Bab 6

Pagi harinya....

Weekend pertama di kota B membuat adel terlalu mager untuk beranjak. Ia masih ingin bermalas-malasan di kamar sebelum memulai aktivitas untuk memepersiapkan butiknya. Karen sudha pasti jika ia sudah mulai bekerja maka waktunya akan tersita untuk bisnis barunya tersebut nanti. Ia Hanya bangun saat subuh tadi lalu kembali menarik selimut dan tidur dengan pulasnya. Tak peduli dengan matahari yang sudah bertengger tinggi.

Tidur Adel terganggu karena ponsel yang ia letakkan di bawah bantal bergetar, dengan malas ia meraba bantal dan mengambil ponselnya, "Halo, siapa sih subuh-subuh ganggu orang tidur aja," ucapnya dengan malas.

"Heh prawan mendekati tua! Subuh apanya, lihat jam, di sana pasti udah jam sembilan , bangun woi, mo lor mulu perasaan kalau weekend," ucap Shahila, sahabat Adel saat di luar negeri.

Mendengar ejekan Shahila, Adel langsung mencebik, "Enak aja, umur dua lima di bilang prawan tua, lihat aja wajahku masih baby face gini. Ada apa sih pagi-pagi telepon? Kangen ma aku? Nggak betah kan jauh-jauhan sama aku, makanya balik gih sini!" ucap Adel sambil menguap.

"Ih GeEr! Siapa juga yang kangen sama kamu, nggak ada lo hidup gue tenang, nggak ada yang ngerengek minta makan tiap hari!" sergah Shahila.

"Ck, cuma ngasih makan doang perhitungan, ngasih makan anak yatim piatu tuh gede tahu pahalanya," ucap Adel.

"Iya kalau yatim piatunya nggak rese kayak kamu, mau makan aja ribet mau ini mau itu, nggak pake ini nggak pake itu, kurang ini kurang itu macam cheft Juna aja,"

"Intinya aja mau ngomong apa telepon, aku maud tidur lagi nih!"

Ah aku jadi lupa kan mau ngomong apa. Kamu ingatkan kalau hari ini ada janji sama kakakku jam setengah sepuluh? Tadi kakakku udah telepon aku, katanya di udah otewe ke tempat janjian, dia maubhubungi kamu nggak punya nomor kamu soalnya, eh tahunya kamu masih di alam lain malahan, benar-benar ya!" ucap Shahila. Padahal, dia bisa saja memberikan nomor Adel supaya kakaknya bisa menghubungi wanita iti sendiri tanpa perlu perantara dirinya.

"Oh my god! Aku lupa, swear bestie! Ya udah aku siap-siap mandi langsung cuss deh. Please kirim nomor kakak kamu, nanti aku chat dia!" Adel langsung mematikan teleponnya dan turun dari ranjang.

"Aduh kenapa bisa lupa sih kalau hari ini aku ada janji, image pertama bakal hancur nih kalau telat, bisa-bisa dia nggak mau bantuin aku lagi, keburu nggak ya setengah jam buat mandi dan siap-siap," Adel segera masuk ke kamar mandi untuk buang air kecil. Lalu dia pergi ke dapur untuk mengambil minum, hal yang biasa ia lakukan saat bangun tidur, wajib minum air putih.

🌻🌻🌻

Sedangkan Varel, pria itu selau bangun pagi seperti biasa. Memulai aktivitasnya dengan ngegym sebelum berangkat ke kantor.

Namun, karena ini weekend, ia tak terlalu buru-buru melakukan aktivitasnya. Weekend selalu di manfaatkan oleh Varel untuk bersantai di rumah jika ia tidak pergi dengan Rasel atau Andini. Dan untuk hari ini ia memilih bersantai mengingat Andini sedang pergi ke luar kota, sementara Rasel... Entahlah tumben sahabatnya itu tidak nongol. Padahal biasanya pria itu sudah mengapelinya pagi-pagi, bahkan kadang saat Varel belum bangun tidur pun pria itu sudah berada di rumahnya.

Hanya mengenakan celana training panjang berwarna hitam tanpa memakai atasan, Varel membuat sarapannya di dapur. Ia hanya membuat omelet sebagai pelengkap nasi goreng yang akan ia buat setelah ini untuk sarapan pagi ini. Memang sedikit terlambat dari biasanya ia membuat sarapan, tapi memang seperti ini jika weekend dan tidak ada kegiatan, semua serba santai ia lakukan.

Adel yang buru-buru dengan sedikit berlari untuk mengambil minum, langsung menghentikan langkahnya di depan pintu dapur, ia tertegun menatap punggung polos Varel yang sedang memasak. Benar kata orang, pria akan semakin terlihat seksi saat sedang masak di dapur, apalagi dengan berte lanjang dada. Sukses membuat Adel kesusahan menelan salivanya. Jantungnya pun berdetak kencang, seandainya ia bisa berlari dan memeluk pria yang tak memakai baju tersebut dari belakang, sudah pasti ia lakukan.

"Hus, seindah-indahnya punggung itu, dia bukan milikmu. Tapi milik istrinya. Jangan jadi pelakor Adel, fokus saja sama karirmu dulu!" Adel memilih mundur, namun tangannya tak sengaja menyenggol sesuatu hingga terjatuh. Membuat Varel langsung menoleh kearahnya.

