Dengan Malam

Titisan air hujan nampak masih turun dan seakan menyelimuti gelapnya malam. Sang ayah kembali menoleh ke arah Afra. Wajahnya seketika terlihat seperti mulai kembali ketakutan. Ia pun langsung mengelus wajah anaknya itu. Afra tersenyum setelah sang ayah mengelusnya.

"Ayah akan menemani mu malam ini ya, Afra sayang."

--------------------------------------------------------------------------

Mentari pagi mulai terbit, dan air yang turun sudah berhenti dan meninggalkan bekas-bekas nya bersama dengan embun pagi. Keduanya saling bercampur dan menjadi satu. Sedangkan pepohonan hutan yang basah disinari oleh cahaya matahari pagi yang cerah. Akan selalu ada penyemangat setelah banyaknya masa-masa yang tak pernah diinginkan.

Afra akhirnya terbangun setelah tertidur karena ketakutan. Ia membuka matanya dengan perlahan dan melihat langit-langit kamarnya. Perlahan, ia menolehkan kepalanya ke arah jendela. Namun, pandangannya terhenti saat melihat sang ayah yang tertidur di lantai dan menyandarkan kepalanya di kasur tanpa mengenai tubuhnya.

"A–Ayah?" ucap Afra terkejut melihat ayahnya yang tidur dengan posisi duduk itu. Sang ayah pun terbangun karena mendengar suara Afra.

"Selamat pagi, Afra sayang," sapa sang ayah sambil tersenyum pada anaknya. Afra masih terbelalak dan tak percaya setelah menyadari kalau ayahnya menemaninya tidur semalaman.

"A–apa ayah tidur disini semalaman?" tanya Afra penasaran dan masih tak percaya. Sang ayah hanya diam dan tetap tersenyum mendengar perkataan Afra.

"Kamu tidur dengan nyenyak, Afra," kata sang ayah dengan lembut sambil mengusap wajah Afra yang masih terbelalak.

"I-iya," ucap Afra masih tetap saja tak percaya. Sang ayah lalu bangun dan kembali tersenyum melihat Afra.

"Ayah akan memasak makanan untuk mu ya," kata sang ayah sebelum akhirnya ia pergi keluar dari kamar Afra. Afra melihat ayahnya keluar masih dengan tatapan mata terbelalak. Ia masih tidak percaya.

"Ayah …," ucap Afra lirih, "… terima kasih."

***

Ini adalah pagi hari yang cerah. Sisa-sisa hujan deras semalam memang membuat suasana pagi lebih berbeda. Bau tanah dan pepohonan, juga sejuknya udara pagi. Semua terasa lebih alami.

Kini, Afra masih berada di rumah, lebih tepatnya di ruang tengah. Ia sudah selesai menyantap makanan yang dibuat ayahnya dan juga mengganti pakaiannya. Namun, Afra belum ingin pergi keluar rumah. Ia masih ingin menanyakan sesuatu pada ayahnya.

Sang ayah sekarang juga sedang berada di ruang tengah bersama dengan Afra. Ia duduk berhadapan dengan Afra. Suasana antara mereka berdua terasa hening. Afra hanya diam sambil menundukkan kepalanya dan menatap meja, sedangkan sang ayah sedang meminum minuman nya dengan perlahan.

"Ayah! Aku ingin menanyakan sesuatu!" ucap Afra memecahkan keheningan. Sang ayah pun meletakkan cangkir minumnya.

"Ya, Afra ingin menanyakan apa?" jawab sang ayah sambil tersenyum. Afra kembali diam dan menundukkan kepalanya. Ia merasa ragu dan tidak tahu apakah ayahnya akan menjawab pertanyaannya itu.

"Tanyakan saja, Afra. Jangan malu-malu begitu," kata sang ayah sambil mengelus kepala Afra dengan lembut.

Afra langsung menatap sang ayah, lalu dengan cepat ia langsung menggelengkan kepalanya, "tidak, Ayah! Aku rasa nanti saja aku menanyakannya."

Afra pun langsung bangun dan tersenyum pada sang ayah, "Afra pergi keluar dulu ya, Ayah!"

Sang ayah menanggapinya dengan anggukan dan tersenyum, lalu Afra pun pergi keluar rumah.

***

Kini, dengan malam hujan turun, dan paginya meninggalkan aura alaminya. Mungkin kemarin bukanlah hari baik, tetapi kini adalah hari yang benar-benar baik. Ya, Afra cukup senang— tidak, mungkin bukan cukup, tetapi benar-benar senang. Afra tak menyangka setelah ia berjalan di tanah yang sedikit basah dengan air hujan, ia melihat pepohonan yang mulai menunjukkan bunganya. Ada juga bunga-bunga yang tumbuh di bawah pepohonan.

Afra pun langsung menghampiri bunga-bunga yang tumbuh itu dan memetik beberapa. Afra tersenyum senang.

"Aku akan membawa bunga ini pulang!" ucap Afra dengan senang.

