Tanpa Manusia

"Hihihi,"-tersenyum menyeringai-"sepertinya aku memang harus menunjukkan wujud asli ku ya, Afra?"

"Ah!" teriak Afra langsung terbangun setelah kehilangan kesadarannya.

"Apa aku masih di hutan?" gumam Afra sambil melihat langit malam yang sudah berganti menjadi cerah dan matahari sudah bersinar.

Ternyata dirinya masih berada di hutan. Afra masih bisa melihat pepohonan disekelilingnya dan juga merasakan udara pagi. Afra lalu merasakan ada sesuatu disampingnya dan langsung menoleh. Ia benar-benar terkejut melihat ada hewan dengan tanduk seperti ranting pohon yang berada di dekatnya.

"A-apa ini?" ucap Afra terkejut dan langsung berdiri. Hewan itu tentu saja langsung berlari menjauh setelah Afra tiba-tiba berdiri.

"A-apa itu … rusa?" tanya Afra sedikit terkejut dan heran.

Wush

Tiba-tiba … Afra mendengar suara angin berhembus kencang melewatinya. Dan seketika, ia langsung dibuat terbelalak. Ia melihat sesosok makhluk tiba-tiba muncul dihadapannya dan tersenyum tipis, yang menurutnya itu adalah senyuman yang membuat nya ketakutan.

"Ara ara, apa ini mimpi? Sepertinya ada gadis manusia di dunia para monster hidup, ya, Gadis manusia?"

----------------------------------------------

---------------------------------------

Eum, terdengar aneh tidak? Sepertinya memang aneh ya … dan aku memang harus menggunakan pandangan ku di cerita, dan mengkombinasikannya dengan pandangan ku sebagai pencerita! Tapi jika ku pikir-pikir lagi, lebih baik aku pakai cara mu saja itu lebih bagus!

------------------------

----------------------------

"Ara ara, apa ini mimpi? Sepertinya ada gadis manusia di dunia para monster hidup, ya, Gadis manusia?" tanya makhluk itu yang terlihat menggunakan pakaian berbulu berwarna hijau. Rambutnya sangat panjang sampai menutupi matanya.

Makhluk itu tidak terlihat seperti monster yang dilihat Afra semalam, tetapi lebih terlihat seperti manusia. Namun, tetap saja dia bukanlah manusia.

Apa ini? A-aku harus bagaimana? batin Afra mulai merasa ketakutan. Tubuhnya mulai gemetar.

Makhluk itu tersenyum tipis melihat ekspresi Afra, "apa kau takut pada ku, Manusia!"

Afra pun langsung berbalik arah dan berlari sekencang mungkin menjauhi makhluk itu. Makhluk itu keheranan melihat Afra yang berlari meninggalkannya.

Aku harus lari! batin Afra sambil terus berlari menjauh.

Wush

Suara angin berhembus kencang terdengar melewati Afra dari belakang, dan … makhluk itu kembali muncul di depan Afra. Afra langsung menghentikan larinya ketika melihat makhluk itu tepat menghadangnya.

"Apa kau akan lari, Manusia?" tanya makhluk itu dengan nada yang terdengar menyeramkan di telinga Afra.

Afra seketika langsung terbayang-bayang dan kembali mengingat kejadian ketika dirinya dikejar monster semalam. Dan juga, kejadian ketika….

" 'La-larilah … Afra!' "

Afra pun langsung kembali membalikkan badannya ke arah yang berlawanan dengan makhluk itu dan berlari menjauh. Ia tidak mau dirinya ditangkap makhluk itu … dan mengalami hal yang sama seperti sang ayah. Air matanya kembali menetes ketika mengingat kejadian ayahnya yang dibunuh oleh monster, tetapi Afra terus berusaha agar tidak mengingatnya dan terus berlari menjauhi makhluk itu. Namun, tiba-tiba ….

