Part 14

Zya sudah siap dengan dirinya. Ia sudah berulang kali menarik nafasnya agar tidak gerogi. Malam ini Zya akan menemani Jungkook menvari kado untuk abangnya. Ini hanya jalan-jalan saja. Namun Zya tetap merasa tidak PD. Jungkook memberi pesan pada Zya, bahwa ia juga akan membawa Zya pergi makan malam jadi Zya tidak perlu makan malam lagi dirumahnya. Ini menambah detak jantung Zya semakin cepat. Makan malam? Bersamanya? Berdua? Aaahhhhkkk rasanya ia ingin guling-guling sekarang. Perasaan senang, takut, bingung, bimbang bercampur jadi satu. Awalnya Zya berpikir harus tampil cantik hari ini. Tapi untuk apa? Setelah Zya pikir-pikir lagi, ia tidak boleh menjadi seperti ini. Jadilah Zya yang biasa saja. Zya menetralkan dirinya, menahannya agar bersikap sewajarnya saja.

Zya turun dari kamarnya melihat Jin yang juga melihatnya. Sesampainya dibawah Jin mulai menggoda Zya.

"Cieeee yang mau kencan nih ye." Zya segera menutup mulut Jin rapat-rapat. Kata kencan itu sengaja Jin keras kan.

"Mulut lo ember banget si bang. Udah dibilang, gue gak kencan. Gue cuma nemenin." Kata Zya kesal.

"Eh dengerin gue ya, gak ada cowok cewek pergi berduaan malam-malam gini gak kencan. Lo diajak makan malam juga kan?" Zya kembali menutup mulut Jin.

"Abang tau dari mana?" Tanya Zya heran.

"Gue yang suruh." Jin merasa bangga atas keberhasilannya menyuruh Jungkook untuk mengajak Zya sekalian makan malam. "Ya kalik, cowok bawa cewek cuma jalan-jalan doang gak dikasih makan gitu?" Ucap Jin mulai ceramah.

"Tapi kan gue bisa makan dirumah bang." Ucap Zya pelan merasa tidak enak.

"Udah lo nurut aja sana. Jungkook itu harus diajarin, gimana caranya ngdeketin cewek yang bener. Apalagi yang dideketin adek gue." Jin mulai menggoda Zya dengan matanya.

"Apaan sih bang! Jungkook gak tau kan kalau gue adek lo." Inilah akibatnya kalau Zya memberitahu Jin bahwa ia akan jalan dengan Jungkook. Abangnya selalu ada cara untuk menjaili dan menggoda Zya.

"Ya nggak lah. Tenang semua aman."

Tiba-tiba terdengar suara klakson mobil diluar. Zya dan Jin saling pandang.

"Bang gue jalan dulu ya." Ucap Zya dan langsung lari kepintu.

"Oke." Jawab Jin langsung.

"Bilangin Momy sama Dady." Kata Zya lagi setengah teriak.

"Siap." Jin melanjutkan kegiatannya lagi yaitu menjahit lengan bajunya.

"Nak belum selesai jahitnya?" Momy tiba-tiba datang dan menanyakan Jin.

"Belum mom, sebentar lagi." Kata Jin masih menjahit dan tidak menoleh pada momy.

"Adek kamu udah berangkat?" Tanya Momy lagi.

"Udah mom." Jawab Jin lagi.

"Ya sudah, Kamu gak mau keluar juga?" Tanya Momy yang ingat sesuatu.

"Nggak mom." Jawab Jin cepat.

"Katanya temen kamu mau ulang tahun. Kamu gak mau beli hadiah?" Jin berhenti menjahit dan melihat kearah momy nya. Momy nya yang melihat itu memberi isyarat 'apa' kepada Jin.

"Jin lupa mom." Ucap Jin polos sambil tersenyum gemas.

"Ya udah tunggu makan malam aja dulu, nanti baru beli." Kata Momy.

"Besok aja deh mom." Ucap Jin malas.

"Emang acaranya kapan?" Tanya momy lagi. Ia memastikan agar Jin tidak ceroboh.

"Masih lusa kok." Jin mengingat-ingat tanggalnya.

"Ya udah deh terserah kamu aja. Pokoknya jangan sampai kamu beli hadihnya dadakan ya." Momy memperingati Jin yang terlihat santai.