***

Ini adalah puisi, puisi berjudul dengan malam. Dengan malam dunia tertidur. Dengan malam bintang dan bulan bersinar. Dengan malam hal-hal yang tidak bisa terlaksana di siang akan terjadi. Dengan malam— ah, sudahlah.

Waktu itu terus berjalan, dan sekarang sudah malam. Afra benar-benar senang hari ini. Tentu saja, ia sudah berada di rumah, dan sedang menatap keluar dari jendela kamarnya. Beberapa bunga yang ia petik sudah dikasihkan untuk ayahnya, dan sisanya ia simpan untuk dirinya sendiri di kamarnya. Afra masih tersenyum senang sembari melihat keluar jendela.

Senang. Itulah yang dirasakan Afra saat ini, di hari ini. Semua hal-hal buruk yang sebelumnya ia rasakan seakan benar-benar sudah lenyap. Dan pemikiran anehnya juga sudah tidak menghantuinya lagi.

"Ah … aku benar-benar senang sekali!" ucap Afra sambil menatap langit malam. Afra menutup matanya, lalu menghembuskan nafasnya dengan perlahan. Ia pun membuka kembali matanya dan tersenyum.

Aku rasa aku tidak perlu menanyakan nya pada ayah! batin Afra.

Ya, dengan malam yang disinari perasaan senang oleh Afra, ia akhirnya bisa tidur dengan tenang. Ya, hari-harinya mulai terasa kembali normal dan tidak dihantui oleh pemikiran anehnya. Dengan malam ini, kehidupannya sudah kembali, sepertinya.

---------------------------------------------------------------------------

Waktu, takdir, dan malam. Ini adalah tiga kata kunci yang menjadi bagian, tujuan, dan hal yang sudah semestinya terjadi disini.

Waktu sudah berlalu begitu cepat. Ya, begitu cepat. Dan ini sudah dua tahun semenjak Afra merasakan kesenangan dan sudah tidak … mengalami mimpi anehnya itu. Ya, mimpi aneh yang biasa menghantuinya dan juga suara-suara aneh itu sudah menghilang dari pikiran dan hidupnya. Benar-benar tidak pernah terlihat lagi.

Hari-hari sudah berlalu, dan semua hari-hari itu diwarnai dengan berbagai macam kesenangan dan kegembiraan dari Afra. Dan ini sudah dua tahun, yang artinya umur Afra sudah menginjak sepuluh tahun sekarang. Namun, kadang takdir seringkali datang dan memulai aksinya mengubah hal-hal yang diinginkan.

----------------------------------------

"Ayah! Selamat pagi— eh, Ayah? Kau dimana?"

Hihihi

"Siapa itu?"

Crang crang

Wush

"Ah!"

Hihihi

"Apa ini? Tempat apa ini?"

Tap tap tap

"Ayah! Apa itu—"

Hihihi

"Sudah lama sekali ya, Afra Afifah!"

"Ah!" teriak Afra seketika langsung terbangun dari tidurnya.

"Apa … itu?" ucap Afra sambil berusaha mengatur nafasnya yang terengah-engah, "apa … itu mimpi?"

Akh

Tiba-tiba saja, dadanya terasa sesak dan jantungnya berdetak begitu cepat. Afra merasakan aliran darah nya yang terasa bergerak cepat dan berputar-putar di dalam tubuhnya. Hal itu membuatnya merasakan rasa sakit yang terasa benar-benar menyakitkan.

"Apa … ini? Apa yang … terjadi padaku?" batin Afra sambil berusaha menahan rasa sakit itu.

Rasa sakit yang sudah lama tidak ia rasakan setelah dua tahun itu … kembali dirasakannya.

-------------------------------

Ya, mimpi aneh itu mulai kembali lagi. Setelah dua tahun Afra mendapatkan kesenangan, dan mimpinya mulai kembali … menghantuinya lagi.

Terpopuler

Comments

Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)

Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)

cepet amat selesai thor, jgn lama2 updatenya sudah sy like+coment+favorit
jgn lupa mmpir juga ke dewi merpatiku ya thor