Wush

Angin kencang langsung berhembus kencang melewatinya dan makhluk itu kembali muncul menghadang Afra, tetapi kali ini makhluk itu langsung berdiri tepat dihadapan Afra. Afra terkejut dan berusaha untuk berhenti, tetapi ia tidak bisa. Ia pun langsung menabrak makhluk itu, tetapi … tubuhnya menembus makhluk itu dan langsung tersungkur ke tanah.

"Ah …," teriak Afra tersungkur ke tanah dan melihat makhluk itu sudah memojokkannya. Makhluk itu kini berada dihadapannya dan mulai mendekatkan wajahnya pada Afra.

Makhluk itu berjongkok dan tersenyum tipis melihat ekspresi Afra yang sudah ketakutan dan menyadari dirinya tidak bisa apa-apa.

"Apa kau ingin lari lagi, Manusia?" tanya makhluk itu yang mulai mendekatkan wajahnya pada Afra. Rambutnya yang panjang mengenai wajah Afra dan itu membuat Afra semakin gemetar ketakutan. Nafasnya terengah-engah.

"A-A-Ayah … Ayah … tolong aku!" ucap Afra benar-benar ketakutan sampai memanggil-manggil sang ayah.

"Eh? Eh!" Makhluk itu terkejut dan langsung menjauhkan dirinya dari Afra setelah mendengar Afra yang memanggil-manggil ayahnya.

Afra masih merasa ketakutan, bahkan rasa takutnya semakin besar. Nafasnya tidak beraturan. Tubuhnya juga bergetar ketakutan. Sedangkan makhluk itu sepertinya juga ikut takut. Tubuhnya mulai gemetar, bahkan ia terlihat kesusahan untuk berbicara.

"A-apa kau benar-benar takut padaku? A-aku tidak bermaksud menakuti mu, sungguh!" kata makhluk itu terbata-bata sambil berjalan mundur perlahan.

Afra terkejut mendengar perkataan makhluk itu. Ia mulai menyadari sesuatu. Dia tidak sama dengan monster itu. Afra pun perlahan bangun dan memberanikan diri untuk mendekati makhluk itu, tetapi makhluk itu semakin mempercepat langkahnya dan menjauhi Afra.

"K-kau jangan mendekat! K-kau tidak sama dengan manusia lain!" teriak makhluk itu sambil menunjuk-nunjuk Afra.

Afra kembali merasa takut dan menghentikan niatnya. Ia pun langsung duduk dan menundukkan kepalanya. Namun, makhluk itu malah semakin takut saat melihat sesuatu yang ada pada Afra. Batu permata berbentuk belah ketupat dengan dua sisi warna yang berbeda. Batu itu masih dipegang erat oleh Afra, tetapi anehnya Afra bahkan tidak menyadari dirinya memegang batu permata itu.

"A-aku … tidak tahu …," ucap Afra lirih sambil menundukkan kepalanya, "… apa yang … kau katakan."

Bruk

Afra tiba-tiba langsung terjatuh dan tak sadarkan diri. Entah kenapa sebabnya, ia merasa sangat takut dan sedih. Pikiran nya kembali teringat dengan kejadian semalam, dan itu membuatnya semakin sedih juga takut. Makhluk itu terkejut dan panik melihat Afra yang sudah tak sadarkan diri.

"A-apa ini? K-kau kenapa, Manusia? H-hei!" tanya makhluk itu sambil berjalan perlahan mendekati Afra. Ia pun mulai mendekatkan dirinya dan berniat menyentuh tubuh Afra dan menggoyangkan nya agar bangun, tetapi….

"Benda itu!" ucap makhluk itu langsung mengurungkan niatnya dan menjauhi Afra, "aku tidak bisa menyentuhnya!"

Makhluk itu benar-benar panik dan kebingungan, "hah! Kalau begitu aku harus apakan manusia ini!"

--------------------------------------------

-----------------------------

Sekarang, biarkan aku yang menceritakan dirimu dalam cerita ini. Kau benar-benar tidak bisa bercerita!

------------------------

Eum, baiklah!

