Bab 14

Adel tersenyum banggga melihat hasil masakan di meja makan. Bangga karena dia yang telah membantu pria Varel hingga tersaji beberapa menu makanan yang begitu menggodanya untuk segera menyantap mereka.

Varel datang dengan membawa mangkuk besar yang berisi nasi merah. Adel hanya berdiri tanpa berani untuk duduk sebelum Varel menyuruhnya.

"Duduk! Nggak mau makan?" tanya Varel.

"Ah iya!" jawab Adel dan ia langsung duduk.

"Ini nasinya nggak ada yang putih?" tanya Adel dan Varel menggeleng.

"Makan yang banyak, biar nanti nggak ada alasan kehabisan tenaga pas bersih-bersih," ucap Varel yang tak mengindahkan pertanyaan Adel.

"Baik," sahut Adel tanpa protes. Dengan semangat ia mengambil nasi dan beberapa menu makanan.

"Ya ampun, emang kayaknya aku nggak ada bakat masak deh, sama ini rasanya beda jauh bagai langit sama bumi. Aku emang di takdirkan untuk makan doang sepertinya bukan untuk masak," gumam Adel merasa prihatin dengan dirinya sendiri.

Varel hanya tersenyum tipis mendengarnya," Jangan sambil bicara terus, nanti tersedak," peringatnya.

Adel hanya tersenyum dan manut. Dalam hati ia merasa senang sekali karena kali ini mereka makan berdua tanpa ada orang ketiga. Adel jadi membayangkan kalau mereka seperti sepasang suami istri yang baru saja menikah, sweet sekali, pikirnya.

🌻🌻🌻

Seperti rencana sebelumnya, selesai makan mereka berdua mulai untuk membersihkn halamn rumah. Varel tampak sedang merapikan tanaman yang tinggi dengan memotong sebagian rantingnya. Sementara Adel tengah mencabuti rumput liar meskipun terlihat kaku karena tak terbiasa melakukannya.

Sesekali Varel meliriknya dan menggelengkan kepala melihat Adel yang terus meringis sambil mengusap-usap tangannya yang kotor lalu kembali mencabut rumput.

"Aaarrrgghh!" tiba-tiba, Adel berteriak saat tangannya tak sengaja mencabut rumput bersamaan dengan cacing tanah. Ia langsung melemparnya dan berlari menyembunyikan wajahnya di punggung Varel sambil kakinya terus di hentakkan ke tanah karena merasa geli dan merinding.

Varel menoleh, "Kenapa?" tanyanya.

"Itu, ada cacing!" tangan Adel menunjukk ke arah ia melempar cacing tadi tanpa menoleh, ia tetap menyembunyikan wajahnya di punggung Varel.

Varel berdecak, "Cacing doang, nggak akan gigit kamu," ucapnya seraya tersenyum tipis.

"Ish kan geli, om. Jijik juga, hiii!" Adel menggedikkan bahunya merasa merinding.

"Enam tahun di luar negeri benar-benar buat kamu berubah ya? Dulu aja mainnya di sawah, waktu di kampung uwak. Sekarang lihat cacing aja takut," ucap Varel.

Adel terdiam, apa benar dia berubah. Bukankah Varel yang berubah, pikirnya.

"Baju aku kotor!" ucap Varel.

Adel langsung melepas tangannya yang memegangi kaos putih milik Varel, "Maaf, nanti aku cuciin!" ucapnya.

Varel tak menyahut, ia berjalan untuk mengambil sapu dan serok sampah lalu menyerahkannya kepada Adel, "Ini!" ucapnya.

"Apa?"

"Sapu, bisa nyapu kan? Jangan bilang nggak bisa!"

"Bi-bisa dong! Masa nyapu aja nggak bisa!" seru Adel tak mau di remehkan. Ia langsung mengambil sapu lidi dari tangan Varel.

"Nyapi doang masa ngak bisa!" gumam Adel memberengut sambil menyapu. Namun, rumput yang yadi ada cacingnya ia hindari.

Saat Adel menyapu agak jauh darinya, Varel memanggilnya, "Ini!" ia menunjuk daun-daun yang baru saja ia potong.

Adel mendekat dan menyapunya, saat hendak pergi ke tempat lain, Varel kembali memjatuhkan daun, "Ini masih!" ucapnya iseng.

Tanpa protes, Adel menyapunya lagi. Namun, Varel selalu melakukan hal yang sama yang mana lama-lama membuat Adel kesal sendiri.

"Iseng banget sih, capek tahu! Dari tadi di suruh mondar mandi sana sini! Ini juga sengaja kan jatuhin daunnya terus makanya nggak bersih-bersih! Nih, om. Aja yang nyapu, capek!" Adel meletakkan sapu yang ia pegang, lalu duduk.

"Baru segitu aja udah ngeluh!" ucap Varel. Ia mengambil alih sapu lalu tak berselang lama halaman sudah terlihat bersih.

"Om kenapa menyusahkan diri sendiri sih, kalau untuk bayar pembantu sama tukang kebun aku kira nggak bakal buat om bangkrut. Kenapa memilih melakukan semuanya sendiri? Kayak kurang kerjaan aja!" ucap Adel seraya meluruskan kaki putihnya lalu memukul-mukulnya karena pegal.

