hanyalah….

"Apa … alasanmu meminta ku kesini?" tanya Afra tak merasa takut dengan gadis bermata merah itu. Ia bahkan menatap mata gadis itu meski hanya tatapan kosong.

Ya, pikiran Afra seperti terasa kosong dan sudah dikendalikan oleh gadis itu. Namun, Afra masih bisa merasakan perasaan itu. Afra masih merasa sedikit takut, tetapi perasaan itu hilang karena … gadis itu.

Sebelumnya….

Ya … lagipula aku tidak tahu harus apa! Dan tidur lebih baik!

Aku kan sekarang hanya sendiri di rumah ini. Iya … aku benar-benar sendirian

Sendirian dan tidak ada siapa-siapa disini … Ayah….

Hiks … hiks

Ayah….

Aku tidak mau sendirian, Ayah!

Aku benar-benar takut! Aku tidak tahu apa-apa! Tidak ada yang menemaniku!

Aku … ingin bersama dengan ayah….

Aku ingin—

"Dasar manusia! Untuk apa kau mengatakan hal-hal payah seperti itu!" bentak gadis bermata merah itu menyadarkan Afra yang sudah meneteskan air matanya setelah membaringkan tubuhnya dan memikirkan hal itu lagi.

Ya, ini bukanlah kali pertama Afra berpikiran seperti itu. Ia benar-benar trauma dan ketakutan. Walau kadang Afra terlihat biasa saja, tetapi ia akan berpikir seperti itu ketika sudah mulai membaringkan tubuhnya.

Afra pun langsung membuka matanya dan terkejut melihat ada siapa di atasnya. Gadis bermata merah itu berteriak tepat di depan wajah Afra dan sekarang tatapan matanya benar-benar membuat Afra terkejut dan ketakutan. Mata merah yang terlihat menyala menatap mata Afra dengan tajam.

Gadis itupun langsung merubah dirinya menjadi aura berwarna merah dan terbang menjauh dari Afra. Gadis itupun kembali merubah wujudnya yang berupa aura merah menjadi seperti semula. Wujud gadis bermata merah dengan rambutnya yang hitam kemerahan dan memakai pakaian yang selalu sama dengan pakaian yang dikenakan Afra. Wajahnya juga terlihat mirip dengan Afra, hanya saja ekspresi nya sangat berbanding terbalik. Afra lalu bangun dan melihat gadis itu sekarang sedang berdiri di dekat jendela kamarnya. Gadis itu menatap keluar jendela.

"Keluar lah dan lihat dunia luar … daripada kau berpikir seperti itu!" ucap gadis bermata merah itu sambil menoleh ke arah Afra dan seketika menghilang begitu saja.

Sekarang….

"Sebenarnya apa alasanmu meminta ku kesini?" tanya Afra lagi merasa sedikit aneh dengan perkataan gadis itu.

Gadis bermata merah itu tersenyum tipis mendengar perkataan Afra, "kau … tidak sendirian sekarang, Afra."

Afra terkejut dan tak percaya dengan perkataan gadis itu. Gadis itu mengatakan nya dengan lancar walau sebenarnya….

"Kau kan … yang sudah membuatku merasa seperti ini! Kau yang menginginkan ini kan!" teriak Afra seketika langsung berpikiran seperti itu. Pikiran nya benar-benar kosong dan hanya langsung terbawa pada kejadian itu. Dan gadis itu jugalah yang membuat semuanya terasa semakin membekas.

Hiks … hiks

Afra mulai meneteskan air matanya di tengah hutan dengan angin sepoi-sepoi yang mulai berhembus dengan pelan, seakan-akan angin seperti merasakan hal yang sama seperti yang Afra rasakan saat ini.

Heh

"Akal mu mulai hilang ya, Afra?" tanya gadis itu mulai menunjukkan raut wajah kejamnya, "kau benar-benar tak mengerti apa yang aku katakan ya … Manusia!"

Terpopuler

Comments

Kall.

Kall.

Btw setelah ganti cover Baru aku jadi tau gimana gambaran Afra dan Alter Egonya (walau hampir gk sadar ada perempuan rambut hitam sedikit kemerahan di belakang)

2022-04-18

4

Kall.

Kall.

Kasihan Afra, udah kebiasaan lihat Alter Ego nya yang kejam bagai mak lampir yg selalu nongki bareng mbak kunti😟

