Manusia

"A-apa jangan-jangan … batu itu sudah ada di dalam tubuhmu?" kata perempuan bertanduk itu dengan ekspresi wajah yang benar-benar tak percaya.

Afra semakin terkejut dan tak mengerti apa yang dikatakan perempuan bertanduk rusa itu, "a-apa maksud mu?"

Deg deg

Perempuan bertanduk itu tiba-tiba saja langsung merasakan sesuatu yang menekan dirinya. Ia terkejut melihat Afra. Tidak, lebih tepatnya … sesuatu yang berada dibelakang Afra saat ini.

"Aura merah itu…," batin perempuan bertanduk rusa itu benar-benar terbelalak dan tak percaya.

"A dan I" ucap perempuan bertanduk rusa itu dengan lirih, tetapi Afra masih bisa mendengar nya.

"Apa—"

"Aku tidak bisa … me-mengatakannya padamu! A-aku harus pergi!" ucap perempuan bertanduk rusa itu seketika langsung menghilang menjadi bulu-bulu burung berwarna hitam. Dan bulu-bulu burung itu juga menghilang setelah menyentuh lantai. Afra hanya diam dan sedikit terkejut dan juga kecewa karena perempuan bertanduk itu tiba-tiba menghilang begitu saja.

"Dia pergi," gumam Afra tak bisa apa-apa dan hanya melihat bulu-bulu burung itu menghilang seperti ditelan lantai rumahnya. Walau begitu, Afra tersenyum senang.

Ya, Afra sepertinya benar-benar senang. Perasaan takutnya menghilang karena perempuan bertanduk rusa itu. Walau sebelumnya dia adalah makhluk yang membuat Afra semakin takut dan trauma akan kematian sang ayah, tetapi sekarang Afra tidak merasakan ketakutan itu lagi. Yang ada hanya perasaan senang karena akhirnya ia menyadari kalau makhluk itu— tidak, perempuan bertanduk rusa itu bukanlah makhluk yang jahat. Namun, Afra masih merasa penasaran tentang apa yang dikatakan oleh perempuan bertanduk rusa itu.

Tentang apa yang dikatakannya tentang batu permata yang dibawa Afra sebelumnya. Tentang A dan I, yang memang adalah huruf yang muncul di batu permata itu. Dan itu semua membuat Afra semakin bertanya-tanya tentang….

Sebenarnya … aku ini siapa? Dan apa aku benar-benar manusia?

Apa maksudnya batu permata itu ada di dalam tubuh ku?

Dan … kenapa makhluk itu seperti ketakutan padaku?

***

Manusia. Makhluk yang selalu dikatakan sebagai makhluk yang sempurna, tetapi mereka selalu mengatakan diri mereka sendiri tidaklah sempurna. Ya, kurasa memang benar … kalau tidak ada apapun yang sempurna di dunia ini. Karena kesempurnaan juga … adalah hal yang sangat berbeda disini.

Sekarang sudah tengah malam, dan sepertinya Afra sudah kenyang sekarang. Ya, sepertinya dia sudah makan.

Sebelumnya….

"A-apakah ini rumahnya?" tanya makhluk dengan pakaian berbulu berwarna hijau dengan rambutnya yang panjang sampai menutupi hampir seluruh wajahnya.

Sekarang….

AAAAAKKHHHH

"Kenapa aku bisa sampai masuk ke rumahnya!"

"Bagaimana bisa aku berpikiran untuk mengambil batu itu!"

"Dan tatapan nya itu! Ba-bagaimana bisa manusia memiliki aura seperti itu!"

"D-dia hanya manusia biasa kan!"

Suara pembicaraan perempuan bertanduk rusa itu terdengar sangat keras di dalam hutan. Ya, setelah perempuan bertanduk rusa itu menghilang, ia tentu kembali ke hutan dan sepertinya ia sedang memikirkan tentang….

Batu itu! batin perempuan bertanduk rusa itu.

AAAAAKKHHHH

Burung-burung yang berada di dekat perempuan bertanduk rusa itu berterbangan ketika mendengar teriakkan perempuan bertanduk rusa itu. Angin kencang tiba-tiba langsung berhembus membuat suasana terasa mencekam dan menakutkan.

"A-aku sebelumnya hanya diam dan tidak melakukan apapun pada gadis itu ketika ia pingsan," gumam perempuan bertanduk itu, "tapi bagaimana bisa dia tiba-tiba menghilang ketika aku mengalihkan pandanganku darinya!"

"Dan juga … kenapa aku merasakan aura itu dari gadis manusia!" teriak perempuan bertanduk itu langsung membuat dedaunan pohon terhempas angin kencang.

"Batu itu … apakah batu itu benar-benar sudah masuk ke dalam tubuhnya?" pikir perempuan bertanduk itu lagi sambil memegangi wajahnya, "dan bagaimana bisa ada makanan yang baru matang sedangkan gadis itu saja terlihat polos dan tidak tahu apa-apa!"