Adel langsung berdehem untuk menetralkan kegugupannya supaya tak begitu kentara jika sejak tadi ia diam-diam menikmati punggung pria tersebut, "Aku cuma mau ambil air putih, iya air putih!" ucapnya sedikit gugup seperti habis ketahuan mengintip.

Varel tak merespon, ia kembali menghadap ke teflon di depannya. Namun, ekor matanya memicing, sedikit melirik ke arah dimana Adelia kini sedang mengisi gelas dengan air galon.

Adel langsung menenggak habis minumanya lalu pergi. Saat melewati Varel, Adel secara spontan berhenti sebentar karena hidungnya mencium bau sedap dari omelet yang di buat oleh Varel. Ia lalu mengusap perutnya yang kosong hanya berisi air, pasalnya sejak semalam. Wanita itu belum makan.

"Kau ingin gantian masak?" tanya Varel yang ternyata tahu jika Adel berada di belakangnya tanpa menoleh.

Adel sedikit terkejut, "Ti~Tidak, aku tidak biasa masak. Nanti aku beli saja!" wanita itu langsung ngacir pergi meninggalkan Varel.

Varel memgembuskan napasnya dalam setelah Adelia pergi dari sana, "Enam tahun di luar negeri, tetap tidak bisa masak," gumamnya dalam hati.

🌻🌻🌻

Setengah jam kemudian, Adel turun dengan pakaian rapi. Varel yang kini sedang duduk taman depan rumah untuk sarapan pura-pura tak melihat wanita itu. Ya, jika sedag santai Varel lebih suka sarapan di meja yang ada di halaman depan sambil menikmati pemandangan di sekitar rumah yang tampak masih asri.

Varel langsung pura-pura sibuk makan, padahal dari tadi nasi goreng di depannya utuh, tak kunjung ia makan. Tapi, begitu menyadari kedatangan Adel, ia langsung memakannya.

"Om, kalau ke alamat xxx, kira-kira berapa lama ya sampai ke sana?" tanya Adel yang tiba-tiba sudah mendekat. Varel hampir tersedak saat ia mendongak dan menatap wanita yang kini sedang berdiri di sampingnya tersebut. Adel terlihat begitu cantik pagi itu bahkan jauh lebih cantik daripada dulu yang agak tomboy. Sekarang wanita itu lebih cantik, feminim dan auranya semakin dewasa. Makin glowing, shimering splendid. Definisi glow up yang sempurna versi Varel pokoknya.

Ternyata tak hanya Varel yang berubah, Adel pun demikian makin dewasa makin memesona. Apalagi pagi ini wanita itu sedikit memoles wajahnya dan menggerai rambutnya.

"Om, malah Bengong!" Adel. Melambaikan tangannya di depan mata Varel, pria itu langsung mengedipkan matanya.

"Mau ngapain kamu ke sana?" tanya Varel ketus.

"Mau ketemuan sama seseorang, udah janjian jam setengah sepuluh dan ini udah lewat banget,"

"Nggak nanya!"

"Ck, tadi jelas tanya. Duh, mana taksinya belum datang lagi. Jauh nggak sih tempatnya?" tanya Adel.

"Lima belas menit!" jawab Varel singkat dan jalas. Ia kembali sibuk dengan sarapannya.

Adel melirik piring berisi nasi goreng plus omelet di depan Varel yang nganggur, ia langsung menelan ludahnya, "Om makannya dua porsi ya?" tanyanya.

"Nggak, buat teman, bentar lagi datang orangnya," jawab Varel.

"Oh..." sahut Adel, ia kembaki menekan ludahnya, nasi gireng itu terlihat seolah melambai-lambai minta untuk ia makan. Tapi, tentu saja ia gengsi kalau harus memintanya. Apalagi Varel bilang itu untuk temannya yang akan datang.

"Eh itu taksinya sampai!" Adel langsung cabut meninggalkan Varel.

Setelah taksi online yang di tumpangi oleh Adelia pergi, Varel meletakkan sendok dan garpunya. Ia menatap sepiring nasi goreng plus omelet yang masih utuh di depannya. Entah kenapa ia membuat dua piring nasi goreng pagi ini, padahal tak ada satupun temannya yang akan datang.

💕 Jangan lupa like dan komennya....

Terpopuler

Comments

🍁 ¢ᖱ'D⃤ ̐Nuyy ☕🏠⃟🌹

🍁 ¢ᖱ'D⃤ ̐Nuyy ☕🏠⃟🌹

wakkk sama2 gengsinya gede

2024-10-25

0

martina melati

martina melati

hahaha...

2024-08-03

1

sherly

sherly

lucunya mereka..

2023-12-11

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Chapter 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98 (End)
99 Bab 99 ( bonchap 1)
100 Bab 100 (bonchap 2)
101 Bab 101 (bonchap 3)
102 Novel Sebatas Ibu Pengganti
103 Bonchap 4
104 Bonchap 5
105 Bonchap 6
106 Bonchap 7
107 Jenna (Pengasuh Ceo Lumpuh)
Episodes

Updated 107 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Chapter 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98 (End)
99
Bab 99 ( bonchap 1)
100
Bab 100 (bonchap 2)
101
Bab 101 (bonchap 3)
102
Novel Sebatas Ibu Pengganti
103
Bonchap 4
104
Bonchap 5
105
Bonchap 6
106
Bonchap 7
107
Jenna (Pengasuh Ceo Lumpuh)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!