Bab 5

Sementara itu di kediaman Osmaro...

Setelah makan malam, Syafira terus mondar mandir di dalam kamarnya. Ia terus memikirkan adiknya yang bertingkah seenak jidatnya tersebut.

"Sayang, berhenti! Mas pusing lihat kamu mondar-mandir dari tadi kayak setrikaan aja," ucap Bara, ia melepas kaca matanya dan menutup laptop di pangkuannya kemudian meletakkanya diatas nakas.

"Aku tuh mikirin Adel mas, di chat nggak balas dari tadi , emang ya itu anak dari dulu sukanya bikin kepala pusing. Nggak berubah juga, ini lagi! Main pergi ke kota B segala, buat apa coba, emang di sini udah nggak ada keluarganya apa gimana," omel Syafira.

Bara hanya tersenyum tipis menanggapinya, istrinya tersebut kini di rasanya semakin bawel, mungkin karena efek setiap hari mengurus empat anak sekaligus.

"Sini, duduk samping mas!" Bara menepuk tempat kosong di sampingnya.

Syafira mendekat dan naik ke ranjang dengan wajah yang masih kesal. Bagaimana tidak kesal jika tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba Adel dengan tanpa dosanya mengatakan jika dirinya berada di bandara kota lain sementara dia sudah hampir sampai di Bandara interansional yang ada di kota J untuk menjemputnya.

"Udah jangan cemberut terus, mungkin Adel masih ingin menjelajah, mumpung masih lajang, nanti kalau udah ada buntut kayak kamu kan susah," Bara mencoba menenangkan kemarahan sang istri.

"Kurang lama apalagi coba mas, udah enam tahun dia pergi nggak pernah sekalipun pulang ke sini kalau nggak aku yang kesana buat jenguk dia, dan sekarang... Huh rasanya aku ingin sekali menjambak anak itu sangking kesalnya. Gila ma karir hingga lupa sama urusan asmara, apa nggak mau nikah, aku dengar teman sekolahnya dulu udah nikah, udah ada yang punya anak malah, eh dia malah masih keluyuran," mode ngomel masih saja terjadi, persis emak-emak yang lagi ngomelin anakny yang bandel. Nggak ada habisnya pokonya.

Bara menyerong tubuhnya lalu memijit oundak sang istri pelan, sepertinya sang istrinbutuh healing, pikirnya. Nggak jauh-jauhlah cukup healing di atas tempat tidur sepertinya akan membuat mood wanita itu sedikit membaik, pikir Bara lagi.

"Loh, siapa tahu kan di luar negeri sana Adel punya pacar. Udah jangan nhomel terus, mas pusing dengarnya. Lagian di kota B kan juga ada Varel,..."

"Justru itu!" Syafira langsung memotong ucapan Bara yang belum selesai, "Justru karena di sana Ada Varel, kalau mereka sampai bertemu kan gawat, bisa-bisa kisah lama terulang kembali...

Kalau move on mereka belum benar-benar kelar, bisa-bisa CLBK, sedangkan Varel kan udah ada Andini. Kasihan mereka kalau terlibat cinta segitiga apalagi segi nggak beraturan. Jangan sampai deh mereka bertemu lagi sebelum berumah tangga sendiri-sendiri," ucap Syafira panjang lebar.

"Adel tahu soal Varel dan Andini?" tanya Bara. Syafira menggeleng, "Kayaknya enggak. Dia minta nggak pernah bahas Varel dalam bentuk apapun. Jadi aku nggak pernah ungkit nama Varel sama sekali...

Terakhir aku keceplosan ngomongin Varel tiga tahun lalu kalau nggak salah. Aku cuma bilang mau ke rumah Varel karena ada acara pernikahan gitu sih sebenarnya eh dia langsung ngegas dan nutup telepon coba waktu itu jadi aku nggak pernah bahas Varel lagi, udah benar-benar move on kali dia jadi malas dengar nama Varel lagi," jelas Syafira sambil mengingat-ingat dimana waktu itu Adel jadi susah ia hubungi untuk beberapa hari.

Bara hanya menganggukkan kepalanya mengerti. Ia memang jarang berkomunikasi dengan Adelia secara langsung, paling hanya menanyakan kabar gadis itu melalui Syafira.

