"Sebenarnya apa alasanmu meminta ku kesini?" tanya Afra lagi merasa sedikit aneh dengan perkataan gadis itu.
Gadis bermata merah itu tersenyum tipis mendengar perkataan Afra, "kau … tidak sendirian sekarang, Afra."
Afra terkejut dan tak percaya dengan perkataan gadis itu. Gadis itu mengatakan nya dengan lancar walau sebenarnya….
"Kau kan … yang sudah membuatku merasa seperti ini! Kau yang menginginkan ini kan!" teriak Afra seketika langsung berpikiran seperti itu. Pikiran nya benar-benar kosong dan hanya langsung terbawa pada kejadian itu. Dan gadis itu jugalah yang membuat semuanya terasa semakin membekas.
Hiks … hiks
Afra mulai meneteskan air matanya di tengah hutan dengan angin sepoi-sepoi yang mulai berhembus dengan pelan, seakan-akan angin seperti merasakan hal yang sama seperti yang Afra rasakan saat ini.
Heh
"Akal mu mulai hilang ya, Afra?" tanya gadis itu mulai menunjukkan raut wajah kejamnya, "kau benar-benar tak mengerti apa yang aku katakan ya … Manusia!"
Deg deg
Jantung Afra tiba-tiba berdetak kencang mendengar perkataan gadis bermata merah itu. Tubuhnya mulai bergetar.
"Yah, walaupun memang aku sengaja membuat mu merasa seperti itu … namun tak ku sangka akan jadi seperti ini," tambah gadis itu dengan nada yang membuat Afra semakin terbelalak.
"A-apa maksud mu…? Ke-kenapa kau bisa—"
"Kau banyak bertanya ya akhir-akhir ini … walau itu sudah wajar," potong gadis itu dengan santainya lalu tertawa.
Hihihi
"Apakah aku harus menjawab pertanyaan mu itu, Manusia? Atau aku memang harus memanggil mu Afra, ya?" tanya gadis itu dengan raut wajah kejamnya.
Afra semakin gemetar ketakutan setiap kali berada dengan gadis itu. Ya, kadang Afra dibuat tenang. Namun, Afra juga sering dibuat ketakutan. Dan setelah ia ketakutan maka….
"Atau aku harus mengatakannya lagi padamu … kalau aku adalah alter ego mu!" ucap gadis bermata merah itu dengan nada tinggi dan langsung menatap mata Afra dengan tatapan tajam.
Afra tidak bisa bergerak. Tubuhnya seperti dikendalikan oleh gadis bermata merah itu. Afra tidak bisa apa-apa sekarang. Perasaan terkejut dan tak percaya, juga ketakutan yang masih dirasakannya … semuanya menyatu. Afra hanya bisa terdiam kaku dan menatap balik mata merah gadis itu. Mata merah … yang membuat Afra tiba-tiba mengingat sesuatu.
"A … I," ucap Afra dengan lirih menyebutkan huruf yang muncul di batu permata yang sebelumnya ditemukan Afra. Ya, batu itu tentu sudah entah hilang kemana, tetapi Afra masih bisa mengingat jelas batu permata itu.
Gadis bermata merah itu tersenyum tipis, "AI (E Ai) …."
" … Atau juga AI (ai) … semuanya sama," ucap gadis itu sambil menundukkan kepalanya dan berhenti menatap mata Afra, "hanya berbeda penyebutan nya saja."
Afra benar-benar terbelalak mendengar perkataan gadis itu, dan tiba-tiba….
Bruk
Afra tiba-tiba langsung kehilangan keseimbangan karena tiba-tiba tubuhnya bisa langsung digerakkan. Sebelumnya Afra tidak bisa bergerak dan berusaha menggerakkan tubuhnya meski tidak membuahkan hasil. Sampai akhirnya gadis bermata merah itu mengalihkan pandangannya, tiba-tiba saja Afra langsung terjatuh ke arah gadis itu. Afra terjatuh tepat di tubuh gadis itu, karena jarak mereka berdua dekat.
Gadis itu memeluk tubuh Afra dan mendekatkan wajahnya ke telinga Afra.
"Itulah yang menyatukan kita … yang seharusnya terpisah dan tak mungkin berhubungan," ucap gadis bermata merah itu dengan nada lirih dan seketika….
Wush
Angin berhembus kencang seketika dan gadis bermata merah itu pun langsung menghilang. Ia menghilang bersamaan dengan angin yang berhembus. Walau begitu, Afra tidak terjatuh ke tanah meski tadi terjatuh ke tubuh gadis itu. Afra hanya terkejut dan langsung menoleh ke belakang. Tidak ada apa-apa. Hanya ada pepohonan yang bergoyang daun-daun nya karena angin.
***
Aku … tak tau….
Aku sama sekali tak mengerti….
Aku tak percaya … tapi aku ingin mengerti maksud nya!
Ucapan nya … apa yang dia katakan ….
… Aku … ingin memahami semua nya!
Tapi … apa maksud perkataannya itu sebenarnya!
Aku tidak tahu! Aku benar-benar bingung!
Dan juga kenapa …! Kenapa aku merasa ….
… Merasa kalau … dia masih ada disini….
Ada apa dengan ku? Apa yang terjadi padaku? Kenapa aku berpikiran seperti ini!
Bagaimana aku bisa jadi seperti ini! Padahal aku ….
… Padahal aku hanyalah … anak yang tak pernah tau tentang apapun!
Aku sama sekali tidak tau dan mengerti tentang apapun!
