"Wih, kalian lagi ngapain basah-basahan begini? Ikutan dong!" seru Rasel yang baru saja turun dari mobilnya. Bukannya ia tak tahu apa yang baru saja ia lihat, namun ia pura-pura tak tahu.
Belum sempat Varel maupun Adel menyahut, datang lagi sebuah mobil. Mereka bertiga langsung menoleh.
"Siapa lagi itu yang datang? Lo janjian sama orang lain, Rel?" tanya Rasel. Varel hanya diam tak menyahut, matanya fokus menunggu pemilik mobil keluar dengan wajah datarnya.
Rupanya Gema yang datang.
"Selamat siang," sapa Gema yang terlihat menatap aneh Varel dan Adel yang basah kuyup. Adel menunduk melihat bajunya yang basah sehingga dua gundukan di dadanya tercetak jelas meskinia memakai bra, ia langsung menarik ujung kaosnya supaya tak begitu kentara. Sementara Varel cuek dengan kedatangan Gema.
"Kak Gema, kapan balik dari luar kota?" tanya Adel.
"Tadi pagi. Tadi saya chat kamu bilang mau ke sini, tapi tidak kamu balas," ucap pria yang menenteng paper bag di tangannya tersebut.
"Oh, ponsel aku ada di kamar, jadi aku nggak tahu, maaf," jawab Adel tersenyum.
Gema juga ikut tersenyum, "Ini buat kamu!" ia menyodorkan paperbag yang ia bawa.
"Apa ini, oleh-oleh buat aku, kak?" tanya Adel dan di jawab anggukan oleh Gema.
"Waaah, repot-repot segala, makasih, kak!" seru Adel senang.
"Dih, kita di kacangin!" bisik Rasel kepada Varel dan sahabatnya itu tetap dengan wajah lempengnya. Namun tangannya mengepal menahan sesuatu di dada.
Adel menoleh ke belakang, "Kalian jangan iri ya nggak di kasih oleh-oleh," ledeknya sembari nyengir.
Varel tak peduli, ia membuka kaosnya yang basah dan melemparnya tepat ke dada Adel, "Katanya mau nyuciin!" ucapnya ketus lalu pergi. Adel langsung memeluk kaos Varel tersebut untuk menutupi dadanya.
Sungguh ingin sekali rasanya Varel mengumpat karena momen silaturahmi atau lebih tepatnya reuni bibirnya dan Adel yang tinggal menempel tersebut hancur gara-gara dua pria yang baru saja datang, termasuk yang sedang berjalan cepat membuntutinya saat ini," Tungguin Rel, cepet amat jalan, udah kayak di kejar hutang aja!" ucap Rasel yang berjalan tertatih menyusul Varel.
Rasel berhenti sejenak lalu menoleh ke belakang, memperhatikan Adel dan Gema yang sedang mengobrol, lalu berlari menyusul Varel ke dalam rumah, "Emang dia siapa sih? Akrab banget sama my baby bening?" tanya Rasel penasaran.
Mendengarnya, Varel langsung berhenti dan mendelik menatap Rasel, "Saingan lo!" ucapnya jutek lalu masuk ke dalam kamarnya.
"Oh, jadi itu saingan gue? Pantes kayak pernah lihat," gumam Rasel yang menyusul Varel hingga ke kamarnya.
Varel hanya menggelengkan kepalanya, apa sahabatnya itu lupa, bahkan baru beberapa hari yang lalu mereka membicarakan Gema di kantor.
Rasel duduk di tepi ranjang," Eh, seriusan gue nanya, lu berdua sama Adel tadi ngapain hayo? Gue curiga...." Rasel senyum-senyum tak jelas.
Varel tak memggubris ocehan Rasel, ia memilih masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Meski habis main air, tapi rasanya ia gerah sekali, terutama hatinya. Panaasss, padahal cuaca sedikit mendung.
