Bab 10

Varel menoleh ke arah Adel dan Gema sebelum ia masuk, "Kemarin Rasel, sekarang siapa lagi itu, dasar genit!" ucapnya dalam hati.

"Dengar Molly, kamu jadi perempuan harus punya prinsip, jangan suka merayu pria, jangan genit! Contoh mommimu, dia tidak pernah macam-macam," ucap Varel kepada kucing berjenis ke lamin peremouan tersebut. Ia menahan sesutu yang ia sendiri tak tahu itu apa. Yang jelas, kini hatinya terasa mengganjal tak enak.

"Meooooww," Molly mengeong, seolah ia tahu apa yang di katakan oleh Varel.

"Pintar!"

"Bermainlah tapi awas jangan buat rumahku berantakan, kau tahu aku paling tidak suka kekacauan. Dan juga, jangan naik ke lantai atas, di sana tempat terlarang, ingat Molly, TER.. LA...RANG!" ucapnya sebelum melepas Molly dari kandangnya yang di bawa dari apartemen Andini.

Varel bergegas ke dapur untuk mencuci tangan dan mengambil minum.

Sekembalinya dari dapur, Varel duduk di sofa ruang tamu. Beberapa saat kemudian, Ia menyibak sedikit gordyn untuk melihat dua manusia berbeda jenis kelamin itu masih asyik mengobrol.

"Enam tahun di luar negeri buat kamu berubah, dulu kamu nggak segenit itu," batin Varel. Padahal yang di bilang genit hanya mengobrol biasa saja di luar sana.

Gema yang melihat jika Varel mengintip dari celah Gordyn menjadi tidak enak.

"Apa sebaiknya saya pamit saja? Sepertinya kakak kamu sedang capek, takut ganggu," ucap Gema.

"Tidak apa-apa, kak. Nggak ganggu siapa-siapa kok, kan nggak ribut-ribut kita, nggak bikin huru-hara. Lagian dia bukan kakakku," sahut Adel.

"Lalu dia..."

"Saudara! Iya saudara, bisa di bilang kakak juga sih. Intinya masih keluargalah. Kakak iparnya juga kakak ipar aku," ucap Adel cepat sebekum Gema salah paham.

"Udah nggak usah di pikirkan, nggak penting kok. Lanjut saja ngomongin pekerjaannya, abaikan yang tidak bersangkutan," lanjut Adel.

Mereka pun kembali mengobrol ngalor ngidul membahas butik yang akan di buka di selingi candaan-candaan kecil yang membuat mereka sesekali tertawa. Tanpa sadar tawa mereka membuat pria di dalam sana merasa kepanasan meski ac ruangan tersebut sangat dingin.

🌻🌻🌻

Malam hari...

Saat Adel kembali sibuk dengan beberapa desain gaun pengantinnya, tiba-tiba ada seekor kucing masuk ke dalam kamarnya karena pintunya tidak tertutup dengan rapat.

"Meooow!" Molly bejalan masuk.

Adel menoleh ke suara, "Eh kok ada kucing, lucu sekali!" ia menghampiri kucing tersebut lalu membopongnya.

"Lucu banget sih, lembut banget bulu kamu," Adel mengintip ke luar kamar, siapa tahu ada yang mencari kucing tersebut, pikirnya.

Adel membawa Molly ke ranjang. Sejak dulu ia memang menyukai kucing, berbeda dengan Varel yang tidak menyukai binatang menggemaskan tersebut.

" Kok kamu bisa nyasar ke sini sih, nanti pemilik kamu nyariin. Kita main-main sebentar ya nanti baru aku cariin pemilik kamu," ucap Adel. Ia sedikit merasa aneh karena rumah tersebut terbilang jauh dari tetangga. Tapi mungkin saja kucing itu main kejauhan hingga nyasar, apalagi ini sudah malam, pikirnya.

Adel terus mengajak Molly bermain, kucing itu sangat menggemaskan dan selalu nurut dengannya padahal ini kali pertama mereka bertemu.

Sementara di lantai bawah, Varel sedang kebingungan mencari kucing yang baru sore tadi ia bawa pulang tersebut.

"Ya ampun Molly, kamu dimana sih?" gumamnya mencari di setiap kolong ruang tamu yang ada.

"Jangan-jangan Molly pergi keluar lagi, aduh ini kan udah malam. Kalau sampe hilang, bisa-bisa Andini marah. Nggak, dia nggak pernah marah sama aku, tapi pasti dia akan menangis tiga hari tiga malam nggak berhenti kalau sampai Molly hilang," Varel merasa frustrasi.

Varel keluar rumah dan mencari di sekitar rumah namun tak kunjung ketemu. Akhirnya ia memutuskan kembali mencari di dalam. Setiap sudut rumah tak luput dari pencariannya, mulai dari ruang kerja, tempat gym, dapur dan toilet. Namun tak juga ketemu kucing berbulu putih bersih tersebut.

