Adel telah sampai di tempat ia janjian dengan kakak Shahila, ia buru-buru masuk ke dalam sebuah cafe dan tidak sengaja menabrak seseorang yang baru saja keluar dari cafe tersebut.
Bruk
"Eh maaf-maaf tidak sengaja," ucap Adel.
"Tidak apa-apa," jawab orang itu yang tak lain adalah Rasel. Rupanya pria itu tidak datang ke rumah Varel karena ada sedikit masalah di cafe baru miliknya jadi dia harus mengurusnya.
"Sekali lagi aku minta maaf, lagi buru-buru soalnya," ucap Adel, meminta maaf sekali lagi.
"It's oke tidak masalah," balas Rasel.
Adel langsung melnjutkan langkahnya masuk ke dalam cafe.
"Cantik," gumam Rasel tersenyum menatap Adel yang kini sedang menyapa seorang pria di dalam lalu pergi.
"Maaf, kak aku terlambat. Tadi jalanan macet sekali, maklum weekend," ucap Adel dan pria yang ia sapa hanya tersenyum. Ia terhipnotis oleh kecantikan wanita yang sedang berdiri di depannya tersebut.
"Maaf banget ya kak, kakak jadi harus nunggu lama," Adel jadi tidak enak, pasalnya ia yang perlu bantuan eh malah dia yang telat datang.
"Tidak apa-apa, memang tadi jalanan macet banget," ujar pria tersebut berbohong. Padahal saat ia berangkat tadi jalanan sangat lenggang, bahkan ia tak butuh waktu lama untuk sampai di sana. Dan dia tahu kenapa Adel telat, Shahila memberi tahunya tadi.
"O ya, kita belum kenalan, saya Gema, kakaknya Shahila. Kamu, Adelia kan?" Gema berdiri dan mengulurkan tangannya.
"Iya aku Adel, pasti kak Gema udah di kasih tahu kan sama Sha?" Adel membalas uluran tangan Gema.
"Tidak apa-apa sudah saling tahu, kenalan lagi biar nggak canggung. Silakan duduk, temani saya sarapan dulu baru kita jalan? Tidak keberatan, kan?" tanya Gema.
"Oh enggak kok, kebetulan aku juga belum sarapan, kak," sahut Adel.
"Pas kalau begitu, Gema melambaikan tangannya untuk memanggil pelayan cafe yang baru buka sekitar dua bulan tersebut. Karena tadi dia baru memesan minuman saja.
"Mau sarapan apa?" tanya Gema.
Adel melihat menu, lalu ia teringat nasi goreng yang tadi di buat oleh Varel.
"Nasi goreng saja, mbak sama telur dadar ya. Minumnya jus mangga," ucap Adel kepada pelayan.
"Saya samain saja dengan dia mbak," ucap Gema kemudian.
Setelah sarapan yang agak kesiangan tersebut, Adel dan Gema akan mulai perjalanan untuk meninjau beberapa tempat yang akan di jadikan butik oleh Adel. Selama memepersiapkan butik barunya, Gemalah yang akan membantu Adeli. Ia juga akan menanam modal untuk butik itu karena nanti Shahila akan kembali setelah kontrak kerjanya habis dan akan mengelola butik tersebut bersama Adel.
Jadi, selama Shahila masih di luar negeri, Gema yang bertugas menggantikannya. Tentu saja Adel senang karena Gema memiliki pengalaman yang baik dalam dunia bisnis terutama dalam bidang trend dan mode. Dan satu lagi yang penting, ternyata kakak dari sahabatnya tersebut tampan dan baik orangnya jadi Adelia tidak akan bosan sering bertemu dan meminta bantuannya.
🌻🌻🌻
Ternyata tak mudah mencari lokasi yang sesuai dengan keinginannya untuk membangun butik. Buktinya setelah seharian berkeliling, barulah Adel menemukan tempat yang cocok sesuai keinginannya.
Setelah deal dengan pemilik gedung yang akan ia sewa, akhirnya Adel memutuskan untuk langsung pulang di antar oleh Gema tentunya. Adel sempat menolek, karena arah mereka berlawanan, tapi pria itu memaksa.
"Terima kasih kak Gema untuk waktunya hari ini. Dan tentunya aku masih akan merepotkan kakak besok-besok," ucap adel tersenyum saat mobil Gema sudah berhenti di halaman rumah Adel.
"Sama-sama, saya senang kok di repotin sama kamu," sahut Gema membalas senyum Adeli.
"Ya udah, aku turun ya, sekali lahi terima kasih,"
Gema yang baru akan melepas seatbeltnya karena berpikir akan di suruh mampir oleh Adel langsung mengurungkannya, karena nyatanya wanita cantik itu langsung turun begitu saja tanpa mengajaknya.