Varel tak menyahut, ia memilih berjalan mengambil selang untuk menyiram tanaman.

"Ish nggak di jawab!" cebik Adel karena kesal.

"Sepertinya kau hanya ingat dengan mimpimu yang lain dan melupakan mimpimu yang satu ini," batin Varel. Ia masih ingat jika dulu Adel pernah bermimpi memiliki keluarga bahagia dengan rumah impian dimana kelaurga kecilnya sendiri yang merawat rumah tersebut. Ia pernah mengatakan jika ingin menjadi wanita karir sekaligus ibu rumah tangga yang baik, yang akan tetap mengurus keluarganya sendiri dengan kedua tangannya.

Varel tersenyum kecut mengingatnya. Ia kini menyadari waktu memang dapat merubah segalanya. Ia menoleh saat Adel tengah melamun, entah apa yang wanita itu pikirkan saat ini.

"Bantuin sini, malah melamun!" dengan isengnya, Varel menyemprot Adel menggunakan selang di tangannya.

"Ih, iseng banget sih, om!" Adel berdiri lalu mendekat.

"Awas ya!" Adel merebut selang dari tangan Varel lalu membalas menyemprot pria tersebut.

"Hah, kok balas sih!" seru Varel.

"Biarin, biar impas! Masa aku doang yang basah!" adel terus menyemprot Varel sambil tertawa.

"Awas ya kamu!" Varel berusaha merebut selang dari tangan Adel , namun wanita itu memyembunyikan selang tersebut di belakanganya.

"Siniin nggak! Aku mau nyiram tanaman!" ucap Varel.

"Nggak! Coba ini ambil kalau bisa!" tantang Adel.

"Kamu!" Varel maju mendekat dan menarik pinggang Adel hingga menempel dengannya. Tentu saja hal itu membuat Adel membeku hingga tak sadar saat Varel mengambil selangan dari tangannya.

"Yes dapat! Rasain ini, haha!" Varel berhasil mengambil selangnya dan kembali menyemprot Adel.

Alhasil bukan tanaman yang menjadi basah karena si siram, melainkan baju merka yang basah kuyup. Sejenak lupa dengan masalah diantara keduanya akibat masa lalu, Varel dan Adel tampak bahagia bermain air berdua seperti anak kecil.

"Sini dong gantian!" teriak Adel berusaha mengambil selang dari tangan Varel yang sengaja di naikkan ke atas kepala.

"Ini coba ambil kalau bisa, makanya tumbuh ke atas!" ledek Varel.

"Ish, body shaming tuh nggak boleh!" Adel berjinjit-jinjit untuk meraih tangan Varel namun ia justru kesanding selangnya dan jatuh di dada Varel. Spontan, tangan kanan Varel langsung melingkar di pinggang Adel dengan tangan kiri yang masih di atas kepala dengan selang yang mengeluarkan air seperti air mancur.

Adel hendak mundur, Namun Varel malah semakin menarik pinggangnya sehingga semakin menempel di tubuhnya.

Adel mendongak, matanya terus mengedip karena tersiram air tanpa sadar jika Varel ternyata sedang menatapnya lekat dalam diam. Saay menyadarinya, Adel mematung dan membalas tatapan Varel. Sesaat mereka hanya saling memandang dalam diam. Terlihat dengan jelas dari sorot keduanya yang saling merindukan sebenarnya.

Adel langsung menelan salivanya dengan susah payah ketika Varel mulai menundukkan wajahnya perlahan.

Adel langsung melengos, berusaha menghindar. Namun, Varel menarik dagu wanita tersebuy hingga kembali menatapnya.

Adel meremat kuat celana training yang ia kenakan saat perlahan bibir mereka semakin dekat. Jantungnya sudah berdegub sangat kencang dan ia yakin Varel bisa merasakan detak jantungnya tersebut.

Namun, saat bibir mereka nyaris menempel satu sama lain, terdengar suara mobil masuk ke halaman, yang mana membuat keduanya tersadar dan langsung jaga jarak.

Terpopuler

Comments

Enung Samsiah

Enung Samsiah

wiiiihhh,,, ada iklan lgi,, ,

2024-02-05

1

🎀⍣⃝ꉣꉣNurrul P.❀∂я

🎀⍣⃝ꉣꉣNurrul P.❀∂я

wkwkwk 🤭😂

2023-10-04

0

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

ayo pandang2an ....
ntar malem sama2 gak bisa tidur lhoh .... 😅😅

2023-08-02

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Chapter 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98 (End)
99 Bab 99 ( bonchap 1)
100 Bab 100 (bonchap 2)
101 Bab 101 (bonchap 3)
102 Novel Sebatas Ibu Pengganti
103 Bonchap 4
104 Bonchap 5
105 Bonchap 6
106 Bonchap 7
107 Jenna (Pengasuh Ceo Lumpuh)
Episodes

Updated 107 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Chapter 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98 (End)
99
Bab 99 ( bonchap 1)
100
Bab 100 (bonchap 2)
101
Bab 101 (bonchap 3)
102
Novel Sebatas Ibu Pengganti
103
Bonchap 4
104
Bonchap 5
105
Bonchap 6
106
Bonchap 7
107
Jenna (Pengasuh Ceo Lumpuh)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!