Bab 19

Semakin hari, hubungan antara Varel dan Adel semakin membaik. Keduanya bisa di bilang semakin dekat, meski masih sedikit ada jarak dan tak sedekat dulu.

Sikap Varel yang masih dingin dan terkesan masih menjaga jarak namun perhatian membuat Adel berpikir mungkin pria itu masih memendam rasa kecewa dan sakit hati terhadapnya tapi amsih mencintainya. Ia yakin, seiring berjalannya waktu, dengan semakin membaiknya hubungan mereka, Adel akan mampu membuat Varel melupakan rasa sakitnya dan mereka akan kembali seperti dulu bahkan kali ini Adel ingin memiliki ikatan resmi antara keduanya tidak seperti dulu yang hanya dekat, saling mencintai namun tanpa status.

Adel bersenandung sambil menuruni anak tangga. Hari ini ia akan ke butik untuk mengecek sejauh mana perkembangannya. Ia sangat berharap bisa segera meresmikan butiknya tersebut. Beruntung, Gema selalu membantunya. Bukan tanpa alasan, selain karena butik itu adalah kerja sama antara Adel dan Sahara, namun juga karena pria itu kini semakin yakin akan perasaannya yang menyukai Adel.

Adel melongok ke meja makan dimana Varel biasanya sudah duduk menunggu untuk mengajaknya sarapan, namun kali ini ia tak melihat pria itu. Biasanya mereka akan berangkat bersama. Varell akan mengantar Adel terlebih dahulu sebelum ke kantornya meski tak searah. Alasannya ada aja untuk mengantar wanita tersebut tanpa berkata jujur kalaubingin mengantar, dan tentu saja Adel senang.

Di mana dia?

Adel menoleh ke pintu kamar Varel lalu mencarinya ke dapur nmun ia tak menemukan pria tersebut. Ia kembali ke meja makan, dimana sudah tersedia sarapan disana.

Tak lama kemudian, ponselnya bergetar.

"Aku harus ke Jakarta pagi ini, ada pekerjaan penting mendadak," Adel membaca pesan dari Varel.

Varel yang masih dalam perjalanan menuju bandara sengaja mengirim pesan kepada adel agar wanita itu tahu jika ia tak berada di rumah sehingga harus lebih hati-hati.

Adel mendengus, sebenarnya ia juga sudah rindu dengan Jakarta, terutama dengan keluarganya. Tapi, ia masih sangat sibuk mengurus butiknya.

"Baiklah, salam buat kakak dan kakak ipar," Adel membalas pesan dari Varel.

"Astaga!" pekiknya, kenapa malah kirim salam padahal kan Syafira tidak tahu kalau mereka tinggal satu rumah.

"Kau yakin?" Adel membaca balasan dari Varel. Ia yakin oria itu kini sedang tersenyum mengejek.

"Tentu saja, aku bercanda 😄," balas Adel dengan cepat.

"Baiklah, aku hanya memberitahumu kalau aku tidak di rumah supaya kamu lebih berhati-hati. Jangan sembarangan membukakan pintu untuk orang yang datang ke rumah terutama pria," Adel. Membaca pesan dari Varel sambil tersenyum.

"Titip molly!" Adel baru akan mengetik balasan, Varel sudah kembali mengiriminya pesan.

"Siap! Hati-hati!" Adel langsung memeluk ponselnya setelah mengirim terakhir yang hanya di baca oleh Varel namun tidak di balas.

"Molly, hanya tinggal kita berdua di rumah ini, sepi ya?" Adel berjongkok dan mengusap Molly yang datang kepadanya.

"Meoowww!"

"Kau lapar? Baiklah tunggu sebentar, aku akan menyiapkan sarapan untukmu, ayo ikut aku!" Molly mengikuti Adel.

🌻🌻🌻

Baru satu hari Varel pergi, Adel sudah merasa rindu. Entahlah, padahal sebelumnya ia pernah berpisah dengan pria itu selama enam tahun tanpa berkabar sekalipun, tapi sekarang? Baru satu hari rasanya seperti seabad. Lebay memang, tapi begitulah rasanya saat Adel merasa jatuh cinta untuk ke dua kalinya dengan pria yang sama tersebut.

"Hem, udah wangi and beautifull. Photo dulu sini!" Adel memeluk Molly yang baru saja ia mandikan dan dandani lalu mengirimkannya kepada Varel.

