Part 20

V mengikuti Jungkook untuk latihan bela dirinya. Jungkook memberikan sedikit materi yang bisa V pelajari sendiri. Selanjutnya Jungkook mengajarkan V bagaimana cara memukul lawan yang benar dan cara menangkis serangan dengan mudah. V bersungguh-sungguh dalam mengikuti latihan yang Jungkook berikan.

Tiba saatnya untuk beristirahat. V duduk dengan kakinya yang berselonjor, Jungkook mengambil botol air untuk V. Jungkook juga ikut duduk dengan V dan meminum air masing-masing.

"Capek gak?" Tanya Jungkook yang melihat V sudah duduk.

"Lumayan." Jungkook tersenyum melihat V yang sebenarnya sudah kelelahan. "Lo latihan gini kenapa gak kelihatan capek kayak gue?" Tanya V balik.

"Gue udah biasa bang. Bahkan kadang kalau gue gak bisa tidur, gue pasti latihan sendiri." Kata Jungkook.

"Tengah malam?" Tanya V heran.

"Iya." Jawab Jungkook.

"Kenapa lo segitunya buat latihan bela diri? Padahal lo kan udah jago." Ucap V lagi. V tidak pernah mendengar Jungkook mengeluh sakit atau apa. Tapi itu pasti membuatnya kelelahan disaat latihan tengah malam dan keesokannya harus sekolah.

"Ilmu itu harus diasah bang, jangan dibiarin aja. Gue gini juga, biar bisa lindungin lo dan keluarga gue." Kata Jungkook sedikit tersenyum.

"Lo emang adek gue yang paliinggg gue sayang." Mereka tertawa kecil dan terus mengobrol hal-hal yang lucu.

"Kooki, gue boleh tanya sesuatu?" Tanya V tiba-tiba.

"Apa?" Jawab Jungkook.

"Cewek yang waktu itu lo samperin di lapangan, itu cewek yang lo suka?" V berbicara dengan hati-hati dan pasti.

"Hmm gimana ya Kooki bingung jawabnya." Jawab Jungkook dengan kebingungan diwajahnya.

"Tinggal bilang iya atau nggak aja Kooki." V mulai tidak sabar mendengar jawaban Jungkook.

"Kooki gak tau bang." Kata Jungkook sembari menunduk dan tersenyum malu.

"Maksudnya apa nih? Terus kenapa lo ngasih jepit rambut kedia kalau lo gak ada perasaan apa-apa sama dia." Ucap V sedikit kesal.

"Jepit rambutnya lucu aja kalau dipakek dia." Kata Jungkook lagi.

V merasa kalau Jungkook menyukai Zya tapi jawaban Jungkook atas pertanyaan-pertanyaan V tidak memuaskan dan tidak bisa memastikan perasaannya. V bertekad dalam hatinya, 'Kalau lo masih bingung, biar gue yang deketin dia'

"Lanjut yuk?" V sudah merasa cukup dengan istirahatnya, ia ingin melanjutkan lagi. Jungkook mengangguk dan memberi aba-aba kepada V untuk latihan memukul samsak itu saja. V melakukan apa yang Jungkook perintahkan.

----*----

Pagi hari yang cerah. Zya membuka gorden jendelanya membiarkan cahaya matahari menembus kamarnya. Zya segera membersihkan dirinya dan turun untuk sarapan. Kali ini mereka sarapan bersama.

"Eh anak Momy udah cantik." Momy melihat Zya yang sudah turun tangga.

"Momy juga cantik kok. Hari ini Momy gak jalan-jalan lagi bareng Dady?" Tanya Zya.

"Nggak. Momy sama Dady mau nyantai aja dirumah." Zya mengangguk mengerti.

"Habis ini Zya mau joging ya. Abang mau ikut?" Zya mencoba menawari Jin.

"Nggak." Kata Jin jelas.

"Kenapa?" Tanya Zya.

"Gue takut banyak yang ngejar-ngejar gue karena ketampanan gue." Ucap Jin seketika membuat Zya kesal.

"Zya gak bakalan ngajak abang lagi." Ucap Zya merajuk.

"Hahahah." Jin tertawa dengan puas.

