Bab 9

"Aku terlalu sibuk, jadi tidak ada waktu untuk memasak!" Jawab Adel.

"Lihatlah Sel, wanita ini terlalu berambisi, dia egois, kau harus hati-hati jika ingin dekat dengan wanita seperti dia, bisa-bisa dia meninggalkanmu demi ambisinya," ucap Varel.

"Ah tidak bisa masak juga tidak apa-apa. Tidak masalah, iya kan, Del? Manjain pasangan kan nggak melulu harus dengan makanan. Bukan tipe Varel juga tidak masalah, kan? Malah bagus, aku jadi nggak ada saingan, hahahaha. Udah kalian ini, bukannya saling kangen-kangenan karena lama nggak ketemu malah begini, masa sauadara begitu," ucap Rasel mencairkan suasana.

Varel dan Adel menatap Rasel bersamaan, siapa juga yng mau jadi saudara, pikir mereka.

"Aku udah kenyang, kalian lanjutkan saja makannya," ucap Adel. Ia memilih pergi dari sana dari pada suasana semakin canggung.

" Kamu sih Rel, jutek amat. Kenapa sih?"

"Aku juga udah kenyang!" Varel bangkit dari duduknya. Ia juga memilih meninggalkan meja makan.

"Ya elah, kalian ini kenapa sih? Woi! Udah kayak musuh bebuyutan aja! Ah aku malah curiga, jangan-jangan kalian musuh dalam selimut! Di luar perang dingin, tapi di balik selimut.... Perang panas! Uh ah uh ah!"

Varel dan Adel sama-sama menghentikan langkah mereka lalu saling melempar pandangan canggung.

"Ya ampun Sel, mulutmu minta di ruqiyah emang! Udah kalau sudah kenyang, buruan balik, gue mau istirahat!" ucap Varel.

Di kamar, Adel tak bisa langsung memejamkan matanya. Ia terus kepikiran soal Varel yang ternyata belum menikah. Ia jadi kembali teringat momen-momen menyenangkan saat mereka dekat dulu. Namun, detik kemudian wajahnya kembali murung mengingat sikap Varel terhadapnya, "Apa aku terlalu menyakiti hatimu di masa lampau?" gumamnya. Nmun tidak di pungkiri jika hatinya juga merasa sedikit senang karena pria yang sampai saat ini masih menempati ruang utama di hatinya itu belum berkeluarga seperti dalam pikirannya selama ini.

🌻🌻🌻

Keesokan harinya...

Hari ini, Adelia tidak ada jadawal kemanapun, ia akan menghabiskan waktunya untuk mempersiapkan pembukaan butiknya di rumah. Mulai dari menyelasaikan beberapa desain gaun pengantin yang belum selesai sampai mencari-cari desain interior untuk butiknya melalui web.

Varel yang juga tak ada jadwal di hari minggu ini berulang kali menengok ke lantai atas, hampir seharian ini ia tak melihat batang hidung Adelia keluar dari kamarnya.

"Apa yang dia lakukan di kamar?" batinnya bertanya. Tak mau ambil pusing, iapun kembali ke dalam kamar untuk mengambil kunci mobilnya.

Sekitar lima belas menit, Varel sampai di sebuah apartemen mewah.

"Molly, apa kau merindukanku?" Baru saja masuk ke dalam apartemen tersebut, Varel sudah di sambut oleh seekor kucing yang lucu dan menggemaskan. Kucing bernama Molly tersebut langsung berlari ke arahnya saat Varel membuka pintu.

"Baiklah, aku datang untuk menjemputmu karena sepertinya mommimu akan sedikit lama di rumah neneknya," ucap Varel membopong kucing milik Andini tersebut masuk.

Biasanya Varel datang hanya untuk memberi makan kucing tersebut, namun karena Andini bilang ia akan lebih lama lagi di rumah sang nenek, Varel memutuskn untuk sementara Molly akan tinggal di rumahnya biar dia tidak perlu repot harus bolak balik ke apartemen Andini.

Varel memberi makan Molly, "Makan yang banyak, biar cepet gede!" Varel mengusap kepala Molly.

Setelah itu, ia membersihkan apartemen Andini yang sedikit berantakan akibat ulah molly, "Apa kau kesepian, Molly? Sampai membuat kekacauan seperti ini," ucap Varel, kucing itu hanya mengeong seolah mengiyakan pertanyaan Varel lalu melanjutkan makannya.

Selesai membereskan kekacauan yang di buat Molly, tak lupa Varel juga membersihkan kotoran Molly, "Apa kau tidak bisa pup di toilet Molly?" lagi-lagi kucing berbulu lembut tersebut mengeong.

Saat hendak naik ke lantai atas, Varel berhenti sebentar saat melihat foto Andini dan juga ibunya yang terpasang di dinding. Entah apa yang pria itu pikirkan, yang jelas raut wajahnya kini berubah sedikit sendu.