"Siap mom." Kata Jin lalu melanjutkan kembali jahitnya.

Jin tipe laki-laki yang tidak mau menyusahkan momy nya atau bi Iyem. Kalau ia bisa melakukannya sendiri, kenapa harus meminta orang lain melakukannya. Jin suka bekerja, berulang kali Dady nya memergoki Jin bekerja disebuah restoran atau cafe. Dady nya ingin Jin meneruskan perusahaannya, namun Jin lebih suka menjadi seorang koki. Dady cukup sabar menghadapi Jin, Momy nya selalu memberi nasihat pada Dady nya dan memberi sedikit pencerah untuk Dady.

----*----

Zya dan Jungkook sekarang berada disatu mobil. Mobil itu terlihat sepi dan canggung diantara keduanya. Tidak ada yang memulai pembicaraan. Zya terus mengalihkan pandangannya kedepan dan keluar kaca.

Malam ini cukup dingin diluar. Angin yang berhembus mampu membuat orang-orang memakai jaketnya saat keluar rumah. Zya pun memakai sweater tebalnya. Jungkook juga memakai jaketnya. Jaketnya yang memiliki paduan warna biru dan putih serta sleretan yang tidak terpasang, menambah ketampanannya disetiap mata wanita. Jungkook juga memakai celana jeans hitam, sehingga terlihat serasi dengan dirinya.

Zya mencari topik pembicaraan, ia tidak bisa begini terus. Ini adalah keadaan yang tidak Zya sukai.

"Kooki, kita mau kemana?"

"Oh ke moll." Zya hanya mengangguk. "Lo boring ya, gue ada bawa buku dikursi belakang."

Zya melihat kebelakang. 'Hhff kenapa gak dari tadi kek.' Ucap Zya dalam hatinya.

"Kita udah nympek, lo bacanya nanti aja." Ucap Jungkook yang sudah memarkirkan mobilnya.

Zya hanya bisa mengangguk, dan mengikuti Jungkook untuk turun. Mereka masuk kesebuah moll. Ini kali pertama Zya masuk ke moll. Sebelumnya ia tidak pernah ke moll, bahkan orang tua nya pun tidak pernah mengajaknya. Jin pernah mengajaknya, namun Zya menolak karena saat itu Zya benar-benar capek dan ingin beristirahat. Zya melihat sekelilingnya, bangunan yang sangat besar dan luas. Bagaimana akan mencari sesuatu disini? Pasti membutuhkan banyak waktu untuk berkeliling. Apalagi mereka tidak tau akan membeli apa.

"Zya?" Jungkook memanggil Zya yang terlihat bingung.

"Hm?" Jawab Zya langsung.

"Kok bengong." Kata Jungkook.

"Hee sorry ya gue gak pernah kesini. Jadi gue ---" Ucap Zya penuh malu.

"Gak papa, sekarang gue ajak lo kesini." Ucapnya dengan senyuman manisnya, membuat para cewek yang lewat terkesima. "Yuk kita kesana."

Jungkook langsung menggenggam tangan Zya dan membawanya berjalan. Zya tersentak sebentar, kemudian dia bisa mengendalikan dirinya. Otaknya ngebug. Detak jantung Zya sedang tidak baik-baik saja sekarang. Tangannya jadi berkeringat dingin. Pertama kali tangannya menyentuh tangan Jungkook yang lebih besar dari pada tangan Zya. Jari jemari nya terlipat sempurna. Jungkook membawa Zya ketempat baju.,

"Lo mau beliin abang lo baju?" Tanya Zya yang sudah mulai pulih otaknya.

"Nggak tau juga sih. Kita lihat-lihat dulu aja." Kata Jungkook santai.

Setelah sampai didepan tumpukan baju, mereka melihat-lihat dan mencari sesuatu yang tidak tau apa itu. Disini jungkook melepas tangan Zya dan mulai melihat baju satu-satu. Zya pun ikut membantunya.

"Selera abang lo kayak apa?" Tanya Zya yang mungkin bisa membantu Jungkook dalam memilih baju.

"Gue juga kurang tau pasti." Jawab Jungkook dengan wajah bingungnya.

"Lah lo kan serumah sama dia, tiap hari juga ketemu. Masa gak tau?" Tanya Zya lagi.