"Anak Dady emang beda dari yang lain." Dady menggelengkan kepalanya dan ikut tertawa akibat ulah Jin. Momy nya pun sama.

Setelah selesai sarapan, Zya membantu bi Iyem membereskan sisa-sisa piring kotornya. Sementara bi Iyem bersiap menyuci piringnya. Seperti biasa, Momy akan pergi ke gardennya untuk merawat bunga-bunga nya dan kali ini akan ditemani oleh Dady. Jin bersantai dan melihat tv sambil mengutak-atik hanphone nya.

Zya sudah bersiap dengan pakaian khusus joging dan sepatunya. Ini adalah kegiatan rutin Zya ketika hari minggu. Meskipun pagi ini ia merasa tidak enak badan, tapi Zya memaksakan dirinya untuk tetap joging. Siapa tau nanti badannya bisa fit kembali. Zya akui mungkin ia kecapekan kemarin.

"Bang, gue jalan ya." Pamit Zya kepada Jin. Hanya ada abangnya disana.

"Bukannya joging?" Tanya abangnya santai.

"Iya ini mau joging." Kata Zya sedikit kesal.

"Lah kata lo tadi jalan." Ucap Jin memancing Zya.

"Gue jitak juga kepala lo bang. Otak lo lagi berpindah tempat ya." Ucap Zya kesal.

"Berisik lo, udah sono joging. Keburu siang ntar." Kata Jin tertawa kecil sembari melihat acara tv yang menurutnya lucu.

Zya langsung pergi tak menjawab perkataan Jin lagi. Seperti biasa rute yang akan Zya lewati. Zya memakai earphone nya sebelah saja dan mendengarkan musik kesukaannya sembari joging. Zya sudah berandai-andai, akan bertemu siapa kali ini. Entah kenapa ia ingin sekali bertemu dengan Jungkook. Jungkook yang Zya harapkan ada disampingnya saat ini. Zya mengeluarkan banyak keringat ditubuhnya. tapi ia masih merasa panas dingin ditubuhnya. Zya beberapa kali meminum air yang ia bawa. Zya tidak mau jatuh sakit begitu saja. Sampai ditaman, ia masuk dan beristirahat disana.

Zya melihat botol airnya yang sudah tinggal sedikit lagi. Mungkin ini tidak akan cukup sampai kerumahnya. Zya terdiam sejenak dan menundukkan kepalanya. Badannya benar-benar panas dingin dan Zya tau mungkin dirinya akan sakit setelah ini. Zya harus sampai rumahnya dengan selamat. Tak lama kemudian, Zya melihat seseorang meyodorkan tangannya yang memegang botol air minum. Dengan penuh harapan, Zya segera mendongakkan kepalanya. Dan ternyata harapannya itu sirna.

"V? Lo kenapa disini?" Tanya Zya heran.

"Joging." Zya diam tak berbicara lagi. Tidak juga mengambil botol air yang V berikan. V mengambil posisi disamping Zya dan kembali menyodorkan botol air tadi. "Ini buat lo."

"Gak usah. Lo gimana?" Kata Zya pelan, namun sedikit terlihat ketus.

"Gue ada kok." V memperlihatkan dua botol ditangannya dengan senyuman. "Nih ambil. Air minum lo udah mau habis."

"Makasih ya." Zya tidak bisa menolak lagi. Lagipun ia malas mencari alasan lagi, karena kondisi badannya yang kurang fit.

"Sama-sama. Lo kok kayaknya pucet gitu mukanya. Lo sakit ya?" V menyadari wajah Zya yang sepertinya pucat dan keadaannya yang mungkin tidak baik-baik saja.

"Nggak kok. Cuma kecapekan aja kalik." Zya mengelap keringatnya di dahinya. Keringat itu terus keluar tapi tidak menghalangi wajah cantik Zya.

"Jangan sampe sakit ya. Ntar gue gak bisa lihat lo disekolah besok." Ucap V mencoba memberikan semangat dengan kata-kata manisnya.

"Apaan sih. Lebay amat lo." Ucap Zya risih.

"Lo itu beda ya. Dimana-mana cewek itu suka kalau gue kasih kata-kata manis gitu, Apalagi dari gue yang cakep ini." Kata V dengan PD nya.