🌻🌻🌻

Tidak terasa hari sudah mulai sore saat Adel melihat jam di ponselnya, "Ya ampun udah sore ternyata, pantas udah lapar mana belum nemu ini desain yang cocok untuk butik nanti," gumamnya.

"Kayaknya perlu bantuan kak Gema juga deh buat desain interiornya. Dia kan pasti ada kenalan banyak, iya deh aku hubungi dia aja," Adel pun langsung menelepon Gema.

Pria yang sedang ngegym tersebut menghentikan aktivitasnya saat ponselnya berdering. Gema mengambil handuk kecil lalu mengelap keringatnya, ia tersenyum saat melihat nama pemanggil di layar ponselnya.

" Halo... "

Di seberang sana, Adel langsung bicara ke intinya kenapa dia menelepon pria tersebut.

"Saya ada beberapa rekomendasi teman yang mungkin kamu cocok. Bagaimana kalau saya ke sana saja, biar nanti lebih jelas," ucap Gema.

"Nggak apa-apa sih kalau kak Gema nggak sibuk,". Sahut Adel.

"Enggak kok, lima belas menit lagi saya sampai!" sahut Gema cepat. Gema langsung menutup panggilan dan bersiap.

Dan tidak sampai lima belas menit, Gema telah sampai di rumah Adel.

"Em, kita bicara di luar aja nggak apa-apa ya kak? Soalnya aku sendiri di rumah, nggak enak kalau ngobrolnya di dalam," ucap Adel dan Gema langsung setuju.

"Aku penginnya yang bisa cepat, kak. Tadi aku udah coba hubungi beberapa dari iklan di web, tapi mereka pada penuh projectnya, harus nunggu dulu. Padahal penginnya secepatnya biar bisa cepat buka butiknya," ucap Adel setelah mereka sedikit mengobrol tentang desain seperti apa yng adel inginkan untuk butiknya.

"Oke, coba saya hubungi teman saya, ya? Mungkin perusahaannya bisa,"Gema langsung menelepon temannya.

Adel hanya menyimak pria itu bicara dengan temannya di seberang telepon sana.

"Bagaiamana?" tanya Adel penasaran saat Gemas selesai bertelepon.

"Dia bilang bisa, nanti anak buahnya akan menyurvei tempatnya terlebih dahulu. Kamu tinggal bilang mau seperti apa, soal budget, nanti juga bisa di diskusikan," ucap Gema.

"Baiklah, makasih ya, kak," ucap Adel senang. Sangking senangnya ia sampai meraih tangan Gema dan menggenggamnya sebagai ungkapan terima kasih. Membuat hati gema langsung bergetar.

Saat itu juga, Varel yang baru saja kembali dari apartemen Andini melihat apa yang di lakukan oleh Adel dari dalam mobilnya.

Tiiin tin tiiiiinnnn!!!

Varel membunyikan klackson mobilnya dengan sangat keras. Membuat Adel langsung melepas genggaman tangannya pada Gema,

"Genit!" gumam Varel kesal, ia melajukan mobilnya dengan cepat masuk ke halaman.

"Eh maaf, kak Gema, aku terlalu senang soalnya," ucap Adel merasa canggung.

"Tidak apa-apa," sahut Gema tersenyum. Matanya menatap ke arah mobil yang baru saja masuk ke halaman rumah.

"Kamu tidak tinggal sendiri di sini? Itu kakak kamu?" tanya Gema yang melihat Varel keluar dari dalam mobil.

Booom! Varel membanting pintu mobiknya dengan keras. Membuat Gema dan Adel sedikit berjengit karena kaget, "Kakaknya galak kayaknya," batin Gema.

Bahkan si Molly pun langsung mengeong karena terkejut.

Terpopuler

Comments

Jaspit Elmiyanti

Jaspit Elmiyanti

aku kira si Molly cewek, ehh kucing rupanya😆😆

2024-12-13

0

Lastri Naila

Lastri Naila

suka aq yg begini ceritanya...kocak somplak melow...uh bapeer...lanjut

2023-09-13

1

galaxi

galaxi

lah udh ada andini koq masih cemburu aja bang....masih ingin mengulang kisah lama yg belum kelar ya....😂😂😂

2023-09-04

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Chapter 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98 (End)
99 Bab 99 ( bonchap 1)
100 Bab 100 (bonchap 2)
101 Bab 101 (bonchap 3)
102 Novel Sebatas Ibu Pengganti
103 Bonchap 4
104 Bonchap 5
105 Bonchap 6
106 Bonchap 7
107 Jenna (Pengasuh Ceo Lumpuh)
Episodes

Updated 107 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Chapter 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98 (End)
99
Bab 99 ( bonchap 1)
100
Bab 100 (bonchap 2)
101
Bab 101 (bonchap 3)
102
Novel Sebatas Ibu Pengganti
103
Bonchap 4
104
Bonchap 5
105
Bonchap 6
106
Bonchap 7
107
Jenna (Pengasuh Ceo Lumpuh)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!