"Dia suka pakek kaos aja kalau dirumah." Ucap Jungkook santai. Zya melihat Jungkook yang kebingungan. Zya mencoba mencairkan suasana.

"Terus kita harus beli kaos?" Jungkook terdiam otaknya jadi tidak berjalan. Jungkook melihat Zya tertawa kecil dan mulai mengerti kalau Zya hanya bercanda.

"Nggak sih." Jungkook tersenyum lebar. "Gue pengen ngasih hadiah yang istimewa." Katanya lagi. Zya mengangguk paham.

Zya memegang satu baju ditangannya. Jungkook melihat baju yang Zya pegang.

"Zya tunggu. Baju itu bagus." Kata Jungkook tiba-tiba yang membuat Zya langsung menoleh padanya.

"Iya kah?" Zya melihat badan Jungkook yang sepertinya cocok dengan baju itu.

"Iya buat gue bagus, kayaknya." Zya maju dihadapan Jungkook dan menempelkan baju itu kebadan Jungkook.

"Bagus kok, lo mau?" Jungkook berpikir sebentar.

"Nggak deh, kita kan nyari kado buat abang gue bukan buat gue." Zya tersenyum kecil dan mengembalikan baju itu ketempatnya.

"Ayo Zya kita kesana." Lagi-lagi Jungkook menggenggam tangan Zya erat-erat. Zya sudah tidak kaget lagi kali ini, namun tetap saja jika terlalu lama dipegang tangannya akan berkeringat dingin.

Kali ini mereka berhenti disebuah tempat mobil. Zya menyebutnya seperti dealer. Karena disini lengkap dari mobil dan sepeda motor. Disampingnya ada barang-barang elektronik.

"Menurut lo kalau gue kasih kado mobil, gimana?" Jungkook tiba-tiba berbicara sebelum masuk ke tempat mobil itu.

"Emang abang lo gak punya mobil?" Tanya Zya.

"Punya sih." Jawab Jungkook dengan kebimbangannya.

"Kooki, kalau abang lo punya mobil kenapa mau dikasih mobil lagi?" Ucap Zya dan memberhentikan langkah keduanya.

"Iya juga sih." Kata Jungkook.

"Lo pengen ngasih hadiah yang istimewah kan?" Zya berkata untuk menenangkan Jungkook.

"Iya tapi apa?" Tanya Jungkook.

"Hadiah istimewa gak harus mahal dan besar kok." Kata Zya sembari tersenyum. "Ayo gue temenin lo buat keliling lagi." Jungkook tersenyum mendengar ucapan Zya.

Jungkook tidak menyangka bahwa Zya akan terlihat gemas seperti ini. Zya bisa menenangkan Jungkook disaat ia kebingungan. Jungkook melihat Zya memakai sepatu, pantas saja Zya tidak merasa capek atau sakit dibagian kakinya. Jungkook tau kalau cewek yang memakai high heels akan lebih capek jika jalan-jalan terlalu lama di moll ini.

Jungkook kembali menggenggam tangan Zya dan berjalan bersama. Sepanjang jalan mereka suka bercanda. Pertemanannya semakin terasa dekat. Zya pun sudah tidak nervous lagi. Ia mulai santai dengan keadaan. Mereka berhenti ditempat accesories.

"Eh coba lihat lucu kan?" Jungkook memegang kacamata yang terdapat pernak-pernih di sampingnya.

"Iya lucu." Kata Zya tertawa melihat Jungkook memakai kacamata itu. "Abang lo suka pakek kacamata?" Tanyanya lagi.

"Suka." Jawab Jungkook lalu menaruh kacamata itu.

"Kalau gitu cari yang bagus." Kata Zya sembari memutar rak kacamata.

"Zya ini buat lo." Jungkook memakaikan bando bertelinga dikepala Zya.

"Apaan ini? Gue kayak anak TK jadinya." Bagi Jungkook Zya terlihat gemas memakai bando itu.

"Nih buat lo." Zya juga memakaikan topi bundar di kepala Jungkook. Topi itu berwarna coklat dengan pita didepannya. Mereka tertawa bersama.

"Eh ada tempat buat foto-foto tuh. Masuk yuk." Jungkook menggandeng tangan Zya lagi.