2022-04-18

3

pensi

pensi

done

2022-03-21

4

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula
2 Gadis Manusia
3 Melihat Dunia
4 Pertama Kali
5 Di Siang Hari
6 Sampai Akhirnya
7 Penasaran
8 Dengan Malam
9 Mimpi Aneh
10 Kebenaran
11 Tentang Dunia
12 Tanpa Manusia
13 Manusia?
14 Siapa Aku?
15 Manusia
16 Alter Ego
17 Dengan AI
18 Bersamanya
19 Memulai Awal
20 Yang Baru
21 Tentang AI
22 Dengan Monster
23 Semuanya
24 Baru Dimulai
25 Sekarang
26 Saatnya
27 Permulaan
28 Dunia
29 Pertemuan
30 Dengannya
31 Dan Ingatan
32 Yang Hilang
33 Akademi
34 Arknest
35 Kelas Pertama
36 Duel Antarkelas
37 Tantangan
38 Di Luar Duel
39 Pengenalan
40 Teman
41 Mati
42 Sabit Putih
43 Kebangkitan
44 Kota
45 Empat Kerajaan
46 Kenapa
47 Aku Tidak Bisa
48 Mengerti?
49 Para Senior
50 Tokoh Utama
51 Dua Surat
52 Assassin
53 White And Black
54 Dua Siluman
55 Tanda Bintang
56 Kepercayaan
57 Menghidupkan
58 Pertanyaan
59 Tanpa Jawaban
60 Waktu Malam
61 Yang Salah
62 Lupakan Saja
63 Kembali
64 Kepadamu
65 Es dan Lava
66 Memulai Ulang
67 Waktu
68 Untuk Manusia
69 Buku Dunia
70 Aura
71 Gadis Penyihir
72 Sosok Hijau
73 Iylasvi
74 Pergi
75 Dari Sini
76 Kita Mulai
77 Afra Afifah
78 Iliya Viely
79 Terjerat
80 Rantai
81 Berdarah
82 Tujuan
83 Rasa Baru
84 Kota Sihir
85 Hanya
86 Penampilan
87 Bentuk AI
88 Sia-sia
89 Janji
90 Sosok Biru
91 Gadis Biru
92 Sira Siveria
93 Wilayah
94 Perbatasan
95 Perpustakaan
96 Pengunjung
97 Hilang
98 Lyvie
99 Tidak Bisa
100 Jujur
101 Pagi Biru
102 Pagi Biru (2)
103 Pagi Biru (3)
104 Hari-harinya
105 Denganku
106 Kau Ingin Aku?
107 Pendamping
108 Pohon
109 Beringin
110 Bercahaya
111 Sentuhan
112 Bibir
113 Ciuman
114 Hal Biasa
115 Rencana
116 Bertanya
117 Istana
118 Kembali Lagi
119 Berkumpul
120 Demi
121 Diri-Nya
122 Kejadian
123 Terlupakan
124 Bercerita
125 Tentang Akhir
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Awal Mula
2
Gadis Manusia
3
Melihat Dunia
4
Pertama Kali
5
Di Siang Hari
6
Sampai Akhirnya
7
Penasaran
8
Dengan Malam
9
Mimpi Aneh
10
Kebenaran
11
Tentang Dunia
12
Tanpa Manusia
13
Manusia?
14
Siapa Aku?
15
Manusia
16
Alter Ego
17
Dengan AI
18
Bersamanya
19
Memulai Awal
20
Yang Baru
21
Tentang AI
22
Dengan Monster
23
Semuanya
24
Baru Dimulai
25
Sekarang
26
Saatnya
27
Permulaan
28
Dunia
29
Pertemuan
30
Dengannya
31
Dan Ingatan
32
Yang Hilang
33
Akademi
34
Arknest
35
Kelas Pertama
36
Duel Antarkelas
37
Tantangan
38
Di Luar Duel
39
Pengenalan
40
Teman
41
Mati
42
Sabit Putih
43
Kebangkitan
44
Kota
45
Empat Kerajaan
46
Kenapa
47
Aku Tidak Bisa
48
Mengerti?
49
Para Senior
50
Tokoh Utama
51
Dua Surat
52
Assassin
53
White And Black
54
Dua Siluman
55
Tanda Bintang
56
Kepercayaan
57
Menghidupkan
58
Pertanyaan
59
Tanpa Jawaban
60
Waktu Malam
61
Yang Salah
62
Lupakan Saja
63
Kembali
64
Kepadamu
65
Es dan Lava
66
Memulai Ulang
67
Waktu
68
Untuk Manusia
69
Buku Dunia
70
Aura
71
Gadis Penyihir
72
Sosok Hijau
73
Iylasvi
74
Pergi
75
Dari Sini
76
Kita Mulai
77
Afra Afifah
78
Iliya Viely
79
Terjerat
80
Rantai
81
Berdarah
82
Tujuan
83
Rasa Baru
84
Kota Sihir
85
Hanya
86
Penampilan
87
Bentuk AI
88
Sia-sia
89
Janji
90
Sosok Biru
91
Gadis Biru
92
Sira Siveria
93
Wilayah
94
Perbatasan
95
Perpustakaan
96
Pengunjung
97
Hilang
98
Lyvie
99
Tidak Bisa
100
Jujur
101
Pagi Biru
102
Pagi Biru (2)
103
Pagi Biru (3)
104
Hari-harinya
105
Denganku
106
Kau Ingin Aku?
107
Pendamping
108
Pohon
109
Beringin
110
Bercahaya
111
Sentuhan
112
Bibir
113
Ciuman
114
Hal Biasa
115
Rencana
116
Bertanya
117
Istana
118
Kembali Lagi
119
Berkumpul
120
Demi
121
Diri-Nya
122
Kejadian
123
Terlupakan
124
Bercerita
125
Tentang Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!