*AUTHOR*
Hai readers mimin mau minta maaf ya kalau mimin pakek nama-nama nya salah satu boy band korea BTS. Disini mimin cuma pakek namanya aja ya.. Bukan bermaksud yang lainnya. Mimin harap kalian mengerti 🥺
So, lanjut ke cerita ....
😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
Jhope memandang kaca besar yang ada tepat didepannya yang membuat dirinya bisa melihat dirinya sendiri dari atas sampai bawah. Jhope mulai menggerakkan seluruh badannya menciptakan tarian dance yang indah. Ia mengeluarkan semua kemampuannya yang tidak semua orang punya. Disinilah Jhope menjadi dirinya sendiri. Mencari kenyamanan dan ketenangan.
Diakhir gerakan yang ia rasa sudah cukup, Jhope menjatuhkan dirinya sendiri kelantai yang dingin. Hingga dinginnya lantai itu terasa sampai ke tulang-tulang. Jhope sadar, banyak beban yang ia pikul sendiri. Walaupun teman-temannya selalu ada untuknya. Namun, ia terlalu pintar menyembunyikan bebannya sendiri dibalik senyumnya yang selalu ia tampakkan. Seakan tidak terjadi apa-apa. Yah itulah dia.
Jhope melirik jam yang ada diatas dinding dekat pintu masuk ruangannya. Seharusnya ini sudah jam istirahat kan. Dan benar saja bell istirahat berbunyi nyaring. Jhope sengaja pergi dari kelasnya lebih awal 5 menit sebelum bel istirahat itu berbunyi. Ini sudah menjadi kebiasaannya jika pelajaran saat itu sedang rumit-rumitnya.
Jhope mengangkat tangannya ke kepalanya sehingga menutupi matanya. Ia membiarkan telinganya yang fokus mendengarkan setiap langkah dan candaan-candaan orang yang lewat. Jhope tahu betul suara teman-temannya dan langkah-langkahnya. Setelah ia rasa teman-temannya akan datang, Jhope menyingkirkan tangannya dari kepalanya. Ia melihat kepintu. Dan benar saja mereka datang. Jhope memandanginya satu persatu. Jungkook, adik kelas yang lebih bnyak penggemarnya itu membawakannya air minum.
"JYEEE HOOOPPPEEEEEEEEE!!!!!" Jhope bangun dan memberinya senyuman termanis yang ia punya.
"Lo maen kabur aja tadi, gue udah ngira sih ni anak pasti kesini." ucap V
"Ga, makasih ya lo udah bikin ruangan ini untuk kita-kita. Jadi gue bisa kabur dari pelajaran membosankan itu." Suga membalasnya dengan anggukan.
Ayah Suga adalah pemilik sekolah ini. Jadi Suga bisa mendapatkan ruangan khusus untuknya dan teman-temannya. Suga juga terkenal anak yang pintar disekolah ini. Suga juga mendapat julukan ice boy karena sikapnya yang cuek dan sedingin es. Namun dibalik itu semua dia sangat peduli dengan teman-temannya.
"Bang lo haus gak? Ini gue bawa minum buat lo." Jungkook mengulurkan tangannya yang memegang botol minum kepada Jhope.
"Makasih ya. Lo emang adek gue yang best." Jhope meminumnya hingga seperempat botol. Ia memang sedikit haus. Karena tadi dikelas tidak sempat minum. Pelajaran sangat padat tadi.
"Jadi kita kekantin?" Tanya Jin yang sudah mulai ada panggilan alam untuknya.
"Ayo!" jawab mereka serentak.
Mereka melewati koridor sekolah menuju kantin yang sudah ramai dengan siswa-siswi yang lainnya. Ada yang sudah selesai membeli makanan untuk dimakan dan memilih keluar dari kantin mencari tempat duduk diluar. Ada juga yang menikmati makanannya didalam kantin yang sudah disediakan tempat duduk. Tidak banyak, tapi itu berguna.
"Busyett, rame banget dah." Ucap V meringis.
"Hmm gimana kalau kita gak masuk semua. 2orang aja yang masuk, gimana? gue sama siapa?"
"Sama gue." Ucap Jhope cepat.
Akhirnya mereka menitipkan daftar makanannya kepada Jimin dan Jhope. Mereka berdua memang lihai dalam memesan makanan disaat ramai orang begini.
"Kita mau duduk mana?" Tanya Namjoon sembari menunggu kedua temannya.
"Gimana kalau belakang kelas aja. Disana kan ada pohon besar tuh, yah lumayan lah biar kita gak kepanasan duduk dibawahnya." Jungkook menjelaskan tempat yang ia maksud.