"D-dia tidak bisa masak kan! I-itu makanan manusia lho! Dan-dan ayahnya se-sepertinya su-sudah mati kan!" pikir perempuan bertanduk itu mulai merinding ketakutan, "g-gadis itu saja sampai t-takut padaku!"

AAAAAKKHHHH

Ini semua … hanya tentang batu itu! Ya, batu itu! Tidak ada yang bisa menjelaskan semua ini selain itu! batin perempuan bertanduk rusa itu dengan cepat langsung kembali tenang dan tidak gemetar ketakutan.

***

Sementara di rumah pohon, tempat tinggal Afra.

Afra kini sedang berada di kamarnya dan duduk di kasur setelah puas memakan makanan yang entah bagaimana sudah tersedia di meja ruang tengah. Ya, mungkin makhluk itu yang memasaknya, begitulah pikiran yang terlintas di benak Afra mengenai makanan itu.

Makanan itu enak sekali!

Apa makhluk itu yang memasaknya? Kalau begitu aku tidak bisa memanggil nya dengan sebutan makhluk!

Aku panggil dia perempuan cantik saja!

Aku tak percaya dia secantik itu! Tapi kenapa dia seperti takut padaku ya?

Tapi, makanan itu tetap enak! Itu sama seperti makanan yang dibuat ayah—

A-Ayah … di-dia tidak mungkin tahu makanan itu kan! K-kalau dia tau, i-itu tidak mungkin kan!

D-dia itu tidak sama seperti ku! D-dia itu bukan—

"Manusia seperti mu, iya kan, Afra!" bisik gadis bermata merah tiba-tiba muncul dibelakang Afra. Afra terkejut dan terbelalak. Tubuhnya tiba-tiba tak bisa digerakkan. Walau begitu, tubuhnya terasa gemetaran. Perasaan takut mulai muncul dalam dirinya.

Afra berusaha menoleh kebelakang, tetapi tiba-tiba … gadis bermata merah itu menghembuskan nafasnya di telinga Afra dan itu membuat Afra teringat dengan wujud sebelumnya dari gadis itu. Itu membuat Afra kembali teringat dengan kejadian ketika ayahnya dibunuh monster itu.

"Karena … dia itu sama seperti monster yang memakan ayahmu, Afra," sambung gadis itu dengan nada lembut tetapi kejam dan diakhiri dengan tawa nya itu.

Hihihi

"Ya, dia itu monster, dan kau adalah manusia. Manusia yang akan dimakan olehnya nanti!"

Deg deg

Jantungnya berdegup kencang. Nafasnya kembali terengah-engah, dan … bayang-bayang kejadian kematian sang ayah mulai terlihat di pikiran Afra.

Akh

Rintih Afra mulai kesakitan. Namun, itu malah membuat gadis berambut hitam kemerahan itu tertawa senang dengan nada yang kejam.

Hihihi

"Tapi, tenang saja …,"-gadis itu menutup kedua mata Afra-"… aku akan bersamamu mulai sekarang."

Deg

Apa …yang dia katakan? batin Afra terkejut dan bertanya-tanya.

Heh…

"Apa kau menyebutku dia? Aku ini adalah dirimu lho, Afra Afifah!" ucap gadis bermata merah itu melepaskan tangannya yang menutupi mata Afra. Afra dapat melihat lagi setelah pandangannya ditutupi, tetapi sepertinya Afra lebih memilih menutup matanya sekarang.

"A-Ayah! Ayah!" teriak Afra tiba-tiba melihat bayang-bayang ayahnya yang dimakan oleh monster itu. Darah sang ayah berceceran keluar dan mengenai wajahnya.

"A-Ayah…."

Hiks … hiks

Rasa sedihnya kembali muncul dan gadis bermata merah itu tertawa kejam.

Hihihi

Gadis itu tersenyum menyeringai dan kembali menutup mata Afra dengan tangannya, "ya, kau akan bernasib sama seperti itu mulai sekarang, Afra!"

Hihihi

"Tapi…,"-gadis itu mendekatkan wajahnya ke telinga Afra dan menghembuskan nafasnya-"… kau akan baik-baik saja … selama kau mendengar perkataan ku … Afra Afifah."

Terpopuler

Comments

pensi

pensi

hihihi 👻👻

2022-03-21

4

Maretha♚⃝҉𓆊

Maretha♚⃝҉𓆊

semangat de',,

2022-03-20

4

Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)

Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)

