"Aku sebenarnya … ada dimana … sekarang?" tanya Afra dengan lirih.
Entah kenapa … pikiran Afra terasa kosong. Ia tidak merasakan dan tidak bisa memikirkan apapun.
Tiba-tiba, Afra merasakan nafas dingin di telinganya, dan bisikan suara itu.
"Kau ada di sini, bersamaku. Dan kita akan melihat malam saat ini!"
Afra terbelalak mendengar bisikan suara itu, suara dari sesosok hitam itu.
"A–apa yang kau katakan?" tanya Afra terkejut dan mulai merinding ketakutan.
Hihihi
"Buka matamu, Afra Afifah …!"
"Ah!" teriak Afra seketika langsung terbangun dari tidurnya, dan ia terkejut melihat ada dimana dirinya sekarang.
Pepohonan yang tumbuh disekelilingnya, dan juga langit malam yang membuat semuanya menjadi gelap. Afra masih bisa melihat sekeliling karena cahaya bulan dan….
"Ke–kenapa aku bisa ada disini?" ucap Afra lirih sambil berusaha menenangkan dirinya, tetapi sepertinya itu sia-sia.
Afra benar-benar terkejut dan mulai ketakutan. Bagaimana bisa dirinya berada di dalam hutan, apalagi ini sudah malam! Seharusnya ia berada di rumah sekarang dan bukannya berada di hutan!
"B-bagaimana ini? Aku harus pulang sekarang! Tapi bagaimana?" pikir Afra sambil melihat-lihat sekeliling nya, "ah! Aku tidak tahu harus apa!"
Hihihi
Suara tawa tiba-tiba terdengar membisik di telinga Afra.
"Siapa itu?" tanya Afra sambil melihat ke belakangnya, tetapi tidak ada apapun.
"Heh, apa kau tak bosan menanyakan pertanyaan itu, Afra?" tanya sesosok hitam yang tiba-tiba memegang wajah Afra dan mengelusnya.
Afra tak bisa apa-apa ketika sesosok itu menghembuskan nafasnya di telinga nya.
"A–apa yang terjadi padaku? K-kau pasti melakukan sesuatu kan?" tanya Afra sambil berusaha menoleh kebelakang melihat ke arah sesosok hitam itu. Namun, Afra merasa tak bisa apa-apa. Tubuhnya tidak mengigil ketakutan, melainkan tak bisa digerakkan.
Afra masih bisa merasakan tubuhnya, tetapi ia tidak bisa menggerakkannya.
Seketika, Afra melihat sesuatu dalam pikirannya. Ia melihat dirinya yang sedang melihat keluar jendela. Lalu Afra melihat lagi dirinya yang sepertinya mengatakan sesuatu pada sang ayah. Dan sepertinya, dirinya sedikit membentak sang ayah dan menangis.
"Tenangkan diri mu dan lihatlah bintang-bintang itu, Afra."
Sesosok hitam itupun langsung menghilang setelah membisikkan kata-kata itu di telinga Afra, begitu juga dengan apa yang dilihat Afra dalam pikirannya. Afra langsung menoleh kebelakang setelah merasakan tubuhnya yang bisa kembali digerakkan. Namun, tidak ada apapun. Dan juga, entah kenapa Afra merasakan ketenangan dalam dirinya … setelah sesosok hitam itu membisikkan kata-kata itu.
"A-aku lebih baik tenang saja, ya? Jika aku mencari sesuatu yang terang, aku bisa menemukan jalan pulang! Iya, itu dia!" ucap Afra seketika mendapatkan ide. Namun, kemudian Afra kembali teringat sesuatu.
B-bagaimana aku bisa ada disini ya, batin Afra kembali menanyakan pertanyaan itu.
"Dan juga … apa aku benar-benar berada disini? I-ini bukan mimpi kan? A-apa aku benar-benar keluar dari rumah sampai aku tertidur disini?"-Afra langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat-"i-itu tidak mungkin kan!"
***
Ini adalah cerita tentang malam. Ya, malam hari yang benar-benar aneh. Walau sebenarnya terasa seperti biasa. Angin malam masih berhembus dan memberikan rasa dinginnya yang berbeda dari angin pagi. Gelapnya malam masih menyelimuti dan tetap disinari cahaya rembulan dan bintang-bintang yang terang. Dan pepohonan hutan yang terlihat hitam karena malam masih bisa dilihat jelas dengan mata telanjang karena cahaya bulan yang cukup terang. Namun, semua itu menjadi tidak masuk akal karena malam adalah waktu dimana ia dilarang untuk merasakannya.