"Ya udah deh kalian pergi aja dulu, gue nungguin Jimin dan Jhope disini. Nantik nyusul kesana." ucap Jin langsung membuat Namjoon, Suga, V, dan Jungkook meng-iyakan dan pergi ketempat itu.
"Aahh akhirnya nyampeknya juga." Ucap V lega dan segera duduk. Karena ia kecapekan dan ingin duduk sedari tadi.
Rindangnya pohon dan lebatnya pohon itu mampu melindungi ke tujuh laki-laki ini yang sedang menikmati makanannya masing-masing dari sinar matahari yang menyengat dikala itu.
Namjoon memesan pentol dan es teh untuknya.
Suga memesan batagor dan es semangka.
V juga memesan batagor yang dicampur dengan sosis dan minumannya ia memilih air putih dan es jeruk.
Jungkook memesan 1 roti, sosis, dan mie dan untuk minumnya ia suka air putih dan 2botol susu sebagai pemanis.
Jhope memilih nasi goreng untuknya dan 1 botol air putih + es teh
Jimin membeli mie kesukaannya dan juga roti, untuk minumnya ia membeli es teh.
Jin memesan pentol dan mie yang diberi nasi, minumnya ia memilih pop ice coklat.
Ada pemandangan seru didepan mereka, tepatnya diseberang sana. Disana juga ada pohon yang agak rindang, cukup untuk melindungi ketiganya. Mereka adalah Zya, Stella, dan Violet. Mereka terlihat senang dan sedang bercanda riang. Jhope memperhatikan ketiganya. Ada satu yang sepertinya tidak asing dimatanya. Jhope mengingat-ingat siapa cewek yang berada disana.
FLASHBACK JHOPE
Teman-temannya sedang asik mabar ditempat Jhope. Jhope pergi kebelakang untuk melihat stok minuman yang selalu ada di kulkasnya. 'Kosong. Sepertinya aku harus pergi kesupermarket.' Batin Jhope. Jhope kembali lagi kedepan menemui teman-temannya.
"Stok kulkas gue kosong nih. Ada yang mau ikut ke supermarket gak?" Tanya Jhope kepada teman-temannya yang sedang mabar. Tidak ada sautan, Jhope akan melangkahkan kakinya.
"Yessss.Gue ikut Hop!!" Teriak V, yang kemudian beranjak dari tempat duduknya. Ia sangat senang karena telah mengalahkan Suga sebagai lawannya.
"Oke, ayo." Jhope sudah bersiap dengan kunci motornya di tangan.
Dijalan Jhope melihat Jin yang sedang duduk didekat gerobak martabak. Jhope menghampirinya sebentar lalu pergi lagi kesupermarket untuk membeli kebutuhan teman-temannya selama ada ditempatnya itu. Setelah pulang dari supermarket Jhope masih melihat mobil jin yang terparkir tidak jauh dari tukang martabak tadi.
"Eh Jin, belum pulang ya. Gimana kalau kita tawari dia join aja. Pasti lebih seru." Usul V
"Boleh juga." Jhope membalasnya sambil tersenyum.
Jhope mengetuk kaca mobil Jin, agar dia membukanya. Setelah dibuka Jhope melihat seperti Jin yang sedang menahan sesuatu dibawahnya. Jhope tidak melihatnya dengan jelas, yang pasti ia sedikit terlihat. Jhope tidak mau mengganggu Jin lama-lama, karna mungkin ia sedang tidak ada waktu sekarang.
"Oke Jin, kalau gitu gue duluan ya." Jhope menarik gasnya sekencang mungkin, agar ia cepat sampai ditempatnya.
FLASHBACK SEKOLAH
Jhope ingat. Sepertinya perempuan itu mirip dengan orang yang Jhope lihat di mobil Jin malam itu. Jhope menatap Jin, ragu untuk menanyainya.
"Kenapa?" Jin yang sadar akan tatapan Jhope bertanya.
"Oh ee hmm gak papa." Ucap Jhope gagap. Ia bingung, apakah ini waktu yang tepat untuk bertanya.
"Eh iya Hop nanti kita mabar lagi yuk." Ucap V kepada Jhope yang sedikit melamun
"Oh boleh aja."
"Tapi lo kan janji bakal ikut gue Hop ke toko buku." Suga mengingatkan janji mereka.
"Oh iya gue lupa." Jhope cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal. Suga terlihat kesal dimukanya.
"Iya iya. Jangan ngambek dong. Iya gue temenin." Jhope menjepit kepala Suga agak keras, membuat Suga sedikit tertawa.
"Yahhh gak jadi dong." V menggembungkan pipinya, sehingga terlihat lucu.