"PD amat sih lo, sama aja kayak abang gue." Zya segera ingat bahwa ia sudah keceplosan menyebut abangnya.

"Abang lo? Siapa? Kenalin dong. Pasti seru." V mulai dengan sikap tidak terkontrolnya, terlalu excited.

"Nggak, abang gue gak disini." Ucap Zya sedikit malas.

"Yah, terus dimana?" V terlihat memaksa

"Dirumahnya." Kata Zya pelan.

"Ya udah ayo gue kerumah lo." V terus memaksa dan tidak memberikan Zya celah untuk menghindar. Sementara Zya merasa malas dengan sikap V yang seperti ini.

"Apaan sih lo! Gue bilang nggak ya nggak." Zya mulai berbicara keras dan ingin meninggalkan V.

V akhirnya sadar akan sikapnya yang terlalu memaksa. Kebiasaannya ini sudah ada sejak ia kecil. Semasa kecilnya apapun yang V minta pasti dilakukan dan selalu ada. Jungkook pun merasa seperti itu, apapun yang V minta pasti ia berikan. Akhirnya V terbiasa dimanja. Jungkook tidak pernah merasa keberatan dengan hal itu selama tidak merugikannya dan V senang.

"Gue minta maaf ya. Mungkin gue udah terlalu memaksa lo." V meminta maaf pada Zya atas sikapnya yang mungkin terlalu kekanak-kanakan.

"Sekarang lo tau kan? Gue mau lanjut joging dulu." Ucap Zya. Kali ini suaranya netral-netral saja.

V bingung antara ingin mengejar Zya atau membiarkannya pergi. V tidak pernah menghadapi seorang cewek yang seperti ini. Seolah-olah satu kesalahan yang ia buat bisa membuat cewek ini pergi darinya.Tidak seperti kebanyakan cewek lainnya. Mereka akan dengan senang hati mengikuti apa yang ia katakan.

Akhirnya V membiarkan Zya pergi jauh. Lagipun kalau V mengejarnya, ia juga tidak tau akan berbuat apa nantinya. Zya sudah hampir sampai dirumahnya, tinggal sedikit lagi. Tapi matanya sudah mulai berkunang-kunang. Zya seperti akan jatuh kali ini. Zya melihat samar-samar seseorang menolongnya.

----*----

Atap yang terlihat putih dan kelambu-kelambu berwarna lavender terlihat begitu jelas ketika Zya membuka matanya. Zya mulai berpikir ini dimana. Ia mulai melihat sekelilingnya. Oh kamarnya. Zya memegang kepalanya yang masih sakit, berusaha untuk berdiri. Tapi bi Iyem mengagetkannya.

"Ya ampun, non sudah sadar. Tunggu sini non, jangan bangun dulu kalau sakit." Bi Iyem segera keluar memanggil Momy, Dady dan Jin. Mereka segera masuk kekamar Zya dan ada seorang dokter juga yang ikut masuk. Dokter itu kembali memeriksa tubuh Zya.

"Keadaannya masih belum membaik. Disarankan untuk beristirahat yang cukup dulu ya. Ini saya kasih surat dokter untuk diantarkan kesekolahnya besok." Dokter itu memberikan surat ditangannya.

"Iya dok, terima kasih." Momy mengambil surat itu dan menyimpannya di laci.

"Kalau gitu, saya pamit dulu." Kata Dokter itu.

"Oh iya dok, mari saya antar kedepan." Ucap Dady dengan sopan.

Dady mengantar dokter itu sampai depan pintu rumahnya, sementara Momy dan Jin masih ada dikamar Zya.

"Kamu gak papa kan sayang?" Tanya Momy memastikan.

"Gak papa mom." Ucap Zya dengan suaranya yang pelan. Tidak seperti biasanya.

"Kalau kamu sakit mending gak usah joging deh." Kata Momy mengingatkan kesehatan Zya.

"Tadi Zya gak sakit kok mom." Momy hanya menatap ke arah Jin, begitu pun Jin. Jin juga tidak tau kalau Zya kecapekan.

