Zya duduk dibangku taman. Ditemani dengan boba ditangannya. Abangnya sudah mengonfirmasi padanya kalau akan pulang terlambat, karena masih akan menemani temannya berbelanja. Zya melihat sekelilingnya memastikan kalau Jungkook belum datang. Ia berselfi sebentar untuk mengusir kejenuhannya.
"Cantik kok. Udah selfinya?" Jungkook mengagetkan Zya yang tiba-tiba ada dibelakangnya.
"Lo sejak kapan disini?" Tanya Zya kemudian memasukkan ponselnya.
"Barusan kok." Kata Jungkook.
"Mau pergi sekarang?" Tanya Zya?
"Ayo." Jungkook berjalan disamping Zya. Kali ini ia berjalan dengan santai mengikuti langkah Zya.
Jungkook masuk kemobilnya sementara Zya menaiki motornya. Jungkook tersenyum didalam mobilnya. Ia mengikuti Zya dari belakang. Sesampainya dirumah Zya, ia menyuruh Jungkook untuk masuk dulu.
"Masuk yuk." Ajak Zya. Zya pun sebenarnya bimbang ingin mengajaknya masuk atau tidak.
"Gak papa nih?" Tanya Jungkook dengan wajah nakalnya sedikit menggoda.
"Gak papa. Wajah lo jangan nakutin gitu." Ucap Zya. Masih dengan kebiasaan yang sama. Walaupun Zya berbicara dengan Jungkook, tapi Zya tidak pernah lama menatap mata Jungkook. Selalu ia alihkan. Jungkook tersenyum biasa.
Mereka masuk, Jungkook menunggu di ruang tamunya. Zya memanggil bi Iyem agar membuatkannya minuman. Zya sengaja tidak membuat sendiri agar Jungkook tau kalau ia tidak sendirian disini.
"Orang tua lo kemana? Kok sepi?" Tanya Jungkook yang melihat kesunyian disini.
"Dady kerja, Momy palingan ngumpul-ngumpul arisan. Lo tunggu sini ya, gue ambil dulu kadonya." Jawab Zya.
"Oke." Jungkook tersenyum lalu meminum minuman yang sudah disiapkan.
"Nih kadonya. Maaf ya gue cuma bisa bungkus simple gini." Zya mengulurkan bungkusan kado ditangannya.
"Gak papa, ini juga bagus kok. Makasih ya." Jungkook melihat-lihat bungkusan itu.
"Iya sama-sama." Jawab Zya.
"Kalau gitu gue balik dulu ya. Gue harus nyampe rumah duluan sebelum abang gue dateng buat naroh ini." Jungkook langsung berpamitan pada Zya.
"Ya udah kalau gitu hati-hati ya." Zya mengantarkan Jungkook sampai didepan gerbang rumahnya.
"Oke. Sampai ketemu besok." Ucap Jungkook tersenyum yang juga dibalas senyuman oleh Zya.
Zya masuk kedalam rumah dan membersihkan dirinya. Setelah selesai, Zya berbaring dikamarnya. Zya mengingat sesuatu, kalau jadwal pelajarannya telah diubah. Zya bangun kembali dan mengambil catatan jadwalnya. Zya segera mempersiapkan buku-bukunya dan pakaian olahraganya. Zya tidak mau tertinggal lagi. Kemarin Zya tertinggal baju olahraganya karena baju itu tidak ia siapkan sebelumnya.
Zya baru akan menutup matanya untuk tidur, tiba-tiba hp nya berdering. Zya mengangkat telfon itu.
"Halo." Zya berbicara lebih dulu.
"Halo, dek lo ada dirumah kan?"
"Iya, kenapa?"
"Gue ngirim kurir kesana buat ngantering barang. Lo yang terima ya, terus lo bungkusin kado buat temen gue."
"Dadakan banget sih bang."
"Iya gue lupa soalnya."
"Perlengkapan kadonya udah beli kan?"
"Nggak, lo aja yang jalan deh ya?"
"Wait, enak banget lo."
"Nanti gue beliin martabak deh sama mie ayam."
"Beneran ya? Awas lo gue tagih ntar."
"Iya ah bawel."
"Lo tuh yang bawel." Jin langsung mematikan telfonnya.
Zya tercengang ketika abangnya langsung mematikan begitu saja. Kebiasaan Jin yang suka dadakan membuat Zya frustasi. Sebenarnya Jin juga tidak sengaja seperti itu, tapi ia lebih ke pelupa. Alhasil semua yang dilakukan seperti dadakan.