--------------

-------------------------

Setelah malam, akan datang pagi. Seusai pagi, kan selalu ada malam yang menanti. Jika kemarin adalah hari terburuk, maka keesokan nya akan ada hari baik. Walau itu tergantung pada keyakinan … dan juga takdir. Karena tetap saja, tidak ada yang tahu akan hari esok. Kadangkala, pemikiran baik kan selalu dihancurkan oleh hal buruk, begitupula sebaliknya. Benar-benar hal yang merepotkan. Ya, walau begitu tidak ada yang pernah bisa melawannya. Ya, tidak ada sama sekali.

Hihihi

"Sepertinya memang benar … kalau bagian lainnya adalah dirimu, Afra."

"A-ada dimana ini? Kenapa semuanya gelap?" tanya Afra yang tiba-tiba saja kembali ke ruangan gelap tanpa ujung.

Hihihi

Suara tawa tiba-tiba terdengar.

Wush

Angin mulai terdengar begitu nyaring dan menyeramkan.

Crang

Suara benda menghantam dan menghancurkan benda lain juga ikut menggema di seluruh ruangan gelap itu, ruangan dimana Afra berada saat ini.

"Suara itu! A-apa itu kau?" tanya Afra berteriak sambil menoleh ke segala arah dan mencari 'sesosok' itu.

Hihihi

Suara tawanya kembali terdengar membisik di telinga Afra. Tubuh Afra pun mulai terasa kaku.

Seorang gadis dengan rambut pendek berwarna hitam kemerahan dan memakai gaun yang sama seperti yang Afra kenakan. Hanya saja warnanya berbeda dengan yang dipakai Afra. Warnanya merah dengan perpaduan warna hitam. Dan gadis itu kini sedang berada di belakang Afra dan mulai mendekatkan wajahnya di telinga Afra.

"Ya, ini aku … Afra Afifah!"

Terpopuler

Comments

Kall.

Kall.

Ya di eps ini kita tau nama panjang pemeran utama itu Afra Afifah. Dan soal benda yg di miliki Afra, apa itu peninggalan ayahnya? Hueee penuh teka teki tapi aku suka, lanjutkan terus thor