"Molly sudah mandi, sudah wangi, sudah cantik!" Varel tersenyum tipis saat menerima pesan dari Adel dimana ia melihat kucing milik Andini tersebut memang terlihat lebih manis dengan baju warna pink dengan pita senada.

"Yang mandiin udah mandi belum?" baals Varel.

"Udah dong, udah wangi dan cantik juga!" Adel juga mengirim photonya sendiri tanpa Molly.

"Ck, narsis!" decak Varel tanpa sadar.

"Ehem!" Bara yang sedang memimpin rapat sengaja berdehem saat melihat adik iparnya tetsebut memainkan ponselnya di tengah rapat. Varel yang menyadarinya langsung menyimpan ponselnya.

Setelah rapat selesai, Varel datang ke ruangan Bara.

"Aku lihat tadi kau kurang konsentrasi saat di ruang rapat, ada apa? Apa ada masalah?" tanya Bara.

"Ah tidak, kak. Hanya tadi aku mendapat pesan yang agak lucu saja," sahut Varel beralasan mengingat ia tadi sempat senyum-senyum sendiri saat menerima pesan dari Adel.

"Pulang dari kantor, mampirlah ke rumah, Syafira dan anak-anak pasti senang, mereka merindukanmu," ucap Bara.

"Baiklah, aku juga merindukan mereka, terutama bundanya! Sangat rindu,"

"Jangan berani-berani kamu merindukan istriku melebihi rinduku, Rel!"

"Ck, aku hanya bercanda kak," sahut Varel terkekeh, kakak iparnya tersebut masih saja posesif terhadap istrinya meski sudah berbuntut empat.

"Oya, sebenarnya ada hal yang ingin aku beritahukan, tapi mungkin tidak penting juga buat kamu sekarang,"

"Soal?" Varel yang merasa haus mengambil gelas yang ada di meja Bara.

"Adel, sudah sebulan ini dia berada di kota B. Apa kau pernah bertemu dengannya?"

"Uhuk!" Varel tersedak air putih yang baru samai kerongkongannya mendengar ucapan Bara.

"Kenapa? Apa kau terkejut?"

"Ah tidak... Eh maksudku, iya. Aku nggak pernah dengar kabarnya, tiba sekaramg dia sudah berada di kota B, aku cukup terkejut," bohong Varel. Ia tak tahu harus bilang apa, mau jujur nanti pasti jadi panjang urusan.

"Ya, dia akan membuka usaha di sana. Dan kau tahu, sepanjang hari Syafira mengomel Karena hal itu. Jadi kau tidak pernah bertemu dengannya ya?"

"Eh, iya. Ti...dak," Varel menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Ya sudah, aku hanya ingin tanya soal itu. Aku tahu sekarang sudah ada Andini, tidak seharusnya aku membahas Adel denganmu. Kembalilah ke ruanganmu, aku akan menelepon Syafira karena saat berangkat tadi, Zack demam," ucap Bara.

"Zack sakit? Baiklah nanti aku akan ke rumah menjenguknya. Aku keluar dulu!"

"Hem, sahut Bara,"

🌻🌻🌻

Malam hari di tempat lain...

"Apa semua sudah kamu packing, sayang?" tanya Arum, tante Andini yang beberapa hari yang lalu baru pulang dari luar negeri.

"Sudah tante, besok tinggal berangkat," sahut Andini.

"Apa kamu tidak sebaiknya tinggal di sini saja bersama kami? Tante khawatir kalau kamu tinggal sendiri, bagaimana kalau kamu drop lagi seperti kemarin?"

Andini tersenyum, "Tante jangan khawatir, Andin akan baik-baik saja,"

Tante Arum hanya bisa membiarkan keinginan Andini, gadis itu jika sudah dengan keputusannya akan susah di bujuk.

"Ingat, selalu kabari tante atau om. Jangan lupa selalu minum obatmu. Kalau ada apa-apa langsung hubungi kami, mengerti?" pesan tante Arum saat Andini hendak masuk ke dalam mobil keesokam harinya.

"Iya, Andini akan mengingat pesan tante. Andin pergi dulu!" Andini masuk ke dalam mobil yang akan membawanya kembali ke kota B.

Andini tidak sabar ingin cepat sampai dan memberi kejutan untuk Varel. Sebenarnya ia sudah akan kembali sejak kemarin-keamrin, namun sayang kondisinya yang ngedrop tidak memungkinkannya untuk pulang.