"Idih sok imut banget lo V. Pakek digituin segala tuh pipi." Ucap Jimin Julid.
"Biarin aja." Ucap V masih dengan expresi yang sama.
"Lo ikut gue aja." Namjoon menengahi.
"Kemana bang?" Tanya V penasaran.
"Kerumah Jin." Jawab Namjoon singkat yang membuat Jin kaget.
"Gue?" Jin bertanya memastikan. Namjoon menjawabnya dengan anggukan. "Kenapa?" Jin bingung.
"Katanya lo mau ngerjain PR bareng gue eee." Ucap Namjoon sambil memanjangkan kata-kata terakhirnya.
"Oh eee gak kerumah lo aja? Kan biar lo gak capek-capek gitu kerumah gue. Kan gue yang minta diajarin, masa lo yang kerumah gue." Ucap Jin mencari alasan.
"Nggak nggak." Namjoon mengangkat tangannya menandakan tidak. "Gue belum pernah kerumah lo, jadi gue aja yang kesana. Sekalian silaturahmi lah sama keluarga lo."
"Nah cakep." V menyetujuinya. "Selama ini kan gk ada yang pernah kerumah lo ni. Kita selalu ngumpul di tempat Jhope. Ya gak Hope?" Tanya V mencari dukungan.
"Iya bener." Jhope menyahutinya.
"Iya sih." Jin menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Jadi gak nih?" Tanya Namjoon sekali lagi pada Jin.
"Boleh deh." Jin tersenyum kecut. 'Gimana nasib adek gue nanti' Batin Jin.
"Sip, ada yang mau ikut lagi gak?" Namjoon bertanya kepada teman-temannya yang lain.
"Gue ikut dong Joon, kan jarang-jarang nilai gue bagus 😋." Ucap Jimin yang ingin mengikuti mereka. "Kebetulan gue udah pernah tuh kerumahnya si Jin, cuma waktu itu gak ada orang sama sekali. Cuma gue sama Jin aja." Jimin membagikan ceritanya dulu.
"Wah boleh tuh. Gue gak tau jalan soalnya." Namjoon baru ingat.
"Sip. Berarti Gue, Namjoon, Jimin kerumah Jin nih yak. Jungkook gak mau ikut?? Gue tau sih lo adek kelas, tapi apa salahnya ikut aja, biar seru." Ucap V yang teringat Jungkook
"Hmm gue bingung. Mau ikut lo apa Jhope ya."
"Lo mending ikut gue bareng Suga. Kita nanti mampir ke alun-alun kan Ga?"
"Iya. Gue sekalian mau beli jaket soalnya." Ucap Suga membenarkan.
"Iya deh Jungkook ikut Bang Jhope sama Bang Suga aja." ucap Jungkook menarik senyum.
"Aahh elo mah milihnya mau jalan-jalan." Ucap Jimin yang sudah menebak dari tadi.
"Hee tau aja." Jungkook tersenyum lebar.
----*---
Hari-hari disekolah memang sangat melelahkan., Pelajaran demi pelajaran telah dilalui nya dengan perasaan tak karuan. Disaat pelajaran yang membosankan, semuanya akan merasakan waktu berjalan begitu lambat. Namun, ketika pelajaran yang sedang berlangsung adalah pelajaran yang banyak disukai para murid, maka semuanya akan terasa cepat berlalu. Ada pula jamkos, yaitu jam kosong atau jam mata pelajaran yang sedang tidak ada gurunya. Entah sedang rapat atau tidak masuk kelas. Biasanya akan diberikan tugas sesuai dengan pelajaran apa saat itu juga. Kebanyakan yang menyukai saat-saat seperti ini dan ada pula yang merasa bosan karena waktu yang begitu lama baginya.
Begitupun yang Zya rasakan saat ini. Jamkos dikelasnya sudah berlangsung selama 1jam setengah. Setengah jam lagi, bel pulang akan berbunyi. Ia mencoba mengutak-atik ponselnya untuk menyingkirkan rasa bosannya. Teman-temannya pun sama. Ada yang membaca buku sejarah, itu karena terpaksa tidak ada buku lain lagi. Perpustakaan sekolah pun sudah tutup 1jam yang lalu. Zya dan teman-temannya sudah capek bercanda riang sejak tadi, jadi sekarang mereka ingin sekali rebahan ditempat tidurnya masing-masing. Zya melirik jam tangannya. Masih kurang 25menit lagi.
"Huuhh." Zya menghempuskan nafasnya kasar.
"Zya nanti jadi kan, temenin gue ke alun-alun."
"Iya jadi. Violet mau ikut?"