Zya mendengar bell rumahnya berbunyi. Ia keluar dan turun dari kamarnya, melihat bi Iyem juga ada disana.
"Siapa bi?" Tanya Zya kepada bi Iyem.
"Ini non ada kiriman katanya." Kata bi Iyem.
"Suruh kesink aja bi." Bi iyem memberi kode pada pak satpam agar kurirnya bisa masuk.
"Mbak ini pesanannya." Kurir itu memberikan sebuah kotak dus pada Zya.
"Oh iya, berapa?" Tanya Zya sembari menerima kotak dus itu.
"Sudah dibayar kok mbak. Ya sudah saya pergi dulu." Katanya sembari berpamit.
"Iya, makasih." Jawab Zya mengulas senyumannya.
Zya membawa kotak itu masuk dan membukanya dikamarnya. Ada hodie dan kartu ucapan. Zya melihat kearah perlengkapan kado milik Jungkook. Masih ada sisa yang bisa dipakai. Zya segera membungkus kado itu dengan kertas kado yang sama dengan milik Jungkook. Setelah selesai Zya membaringkan tubuhnya kembali dan beristirahat.
----*----
"Dek kadonya udah lo bungkus kan?" Suara Jin diluar kamarnya yang mengetuk pintu. Zya yang sedang mengeringkan rambutnya menghela nafas panjang.
"Udah bang." Teriak Zya dari dalam kamarnya.
"Lo taruh dibawah ya, gue mau mandi bentar." Ucap Jin lagi.
"Iya." Jawab Zya singkat.
Setelah selesai, Zya turun kebawah untuk makan malam sembari membawa kado milik Jin.
"Zya buat siapa itu?" Tanya Dady yang melihat Zya membawa kado.
"Punya abang Dad." Kata Zya lalu menaruhnya di meja.
"Abang kamu mau kemana?" Tanya Dady lagi.
"Temennya ulang tahun, jadi ini kadonya." Ucap Zya menjelaskan. Dady hanya mengangguk mengerti dan kembali membaca korannya.
Jin turun dengan cepat dan menghampiri Zya.
"Kadonya mana?" Tanya Jin pada Zya yang sedang memakan camilan dan menonton tv.
"Tuh disana." Zya menunjukkan dengan matanya.
"Oke makasih ya." Jin segera mengambil kado itu.
"Hadiah gue?" Tanya Zya berbalik menghadap Jin.
"Ya besok dong, sekarang mana bisa." Kata Jin sedikit kesal.
"Awas lo ya, gue tagih besok." Kata Zya mengancam.
"Iya iya." Jawab Jin.
"Jin gak nunggu makan malam dulu?" Tanya Dady tiba-tiba.
"Nggak Dad, makan dirumah temen aja sekalian." Jawab Jin.
"Oke deh, pulangnya jangan kemaleman ya. Besok kamu masih sekolah." Dady mengingatkan Jin.
"Siap Dad. Jin berangkat dulu ya." Jin pamit pada Dady dan mencium tangannya.
"Iya hati-hati."
----*----
Jin menyetir mobilnya dengan kecepatan penuh. Ia sudah ditunggu oleh teman-temannya. Hp nya berdering ada pesan digrupnya. Jin tidak membuka pesan itu, ia tau pasti sedang dispam oleh teman-temannya.
Setelah sampai, Jin segera masuk dan bergabung.
"Nah ini dia nih, kokinya baru dateng." Jimin menyambut kedatangan Jin dengan senyuman lebar diwajahnya.
"Lama amat sih lo bang, gue udah laper nih." Kata Jungkook terlihat manja.
"Lah kan ada Suga, kenapa gak nyuruh dia aja yang nyiapin." Jin menunjuk Suga.
"Katanya nungguin lo aja, biar bareng-bareng." Ucap Jhope.
"Ya iyalah, koki kita kan elu bukan gue." Ucap Suga kemudian.
"Bilang aja ko mager." Kata Jin julid.
"Sotoy banget lo." Kata Suga.
Mereka mempersiapkan semua kebutuhannya bersama. Hingga bahan-bahannya pun tak ketinggalan.
"Jungkook coba cuci dagingnya." Kata Jin yang sedang memotong bawang.
"Oh daging ya." Jungkook membuka peti es yang berisi daging. "Yang mana bang?"
"Yang mana aja." Jungkook melihat-lihat, ia bingung memilih yang mana. Tiba-tiba Suga datang.
"Lo lagi ngitung daging atau gimana?" Jungkook terdiam sebentar. "Sini bareng gue." Suga menemani Jungkook yang kebingungan.
