Bab 12

Hari- hari berlalu begitu saja....

Sudah beberapa hari ini Varel tak bertemu dengan Adel secara langsung. Ia hanya melihat wanita itu saat pulang dan setelahnya akan berada di dalam kamar sampai pagi.

Kadang, pagi haripun Varel tak melihat Adel yang sudah di jemput oleh Gema pagi-pagi sekali. Adel memang sedang sibuk sekali mempersiapkan butiknya. Ia harus memersiapkan banyak hal.

Soal makanpun Adel lebih sering serapan dan makan siang di rumah. Untuk makan malamnya wanita itu biasanya take away sekalian jalan pulang atau pesan melalui goo food seperti biasa.

Sudah tak terhitung lagi berapa kali Varel menengok ke lantai atas setiap harinya, sampai lehernya kalau protes mungkin sudah demo sejak kemarin karena sering dipaksa di putar untuk menoleh ke atas.

"Apa kau merindukannya, Molly?" ucap Varel pada Molly yang berdiri di samping kakinya.

Daripada pusing memikirkan hal yang tak seharusnya ia pikirkan, Varel memilih mengajak Molly jalan-jalan sore ke taman.

Sementara itu....

"Kak Gema, tolong mampir ke supermarket sebentar ya?" ucap Adel saat Gema akan mengantarkannya pulang.

"Mau beli apa?" tanya Gema seraya melajukan mobilnya.

"Mau beli bahan makanan, aku mau masak nanti," jawab Adel. Teringat ucapan Varel, ia menjadi tertantang ingin mencoba memasak. Ingin membuktikan kalau dia juga bisa dan layak di di pertimbangkan sebagai wanita idaman.

"Wah pasti masakan kamu enak, ya. Boleh dong sekali-kali di masakin sama kamu," ucap Gema tersenyum.

Adel tak menyahut, karena ia larut dalam lamunan membayangkan bagaimana Varel akan menyambut hasil masakannya nanti. Pasti pria itu akan terpesona, pikirnya yang membuatnya tersenyum samar tanpa sadar.

Gema yang merasa tak di iyakan ucapannya merasa tidak enak, ia takut Adel menganggapnya terlalu lancang, "Kalau kamu keberatan tidak usah, tidak apa-apa, saya hanya bercanda," ucapnya tersenyum canggung.

"Tidak, bukan begitu, kak. Tapi, aku baru mau belajar masak. Takutnya nanti kak Gema malah keracunan masakan aku," sahut Adel cepat, ia tak ingin Gema salah paham, padahal pria itu sudah begitu baik kepadanya jadi mana mungkin ia keberatan, namun amslahnya ia memang tidak bisa memasak.

" Oh, begitu. Kalau begitu boleh dong nanti saya yang coba makan masakan pertama kamu?" ucap Gema.

"Emm, boleh aja sih kalau kak Gema tidak keberatan," ucap Adel ragu, karena sebenarnya ia ingin Varel yang mencicipi masakannya untuk pertama kali.

Setelah beberapa hari ini ia terlalu sibuk, kali ini ia pulang lebih awal dari biasanya. Rasanya tak sabar ingin melihat pria itu dan memasak.

Sejak tahu jika pria itu belum menikah, entah kenapa Adel merasa senang dan ia bertekad untuk memperbaiki semuanya. Sejujurnya ia menyesal telah meninggalkan Varel dan meminta pria itu untuk tidak menunggunya waktu itu. Padahal, Varel jelas-jelas mengatakan jika ia tak keberatan untuk menunggu.

Sampai di rumah, Adel menoleh ke garasi, ternyata mobil Varel tak ada, mungkin oria itu bekum pulang, pikirnya.

Turun dari mobil, Adel langsung meletakkan barang belanjannya di dapur lalu naik ke kamar untuk meletakkan tasnya.

"Tunggu sebentar, kak. Aku mau taruh tas dulu!" ucapnya kepada Gema. Pria itu mengangguk dan lebih memilih duduk di sofa sambik mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan" Interiornya bagus!" gumamnya memuji. Adel sengaja membuka pintu rumah karena ada pria lain di dalam rumah tersebut.

Tak sabar, tanpa mengganti pakaiannya, Adel bergegas menuju ke dapur untuk mulai mengeksekusi belanjaannya, membiarkan Gema menunggu di ruang tamu.

Adel mulai membuka aplikasi yutub untuk mencari tutorial memasak, "Gampang gini, kenapa aku nggak coba dari dulu saja, kan pas ketemu lagi bisa langsung masakin buat dia," gumam Adel tersenyum.

Namun sayang, video yang terlihat mudah tersebut, ternyata susah untuk Adel ikuti. Nyatanya ia harus bersusah payah untuk memasak hingga dapur terlihat sagat berantakan bak kapal pecah.

Meski demikian, Adel tersenyum puas saat melihat hasil masakannya yang sudah selesai ia buat, "Tampilannya sih lumayan, rasanya pasti juga oke, aku kan udah ngikutin sesuai instruksi di yutub," gumamnya.

"Sekarang tinggal satu menu lagi!" Adel kembali bersip menyiapkan menu terakhir.

Di luar, tampak Varel baru saja kembali. Ia hanya menatap dingin mobil yang terparkir di halaman karen ia tahu betul itu mobil siapa, pria yang setiap hari antar jemput Adel udah kayak sopirnya saja. Sudah dipastikan jika pria itu kini sedang berada di dalam.

Dan benar saja, saat ia melangkah masuk, Varel di sambut oleh Gema yang langsung berdiri dan mengangguk tersenyum menyapanya. Karena setahu Gema pria yang baru saja masuk tersebut adalah saudara bahkan bisa di bilang kakak dari wanita yang ia sukai, jadi ia harus bersikap ramah dan sopan.

Sementara yang di sapa hanya menatapnya sinis meski membalas mengangguk kecil. Tanpa bicara sepatah katapun, Varel langsung melenggang masuk ke dapur.

Gema hanya tersenyum kecut, padahal ingin mengajak Varel berkenalan supaya lain kali tidak canggung kalau di ke sana lagi.

"Kamu apakan dapurku?" tanya Varel yang shock dengan keadaan dapurnya.

Adel menoleh, "Eh, om udah pulang. Aku pinjam dapurnya buat masak," ucapnya.

"Masak?" Varel seakan tak percaya dengan pendemharannya, ia lalu menoleh, pasti masak demi pria di depan sana Adel masak, pikirnya.

"Om bisa bersih-bersih dulu, nanti kita makan bareng ya? Gantian kali ini aku yang masak, Molly tinggal sini aja," ucap Adel.

Varel tak menyahut, namun ia melepaskan Molly.

"Molly, sini ya temani aku masak. Jangan bandel, nanti aku kasih kamu ikan!" ucap Adel kepada Molly.

"Meowww?" sahut Molly.

"Jangan kasih Molly sembarangan, dia punya makanan sendiri!" Varel mengambil minum dan langsung menuju ke kamarnya untuk bersih-bersih badan.

🌻🌻🌻

Ketiga orang itu kini sedang diam menatap beberapa menu makanan yang ada di meja. Mereka seperti enggan untuk makan karena tidak yakin dengan masakan di depannya.

Varel merasa aneh, waktu itu bertiga bersama Rasel, sekarang bersama pria yang lain lagi, besok siapa lagi, pikirnya.

"Boleh mulai makan?" tanya Gema demi memecah suasa hening nan canggung tersebut. Adel yang sejak tadi menunggu reaksi Varel mengiyakannya, "Tentu saja, kak. Boleh. Sini aku ambilkan nasinya," ucapnya.

"Terima kasih," ucap Gema seraya menyodorkan piringnya.

"Kak kek kak kek! Sekalinya sama aku am om am om, dasar bocil!" gerutu Varel dalam hati.

"Om, sini aku ambilkan nasinya!" tawar Adel.

Nah kan, baru diomongin udah manggil om lagi, "Nggak usah, aku masih bisa ambil sendiri," tolak Varel.

Adel mendekatkan mangkuk berisi nasi ke depan Varel, pria itu langsung mengambilnya.

"Bagaimana?" tanya Adel penuh harap saat kedua pria itu sudah mulai makan sementara ia tak lanhsung makan karena menunggu Varel dan Gema makan terlebih dahulu sangking penasarannya dengan penilaian mereka berdua.

"Enak, enak banget!" dusta Gema demi menyenangkan hati Adel. Padahal rasanya tak karuan di lidah. Ia kembali menyendok makanan di piringnya, terlihat lahap sekali. Tentu saja Adel langsung tersenyum senang, ia lanhsung menoleh kepada Varel.

"Rasanya sangat berantakan, ini tidak layak di makan. Kamu masih harus banyak belajar lagi kalau masih mau mencoba," ucap Varel jujur. Ia langsung meletakkan sendoknya dan pergi meninggalkan meja makan.

Adel langsung tampak kecewa dengan jawaban Varel. Apa tidak bisa sedikit berbohong demi menyenangkan hatinya yang sudah berusaha.

Terpopuler

Comments

Dewa Rana

Dewa Rana

varel kejam

2024-11-29

0

🍁 ¢ᖱ'D⃤ ̐Nuyy ☕🏠⃟🌹

🍁 ¢ᖱ'D⃤ ̐Nuyy ☕🏠⃟🌹

idih molly yang jadi sasaran

2024-10-25

0

Enung Samsiah

Enung Samsiah

😂si dusta vs sejujur 🤣🤣🤣🤣

2024-02-05

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Chapter 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98 (End)
99 Bab 99 ( bonchap 1)
100 Bab 100 (bonchap 2)
101 Bab 101 (bonchap 3)
102 Novel Sebatas Ibu Pengganti
103 Bonchap 4
104 Bonchap 5
105 Bonchap 6
106 Bonchap 7
107 Jenna (Pengasuh Ceo Lumpuh)
Episodes

Updated 107 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Chapter 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98 (End)
99
Bab 99 ( bonchap 1)
100
Bab 100 (bonchap 2)
101
Bab 101 (bonchap 3)
102
Novel Sebatas Ibu Pengganti
103
Bonchap 4
104
Bonchap 5
105
Bonchap 6
106
Bonchap 7
107
Jenna (Pengasuh Ceo Lumpuh)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!