"Sepertinya memang benar … kalau bagian lainnya adalah dirimu, Afra."
"A-ada dimana ini? Kenapa semuanya gelap?" tanya Afra yang tiba-tiba saja kembali ke ruangan gelap tanpa ujung.
Hihihi
Suara tawa tiba-tiba terdengar.
Wush
Angin mulai terdengar begitu nyaring dan menyeramkan.
Crang
Suara benda menghantam dan menghancurkan benda lain juga ikut menggema di seluruh ruangan gelap itu, ruangan dimana Afra berada saat ini.
"Suara itu! A-apa itu kau?" tanya Afra berteriak sambil menoleh ke segala arah dan mencari 'sesosok' itu.
Hihihi
Suara tawanya kembali terdengar membisik di telinga Afra. Tubuh Afra pun mulai terasa kaku.
Seorang gadis dengan rambut pendek berwarna hitam kemerahan dan memakai gaun yang sama seperti yang Afra kenakan. Hanya saja warnanya berbeda dengan yang dipakai Afra. Warnanya merah dengan perpaduan warna hitam. Dan gadis itu kini sedang berada di belakang Afra dan mulai mendekatkan wajahnya di telinga Afra.
"Ya, ini aku … Afra Afifah!"
"Ah!" teriak Afra langsung terbangun setelah kehilangan kesadarannya, lagi. Afra terkejut melihat dirinya yang sudah berada di kamarnya, padahal sebelumnya ia berada di hutan.
A-apa aku baru saja bangun? I-ini bukan mimpi kan? batin Afra bertanya-tanya.
Afra benar-benar tak percaya melihat dirinya terbangun di kamarnya sendiri setelah apa yang terjadi. Afra mulai tersenyum senang dan kemudian teringat….
Ayah! Kalau itu semua hanya mimpi berarti ayah masih ada kan? pikir Afra dalam benaknya.
Afra pun langsung beranjak dari kasurnya dan langsung berjalan ke arah pintu kamarnya.
Klek
"Ayah! Apa ayah ma—" ucap Afra memanggil sang ayah, tetapi ia langsung terbelalak dan terkejut.
Seorang gadis dengan rambut pendek berwarna hitam kemerahan. Ya, sesosok hitam yang kini sudah menjadi gadis manusia seperti Afra. Dan gadis itu sekarang sedang duduk di kursi panjang di ruang tengah dan tersenyum menyeringai melihat Afra yang terbelalak.
"Akhirnya kau bangun juga, Afra," kata gadis dengan mata berwarna merah gelap itu. Gadis itu melihat Afra dengan tatapan dan senyumannya yang membuat Afra tiba-tiba ketakutan dan gemetar.
Afra masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya, "k-kau … a-apa yang k-kau la-lakuka—"
"Apa yang aku lakukan? Apa kau menganggap semuanya itu mimpi?" potong gadis itu dengan nada sinis, "sadarlah, Afra!"
Hihi
"Pria tua itu … sudah tidak ada disini. Dia sudah mati lho, Afra," ucap gadis itu sambil tertawa kejam. Afra benar-benar terbelalak dan tak percaya.
Hihihi
"Kau … sudah sendirian sekarang, Afra Afifah!" ucap gadis berambut hitam kemerahan itu dengan nada tinggi. Afra semakin terkejut dan terbelalak. Ia benar-benar tak percaya dengan apa yang terjadi pada nya.
Tubuh Afra gemetaran, dan air matanya pun mulai menetes karena tak percaya kalau semuanya itu nyata. Dan kematian sang ayah juga … benar-benar nyata.
"A-A-Ayah … Ayah …," ucap Afra lirih memanggil-manggil sang ayah terus menerus.
Hiks hiks hiks
"Ayah … aku takut … Ayah!" teriak Afra sambil terus meneteskan air matanya sampai….
Bruk
Afra terjatuh dan tak sadarkan diri … lagi. Gadis bermata merah itu terkejut, tetapi ia langsung mengubah ekspresi nya dan tertawa.
Hihihi
"Kau benar-benar lemah sekali ya," ucap gadis itu dengan nada mengejek.
Afra tak bergerak sama sekali. Ia benar-benar sudah pingsan. Gadis bermata merah itupun seketika langsung diam dan menatap Afra yang terbaring di lantai dengan tatapan kesal.
"Tch, menyebalkan!"
Takdir, ialah sesuatu yang sudah seharusnya terjadi, dan tidak mungkin diubah. Ada yang baik dan ada yang buruk. Bukan dari keberuntungan, melainkan memang sudah dari alurnya. Kadang ia berputar, atau juga akan tetap sama. Namun, yang membuatnya dikenal adalah … kesengsaraan dan kesedihan yang dibawanya.