Violet yang sedang membaca buku sejarahnya, menutup buku itu pelan. "Boleh deh. Jam berapa emang?" Tanya Violet. Sebenarnya tadi ia sudah diajak, tapi ia masih pikir-pikir dulu.
"Jam 7 gimana?" Tanya Stella kepada kedua sahabatnya meminta persetujuan.
"Oke!!" Jawabnya serentak.
"Jangan lupa bawa uang ya La. Siapa tau lo ada yang mau dibeli nanti." ucap Zya mengingatkan. Karena Stella sendiri tidak terlalu berminat ke tempat itu.
"Iya iya. Mumpung gak ada kerjaan juga dirumah, jadi gue ikut kalian aja lah."
"Nah gitu dong. Lo sibuk terus kalau kita ajak jalan malem-malem." Ucap Violet, mengingat Stella jarang mau diajak jalan malem karena dia sibuk belajar.
"Kan gue sibuknya belajar." Kata Stella membela diri.
"Iya iya deh. Stella kan anak pintar disekolah ini. Ya gak Vi?" Kata Zya sedikit bercanda.
"Betul." Violet membenarkan ucapan Zya.
"Eh iya, nanti kita pakek jaket biru itu yuk. Biar kembaran." Usul Violet kepada kedua sahabatnya.
"Boleh tuh, jarang-jarang kan ada Stella juga. Jadi lengkap deh." Kata Zya senang.
"Oke." Stella menjawabnya dengan senyuman yang terukir diwajahnya.
Mereka masih asik bercengkrama membahas apa yang akan mereka lakukan nanti malam dialun-alun. Tiba-tiba bel berbunyi nyaring disekolahnya menandakan waktu pulang telah tiba.
"Nah yeessss akhirnya gue bisa pulang sekarang. Capek banget pengen rebahan." Kata Violet senang sambil meregangkan kedua tangannya kedepan.
"Iya udah yuk cepetan beres-beres bukunya." Ucap Zya memperingati.
Semua siswa-siswi sudah banyak yang berhamburan keluar menuju pintu gerbang sekolah. Didepan pintu gerbang juga sudah banyak yang berlalu lalang bercampur dengan kendaraan umum, masyarakat, dan mereka yang baru saja keluar dari gerbang sekolah.
Zya, Violet, dan Stella berjalan melewati kelas-kelas yang sebagian sudah kosong dan ada pula yang masih tersisa beberapa murid saja untuk membersihkan kelasnya. Dikantin sekolah pun masih terlihat ada beberapa siswa/siswi yang mampir kesana untuk sekedar membeli minuman atau yang lainnya. Zya memegang buku ditangannya yang ia dekap didadanya. Beberapa saat kemudian Zya tidak sengaja disenggol oleh seseorang dari arah yang berlawanan.
"Eh sorry sorry. Gue gak sengaja. Lo gak kenapa-kenapa kan?" Zya melihat laki-laki itu.
"Oh nggak gak papa." Zya tersenyum memberikan respon baik-baik saja.
"Maaf ya. Kalau gitu gue pergi dulu." Pamitnya.
"Iya gak papa."
Laki-laki itu membalikkan badannya dan segera pergi ke kantin. Zya memerhatikan sebentar. Ia ingat laki-laki itu adalah teman abangnya yang pernah kerumahnya sebelumnya. Saat itu Zya ada dikamarnya dan hendak pergi kedapur, untungnya Zya menyadari terlebih dahulu suara abangnya beserta temannya itu. Zya juga melihat teman abangnya itu dari atas.
"Zya lo gak papa kan." tanya Violet.
"Lo kayak gak tau Zya aja. Dia pasti gak papa. Cuma disenggol doang kan. Lo ingat Zya yang hampir kena tabrak, itu aja dia gak papa kok." Ucap Stella sedikit kesal melihat Zya yang tidak melakukan apa-apa terhadap laki-laki tadi padahal benturannya lumayan keras tadi. Zya hampir jatuh tapi dia mampu menopang tubuhnya sendiri.
"Iya gak papa. Ya udah yuk pulang. Gue pengen cepet sampai rumah nih." Respon Zya terhadap kedua sahabatnya. Dan dijawab anggukan oleh kedua sahabatnya itu.
Stella adalah sahabat Zya yang paling tidak suka kalau ada penindasan atau kekerasan yang terjadi pada sahabatnya. Zya sering mendapatkan perlakuan tidak baik dari salah seorang murid disekolahnya itu dan Stella selalu melindungi Zya dari siapapun yang menyakitinya. Itu sebabnya tidak akan ada yang berani macam-macam kepada Zya selagi Stella ada disampingnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments