Siapa Aku?

Sebenarnya … apa yang terjadi padaku?

Kalau itu nyata, bagaimana aku bisa berada di hutan semalam?

Siapa orang berambut panjang itu?

Apa sebenarnya yang mengejar dan … menyerang ayah ku?

Dan siapa sebenarnya … gadis itu? Kenapa dia mirip dengan ku? Dan kenapa dia mengatakan hal-hal aneh itu?

Lalu … sebenarnya … apa itu manusia?

Siapa aku?

Apa aku manusia?

Ayah … tidak pernah mengatakan hal-hal seperti itu padaku!

Siapa … aku sebenarnya?

"Kau adalah kau, Afra. Dan kau adalah manusia," ucap gadis itu kembali muncul.

"K-kau … kenapa kau kemari? Siapa … kau? Apa … yang kau inginkan?" tanya Afra dengan nada sayu.

Hihihi

Gadis itu tertawa, "sepertinya aku harus mengatakannya pada mu … tentang siapa aku sebenarnya."

Afra semakin terkejut mendengar perkataan gadis bermata merah itu, tetapi….

"Ya, tapi itu tidak terlalu penting kan?" sambung gadis itu lalu tertawa dengan nada menyeramkan dan seketika menghilang. Afra tidak percaya gadis itu bisa pergi menghilang begitu saja. Afra sedikit kecewa, dan entah kenapa … rasanya ada yang berbeda saat gadis itu. Namun, sepertinya Afra mulai merasakan hal lainnya. Bukan dari gadis itu, tetapi….

Kruuk

"Ah … sepertinya aku memang lapar," gumam Afra mendengar suara perutnya yang keroncongan. Ya, dia belum makan sejak kembali ke rumah entah bagaimana caranya. Dan juga, karena dirinya tiba-tiba tak sadarkan diri, tentu saja ia tak sempat makan.

"Aku harus makan! Tapi … bagaimana?"

----------------------------------

--------------------------------

Eum, aku cukup senang dengan ini. Kita lanjutkan seperti ini saja!

---------------------

Ya, tentu saja! Dan mulai sekarang kita jangan muncul di tengah-tengah cerita! Kita hanya perlu menceritakan saja! Dan jangan jawab perkataan ku dan fokus pada dirimu sendiri!

------------------------

----------------------------

Hari mulai gelap— tidak, memang sudah gelap. Matahari sudah terbenam dan bulan sepertinya masih bersinar terang. Meskipun awan malam mulai menyelimuti langit yang penuh bintang.

Ini adalah kawasan terlarang, tempat dimana makhluk-makhluk dan monster haus darah dan manusia hidup. Dan di kawasan terlarang inilah … sebuah rumah pohon tempat tinggal gadis manusia ini berada.

Gadis manusia yang terlahir di dunia bawah, tempat dimana manusia tidak boleh hidup, bahkan tidak ada yang namanya manusia disini. Ya, tidak ada kehidupan normal disini. Hanya ada makhluk-makhluk aneh, siluman, dan monster yang haus darah. Dan gadis manusia ini telah mengetahui kalau ada makhluk aneh dan monster yang hidup di hutan.

Ya, entah kenapa dan bagaimana dirinya bisa terbangun di tengah hutan dan melihat monster ketika ia berusaha mencari jalan pulang. Dan karena hal itulah … ayahnya harus merelakan hidupnya demi menyelamatkan diri nya.

Misteri tetaplah misteri, dan tidak akan menjadi misteri jika rahasianya terbongkar. Hanya waktu yang akan membongkarnya jika sudah masanya.

***

Sekarang, Afra tidak tahu harus apa. Ia merasa sangat lapar dan ingin makan, tetapi ia sedikit takut untuk keluar kamarnya sekarang. Mungkin bukan takut, tetapi ia tidak bisa karena … ia tidak mampu menggerakkan tubuhnya. Afra tidak merasakan sakit di tubuhnya, hanya lapar saja. Lapar dan sedih.

Ya, Afra masih merasa sedih. Namun, kini rasa sedihnya mulai berkurang entah kenapa. Pikirannya langsung berubah menjadi penuh tanda tanya. Dan pikiran itu juga langsung hilang ketika….

Kruuk

"A-aku benar-benar lapar sekali…," ucap Afra dengan lirih sambil memegangi perutnya. Afra masih duduk di kasurnya dan belum beranjak sama sekali semenjak gadis itu menghilang begitu saja.

"Aku harus makan sekarang! Setidaknya ada makanan kan?" pikir Afra sambil beranjak dari kasurnya. Tubuhnya terasa kaku karena tidak bergerak dan hanya duduk saja.

Krek

"He? A-a-aku b-bisa jelaskan padamu, Manusia … jadi—"

"Ah! K-kau … b-bagaimana bisa ada disini?" tanya Afra terkejut melihat makhluk dengan pakaian berbulu berwarna hijau dan berambut panjang itu. Makhluk itu juga terkejut melihat Afra yang tiba-tiba keluar kamar. Mereka berdua sama-sama panik sekarang.