Kenapa … kenapa ayah harus pergi?
Kenapa!
Aku takut … aku benar-benar takut
Aku tak mau sendirian, Ayah!
Kembalilah … Ayah …
Aku ingin memelukmu
Aku ingin bersenang-senang dengan mu, Ayah …
Ayah!
Ayah!
Ayah—
"Bangunlah, Afra!"
"Ah!" teriak Afra seketika langsung terbangun setelah pingsan dan tak sadarkan diri.
Ia terkejut dan tak percaya setelah gadis bermata merah itu meneriaki nya untuk bangun, dan sekarang Afra melihat gadis itu berada tepat dihadapannya. Gadis itu menatap mata Afra dengan tatapan misterius.
"Manusia … benar-benar lemah!" umpat gadis itu dengan lirih, tetapi Afra masih bisa mendengar nya. Jarak mereka berdua cukup dekat.
Afra terbangun dengan posisi duduk, dan gadis itu duduk tepat di depannya. Gadis itu masih menatap mata Afra setelah mengumpat hal aneh. Afra masih sedikit merasa takut dan juga terkejut. Dan juga … penasaran.
"A-apa kau—"
"Sudahlah, lebih baik kau makan saja. Aku harus pergi! Benar-benar merepotkan!" potong gadis itu sambil memalingkan wajahnya dari Afra dan seketika menghilang. Afra semakin terkejut dan tak percaya, tetapi ia tiba-tiba kembali mengingat ayahnya.
"Ayah …," gumam Afra dengan lirih dan tak sadar air matanya menetes kembali.
Hiks … hiks
Afra pun akhirnya kembali menangis, dan terus meneteskan air matanya. Dan juga memanggil sang ayah.
***
Senja, datang setelah pagi dan siang pergi. Dan selalu muncul dengan warna jingga nya yang kemerahan.
Terbangun dalam kegelapan hutan, mendapat kenangan buruk, dan kesadaran yang tiba-tiba menghilang. Berpindah tempat dan bertemu makhluk aneh, sampai sang ayah akhirnya tiada di tangan monster.
Ini adalah … kejadian dan ingatan yang sangat membekas dan tak mungkin hilang begitu saja dari pikiran Afra.
Sekarang hari sudah mulai senja. Entah berapa lama waktu yang berlalu, dan itu dilaluinya dengan hal-hal yang tidak pernah ia lihat bahkan ia ketahui. Semuanya, Afra tidak tahu apapun tentang itu semua.
Sebenarnya … apa yang terjadi padaku?
Kalau itu nyata, bagaimana aku bisa berada di hutan semalam?
Siapa orang berambut panjang itu?
Apa sebenarnya yang mengejar dan … menyerang ayah ku?
Dan siapa sebenarnya … gadis itu? Kenapa dia mirip dengan ku? Dan kenapa dia mengatakan hal-hal aneh itu?
Lalu … sebenarnya … apa itu manusia?
Siapa aku?
Apa aku manusia?
Ayah … tidak pernah mengatakan hal-hal seperti itu padaku!
Siapa … aku sebenarnya?
"Kau adalah kau, Afra. Dan kau adalah manusia," ucap gadis berambut hitam kemerahan dengan matanya yang berwarna merah itu.
Gadis itu tiba-tiba saja muncul dibelakang Afra yang sedang memikirkan hal-hal yang terjadi padanya di kamarnya. Ya, Afra sekarang sedang berada di kamarnya dan duduk di kasur menatap keluar jendela. Afra terkejut dan langsung menoleh ke belakang. Ia benar-benar terbelalak melihat gadis itu kembali muncul, dan ini bukanlah mimpi. Ini benar-benar nyata.
"K-kau … kenapa kau kemari? Siapa … kau? Apa … yang kau inginkan?" tanya Afra dengan nada lemas dan menatap gadis itu dengan tatapan sayu.
Afra masih merasa sedih, dan juga entah kenapa Afra merasa tubuhnya lemas. Kadangkala, Afra merasa pusing dan pandangannya kabur. Ya, setelah menangis Afra langsung ke kamarnya dan tertidur karena rasa pusing dan sedihnya itu. Dan sekarang, pikirannya sedang penuh dengan pertanyaan-pertanyaan itu … pertanyaan yang membuatnya tak bisa berhenti memikirkannya sebelum mengetahui jawabannya.
Hihihi
"Sepertinya aku harus mengatakannya pada mu … tentang siapa aku sebenarnya."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 125 Episodes
Comments
pensi
mampir
2022-03-21
4
Maretha♚⃝҉𓆊
semangat,, Kaka mampir
2022-03-20
3
Nesia
kasihan Afta, semangat dalam menghadapi cobaan hidup, relakan ayahmu yg sudah tenang disana.
2022-03-19
5