"Bunda!" tiba-tiba suara teriakan anak kecil itu mengalihkan pandangan mereka berdua ke sumber suara.

"Loh, sayang. Kok kesini?" tanya Syafira kepada putra bungsunya.

"Kata kamu dia tadi udah tidur awal," ucap Bara.

"Tadi memang udah tidur, kecapean dia tadi aku pijitin kakinya sebentar langsung tidur," sahut Syafira.

Zack berjalan mendekat sambil memeluk bantal guling kesayangannya.

"Mau bobok sini aja!" ucap anak itu cemberut.

"Loh, kenapa?" tanya Syafira seraya mengusap kepala anak itu lembut.

"Abanh Zio nakal, Zack di tendang sampai jatuh. Sakit pan tat Zack, padahal Zack lagi mimpi naik kuda, eh jatuh naik kudanya, ternyata jatuh beneran di lantai. Zack nggak mau berbagi tempat bobok sama abang, Zack mau punya kamar sendiri aja!" adu anak itu.

"Palingan kamu yang tidurnya usil karena naik kuda, iya kan?" ucap Bara, paling paham dengan tingkah anak bungsunya tersebut yang lebih mirip bundanya.

"No, daddy! Abang tuh yang usil, bukan Zack!"

"Hem gitu ya, ya sudah sekarang bobok lagi ya? Mau bobok sama bunda di sini?" ucap Syafira. Anak itu mengangguk namun matanya melirik sang daddy.

"Zack, bobok sama abang Nathan aja," ucap Zack kemudian. Syafira langsung menatap suaminya. Yang di tatap langsung protes, "Apa? Mas nggak ngapa-ngapain, dia aja yang tiba-tiba cancel temat tidurnya nggak jadi disini," ucap Bara tidak mau di salahkan.

"Nanti Zack di pindah tidurnya sama daddy kayak waktu itu, Zack nggak mau! Mending bobok sama abang Nathan saja,"

"Ya sudah, Zack boleh bobok sama abang Nathan," ucap Syafira.

Zack langsung mengangguk dan memutar badannya, namun baru beberapa langkah, ia berhenti dan menoleh, "Ayo bunda!" ucapnya.

"Kita bobok bertiga sama abang Nathan, biar daddy sendirian, Zack masih ngambek sama daddy, daddy nakal!" ucap Zack.

Bara langsung mengatup, perkara ia yang memindahkan tidurnya Zack karena ia sedang ingin berolah raga di ranjang dengan Syafira beberapa hari yang lalu rupanya masih berbuntut panjang rupanya.

Syafira menahan senyumnya melihat wajah Bara yang sudah masam, "Padahal rencana mau daddy butkan adik lo Zack malam ini," gumam bara namun terdengar oleh Syafira.

"Mas ih, udah ada empat juga!" Syafira menabok lengan Bara lalu turun dari ranjang untuk menghampiri putra bungsunya tersebut.

"Baru empat, belum sebelas!" sahut Bara.

"Ck, enak banget ngomongnya sebelas, mas aja sana yang hamil!" omel Syafira, "Yuk sayang!" Syafira menggandeng tangan Zack lalu mengajaknya keluar.

"Cepat kembali mas tunggu!" ucap bara sedikit keras. Di usianya yang menginjak angka empat puluh gairah olah raga malamnya justru sedang meningkat akhir-akhir ini. Mungkin kalau Syafira tidak KB Zack sudah tidak menjadi anak bungsu lagi.

🌻🌻🌻

Varel terus mengganti chanel televisi, ternyata tak ada yang bagus menurutnya. Dan tiba-tiba saja perutnya bunyi, ternyata Mendengarkan celotehan Adelia soal surat perjanjian, membuatnya merasa lapar. Ia bergegas ke dapur untuk membuat makan malam untuk dirinya sendiri.

Hidup sendiri bertahun-tahun membuatnya terbiasa masak sendiri, sangat berbeda dengan Varel yang dulu, kini ptia itu lebih mandiri. Ya, dan perubahan itu Adelia rasakan, pria itu banyak berubah. Terutama soal penampilan lebih tampan dan... Matang di usia ke tiga puluh duanya kini.

