"Yang terpenting, aku bisa keluar rumah dan melihat-lihat pemandangan indah. Itu sudah cukup untuk ku sekarang!" ucap Afra sambil tersenyum melihat matahari yang sudah benar-benar tenggelam dari jendela kamarnya.
Langit malam pun muncul menutupi seluruh langit yang berwarna jingga. Cahaya matahari terbenam masih sedikit terlihat dan menyisakan sisa-sisa cahayanya yang berwarna jingga kemerahan itu. Afra tersenyum melihat pemandangan indah itu. Suasana hatinya benar-benar senang sekali.
Keesokan harinya….
"Ayah! Aku mau pergi keluar, bolehkan?" tanya Afra sambil melihat bayangan dirinya di cermin kamarnya. Kini, Afra sudah tampil cantik dan siap untuk pergi keluar.
Sang ayah pun membuka pintu kamar Afra lalu tersenyum melihat Afra yang terlihat lebih cantik dari biasanya dan juga lebih ceria.
"Ya. Tentu saja. Apa Afra mau ditemani?" jawab sang menawarkan. Afra sedikit terkejut mendengar perkataan ayahnya itu.
"A–apa maksud ayah …?" tanya Afra sedikit ragu karena ayahnya yang tiba-tiba bertanya seperti itu. Sang ayah tersenyum menanggapi pertanyaan Afra.
"Afra bisa pergi keluar rumah sendirian sekarang, tapi kalau Afra mau ayah temani juga tidak apa-apa," ujar sang ayah menjelaskan dan tersenyum. Afra semakin senang mendengar perkataan sang ayah lalu memeluknya dengan erat.
"Terimakasih, Ayah!" ucap Afra tersenyum senang dan melepaskan pelukannya, "aku akan pergi keluar rumah ya, Ayah!"
"Jangan pergi terlalu jauh ya, bermainnya disekitar sini saja!" kata sang ayah yang dibalas anggukan kepala oleh anaknya itu.
Afra pun pergi menuju pintu rumahnya dan melihat pintu rumahnya itu dengan ekspresi yang senang. Aku tak menyangka kalau akhirnya aku bisa disini dengan senang, ucap Afra dalam hatinya.
Afra lalu membuka pintu rumahnya dan kembali melihat pemandangan pepohonan yang tumbuh tinggi dan hijau, dengan angin sepoi-sepoi dan udara sejuknya. Afra tersenyum senang bisa melihat dunia luar lagi.
Hari ini adalah pagi hari yang baru untuk Afra. Dirinya sudah tidak lagi melihat pemandangan diluar dari jendela kamarnya, tetapi melihat nya secara langsung. Ya, Afra benar-benar senang bisa keluar rumah dan juga ini termasuk untuk pertama kalinya Afra bisa keluar rumah sendirian.
Afra menuruni setiap anak tangga dengan perasaan bahagianya. Setelah sampai dibawah, Afra pun melihat ke arah rumahnya atau lebih tepatnya ke arah jendela kamarnya. Sang ayah terlihat sedang melihat Afra disana sambil tersenyum. Afra pun melambaikan tangannya pada sang ayah dan juga tersenyum manis.
Afra lalu berjalan-jalan dan melihat sekelilingnya. Untuk hari ini, Afra sedang penasaran dengan rumah pohonnya itu. Ia pun akhirnya pergi mengelilingi rumah pohonnya dan melihatnya dengan seksama. Afra sudah merasa sangat senang hanya dengan hal itu.
Suasana pagi hari masih terasa. Cahaya matahari terlihat memberi semangat pada Afra yang sedang berjalan-jalan mencari sesuatu. Ia berpikir bahwa mungkin dirinya bisa menemukan sesuatu yang unik di hutan. Angin sepoi-sepoi tiba-tiba berhembus dan membuat daun-daun pohon jatuh dan berterbangan.
Perhatian Afra seketika langsung mengarah ke daun pohon yang terbang ke arah yang berlawanan darinya. Daun itupun jatuh ke tanah tepat beberapa langkah darinya. Afra lalu berjalan dan mengambil daun pohon itu. Daun pohon itu menarik perhatian Afra.
"Ya! Aku akan mengumpulkan daun-daun jatuh yang bagus!" ucap Afra dengan riang.
Afra pun akhirnya berjalan-jalan di hutan mencari daun-daun pohon yang jatuh yang menurutnya bagus. Ia ingin membawanya pulang dan menunjukkannya pada sang ayah. Ya, begitulah yang Afra lakukan di pagi harinya yang baru ini.
***
Pagi pun berlalu, begitupula dengan siang. Matahari terlihat sudah siap untuk menghilangkan diri. Tak pernah terpikirkan kalau ternyata sudah selama ini. Ya, Afra tak menyangka kalau dirinya sudah keluar cukup lama. Namun bukan berarti ia tidak mendapatkan apa-apa hari ini.
"Aku rasa aku harus pulang sekarang," pikir Afra yang sedang duduk bersandar di pohon. Afra pun langsung bangun dan melihat ke atas. Afra melihat ada buah di pohon tempat bersandarnya itu.