jadi penasaran sm kelanjutannya nih

2022-03-20

3

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula
2 Gadis Manusia
3 Melihat Dunia
4 Pertama Kali
5 Di Siang Hari
6 Sampai Akhirnya
7 Penasaran
8 Dengan Malam
9 Mimpi Aneh
10 Kebenaran
11 Tentang Dunia
12 Tanpa Manusia
13 Manusia?
14 Siapa Aku?
15 Manusia
16 Alter Ego
17 Dengan AI
18 Bersamanya
19 Memulai Awal
20 Yang Baru
21 Tentang AI
22 Dengan Monster
23 Semuanya
24 Baru Dimulai
25 Sekarang
26 Saatnya
27 Permulaan
28 Dunia
29 Pertemuan
30 Dengannya
31 Dan Ingatan
32 Yang Hilang
33 Akademi
34 Arknest
35 Kelas Pertama
36 Duel Antarkelas
37 Tantangan
38 Di Luar Duel
39 Pengenalan
40 Teman
41 Mati
42 Sabit Putih
43 Kebangkitan
44 Kota
45 Empat Kerajaan
46 Kenapa
47 Aku Tidak Bisa
48 Mengerti?
49 Para Senior
50 Tokoh Utama
51 Dua Surat
52 Assassin
53 White And Black
54 Dua Siluman
55 Tanda Bintang
56 Kepercayaan
57 Menghidupkan
58 Pertanyaan
59 Tanpa Jawaban
60 Waktu Malam
61 Yang Salah
62 Lupakan Saja
63 Kembali
64 Kepadamu
65 Es dan Lava
66 Memulai Ulang
67 Waktu
68 Untuk Manusia
69 Buku Dunia
70 Aura
71 Gadis Penyihir
72 Sosok Hijau
73 Iylasvi
74 Pergi
75 Dari Sini
76 Kita Mulai
77 Afra Afifah
78 Iliya Viely
79 Terjerat
80 Rantai
81 Berdarah
82 Tujuan
83 Rasa Baru
84 Kota Sihir
85 Hanya
86 Penampilan
87 Bentuk AI
88 Sia-sia
89 Janji
90 Sosok Biru
91 Gadis Biru
92 Sira Siveria
93 Wilayah
94 Perbatasan
95 Perpustakaan
96 Pengunjung
97 Hilang
98 Lyvie
99 Tidak Bisa
100 Jujur
101 Pagi Biru
102 Pagi Biru (2)
103 Pagi Biru (3)
104 Hari-harinya
105 Denganku
106 Kau Ingin Aku?
107 Pendamping
108 Pohon
109 Beringin
110 Bercahaya
111 Sentuhan
112 Bibir
113 Ciuman
114 Hal Biasa
115 Rencana
116 Bertanya
117 Istana
118 Kembali Lagi
119 Berkumpul
120 Demi
121 Diri-Nya
122 Kejadian
123 Terlupakan
124 Bercerita
125 Tentang Akhir
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Awal Mula
2
Gadis Manusia
3
Melihat Dunia
4
Pertama Kali
5
Di Siang Hari
6
Sampai Akhirnya
7
Penasaran
8
Dengan Malam
9
Mimpi Aneh
10
Kebenaran
11
Tentang Dunia
12
Tanpa Manusia
13
Manusia?
14
Siapa Aku?
15
Manusia
16
Alter Ego
17
Dengan AI
18
Bersamanya
19
Memulai Awal
20
Yang Baru
21
Tentang AI
22
Dengan Monster
23
Semuanya
24
Baru Dimulai
25
Sekarang
26
Saatnya
27
Permulaan
28
Dunia
29
Pertemuan
30
Dengannya
31
Dan Ingatan
32
Yang Hilang
33
Akademi
34
Arknest
35
Kelas Pertama
36
Duel Antarkelas
37
Tantangan
38
Di Luar Duel
39
Pengenalan
40
Teman
41
Mati
42
Sabit Putih
43
Kebangkitan
44
Kota
45
Empat Kerajaan
46
Kenapa
47
Aku Tidak Bisa
48
Mengerti?
49
Para Senior
50
Tokoh Utama
51
Dua Surat
52
Assassin
53
White And Black
54
Dua Siluman
55
Tanda Bintang
56
Kepercayaan
57
Menghidupkan
58
Pertanyaan
59
Tanpa Jawaban
60
Waktu Malam
61
Yang Salah
62
Lupakan Saja
63
Kembali
64
Kepadamu
65
Es dan Lava
66
Memulai Ulang
67
Waktu
68
Untuk Manusia
69
Buku Dunia
70
Aura
71
Gadis Penyihir
72
Sosok Hijau
73
Iylasvi
74
Pergi
75
Dari Sini
76
Kita Mulai
77
Afra Afifah
78
Iliya Viely
79
Terjerat
80
Rantai
81
Berdarah
82
Tujuan
83
Rasa Baru
84
Kota Sihir
85
Hanya
86
Penampilan
87
Bentuk AI
88
Sia-sia
89
Janji
90
Sosok Biru
91
Gadis Biru
92
Sira Siveria
93
Wilayah
94
Perbatasan
95
Perpustakaan
96
Pengunjung
97
Hilang
98
Lyvie
99
Tidak Bisa
100
Jujur
101
Pagi Biru
102
Pagi Biru (2)
103
Pagi Biru (3)
104
Hari-harinya
105
Denganku
106
Kau Ingin Aku?
107
Pendamping
108
Pohon
109
Beringin
110
Bercahaya
111
Sentuhan
112
Bibir
113
Ciuman
114
Hal Biasa
115
Rencana
116
Bertanya
117
Istana
118
Kembali Lagi
119
Berkumpul
120
Demi
121
Diri-Nya
122
Kejadian
123
Terlupakan
124
Bercerita
125
Tentang Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!