2022-04-17

2

pensi

pensi

mampir semangat ya

2022-03-20

3

Lucy

Lucy

semangat up ya

2022-03-19

5

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula
2 Gadis Manusia
3 Melihat Dunia
4 Pertama Kali
5 Di Siang Hari
6 Sampai Akhirnya
7 Penasaran
8 Dengan Malam
9 Mimpi Aneh
10 Kebenaran
11 Tentang Dunia
12 Tanpa Manusia
13 Manusia?
14 Siapa Aku?
15 Manusia
16 Alter Ego
17 Dengan AI
18 Bersamanya
19 Memulai Awal
20 Yang Baru
21 Tentang AI
22 Dengan Monster
23 Semuanya
24 Baru Dimulai
25 Sekarang
26 Saatnya
27 Permulaan
28 Dunia
29 Pertemuan
30 Dengannya
31 Dan Ingatan
32 Yang Hilang
33 Akademi
34 Arknest
35 Kelas Pertama
36 Duel Antarkelas
37 Tantangan
38 Di Luar Duel
39 Pengenalan
40 Teman
41 Mati
42 Sabit Putih
43 Kebangkitan
44 Kota
45 Empat Kerajaan
46 Kenapa
47 Aku Tidak Bisa
48 Mengerti?
49 Para Senior
50 Tokoh Utama
51 Dua Surat
52 Assassin
53 White And Black
54 Dua Siluman
55 Tanda Bintang
56 Kepercayaan
57 Menghidupkan
58 Pertanyaan
59 Tanpa Jawaban
60 Waktu Malam
61 Yang Salah
62 Lupakan Saja
63 Kembali
64 Kepadamu
65 Es dan Lava
66 Memulai Ulang
67 Waktu
68 Untuk Manusia
69 Buku Dunia
70 Aura
71 Gadis Penyihir
72 Sosok Hijau
73 Iylasvi
74 Pergi
75 Dari Sini
76 Kita Mulai
77 Afra Afifah
78 Iliya Viely
79 Terjerat
80 Rantai
81 Berdarah
82 Tujuan
83 Rasa Baru
84 Kota Sihir
85 Hanya
86 Penampilan
87 Bentuk AI
88 Sia-sia
89 Janji
90 Sosok Biru
91 Gadis Biru
92 Sira Siveria
93 Wilayah
94 Perbatasan
95 Perpustakaan
96 Pengunjung
97 Hilang
98 Lyvie
99 Tidak Bisa
100 Jujur
101 Pagi Biru
102 Pagi Biru (2)
103 Pagi Biru (3)
104 Hari-harinya
105 Denganku
106 Kau Ingin Aku?
107 Pendamping
108 Pohon
109 Beringin
110 Bercahaya
111 Sentuhan
112 Bibir
113 Ciuman
114 Hal Biasa
115 Rencana
116 Bertanya
117 Istana
118 Kembali Lagi
119 Berkumpul
120 Demi
121 Diri-Nya
122 Kejadian
123 Terlupakan
124 Bercerita
125 Tentang Akhir
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Awal Mula
2
Gadis Manusia
3
Melihat Dunia
4
Pertama Kali
5
Di Siang Hari
6
Sampai Akhirnya
7
Penasaran
8
Dengan Malam
9
Mimpi Aneh
10
Kebenaran
11
Tentang Dunia
12
Tanpa Manusia
13
Manusia?
14
Siapa Aku?
15
Manusia
16
Alter Ego
17
Dengan AI
18
Bersamanya
19
Memulai Awal
20
Yang Baru
21
Tentang AI
22
Dengan Monster
23
Semuanya
24
Baru Dimulai
25
Sekarang
26
Saatnya
27
Permulaan
28
Dunia
29
Pertemuan
30
Dengannya
31
Dan Ingatan
32
Yang Hilang
33
Akademi
34
Arknest
35
Kelas Pertama
36
Duel Antarkelas
37
Tantangan
38
Di Luar Duel
39
Pengenalan
40
Teman
41
Mati
42
Sabit Putih
43
Kebangkitan
44
Kota
45
Empat Kerajaan
46
Kenapa
47
Aku Tidak Bisa
48
Mengerti?
49
Para Senior
50
Tokoh Utama
51
Dua Surat
52
Assassin
53
White And Black
54
Dua Siluman
55
Tanda Bintang
56
Kepercayaan
57
Menghidupkan
58
Pertanyaan
59
Tanpa Jawaban
60
Waktu Malam
61
Yang Salah
62
Lupakan Saja
63
Kembali
64
Kepadamu
65
Es dan Lava
66
Memulai Ulang
67
Waktu
68
Untuk Manusia
69
Buku Dunia
70
Aura
71
Gadis Penyihir
72
Sosok Hijau
73
Iylasvi
74
Pergi
75
Dari Sini
76
Kita Mulai
77
Afra Afifah
78
Iliya Viely
79
Terjerat
80
Rantai
81
Berdarah
82
Tujuan
83
Rasa Baru
84
Kota Sihir
85
Hanya
86
Penampilan
87
Bentuk AI
88
Sia-sia
89
Janji
90
Sosok Biru
91
Gadis Biru
92
Sira Siveria
93
Wilayah
94
Perbatasan
95
Perpustakaan
96
Pengunjung
97
Hilang
98
Lyvie
99
Tidak Bisa
100
Jujur
101
Pagi Biru
102
Pagi Biru (2)
103
Pagi Biru (3)
104
Hari-harinya
105
Denganku
106
Kau Ingin Aku?
107
Pendamping
108
Pohon
109
Beringin
110
Bercahaya
111
Sentuhan
112
Bibir
113
Ciuman
114
Hal Biasa
115
Rencana
116
Bertanya
117
Istana
118
Kembali Lagi
119
Berkumpul
120
Demi
121
Diri-Nya
122
Kejadian
123
Terlupakan
124
Bercerita
125
Tentang Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!