Adel senyum-senyum sendiri seraya mengganti bed cover tempat tidurnya dengan bed cover motif helko kitty kesukaannya, ia lalu menyentuh bibirnya yang tadi di sentuh oleh Varel. Namun, ia segera menepis pikirannya, "Ingat Adel, dia bukan Varel yang dulu lagi," gumamnya.

Ada rasa menyesal dalam diri Adel yang tak pernah orang lain tahu. Bagaimana ia harus bersusah payah untuk hidup di negeri orang seraya belajar melupakan pria tersebut. Bahkan ia sampai ganti nomor dan ponsel karena mengeblock nomor Varel justru membuat tangannya gatal ingin membuka block tersebut. Awal-awal ia tinggal di negara tersebut, sangat sulit ia lalui. Sempat terbesit ingin kembali saja dan menyerah pada cinta pertamanya. Namun, tetap saja keegoisan mengalahkan keinginannya untuk menyerah, mengabaikan segala rasa sakit, takut dan juga rasa bersalahnya.

Setelah selesai makan malam, Varel naik ke lantai atas, ia ingin mengambil barang-barangnya yang masih berada di kamar utama. Namun, ia hanya bisa mengembuskan napasnya kasar ketika melihat barang-barangnya sudah berada di depan pintu kamar.

"Gadis itu benar-benar!" ucap Varel geram seraya menatap tajam pintu di depannya, dimana di dalamnya gadis yang ia rutuki sedang meneteskan air matanya diam-diam.

Tak ingin berdebat karena hari juga sudah malam, Varel memilih mengambil barang-barangnya dan membawanya ke kamar yang ada di lantai satu.

Varel meletakkan asal barang-barangnya, ia terlalu lelah untuk merapikannya. Ia mengempaskan tubuhnya diatas tempat tidur, hari ini sungguh melelahkan lalu menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong. Tak hanya fisiknya karena pekerjaan tapi juga hatinya yang mendadak tak karuan setelah sekian lama ia berhasil meredamnya.

"Kenapa kau baru kembali sekarang? Di saat semuanya sudah tak lagi sama," ucap Varel dalam hati.

Getaran di ponselnya, membuyarkan lamunan Varel. Ia meraba tempat tidur di sampingnya untuk mengambil ponselnya.

"Good night and nice dream maaaas... Mimpiin aku ya 😘," ternyata itu adalah pesan rutin yang selalu Andini kirim setiap malam sebelum tidur.

Varel hanya membacanya lalu meletakkan ponselnya. Ia menutup wajahnya menggunakan bantal. Namun, detik kemudian ia kembali mengambil ponselnya dan mengetik balasan untuk Andini.

"Jangan tidur larut malam, mimpi indah 😊," selesai mengetik, Varel langsung meletakkan ponselnya di atas nakas lalu ia kembali mengempaskn tubuhnya di ranjang dan mencoba memejamkn matanya. Namun, sialnya justru wajah Adelia terlihat jelas dalam bayangannya.

"S hit! Gue benci lo Adelia!" Varel langsung mengubah posisi tidurnya menjadi tengkurap dan menutup kepalanya dengan bantal.

💕💕💕

Terpopuler

Comments

martina melati

martina melati

ntar bucin lho...

2024-08-03

1

nobita

nobita

benci itu benar-benar cinta lo Varel...

2024-07-04

1

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

beuuuhh ... matang segalanya ituh ....🤭😅

2023-08-01

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Chapter 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98 (End)
99 Bab 99 ( bonchap 1)
100 Bab 100 (bonchap 2)
101 Bab 101 (bonchap 3)
102 Novel Sebatas Ibu Pengganti
103 Bonchap 4
104 Bonchap 5
105 Bonchap 6
106 Bonchap 7
107 Jenna (Pengasuh Ceo Lumpuh)
Episodes

Updated 107 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Chapter 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98 (End)
99
Bab 99 ( bonchap 1)
100
Bab 100 (bonchap 2)
101
Bab 101 (bonchap 3)
102
Novel Sebatas Ibu Pengganti
103
Bonchap 4
104
Bonchap 5
105
Bonchap 6
106
Bonchap 7
107
Jenna (Pengasuh Ceo Lumpuh)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!