Dimalam itu mereka menghabiskan waktu bersama, bersenang-senang menikmati makanan yang mereka buat sendiri.
"Tadi perasaan gue ngambil minuman cola." Jin melihat-lihat di frezer.
"Kenapa bang?" Tanya V yang melihat Jin kebingungan.
"Tadi gue ambil cola kan?"
"Iya, tuh." V menunjuk kearah Jimin yang sedang meminum beberapa. "Cepetan bang, ntar diabisin sama dia."
Jin menghampiri Jimin yang sedang duduk dengan Jhope dan Namjoon.
"Enak ya?" Jimin melihat Jin yang tersenyum penuh arti.
"Enak bang." Jawab Jimin.
"Sini gue minta." Jin meminta dan Jimin memandang minuman itu diam.
"Sisa satu nih." Kata Namjoon.
"Ya buat gue aja. Anak kecil gak boleh banyak-banyak minum beginian." Jin mengambil Cola nya dan meminumnya hingga habis.
Hingga tiba waktunya untuk membuka kado-kado yang diberikan kepada V. Mereka juga ingin melihat kado apa saja yang V dapatkan. V membukanya satu persatu. Hingga tiba saatnya milik Jin. V membukanya dan membaca kartu ucapannya.
'Selamat ulang tahun kawan. Temen gue yang paling bobrok orangnya, gak bisa ditinggal sendirian. Semoga diberikan umur yang berkah. Gue kasih hodie karena lo cakep kalau pakek hodie. Tapi masih cakepan gue pastinya.'
V membaca kartu ucapan itu sembari tersenyum dan menahan tawanya.
"Tapi hodie gue kan banyak bang." Protes V.
"Ya terus kenapa? Lo mau apa? Gue capek-capek milih tuh hodie, disaat belanja tadi. Gue nyari-nyari alesan ke lo, supaya bisa gue tinggal. Terus gue paketin nih hodie ke rumah gue. Kurang baik apa gue ke elo? Anggep aja nih koleksi buat lo."
"Iya-iya deh. Udah jangan ngrap lagi." V dan teman-temannya tertawa melihat tingkah Jin. "Gue terima nih ya."
"Harus." Kata Jin.
"Eh gue gak liat kado dari Jungkook." Namjoon menghitung kado yang V dapatkan.
"Iya, punya lo mana?" Tanya Suga yang juga merasa ganjil.
"Keluarin dong, penasaran nih." Jimin bertingkah.
"Ada dikamar lo." Jungkook berbisik pada V. V langsung menuju kamarnya dan membawa kado itu keluar.
"Waaw besar nih, isinya apa?" Tanya Jhope.
"Buka buka buka?." Teriakan mereka.
V membuka kado itu dengan cepat.
"Hati-hati bang." Mendengar ucapan Jungkook, ia kemudian berhati-hati membukanya.
"Jam?" Tanya Jin yang melihatnya sedikit.
"Eh ada foto lo juga." Kata Jhoope terkejut.
"Mana gue lihat." Namjoon mencoba mengambil jam itu.
"Hati-hati bang." Ucap Jimin mengingatkan.
"Iya." Kata Namjoon terlihat kagum akan ukiran itu.
"Ini ada lampunya ya? Coba gue colok." Suga mengambil colokan dan coba menghidupkannya.
"Waaww sangat bagus." Kata mereka bersamaan.
"Benar-benar bagus." Ucap Jhoope lagi terpesona.
"Lo suka?" Tanya Jungkook pada V.
"Suka banget. Bakal gue jadiin lampu tidur dikamar gue. Makasih ya." V memeluk Jungkook seperti layaknya adik dan kakak.
Setelah acaranya selesai, mereka masih mengobrol riang disana. Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Jin hendak pamit, karena ia ingat ucapan Dady nya.
"Bro gue pamit dulu ya. Dady gue pesen tadi jangan terlalu malam." Kata Jin.
"Oh ya udah, kita semua pulang aja. Bener kata Dady lo. Ini udah pukul 11, besok kita sekolah." Namjoon ikut menimpali, agar mereka semua juga ikut pulang. Mereka pun mengangguk setuju.
"Ya udah kalau gitu pamit ya V Jungkook." Jhoope tersenyum dan menjabat tangan mereka.
"Iya gue juga." Diikuti oleh yang lainnya.
"Ya udah deh maksih ya." Ucap V dan Jungkook.
"Sama-sama." Kata mereka.
"See you."