Afra pun mulai mundur perlahan dan kembali ke kamar, tetapi monster itu langsung memegang tangan Afra.

"A-aku bisa menjelaskan nya! J-jadi jangan takut, Manusia!" kata makhluk itu terbata-bata sambil menggenggam pergelangan tangan Afra.

"Le-lepaskan tanganku … aku takut…," ucap Afra dengan tubuhnya yang gemetar ketakutan karena makhluk itu. Makhluk itu semakin panik ketika mendengar perkataan Afra, tetapi….

"K-kalau aku lepas tangan mu, k-kau akan kesakitan dan tak b-bisa lagi menggunakan tangan mu kan?" ucap makhluk itu malah mengatakan hal yang membuat Afra kebingungan.

"M-maksudku, apa kau tidak salah meminta t-tanganmu dilepas dari tubuh mu? K-kau kan b-bukan sama sepertiku!" tambah makhluk itu dengan nada gemetar.

Afra terbelalak mendengar perkataan makhluk itu dan kemudian….

Haha … hahaha

Afra tertawa mendengar perkataan makhluk itu. Sedangkan makhluk itu semakin terkejut dan keheranan dengan Afra dan kemudian makhluk itu mengingat sesuatu….

Batu itu!

Makhluk itu langsung melepaskan genggamannya dari Afra, tetapi Afra masih tetap tertawa terbahak-bahak.

"K-kau … ternyata lucu ya," ucap Afra sambil terus tertawa.

Walau begitu, sepertinya makhluk itu terlihat ketakutan sekarang. Bahkan, makhluk itu kini yang mundur perlahan.

"B-begitukah? B-baguslah ka-lau be-gitu," kata makhluk itu benar-benar ketakutan. Afra pun berhenti tertawa dan menatap makhluk itu. Sekarang, Afra kembali terkejut melihat penampilan monster itu yang mulai berubah. Pakaian berbulunya tiba-tiba berubah warna menjadi hijau gelap, dan tanduk rusa mulai tumbuh di kepala nya.

"A-apa kah!" ucap makhluk itu terkejut melihat dirinya tiba-tiba berubah. Dan ya, sekarang penampilan nya benar-benar berubah.

Pakaian berbulu berwarna hijau gelap, dengan tanduk rusa di kepalanya. Rambut panjangnya yang tadi menutupi wajahnya seketika berubah menjadi poni pendek. Wajah makhluk itu sekarang terlihat jelas oleh Afra, dan makhluk itu ternyata adalah perempuan! Afra tidak menyadarinya karena Afra terlalu takut mengingat suaranya dan hanya mendengar perkataan nya saja.

"A-apa aku berevolusi secara tiba-tiba?" ucap makhluk itu benar-benar terkejut. Ya, penampilan nya sekarang mirip seperti manusia, hanya saja memiliki tanduk rusa di kepalanya.

Afra hanya diam dan terbelalak melihat perubahan makhluk itu, "k-kau ternyata cantik!"

"He? He!" Makhluk itu terkejut dan tak percaya mendengar perkataan Afra itu, "a-apa kau me-melakukan sesuatu padaku?"

"Ah! A-aku tidak melakukan apa-apa, sungguh!" jawab Afra kini merasa tidak takut lagi dengan makhluk itu setelah penampilan nya berubah, walau Afra merasa aneh melihat makhluk itu seperti ketakutan.

"Ti-tidak, maksudku! Batu itu! A-apa k-kau menggunakan nya?" tanya makhluk itu masih tak percaya dengan apa yang terjadi padanya, dan juga … merasa takut dengan Afra.

Afra terkejut mendengar perkataan makhluk itu— tidak, lebih baik perempuan bertanduk rusa itu, "me-menggunakannya?"

"Iya! Ma-maksudku, k-kau masih mempunyai nya, kan!" tanya perempuan bertanduk itu lagi dengan nada tinggi.

"Ah! Eum,"-Afra mencari batu itu di pakaian nya-"se-sepertinya, aku tidak memegangnya lagi…."

Perempuan bertanduk itu terkejut dan tak percaya mendengar perkataan Afra. Ia benar-benar tak percaya.

"A-apa jangan-jangan … batu itu sudah ada di dalam tubuhmu?"

Terpopuler

Comments

Lucy

Lucy

amnesia?