"Bang, nanti suratnya kamu yang bawa kesekolah ya. Itu momy taruh di lacinya." Ucap Momy kepada Jin.

"Iya mom." Kata Jin.

"Ini air minumnya Nya." Bi iyem datang membawa air minum yang dipesan Momy tadi.

"Oh iya." Momy mengambil air minum yang dibawa oleh bi Iyem. "Ayo sayang minum obatnya dulu." Jin membantu Zya untuk duduk dan Momy memegangkan airnya.

"Kamu istirahat dulu ya, Momy keluar dulu." Zya menjawab dengan anggukan.

Jin masih menemani Zya dikamarnya. Karena sedikit bosan, Jin melihat ada tumpukan buku di samping meja kamar Zya. Jin mengambil buku itu dan membuka halaman pertamanya. Ada nama Jungkook disana. Jin mulai bertanya-tanya dalam dirinya. 'Ini buku Jungkook atau Zya yang nulis nama Jungkook' Jin mengingat-ingat buku itu. Sepertinya Jungkook juga pernah membaca buku ini. Berarti ini buku Jungkook yang Zya pinjam. Selanjutnya Jin melihat satu buku lagi dengan gambar sampulnya yang menarik perhatiannya. Jin membuka buku itu juga dan ada tulisan 'Dari Jungkook untuk Zya'. Jin sudah mengira bahwa buku itu diberikan oleh Jungkook untuk Zya. Bukunya lumayan menarik dan sepertinya ini novel keluaran terbaru.

Jin kembali duduk disamping Zya dan membaca buku milik Zya yang Jungkook berikan padanya. Setelah sekian lama Jin membaca buku itu, tangan Zya meraih tangannya. Jin kaget dan menutup buku itu.

"Lo butuh apa?" Tanya Jin melihat Zya yang sudah membuka matanya.

"Gue mau minum." Kata Zya dengan lemah. Jin mengambil gelas yang berisi air minum di meja Zya. Jin juga membantu Zya agar bisa minum dengan benar.

"Lo istirahat lagi ya. Lo mau makan apa ntar?" Tanya Jin.

"Gak tau bang, mulut gue pahit banget rasanya gue gak mau makan." Kata Zya.

"Lo gak boleh gitu. Lo harus tetep makan, biar perut lo ada isinya." Jin tetap mengingatkan Zya agar ia mau makan.

"Terserah abang aja deh." Kata Zya menyerah.

"Ya udah lo istirahat lagi ya. Gue mau keluar dulu. Kalau butuh apa-apa panggil gue ya." Zya mengangguk paham.

"Hp gue mana bang?" Zya ingat dengan hp nya.

"Dibawah bantal lo." Zya mengambil hp nya dan Jin keluar dari kamar Zya.

Zya lupa ingin menanyakan siapa yang menolongnya tadi. Ketika Zya mulai berpikir, kepala Zya kembali sakit. Akhirnya Zya mengosongkan pikirannya kembali dan berusaha membuatnya enjoy kembali. Zya mengutak-atik hanphone nya. Membuka sosmednya dan melihat video-video lucu yang membuatnya tidak merasa bosan berada dikamar ini.

Jin membawa surat dokter milik Zya kekamarnya. Ia menyiapkan amplop dan memasukkan surat itu didalamnya. Jin juga menyiapkan perlengkapan sekolahnya besok. Setelah selesai Jin keluar rumah untuk menemui teman-temannya. Ia sudah ada janji dengan teman-temannya untuk mabar sore ini. Jin sudah berpesan pada bi Iyem agar menjaga Zya dari jauh.

Jin menghidupkan mobilnya dan mulai keluar dari area rumah. Jin pergi ke basecamp Jhoope. Disanalah biasanya mereka mabar. Tempat itu memiliki sinyal yang baik dan bagus. Jin sudah sampai dan disambut oleh teman-temannya. Jin menyadari V dan Jongkook yang tidak ada.

"Eh eh V sama Jungkook mana? Belum datang mereka?" Jin menanyakan hal ini.

"Katanya sih gak jadi datang." Ucap Namjoon.

"Kenapa?" Tanya V lagi.