Ya, entah kenapa Afra tiba-tiba berada di tengah-tengah hutan di malam hari. Dan kini, ia masih berada di hutan dan sedang berjalan dengan perlahan sembari melihat sekeliling.
"A-aku harus pulang sekarang, tapi aku tidak bisa melihat dengan jelas!" gumam Afra sambil melihat sekeliling mencari sesuatu, "apa tidak ada yang bisa aku lakukan … agar bisa berlari menuju rumah?"
Tiba-tiba, Afra melihat sesuatu yang bercahaya di bawah pohon besar disebelahnya. Cahaya itu menyinarkan warna merah dan biru yang terang.
"Apa itu?" pikir Afra sambil berjalan menghampiri cahaya itu. Afra terbelalak melihat apa yang ditemukannya.
Cahaya berwarna merah dan biru itu ternyata berasal dari benda pipih berbentuk belah ketupat, seperti itulah menurut Afra. Walau sebenarnya benda itu lebih mirip batu permata berbentuk belah ketupat. Dan batu permata itu memiliki dua sisi warna yang berbeda, yang satu berwarna merah dan yang satu berwarna biru. Dan kedua sisinya itu saling mengeluarkan cahaya yang bersinar terang.
"Ini apa?" tanya Afra mengambil benda bercahaya itu. Cahaya dari benda itu berkurang ketika Afra memegang dan mendekatkannya ke wajahnya, tetapi saat Afra menjauhkannya cahaya dari benda itu kembali terang.
"Indahnya," gumam Afra takjub dengan benda itu.
Sebuah ide pun muncul di benak Afra, "ah! Aku bisa menggunakan ini agar bisa melihat dengan jelas!"
Afra pun berbalik lalu mengarahkan benda itu ke depannya, dan cahaya dari benda itu mulai menyinari pepohonan yang gelap karena malam.
"Ini dia! Sekarang aku bisa melihat dengan jelas!" ucap Afra sambil melangkahkan kakinya dengan cepat dan mulai berlari melewati pepohonan hutan dengan bantuan penerangan cahaya dari benda bercahaya itu.
Afra berlari dengan senang. Ia berhasil mencari cara agar bisa kembali ke rumah tanpa harus berjalan dengan hati-hati karena gelapnya malam. Dan juga, Afra masih ingat jelas jalan menuju rumahnya walau pepohonan hutan kini terlihat sama karena malam.
***
Kebenaran, sebuah kata yang memberi makna yang mendalam. Berkaitan dengan rahasia, dan juga sebuah misteri. Mencarinya bukanlah hal mudah, tetapi ketika ia datang sendiri dan menunjukkan dirinya … itu adalah sebuah keberuntungan yang besar. Walau hal itu tak selamanya benar. Karena … tidak semua kebenaran adalah hal yang baik.
Deg deg
"Ah!" Afra tiba-tiba berhenti berlari dan merasakan tubuhnya yang mulai kesakitan. Jantungnya berdegup kencang.
"Ada apa ini? Aku kenapa?" pikir Afra dalam benaknya sambil memegangi dadanya yang mulai terasa sesak. Afra berusaha melangkahkan kakinya, tetapi….
"Ah!" Afra terjatuh dengan posisi terduduk. Ia tidak bisa melangkahkan kakinya.
Deg deg
Jantungnya kembali berdegup kencang. Nafasnya mulai terengah-engah. Namun, Afra masih berusaha tetap tenang dan mengatur nafasnya. Kedua tangannya masih memegang dadanya yang terasa sesak, dan Afra masih memegang erat benda bercahaya itu.
"Aku … harus bisa tenang … dan kembali ke rumah sekarang …!" batin Afra sambil berusaha mengatur nafasnya. Namun, sepertinya ini tidak akan mudah.
Khee … kherere … Kheee
Suara aneh itu tiba-tiba terdengar di belakang Afra. Tubuh Afra seketika langsung menggigil ketakutan mendengar suara itu.
I-itu bukan suara dia! batin Afra langsung menyadari bahwa itu bukanlah suara dari sesosok hitam yang membisikkinya agar keluar malam.
Afra pun berusaha tenang dan melihat kebelakang, dan….
KHUAAA
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 125 Episodes
Comments
Naruto Ganteng 🌱 Yoko 🔱🎻
semangat untuk terus berkarya teman
2022-03-25
2
IG: Saya_Muchu
lanjut thor
2022-03-18
3