"Apa mungkin dia ke atas?" Varel mendongak, menatap lantai du rumah tersebut.

"Ayo, kita cari siapa pemilik kamu. Meskipun aku menyukai kamu dan pengin kamu tetap di sisni jadi teman aku, tapi pemilik kamu pasti lagi bingung nyariin kamu,"

Varel baru melangkahkan kakinya di beberapa anak tangga, suara Adel terdengar semakin mendekat.

"Om? Ngapain di sini? Mau naik? Ingat peraturannya," ucap Adel saat mereka berpapasan.

"Siniin si Molly!" Varel mengambil Molly dari dekapan Adel.

"Kucing ini punya om?" tanya Adel.

Varel tak menyahut, ia sibuk meneliti tubuh Molly, "Kau baik-baik saja kan? Dia tidak menyakitimu kan?" ucap Varel kepada Molly seraya melirik Adel.

"Ck, aku nggak gigit kucing kali, om yaelah!" cibir Adel memutar bola matanya malas.

"Lain kali kalau mau bawa Molly bilang, jangan main ambil aja!" ucap Varel.

"Dia datang sendiri ke kamar aku tadi, bukan aku yang nyulik! Ini beneran kucing om?" tanya Adel lagi.

"Bukan urusan kamu," sahut Varel. Ia memutar badan dan melangkah menuruni anak tangga smbil mendekap Molly.

"Sejak kapan om suka kucing? Perasaan dulu om tidak suka kucing," tanya Adel.

Varel menghentikan langkahnya lalu menoleh, "Waktu yang terlewatkan bisa saja merubah segalanya," ucapnya penuh arti dan kembali menuruni tangga.

"Lain kali jangan naik ke atas, aku kan udah bilang dilarang ke atas, kenapa kamu bandel?" Varel menasehati Molly, kucing itu langsung mengeong, entah mengiyakan ucapannya atau menolaknya karena sepertinya ia menyukai Adelia.

Saat Adel hendak kembali ke kamar, bel pintu berbunyi, namun rupanya Varel sudah membuka pintu terlebih dahulu.

"Permisi, pesanan atas nama Adelia, benar ini alamatnya?" rupanya seorang driver goo food yang datang.

"Iya benar," sahut Varel.

"Pesanan atas nama Adelia ya pak? sebentar pak, saya ambil uangnya!" seru Adel, Varel langsung menoleh. Adel segera berlari ke kamarnya untuk mengambil uang karena ia mesan makanan Via Cod.

Beberapa saat menunggu, Adel tang kunjung kembali. Pada akhirnya Varel yang membayarnya," Berapa, pak?" tanya Varel.

"Seratus lima belas ribu, Mas,"

Varel merogoh kantong celananya,"Ini, kembaliannya buat bapak saja," ucap Varel.

"Terima kasih, mas. Permisi!"

Varel mengangguk lalu masuk ke dalam.

Sekembalinya Adel dari mengambil uang, ternyata makanannya sudah berada di meja dan drivernya sudah menyalakan sepeda motornya hendak pergi.

"Pak tunggu, uanganya!" seru Adel buru-buru.

"Sudah di bayar sama suaminya neng barusan," sahut Abang drivernya.

Adel menoleh ke dalam, Varel hanya diam melintas dari dapur menuju ke sofa.

"Tapi dia bukan..." ah nggak penting juga menjelaskan. Ia tak jadi melanjutkan kalimatanya.

"Oh ya udah, makasih ya, Pak!" ucap Adel lalu menutup pintu.

💕 Like dan komemnya jangan lupa, vote juga boleh banget.. Salam hangat author 🤗❤️❤️

Terpopuler

Comments

sherly

sherly

hadew hati ngk bisa boong kalo msh ada rasa... sementara varel dah ada Andini...

2023-12-11

1

Musyarofah Salim

Musyarofah Salim

tinggal serumah bukan muhrim semoga tidak ada syaithon ya

2023-10-01

0

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

ada yg lagi panas kebakaran .... ❤️‍🔥❤️‍🔥❤️‍🔥
😁😁

2023-08-01

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Chapter 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98 (End)
99 Bab 99 ( bonchap 1)
100 Bab 100 (bonchap 2)
101 Bab 101 (bonchap 3)
102 Novel Sebatas Ibu Pengganti
103 Bonchap 4
104 Bonchap 5
105 Bonchap 6
106 Bonchap 7
107 Jenna (Pengasuh Ceo Lumpuh)
Episodes

Updated 107 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Chapter 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98 (End)
99
Bab 99 ( bonchap 1)
100
Bab 100 (bonchap 2)
101
Bab 101 (bonchap 3)
102
Novel Sebatas Ibu Pengganti
103
Bonchap 4
104
Bonchap 5
105
Bonchap 6
106
Bonchap 7
107
Jenna (Pengasuh Ceo Lumpuh)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!