Mereka semua mengangkat bahunya seolah berkata 'tidak tau'. Mereka melanjutkan permainannya. Cukup seru walaupun pikiran Jin terkadang melantur pada Zya. Tapi Jin dapat menutupi itu semua dengan sempurna. Jin terlihat senang dan tidak ada beban apa-apa. Namun beerbeda dengan Jhoope yang bisa merasakan sikap Jin di waktu-waktu tertentu. Saat Jin pergi ketoilet, Jhoope menghampirinya.

"Lo kenapa?" Tanya Jhoope tiba-tiba membuat Jin kaget.

"Kenapa? Gue gak papa kok." Kata Jin masih dengan senyum palsunya.

"Nggak, gue liat ada yang lo sembunyiin." Jin diam tak berbicara. Seperti dugaan Jin, Jhoope tau perasaan Jin yang sekarang. Jhoope terus menatap Jin yang membuat Jin menjadi salah tingkah.

"Ah nggak gue itu --- cuman kecapekan aja." Kata Jin yang tidak berhasil dengan acting nya.

"Acting lo buruk. Lo gak bisa bohongin gue." Jhoope berbicara pelan seperti berbisik. Jin yang mendengar itu sepertinya ia ingin pergi saja dari toilet ini. Tapi bagaimana jika Jhoope mengejarnya dan membicarakannya didepan anak-anak lain. Jin ragu memberitahu Jhoope, tapi ia sudah tertangkap basah disini.

"Adik gue lagi sakit. Kayaknya nanti gue bakal mampir ke tempat makan dulu. Gue gak bisa pulang malem-malem ya." Ucap Jin yang akhirnya membuka kejujuran.

"Ya udah gak papa. Its okey Jin. Kalau ada apa-apa lo cerita aja ke gue. Kalau lo butuh bantuan, siapa tau gue bisa bantu lo." Jhoope menepuk bahu Jin menguatkannya.

"Makasih ya. Gue cuma gak enak aja sama yang lainnya kalau gue pulang duluan ntar." Ucap Jin lagi.

"Gak papa, lo cari alasan aja ntar supaya anak-anak yang lain ngerti." Jin mengangguk. Jhoope selalu bisa memberikan kenyamanan dan saran terbaik untuk Jin. Jin dan Jhoope keluar dari toilet.

"Bro gue balik dulu ya." Ucap Jin tiba-tiba membuat yang lainnya terdiam.

"Yah kok udah balik?" Tanya Namjoon.

"Eh lo belum kalahin gue Jin." Protes Suga.

"Iya, anjing gue mati keracunan dirumah." Kata Jin ngasal.

"Anjing? Perasaan gue gak lihat anjing dirumah lo pas gue kesana." Protes Jimin juga.

"Ada. Lo aja yang gak liat. Ya udah ya, gue pulang dulu. Daahh." Jin berlari meninggalkan teman-temannya yang sedikit kebingungan. Jhoope hanya mengangkat bahunya dan tersenyum ketika teman-temannya melihat kearahnya.

Jin segera pergi dari basecamp Jhoope. Jin membawakan mie ayam untuk Zya. Jin harap Zya mau memakannya walaupun sedikit. Tak terasa Jin sudah sampai dirumahnya dan segera masuk.

"Eh abang udah pulang?" Kata Momy yang melihat Jin berjalan kearahnya dan mencium tangannya juga tangan Dady.

"Iya mom. Zya belum makan?" Tanya Jin kemudian.

"Udah tapi sedikit. Tadi Momy bikinin bubur, kayaknya Zya gak begitu suka." Kata Momy.

"Kamu bawa Jin?" Tanya Dady yang melihat Jin membawa sesuatu ditangannya.

"Bawa mie ayam kesukaannya Zya Dad." Ucap Jin.

"Ya udah kamu coba bujuk adikmu itu, siapa tau mau makan." Kata Dady lagi.

"Iya Dad, Mom Jin keatas dulu." Kata Jin sembari akan berjalan.

"Ya udah." Ucap Momy nya mengiyakan.

Jin tau betul kesukaan Zya disaat-saat seperti ini. Tak lupa juga ia membelikan jus alpukat yang sangat digemari oleh Zya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!