🌻🌻🌻
"Baju kamu basah semua, sebaiknya kamu ganti baju dulu, nanti masuk angin," ucap Gema pada Adel.
"Oh, iya. Aku sampai lupa! Kak Gema tunggu sebentar ya, aku bersih-bersih badan dulu sekalian buatin minum!" ucap Adel.
Gema mengangguk, ia memilih duduk di halaman rumah sambil menunggu Adel.
Tak berselamg lama wanita cantik itu kembali dengan membawa minuman segar dan juga cemilan. Cukup lama mengobrol sampai akhirnya Gema pamit untuk pulang.
Saat hendak masuk ke dalam rumah, Adel berpapasan dengan Rasel dan Varel yang sudah rapi memakai kaos dengan blazer dan celana chinos, "Sudah pulang ya saingan aku?" tanya Rasel melihat ke halaman, kosong tak ada orang.
Adel mengernyit tak mengerti maksud Rasel. Ia menatap Varel yang tampak cuek dan berjalan menuju mobilnya.
"Eh, ikut yuk! Mumpung weekend!" ajak Rasel.
"Kemana?" tanya Adel.
"Mau cek pembangunan hotel baru," jawab Rasel.
"Weekend begini?" tanya Adel heran, kenapa di hari libur mereka masih bekerja.
"Biasa, sidak dadakan! Enak, sekalian jalan-jalan, gimana? Daripada di rumah nggak ngapa-ngapain kan? Mending ikut kita aja, iya kan Rel?" Adel menoleh ke arah Varel. Pria itu hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju,
"Boleh?" tanya Adel memastikan.
"Terserah!" sahut Varel kemudian.
Adel tersenyum, kesempatan! Kapan lagi kan bisa jalan-jalan, pikirnya.
Rasel juga tak kalah senangnya, sambil menyelam minum air, sekalian bisa pedekate, pikirnya.
"Tunggu sebentar!" Adel berlari masuk menuju kamarnya untuk berganti pakaian lalu mengambil tas dan ponselnya. Ia menoleh ke cermin sebentar sebelum keluar. Merasa ada yang kurang, ia mengambil lipgloss lalu mengoleskannya ke bibirnya yang sudah merah natural tersebut.
"Ayo, aku udah siap!" ucap Adel. Ia memakia kaos putih yang di masukkan ke rok plisket berwarna mocca. Sneaker yang berwarna senada dengan kaosnya membalut kakinya. Rambut yang biasa ia urai, kini di cepol ke atas namun tak begitu rapi. Namun malah menambah kesan naturalnya yang cantik.
Varel yang menyendarkan tubuhnya di mobil dan Rasel yang sedng berjongkok sambil menunggu Adel, langsung menoleh ke sumber suara. Wanita itu terlihat cantik dengan pakaian kasualnya tersebut.
Tanpa bicara, Varel masuk ke dalam mobil, di susul oleh Adel yang memilih duduk di jok belakang.
"Depan, Sel!" ucap Varel saat Rasel hendak masuk dan duduk di samping Adel, "Lo pikir gue sopir lo?" lanjutnya.
Rasel mencebik, nggak ngertiin banget sih ini sahabat satu, orang mau pedekate, pikirnya.
"Sendiri di sini nggak apa-apa kan? Aa' Rasel, cuma pindah ke depan kok, nggak pindah ke lain hati," ucap Rasel meringis, ia merasa geli sendiri dengan gombalan recehnya. Adel hanya tersenyum geli mendengarnya.
Apa sih, garing, pikir Varel.
"Ayo berangkat, keburu sore, nanti sampainya kemalaman," ucap Rasel.
🌻🌻🌻
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
Enung Samsiah
lucu bikin gemes varek,,,,wkwkwk
2024-02-05
0
Diandra Dhi
hihi ...rasel..lucu pisan.
....🙈🤭😂🤣
2023-10-04
0
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
kagak sopan emang Rasel ... 🤣🤣🤣
2023-08-02
0