Adel berdiri menghadap kaca mobil setelah menutup pintu mobil. Gema menurunkan kaca jendela mobilnya tersebut, "Hati-hati di jalan, kak," ucap Adelia seraya melambaikan tangannya. Gema mengangguk lalu melajukan mobilnya. Ternyata oh ternyata, Varel diam-diam mengintip dari celah gordyn. Sayangnya, ia tak tahu siapa yang mengantar wanita tersebut.
🌻🌻🌻
Adel baru akan ke dapur saat bel berbunyi. Ia melihat pintu kamar Varel, namun pria itu tak terlihat keluar untuk membuka pintu sehingga ia yang membukakan pintu.
Rasel terkejut saat melihat seorang wanita yang membukakan pintu untuknya,"Eh, aku nggak salah rumah kan ya? Ini benar rumah Varel kan?" tanya Rasel. Ia hampir gagal fokus melihat Adel yang mengenakan kaos oblong yang kedodoran dan juga hot pant pendek dengan wajah kusut dan juga rambutnya yang sedikit acak-acakan khas bangn tidur, namun tetap terlihat cantik tersebut.
Belum Adel menjawab, Rasel sudah melihat Varel.
"Ngapain cuma di depan pintu?" ucap Varel.
Adel menoleh mengikuti arah mata Rasel dan saat itu dia tahu kalau pria di depannya ini adalah tamunya Varel. Ia lalu menyingkir untuk mempersilakan Rasel masuk.
"Wah gila lo, baru berapa hari nggak kesini, lo udah melihara cewek. Mana cakep lagi!" bisik Rasel.
Varel langsung menatapnya tajam, tidak setuju dengan klimat yang diucapkan pria tersebut, membuat Rasel Langsung mengatup," Sorry maksud gue bukan memelihara, apa ya namanya? Tinggal bareng, bobok bareng, apa ya? Masa kumpul ke bo? Ah itulah pokoknya, nggak tahu. Ingat Rel, nyebut! bisa-bisa kalau mama Lidya tahu, di kutuk jadi perjaka tua loe! Bisa kualat loe ma Andini, di suruh nikah banyak alasan, eh tahunya udah ngawinin cewek lain, astaga nyebut!" lanjut Rasel berbisik.
Adel tidak tahu apa yang Rasel bisikkan kepada sahabatnya tersebut, tapi dia tahu pria itu sedang membicarakannya karena matanya terus melihat kearahnya.
"Dia Adiknya Syafira, istri kakak ipar gue," ucap Varel datar. Ia duduk di sofa.
"Oh, kirain! Ternyata bu Boss punya adik bening begini ya, buat gue aja kalau begitu," Rasel langsung siap melangkah mendekati Adel namun kerah bajunya langgsung di tarik oleh Varel, supaya duduk, "Jangan macam-macam loe!" ucapnya menggertak.
Rasel langsung menatap Varel heran,"Kenapa?kok loe posesif atau jangan-jangan..."
"Jangan mikir nggak-nggak, gue udah punya Andini dan nggak mungkin mau sama dia. Maksud gue jangan macam-macam kalau sampai kak Bara tahu, bisa habis loe!" Varel segera meralat ucapannya.
"Ck, kirain apaan, gue bisa jadi adik ipar yang baik, lo tenang aja, pak Bara pasti akan setuju kalau adiknya sama gue!" ucap Rasel sengaja ia langsung melangkah mendekati Adel tanpa mempedulikan Varel yang menatapnya sebal.
"Adiknya bu Syafira ya, kenalin aku Rasel teman Varel," Rasel mengulurkan tangannya kepada Adel.
"Oh, aku Adelia, salam kenal," balas Adel.
"Ayo ayo duduk, kita ngobrol bareng. Malam minggu begini, paling cocok buat para jomblo ngumpul! Kamu jomblo kan?" Rasel menarik tangan Adelia supaya duduk di sofa.
"Aku..." belum Adel menjawab rasel sudah memotong
"Udah, nggak apa-apa, sesama manusia tanpa pasangan, harus saling mendukung malam minggu gini, biar nggak horor. Ayo sini!"
Saat melewati Varel, pria itu menatap tajam tangan Adel yang di gandeng oleh Rasel.
Begitu Adel duduk, Varel langsung melempar bantal sofa kepadanya karena Wanita itu hanya memakai hotpant yang sangat pendek. Varel yakin, Rasel akan mengambil kesempatan untuk lirak-lirik paha Adel yang begitu putih dan mulus.
Adel yang mengerti arti tatapan Varel langsung melihat Rasel dan langsung membenarkan posisi duduknya lalu ia menutup pahanya menggunakan bantal tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
Dewa Rana
namanya mirip semua, adel, varel, rasel
2024-11-29
0
Runik Runma
seru
2024-01-14
0
Rosia Ariyanti
kaaak...ga da cerita dokter rendra sma dokter niken
2023-10-21
0