"Makan satu lagi ah…," pikir Afra sambil terkekeh kecil lalu mencari dahan pohon yang jatuh untuk mengambil buah itu. Hari ini banyak sekali daun-daun dan ranting-ranting pohon yang jatuh, atau lebih tepatnya seperti gugur. Namun masih ada beberapa pohon yang terlihat memiliki buah dan buah pohon itulah yang Afra petik lalu ia makan selama ia berjalan-jalan tadi.
"Ini dia!" ucap Afra menemukan ranting pohon yang cukup panjang dan tidak terlalu besar. Afra pun mengambil ranting itu dan mengarahkannya ke buah yang ada di pohon tempat bersandarnya itu. Cukup mudah bagi Afra untuk mengarahkannya ke buah itu karena pohonnya tidak terlalu tinggi.
"Dapat!" ucap Afra berhasil menjatuhkan buah itu dengan ranting pohonnya itu. Afra pun mengambil buah itu dan memakannya.
"Rasanya manis dan segar! Enak!" ucap nya memakan buah itu dengan sekali lahap. Buah itu bentuknya bulat dan kecil sehingga tidak perlu waktu lama untuk memakannya.
Afra pun langsung melihat ke bawah dan melihat daun-daun yang ditemukannya bergoyang-goyang terkena angin. Seketika, angin berhembus dan membuat daun-daun itu terbang. Afra tak bisa apa-apa dan hanya melihat daun-daun itu terbang terbawa angin.
"Yah, sayang sekali, ya…. Hihihi…."
"Siapa itu?" tanya Afra sambil menoleh ke belakang. Namun tidak ada apapun dibelakangnya.
Hihihi
Suara tawa itu terdengar lagi.
"Siapa?" tanya Afra lagi menoleh ke arah lainnya, tetapi tetap saja tidak ada apapun.
"Sepertinya kau masih belum menyadari nya ya, Afra?" tanya suara itu yang terdengar langsung di telinga Afra, "indahnya bintang di malam."
Wush
Angin kencang tiba-tiba langsung berhembus dan membuat Afra terkejut. Suara itu seperti membuatnya tak merasakan apapun disekitar nya.
"Apa itu … barusan?" gumam Afra bertanya pada dirinya sendiri.
Seketika, cahaya matahari terbenam pun menyadarkan Afra yang tiba-tiba melamunkan tentang suara aneh itu. Suara yang terdengar sama seperti saat ia bermimpi itu.
Cahaya matahari terbenam itu terlihat sangat terang dari biasanya dan membuat Afra sedikit silau. Namun tiba-tiba saja, cahaya matahari terbenam itu langsung redup dan langit malam pun mulai terlihat.
"Ah! Aku harus pulang sekarang!" ucap Afra langsung bergegas dan berlari menuju rumahnya.
***
Cahaya matahari masih belum terbenam sempurna, dan langit malam baru saja menunjukkan dirinya. Kini, Afra akhirnya sudah sampai di depan rumah pohonnya. Dan Afra pun melihat sang ayah yang terlihat sudah menunggunya diluar rumah.
"Ayah!" panggil Afra sembari berlari menghampiri sang ayah lalu memeluknya dengan erat, "maaf, aku baru pulang."
"Tidak apa-apa, Afra sayang. Yang penting, Afra ingat kata-kata ayah. Itu sudah bagus," kata sang ayah sambil mengelus rambut anaknya itu, "ayo, kita masuk sekarang. Matahari sudah terbenam!"
Afra pun langsung melepaskan pelukannya dari sang ayah lalu tersenyum pada nya, "ya!"
Afra dan ayahnya pun berjalan menaiki tangga dan masuk ke dalam rumah pohonnya itu, dengan ayahnya yang berjalan di depan dan Afra mengikuti dibelakang. Sebelum Afra masuk ke dalam rumahnya, Afra menghentikan langkahnya tepat di depan pintu rumahnya. Afra lalu menoleh ke arah hutan dan melihat ke langit yang terlihat berwarna jingga kemerahan itu. Warna langit itupun semakin lama semakin berubah menjadi merah kehitaman. Afra terus menyaksikan perubahan warna langit itu sampai akhirnya….
"Apa kau tertarik, Afra?"
Suara itu kembali muncul dan terdengar di telinga Afra.
"Apa kau akan diam saja, Afra? Ayo masuk!" ajak sang ayah seketika menyadarkan Afra yang masih terdiam di depan pintu masuk.
"I–iya, Ayah! Aku masuk!" sahut Afra sambil masuk ke dalam rumahnya.
------------------------------
Terkadang, manusia merasakan banyak hal setiap harinya. Perasaan senang, sedih, bahagia, kecewa, dan lain sebagainya. Namun yang paling mendominasi dari semuanya adalah … rasa penasaran dan keingintahuan manusia yang tinggi. Yang tidak ada batasannya. Ya, tidak ada batasannya. Sampai akhirnya….
"Sebenarnya … apakah malam itu indah? Ayah?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 125 Episodes
Comments
Ryoka2
Mampir kak👍
2022-06-15
1
Lee
Apakah itu bibi Kun ? ataukah Om cong ?
2022-04-13
1
Ilfra Ilivasa
hehehe
2022-03-15
0