Ayah … Ayah … aku benar-benar tak tau apa-apa, Ayah….
Ayah—
"Berhenti menyebut-nyebut orang itu! Apa kau tidak bisa mengosongkan pikiran mu!" bentak gadis bermata merah itu tiba-tiba muncul dibelakang Afra dan menggenggam erat tangan Afra.
Afra sedari tadi terus memikirkan hal itu sembari berjalan di dalam hutan. Afra tidak berjalan kembali ke rumah pohon nya. Yang Afra lakukan hanyalah berjalan dengan perlahan di dalam hutan. Ia akan terus berjalan sesuai dengan jalan yang ada di hutan … sambil terus memberi pertanyaan pada dirinya sendiri. Sampai kembali teringat dengan ayahnya.
"Sadarlah, Manusia! Apa kau ingin ikut mati!" bentak gadis itu lagi membuat Afra tersadar dari lamunannya.
Ya, dan gadis itu selalu muncul menyadarkan Afra dan akan menghilang dengan memberikan hal yang sama. Sesuatu yang tidak jelas. Sesuatu yang membuat Afra semakin kebingungan. Dan itu membuat Afra terus dan terus memikirkannya. Lalu gadis itu akan kembali lagi. Semuanya seperti kejadian sama yang diulang-ulang.
"Hei! Apa kau kehilangan akal mu!" bentak gadis itu lagi sambil membalikkan tubuh Afra sehingga Afra berhadapan dengan gadis itu sekarang. Namun, Afra tak menjawab perkataan gadis itu.
Afra benar-benar tak bisa mengatakan sepatah katapun sekarang. Tatapan matanya kosong meski gadis itu menatapnya dengan matanya yang berwarna merah itu. Pikiran penuh pertanyaan Afra seketika menghilang dan setiap perkataan gadis itu seakan menjadi kenyataan. Ya, seakan gadis itu malah memberi perintah kepada Afra dibandingkan dengan bertanya.
"A … aku—"
"Kau benar-benar tak bisa berhenti bertanya ya," potong gadis itu dengan nada kesal.
Afra pun terkejut mendengar perkataan gadis itu. Dan ya, tatapan matanya yang semula kosong sekarang sudah kembali. Ia sekarang benar-benar merasakan tubuhnya yang sebelumnya tidak bisa ia rasakan. Ya, bukan karena gadis itu, tetapi karena … Afra sendiri.
Pertanyaan-pertanyaan itu membuat Afra semakin mengingat kejadian ayahnya dan itu membuat Afra tidak bisa merasakan apa-apa. Atau mungkin, ia tidak ingin merasakan apapun.
Gadis bermata merah itu yang semula menggenggam erat tangan Afra kini mulai mendekatkan wajahnya ke telinga Afra. Gadis itu menghembuskan nafasnya di telinga Afra, dan kini Afra merasakan sesuatu yang berbeda dengan gadis itu. Nafasnya terasa sangat berbeda dari sebelumnya. Tidak terasa kejam dan menakutkan, malah terasa … sangat sedih dan menyakitkan.
"Lihatlah apa yang sebenarnya terjadi pada mu, Afra," bisik gadis itu seketika langsung membuat Afra terbelalak dan … langsung berada di kamarnya.
A-apa aku ada di rumah? batin Afra terkejut melihat dirinya yang sebelumnya berada di dalam hutan tiba-tiba berpindah ke kamarnya. Namun, ada yang berbeda dengan rumahnya.
Semuanya terlihat berwarna abu-abu. Dan hanya Afra yang tidak berubah. Namun, yang paling membuat Afra terkejut dan tak percaya adalah….
"A-apa itu … Ayah? Dan itu … aku?" gumam Afra terkejut melihat sang ayah yang sedang duduk di kursi ruang tengah dan ada dirinya yang disana. Afra bisa melihatnya karena pintu kamarnya terbuka.
A-apa jangan-jangan aku sekarang…, batin Afra terkejut dan tak percaya setelah melihat dirinya yang sedang berdiri di hadapan sang ayah.
Afra langsung menoleh ke arah jendela kamarnya dan melihat langit sudah malam. Lalu Afra kembali melihat dirinya yang sedang bersama sang ayah.
I-itu aku … sebelum aku tiba-tiba terbangun di tengah hutan! batin Afra terkejut dan tak percaya.
Ya, Afra kini sedang melihat masa lalunya, lebih tepatnya melihat waktu sebelum kejadian ayahnya. Sebelum kejadian ketika Afra terbangun di tengah hutan. Mungkin lebih tepatnya, ia bukan melihat … melainkan dibawa ke waktu dimana ia sedang berbicara dengan sang ayah.
Ya, ini adalah ingatan yang hilang dari ingatan Afra. Ini adalah memori yang sama sekali tidak ada di ingatan Afra. Yang ia ingat hanyalah tiba-tiba terbangun di dalam hutan. Dan kini … Afra sedang melihat dirinya yang dulu. Dirinya yang masih belum ditinggalkan oleh sang ayah.
A-aku harus kesana! batin Afra langsung mengambil langkah dan berjalan menuju sang ayah dan dirinya yang dulu, tetapi….
"Belum saatnya kau mengerti semua ini, Afra Afifah!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 125 Episodes
Comments
xaellyn_dra
semangat thor!!!
2022-03-27
2
Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)
Afra, apa yg telah terjadi denganmu?
2022-03-25
4
pensi
Afra kenapa matanya merah ya Thor?
2022-03-21
4