2022-03-17

4

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula
2 Gadis Manusia
3 Melihat Dunia
4 Pertama Kali
5 Di Siang Hari
6 Sampai Akhirnya
7 Penasaran
8 Dengan Malam
9 Mimpi Aneh
10 Kebenaran
11 Tentang Dunia
12 Tanpa Manusia
13 Manusia?
14 Siapa Aku?
15 Manusia
16 Alter Ego
17 Dengan AI
18 Bersamanya
19 Memulai Awal
20 Yang Baru
21 Tentang AI
22 Dengan Monster
23 Semuanya
24 Baru Dimulai
25 Sekarang
26 Saatnya
27 Permulaan
28 Dunia
29 Pertemuan
30 Dengannya
31 Dan Ingatan
32 Yang Hilang
33 Akademi
34 Arknest
35 Kelas Pertama
36 Duel Antarkelas
37 Tantangan
38 Di Luar Duel
39 Pengenalan
40 Teman
41 Mati
42 Sabit Putih
43 Kebangkitan
44 Kota
45 Empat Kerajaan
46 Kenapa
47 Aku Tidak Bisa
48 Mengerti?
49 Para Senior
50 Tokoh Utama
51 Dua Surat
52 Assassin
53 White And Black
54 Dua Siluman
55 Tanda Bintang
56 Kepercayaan
57 Menghidupkan
58 Pertanyaan
59 Tanpa Jawaban
60 Waktu Malam
61 Yang Salah
62 Lupakan Saja
63 Kembali
64 Kepadamu
65 Es dan Lava
66 Memulai Ulang
67 Waktu
68 Untuk Manusia
69 Buku Dunia
70 Aura
71 Gadis Penyihir
72 Sosok Hijau
73 Iylasvi
74 Pergi
75 Dari Sini
76 Kita Mulai
77 Afra Afifah
78 Iliya Viely
79 Terjerat
80 Rantai
81 Berdarah
82 Tujuan
83 Rasa Baru
84 Kota Sihir
85 Hanya
86 Penampilan
87 Bentuk AI
88 Sia-sia
89 Janji
90 Sosok Biru
91 Gadis Biru
92 Sira Siveria
93 Wilayah
94 Perbatasan
95 Perpustakaan
96 Pengunjung
97 Hilang
98 Lyvie
99 Tidak Bisa
100 Jujur
101 Pagi Biru
102 Pagi Biru (2)
103 Pagi Biru (3)
104 Hari-harinya
105 Denganku
106 Kau Ingin Aku?
107 Pendamping
108 Pohon
109 Beringin
110 Bercahaya
111 Sentuhan
112 Bibir
113 Ciuman
114 Hal Biasa
115 Rencana
116 Bertanya
117 Istana
118 Kembali Lagi
119 Berkumpul
120 Demi
121 Diri-Nya
122 Kejadian
123 Terlupakan
124 Bercerita
125 Tentang Akhir
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Awal Mula
2
Gadis Manusia
3
Melihat Dunia
4
Pertama Kali
5
Di Siang Hari
6
Sampai Akhirnya
7
Penasaran
8
Dengan Malam
9
Mimpi Aneh
10
Kebenaran
11
Tentang Dunia
12
Tanpa Manusia
13
Manusia?
14
Siapa Aku?
15
Manusia
16
Alter Ego
17
Dengan AI
18
Bersamanya
19
Memulai Awal
20
Yang Baru
21
Tentang AI
22
Dengan Monster
23
Semuanya
24
Baru Dimulai
25
Sekarang
26
Saatnya
27
Permulaan
28
Dunia
29
Pertemuan
30
Dengannya
31
Dan Ingatan
32
Yang Hilang
33
Akademi
34
Arknest
35
Kelas Pertama
36
Duel Antarkelas
37
Tantangan
38
Di Luar Duel
39
Pengenalan
40
Teman
41
Mati
42
Sabit Putih
43
Kebangkitan
44
Kota
45
Empat Kerajaan
46
Kenapa
47
Aku Tidak Bisa
48
Mengerti?
49
Para Senior
50
Tokoh Utama
51
Dua Surat
52
Assassin
53
White And Black
54
Dua Siluman
55
Tanda Bintang
56
Kepercayaan
57
Menghidupkan
58
Pertanyaan
59
Tanpa Jawaban
60
Waktu Malam
61
Yang Salah
62
Lupakan Saja
63
Kembali
64
Kepadamu
65
Es dan Lava
66
Memulai Ulang
67
Waktu
68
Untuk Manusia
69
Buku Dunia
70
Aura
71
Gadis Penyihir
72
Sosok Hijau
73
Iylasvi
74
Pergi
75
Dari Sini
76
Kita Mulai
77
Afra Afifah
78
Iliya Viely
79
Terjerat
80
Rantai
81
Berdarah
82
Tujuan
83
Rasa Baru
84
Kota Sihir
85
Hanya
86
Penampilan
87
Bentuk AI
88
Sia-sia
89
Janji
90
Sosok Biru
91
Gadis Biru
92
Sira Siveria
93
Wilayah
94
Perbatasan
95
Perpustakaan
96
Pengunjung
97
Hilang
98
Lyvie
99
Tidak Bisa
100
Jujur
101
Pagi Biru
102
Pagi Biru (2)
103
Pagi Biru (3)
104
Hari-harinya
105
Denganku
106
Kau Ingin Aku?
107
Pendamping
108
Pohon
109
Beringin
110
Bercahaya
111
Sentuhan
112
Bibir
113
Ciuman
114
Hal Biasa
115
Rencana
116
Bertanya
117
Istana
118
Kembali Lagi
119
Berkumpul
120
Demi
121
Diri-Nya
122
Kejadian
123
Terlupakan
124
Bercerita
125
Tentang Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!