"See you."
Cuaca hari ini semakin dingin berlarutnya malam. Dipertengahan jalan, Jin melihat masih ada yang menjual martabak kesukaan Zya. Jin coba menghubungi Zya, tapi tidak diangkat. Akhirnya Jin langsung pulang saja.
----*----
Jungkook dan V membersihkan sedikit sisa-sisa kotoran bungkusan kado. Awalnya Jungkook berpikir, bungkusan kado yang dipakai Jin bisa sama dengannya. Namun Jungkook segera menghapus pikiran itu dan berpikir positif saja.
"Kooki mami papi pulang besok kan?" Tanya V sembari menyapu.
"Iya." Jawab Jungkook polos sembari mengingat tanggal.
"Kalau gitu kita bereskan semuanya." Kata V yang bersemangat.
"Lo udah siapin perlengkapan buat besok sekolah?" Jungkook tiba-tiba mengingat sesuatu.
"Udah." Kata V.
"Jadwalnya ganti kan?" Tanya Jungkook memastikan.
"Oh iya gue lupa gak lihat jadwal baru." V menepuk jidatnya yang baru ingat.
"Lo siapin aja dulu, ini gue yang urus." Kata Jungkook kemudian.
"Gue tinggal bentar ya." V kemudian berlari kekamarnya.
"Iya santai aja." Kata Jungkook pelan.
Sementara V menyiapkan perlengkapan sekolahnya, Jungkook dengan cepat membereskan sisa-sisa kotorannya dan memastikan tidak ada yang tertinggal.
V mengambil jadwal barunya dan mengganti buku-buku yang ada ditasnya. V melihat besok ada pelajaran olahraga. Ia pun memasukkan baju olahraganya ditasnya. Setelah selesai, V kembali melihat Jungkook. Jungkook yang sudah selesai dengan pekerjaannya sedang duduk menikmati bulan purnama yang indah serta bintang-bintang yang bertaburan diatas sana.
"Indah ya." V yang melihat itu menghampiri Jungkook dan ikut duduk dengannya.
"Bang, gimana sih rasanya jatuh cinta." Tanya Jungkook tiba-tiba.
"Lo gak akan pernah tau, kalau lo belum nemuin sesuatu dalam diri lo." V memandangi Jungkook.
"Apa itu?" Tanya Jungkook kembali.
"Perasaan nyaman dan gak mau jauh dari dia." Kata seperti menjabarkan.
"Lo pernah rasain itu?" Tanya Jungkook yang penasaran.
"Sss gue rasa belum." Kata V enteng.
"Tapi lo kan udah sering pacaran?" Tanya Jungkook yang heran dengan abangnya ini.
"Cuma kesenangan sesaat." Kata V.
"Playboy lo." Ucap Jungkook.
"Bukan playboy, tapi gue lagi nyari orang yang bisa bikin gue nyaman." Kata V membela dirinya.
"Serah lo deh." Ucap Jungkook menyerah. Jungkook memang tidak tau apa-apa tentang perasaan suka.
"Lo kenapa tanya begitu?" Tanya V balik penasaran.
"Gak papa." Jawab Jungkook singkat.
"Ada cewek yang lo taksir ya?" V menggoda Jungkook dan menebak-nebak.
"Nggak. Biasa aja kok." Ucap Jungkook sembari tersenyum.
"Waahh adek gue udah besar rupanya." V merangkul Jungkook yang tertawa kemudian.
"Kan cuma selisih 1tahun sama lo. Gimana sih?" Kata Jungkook menyeringai.
"Hehe canda-canda. Siapa? Kenalin dong." V masih berusaha menggoda Jungkook.
"Nggak ah, ntar lo tikung lagi." Ucap Jungkook lalu ia berdiri dan bersiap meninggalkan V.
"Eh lo pikir cewek cuma satu apa." Protes V.
"Udah ah, gue mau tidur." Jungkook berjalan pelan.
"Gue ikuutt." V lari mengejar langkah Jungkook lalu merangkulnya masuk kedalam.
V senang melihat Jungkook yang sudah mulai membuka hatinya untuk seseorang. V tidak tau siapa cewek yang dimaksud Jungkook, namun V yakin cewek itu pasti berbeda dengan cewek yang biasa Jungkook temui. Selama ini V tidak pernah melihat Jungkook dekat dengan cewek-cewek lain kecuali dengan teman-temannya dan ia. Kali ini V melihat sorot mata Jungkook yang berbeda dari biasanya. Seperti ada hati yang sedang berbunga-bunga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments