Bab 17

Sentuhan dan lumataan lembut yang Varel berikan untuk bibirnya, perlahan membuat Adel tersadar jika pria itu kini sedang menciumnya.

Apa?

Mencium?

Ya, pria itu kini sedang menumpahkan rasa rindu yang sebenarnya kepada pujaan hatinya tersebut. Rasa yang selama ini ia sembunyikan dengan rapat.

Varel menghentikan aksinya sekejap saat ia merasa tak ada balasan dari Adel yang masih tak tahu harus bersikap bagaimana dengan bibirnya masih menempel ada bibir Adel. Namun, detik berikutnya Varel tersenyum dalam hati karena Adel perlahan tapi pasti mengangkat tangannya lalu melingkarkannya di tengkuk Varel.

Merasa mendapat angin segar, Varel memegangi pingga Adel dan kembali memagut bibir wanita itu dengan lembut dan wanita itu membalasnya. Ciuman yang awalnya sangat lembut tersebut perlahan menjadi kian menuntut. Seakan keduanya adalah sepasang kekasih yang sedang menumpahkan rasa rindu mereka karena terpisah lama. Keduanya begitu menikmati ciuman tersebut.

Baik Adel maupun Varel terengah-engah saat sesi berciuman mereka selesai dan kini keduanya hanya diam dengan kening yang saling menempel sambil berusaha mengatur napas masing-masing dengan tangan Varel yang masih berada di pinggang Adel sementara tangan Adel masih melingkar di tengkuk pria yang barus saja menciumnya tersebut.

Tok tok tok!

Suara ketukan pintu kamar Varel membuat keduanya tersadar dan saling menatap dalam diam untuk beberapa detik.

"Rel, lo di dalem nggak?" teriak Rasel.

Tok tok tok!

Pintu di ketuk sekali lagi, Varel menoleh dan menatap pintu di sampingnya, ia yakin Rasel mencarinya karena tak menemukan Adel di kamarnya karena tadi ia melihat jelas jika sahabatnya tersebut berjalan ke arah kamar wanita yang masih berada di depannya dan bersandar pada dinding bambu tersebut.

Adel membulatkan matanya ketika Varel hendak membuka pintu. Ia menarik tangan laki-laki itu lalu menggeleng berani bersuara. Bagaimana kalau Rasel melihat ia berada di dalam kamar Varel, pasti akan berpikir yang macam-macam, pikir Adel.

Akan tetapi, Sepertinya Varel tak mengindahkannya. Ia tetap membuka pintu, namun tangannya dengan cepat menarik Adel ke belakang pintu supaya tidak terlihat oleh Rasel.

"Ada apa sih, teriak-teriak? Ganggu aja, gue ngantuk nih!" Varel pura-pura mengantuk dengan menguap saat kepalanya menyembul di celah pintu yang sengaja tak ia buka lebar tersebut.

"My baby bening ilang!" ucap Rasel khawatir karena berkali-kali mengetuk pintu kamar wanita iti tak kunjung ada jawaban.

"Hilang bagaimana? Ada-ada aja. Lagian hilang kenapa? Di culik? Mana ada yang mau nyulik dia, makan banyak tapi nggak Bisa masak, nyusahin penculiknya yang ada!" gerutu Varel yang tanpa ia sadari ucapannya tersebut membuat Adel kesal. Wanita itu mencengkeram tangan Varel yang ia pegang di balik pintu dengan keras, sangat keras hingga pria itu meringis bahkan hampir berteriak.

"Lo kenapa?" tanya Rasel curiga. Ia melongok melihat ke dalam, namun tak melihat siapapun di sana.

"Nggak apa-apa, cuma kaget aja lagi asyik-asyik tiudr lo ganggu!" ujar Varel kesal.

"Lo benar juga, nggak mungkin dia di culik, ya. Tapi...."

"Apa lagi?" sela Varel cepat.

"Bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan dia di dalam kamarnya? Soalnya aku ketuk-ketuk pintunya dan berteriak panggil namanya nggak ada sahutan," Rasel tampak khawatir.

"Tidur kali, lagian ini jam berapa? Waktunya istirahat, dia itu suka kayak orang pingsan kalau tidur," sahut Varel santai. Dan lagi, Adel mencengkeram tangannya keras membuat Varel kembali meringis.

"Nah itu dia! Takutnya dia pingsan, Rel. Kalau cuma tidur kenapa nggak bangun coba dengar aku teriak ada banjir dan kebakaran tadi,"

Astaga! Benar-benar, Varel ingin merutuki sahabatnya tersebut, maksudnya ada kebakaran di tengah banjir apa bagaiaman, pikiranya yang tak habis pikir.

"Ayo, kita Cek. Kalau perlu dobrak saja pintunya, aku khawatir nih!" Rasel menarik tangan Varel. Adel terpaksa melepaskan tangannya yang mencengkeram tangan Varel.

Adel mengintip dari celah pintu, terlihat Rasel yang terus menggedor pintu kamar Adel yang terkunci.

" Kita dobrak aja deh, khawatir gue! Anak perawan orang takut kenapa-kenapa, mana gue yang ngajak buat ikut tadi! Tanggung jawab gue jadinya," Rasel bersiap mendobrak pintu namun segera di tarik oleh Varel, "Jangan sembarangan, ini penginapan orang, bukan kamar lo, bisa di tuntut lo, bikin masalah. Ikut gue, kita minta kunci cadangan!" Varel menarik kerah kemeja Rasel supaya mengikuti langkah kakinya menemui resepsionis.

"Lagian lo ngapin sih malam-malam ke kamar Adel, mau macam-macam, ya? Awas lo, jangan berani-berani!" gertak Varel.

"Gue cuma. Pengin ngobrol aja, siapa tahu kan my baby bening nggak bisa tidur juga, namanya juga usaha, Rel," ucap Rasel.

"Jangan panggil dia begitu!" seru Varel.

"Lah emang kenapa, suka-suka gue, dia aja nggak protes, kenapa lo yang sewot!"

"Gue nggak suka, lebay tahu nggak!..."

Suara keduanya samar-samar terdengar semakin memjauh. Dengan hati-hati, Adel membuka pintu dan berjalan mengendap keluar dan lanhsung masuk ke dalam kamarnya.

Tak berselang lama, terdengar lagi suara Rasel.

"Buruan Rel, buka aja pakai kunci cadangannya. Kalau dia kenapa-kenapa gue benar-benar bisa di gorok sama pak Bara dan istrinya," ucap Rasel.

"Coba ketuk lagi aja, siapa tahu dia dengar kali ini," ucap Varel. Pasalnya alasan dia mengajak Rasel meminta kunci cadangan hanya untuk mengulur waktu supaya Adel bisa kembali ke kamarnya.

"Ada apa sih berisik, ganggu irang tidur aja!" Adel pura-pura menhucek matanya dan menguap saat ia membuka pintu. Varwl tampak menghela napas lega saat melihat Adel. Berarti wanita itu tahu apa yang ia maksud.

"Loh kok...??" Rasel tampak heran, sejak tadi ia mengetuk dan berteriak wanita itu sama sekali bergeming, sedangkan Varel hanya mengetuk sekali dan memanggilnya tak keras, wanita itu langsung bangun, pikirnya

"Malah kak kok? Udah kan, udah lega kan sekarang, dia tidur! Bukan pingsan apalagi hilang!" ucap Varel ngegas.

"Emang ada apa sih?" Adel pura-pura bertanya.

"Tahu nih Rasel, dia pikir kamu di culik atau pingsan di dalam. Udah sekarang gue mau tidur, lo juga Sel, cepat balik ke kamar dan tidur! Jangan bikin huru hara, ntar ganggu penginap yang lain!" ucap Varel, ia melirik Adel. Sekilas sebelum akhirnya ia berjalan meninggalkan Rasel dan Adel.

" Kenapa, Sel? Ada perlu apa? Maaf, aku tidur lelap tadi, jadi nggak tahu ada yang ketuk pintu," ucap Adel seraya memicingkan matanya, melirik ke punggung Varel yang sedang berhenti demi mendengar apa yang Adel katakan.

Varel langsung tersenyum tipis, lalu melenggang masuk ke kamarnya.

"Oh itu, anu... Enggak apa-apa sih, yaudah kamu istirahat aja, udah malam. Aku juga mau balik ke kamar. Selamat malam," ucap Rasel yang tak tahu harus bicara apa lagi.

"Oh oke kalau begitu, selamat malam," balas Adel. Ia masuk ke dalam kamar. Di balik pintu, ia menyentuh bibirnya sambil tersenyum, membayangkan apa yang baru saja terjadi antara dirinya dengan Varel.

Adel langsung menjatuhkan tubuhnya ke ranjang, guling sana, guling sini tak bisa terpejam. Takut jika apa yang baru saja terjadi hanyalah mimpi.

"Kenapa dia menciumku begitu mesra? Apa artinya dia... Masih memcintaiku dan juga merindukanku?" gumam Adel yang terus memegangi bibirnya dan sesekali menenggelamkan wajahnya di bawah bantal, menyembunyikan pipinya yang merona karena malu jika ingat ia juga membalas ciuman Varel dengan begitu menggebunya.

Terpopuler

Comments

Jaspit Elmiyanti

Jaspit Elmiyanti

Andini kayak mana Thor, kan kesan nya adel jadi pelakor..

2024-12-13

0

Dewa Rana

Dewa Rana

kapan adel ketemu andini

2024-11-29

0

Rena utami

Rena utami

pacarmu gimana vareell

2024-01-01

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Chapter 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98 (End)
99 Bab 99 ( bonchap 1)
100 Bab 100 (bonchap 2)
101 Bab 101 (bonchap 3)
102 Novel Sebatas Ibu Pengganti
103 Bonchap 4
104 Bonchap 5
105 Bonchap 6
106 Bonchap 7
107 Jenna (Pengasuh Ceo Lumpuh)
Episodes

Updated 107 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Chapter 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98 (End)
99
Bab 99 ( bonchap 1)
100
Bab 100 (bonchap 2)
101
Bab 101 (bonchap 3)
102
Novel Sebatas Ibu Pengganti
103
Bonchap 4
104
Bonchap 5
105
Bonchap 6
106
Bonchap 7
107
Jenna (Pengasuh Ceo Lumpuh)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!