🌻🌻🌻

Adel yang baru saja pulang langsung naik ke kamarnya. Ternyata Molly mengikutinya.

"Ah lelahnya!" Adel langsung menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur diikuti Molly yang duduk di sampingnya. Ternyata persiapan untuk membuka butik cukup menguras tenaga dan pikirannya.

"Apa kau merindukannya Molly? Ah aku juga...padahal dulu aku tak segila ini, baru dua hari sudah rindu berat, bukankah yang berat itu cukup Dilan saja? Tapi kenapa aku juga merasakan berat, ya?" Adel memiringkan badannya menghadap Molly dan mengusap-usap kepala hingga punggung kucing tersebut.

"Ssst, apa kau mau tahu sebuah rahasia? Aku... Aku rasanya jatuh cinta lagi sama dia, Jantungku selalu bermasalah jika dekat dengannya. Lebih parah dari dulu malahan. Berharap dia juga merasakan hal yang sama, apalagi akhir-akhir ini hubungan kami sangat membaik. Diankembali perhatian seerti dulu, ya walaupun masih ada jutek-juteknya sih, tapi itu malah buat aku semakin sukaaa, gimana dong?" Adel mengatakannya denga perasaan berdebar. Hanya mengingat orangnya atau menyebut namanya saja hatinya sudah berdebar.

Molly hanya diam menatap Adel yang sedang curhat terhadapnya. Biasanya Adel akan cerita apapun kepada sahabtanya Sahara, tapi sahabatnya tersebut akhir-akhir ini sedang sibuk karena akan segera habis kontrak kerja dan kembali ke Indonesia. Jadi dia harus menyelesikan pekerjaannya sebelum kembali.

"Kamu ngerti nggak sih apa yang aku omongin Molly?"

"Meooww!"

"Pintar... Ssst tapi jangan bilang sama orangnya yah? Ini rahasia kita, oke?"

"Meowww" , entah paham atau tidak yang jelas Molly hanya bisa mengeong setiap kali adel bicara. Namanya juga kucing, kalau bisa bicara malah menakutkan.

"Aku mandi dulu, kamu di sini saja, tapi jangan rusuh ya? Anteng, diem!" Adel bangun dan beranjak ke kamar mandi.

Setelah mandi, Adel tak mendapati Molly di kamarnya. Ia duduk di depan meja rias untuk mengeringkan rambutnya. Setelah itu, ia turun ke lantai bawah untuk mencari Molly.

Saat menuruni anak tangga, Adel mencium bau harum dari dapur. Seketika ia tersenyum ia pikir Varel sudah kembali dan sedang memasak.

Adel segera menuju ke dapur dengan langkah ringan, namun langkahnya terhenti saat melihat bukan Varel yang sedang berada di dapur, melainkan seorang wanita.

"Maaf, Kamu siapa?" tanya Adel dari ambang pintu.

Wanita yang sedang memasak tersebut menoleh saat mendengar suara wanita menyapanya.

Wanita itu sedikit tersentak saat melihat Adel,"Kamu sendiri siapa? Aku Andini, tunangan Mas Varel, penghuni rumah ini," ucap Andini, meski ia terkejut karen ada wanita di rumah calon suaminya, namun ia tetap berusaha tenang dan tersenyum.

Terpopuler

Comments

Amirul Adli

Amirul Adli

😂😂😂😂😂atuh udah nginep serumah malah ajang bara...

2024-12-11

0

Amirul Adli

Amirul Adli

🤣🤣🤣🤣anggap aj setuju del.....

2024-12-11

0

Dewa Rana

Dewa Rana

Sahara ganti nama ya

2024-11-29

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Chapter 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98 (End)
99 Bab 99 ( bonchap 1)
100 Bab 100 (bonchap 2)
101 Bab 101 (bonchap 3)
102 Novel Sebatas Ibu Pengganti
103 Bonchap 4
104 Bonchap 5
105 Bonchap 6
106 Bonchap 7
107 Jenna (Pengasuh Ceo Lumpuh)
Episodes

Updated 107 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Chapter 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98 (End)
99
Bab 99 ( bonchap 1)
100
Bab 100 (bonchap 2)
101
Bab 101 (bonchap 3)
102
Novel Sebatas Ibu Pengganti
103
Bonchap 4
104
Bonchap 5
105
Bonchap 6
106
Bonchap 7
107
Jenna (Pengasuh Ceo Lumpuh)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!