2022-03-21

4

pensi

pensi

semangat. next 👍🏻👍🏻

2022-03-21

4

pensi

pensi

😱

2022-03-21

1

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula
2 Gadis Manusia
3 Melihat Dunia
4 Pertama Kali
5 Di Siang Hari
6 Sampai Akhirnya
7 Penasaran
8 Dengan Malam
9 Mimpi Aneh
10 Kebenaran
11 Tentang Dunia
12 Tanpa Manusia
13 Manusia?
14 Siapa Aku?
15 Manusia
16 Alter Ego
17 Dengan AI
18 Bersamanya
19 Memulai Awal
20 Yang Baru
21 Tentang AI
22 Dengan Monster
23 Semuanya
24 Baru Dimulai
25 Sekarang
26 Saatnya
27 Permulaan
28 Dunia
29 Pertemuan
30 Dengannya
31 Dan Ingatan
32 Yang Hilang
33 Akademi
34 Arknest
35 Kelas Pertama
36 Duel Antarkelas
37 Tantangan
38 Di Luar Duel
39 Pengenalan
40 Teman
41 Mati
42 Sabit Putih
43 Kebangkitan
44 Kota
45 Empat Kerajaan
46 Kenapa
47 Aku Tidak Bisa
48 Mengerti?
49 Para Senior
50 Tokoh Utama
51 Dua Surat
52 Assassin
53 White And Black
54 Dua Siluman
55 Tanda Bintang
56 Kepercayaan
57 Menghidupkan
58 Pertanyaan
59 Tanpa Jawaban
60 Waktu Malam
61 Yang Salah
62 Lupakan Saja
63 Kembali
64 Kepadamu
65 Es dan Lava
66 Memulai Ulang
67 Waktu
68 Untuk Manusia
69 Buku Dunia
70 Aura
71 Gadis Penyihir
72 Sosok Hijau
73 Iylasvi
74 Pergi
75 Dari Sini
76 Kita Mulai
77 Afra Afifah
78 Iliya Viely
79 Terjerat
80 Rantai
81 Berdarah
82 Tujuan
83 Rasa Baru
84 Kota Sihir
85 Hanya
86 Penampilan
87 Bentuk AI
88 Sia-sia
89 Janji
90 Sosok Biru
91 Gadis Biru
92 Sira Siveria
93 Wilayah
94 Perbatasan
95 Perpustakaan
96 Pengunjung
97 Hilang
98 Lyvie
99 Tidak Bisa
100 Jujur
101 Pagi Biru
102 Pagi Biru (2)
103 Pagi Biru (3)
104 Hari-harinya
105 Denganku
106 Kau Ingin Aku?
107 Pendamping
108 Pohon
109 Beringin
110 Bercahaya
111 Sentuhan
112 Bibir
113 Ciuman
114 Hal Biasa
115 Rencana
116 Bertanya
117 Istana
118 Kembali Lagi
119 Berkumpul
120 Demi
121 Diri-Nya
122 Kejadian
123 Terlupakan
124 Bercerita
125 Tentang Akhir
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Awal Mula
2
Gadis Manusia
3
Melihat Dunia
4
Pertama Kali
5
Di Siang Hari
6
Sampai Akhirnya
7
Penasaran
8
Dengan Malam
9
Mimpi Aneh
10
Kebenaran
11
Tentang Dunia
12
Tanpa Manusia
13
Manusia?
14
Siapa Aku?
15
Manusia
16
Alter Ego
17
Dengan AI
18
Bersamanya
19
Memulai Awal
20
Yang Baru
21
Tentang AI
22
Dengan Monster
23
Semuanya
24
Baru Dimulai
25
Sekarang
26
Saatnya
27
Permulaan
28
Dunia
29
Pertemuan
30
Dengannya
31
Dan Ingatan
32
Yang Hilang
33
Akademi
34
Arknest
35
Kelas Pertama
36
Duel Antarkelas
37
Tantangan
38
Di Luar Duel
39
Pengenalan
40
Teman
41
Mati
42
Sabit Putih
43
Kebangkitan
44
Kota
45
Empat Kerajaan
46
Kenapa
47
Aku Tidak Bisa
48
Mengerti?
49
Para Senior
50
Tokoh Utama
51
Dua Surat
52
Assassin
53
White And Black
54
Dua Siluman
55
Tanda Bintang
56
Kepercayaan
57
Menghidupkan
58
Pertanyaan
59
Tanpa Jawaban
60
Waktu Malam
61
Yang Salah
62
Lupakan Saja
63
Kembali
64
Kepadamu
65
Es dan Lava
66
Memulai Ulang
67
Waktu
68
Untuk Manusia
69
Buku Dunia
70
Aura
71
Gadis Penyihir
72
Sosok Hijau
73
Iylasvi
74
Pergi
75
Dari Sini
76
Kita Mulai
77
Afra Afifah
78
Iliya Viely
79
Terjerat
80
Rantai
81
Berdarah
82
Tujuan
83
Rasa Baru
84
Kota Sihir
85
Hanya
86
Penampilan
87
Bentuk AI
88
Sia-sia
89
Janji
90
Sosok Biru
91
Gadis Biru
92
Sira Siveria
93
Wilayah
94
Perbatasan
95
Perpustakaan
96
Pengunjung
97
Hilang
98
Lyvie
99
Tidak Bisa
100
Jujur
101
Pagi Biru
102
Pagi Biru (2)
103
Pagi Biru (3)
104
Hari-harinya
105
Denganku
106
Kau Ingin Aku?
107
Pendamping
108
Pohon
109
Beringin
110
Bercahaya
111
Sentuhan
112
Bibir
113
Ciuman
114
Hal Biasa
115
Rencana
116
Bertanya
117
Istana
118
Kembali Lagi
119
Berkumpul
120
Demi
121
Diri-Nya
122
Kejadian
123
Terlupakan
124
Bercerita
125
Tentang Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!