Mereka berfoto dengan banyak gaya dan properti yang ada didalam. Foto itu langsung dicetak. Jungkook mengambil foto itu dan memperlihatkan pada Zya.

"Bagus banget." Kata Zya sembari tersenyum.

"Ya udah yuk kita jalan lagi." Kata Jungkook kemudian. Mereka keluar dari tempat berfoto itu.

"Kooki, gue ke toilet dulu ya." Zya melihat ada toilet didekatnya.

"Oke. Gue tunggu sini ya." Kata Jungkook tersenyum.

"Oke." Zya pergi ke arah toilet itu.

Jungkook menunggu Zya sembari melihat-lihat accesories. Ia berpikir akan membeli kacamata untuk abangnya. Tapi setelah dipikir kembali, V sudah memiliki banyak kacamata. Jadi Jungkook kembali bimbang.

Sembari menunggu Zya, ia melihat ke sekelilingnya. Ada barang yang menarik perhatiannya. Tempatnya tidak terlalu jauh dari tempat ia berdiri. Jungkook melihat kearah toilet, Zya belum juga keluar. Jungkook jadi ragu untuk meninggalkan tempat accesories ini. Akhirnya Jungkook menunggu Zya didepan pintu toilet dan menghadap ke belakang.

Zya keluar dan melihat Jungkook berdiri disana.

"Lo kok disini?" Tanya Zya membuat Jungkook sedikit kaget.

"Eh udah selesai?" Zya mengangguk. Jungkook kembali menggenggam tangan Zya membuat para cewek-cewek disana menjadi iri. "Gue nemu sesuatu."

"Apaan?" Tanya Zya penasaran.

"Ikut aja dulu." Kata Jungkook sembari terus berjalan.

Mereka sampai disebuah jam. Tepatnya jam akrilik.

"Bagus gak Zya?" Tanya Jungkook sembari melihat jam didepannya.

"Bagus kok. Lo mau bikin ini?" Kata Zya yang kagum dengan ukiran jam itu.

"Iya, rencana mau gue kasih foto gue dan abang gue disini." Jungkook menunjuk kesuatu tempat dibagian jam itu. Zya mengangguk setuju.

"Halo, ada yang bisa saya bantu?" Tanya salah satu pegawai disana.

"Oh iya. Mbak teman saya mau beli jam ini tapi gambarnya pakek foto dari dia bisa?" Zya menjawab pertanyaan pegawai itu. Zya melihat pegawai itu perempuan dan Jungkook pun tak mengeluarkan sepatah kata pun.

"Oh bisa. Silahkan kesini." Mereka mengikuti pegawai itu.

"Ko ada yang mau pesan jam akrilik nya." Pegawai itu berbicara pada laki-laki setengah baya disana.

"Oh iya." Jawabnya sembari memakai kacamatanya.

"Kalian ke koko itu ya. Biar nanti dibuatkan. Tunjukkan juga fotonya." Kata pegawai itu.

"Terimakasih." Ucap Zya dan Jungkook pada pegawai itu.

"Kalian mau buat jam akrilik?" Tanya koko itu pada Zya dan Jungkook.

"Iya ko." Jungkook menjawabnya sementara Zya memberikan senyumannya.

"Fotonya?" Jungkook memberikan fotonya pada koko itu. "Ooh bukan foto kalian berdua ya."

"Bukan ko." Kata Jungkook polos.

"Iya-iya. Tunggu disitu dulu ya." Mereka duduk dikursi yang sudah disediakan.

"Eh iya Zya." Jungkook membuka dompetnya dan mengeluarkan foto-fotonya tadi bersama Zya. "Ini buat lo simpan. Gue juga nyimpen."

"Makasih ya." Zya mengambil foto-foto itu dan memasukkannya pada tas kecilnya. Perut Zya berbunyi, Jungkook mendengar suara itu. Zya menyadari suara perutnya dan tersenyum pada Jungkook.

"Lo udah laper ya?" Tanya Jungkook sembari tertawa kecil. "Ya udah kita makan dulu yuk."

"Dimana?" Tanya Zya malu.

"Disana ada." Ucap Jungkook lalu berdiri dan pamit sebentar pada koko dulu. "Yuk, gue udah bilang ke koko, nanti setelah makan kita kesini lagi."

"Gak papa nih?" Ucap Zya malu-malu.

"Gak papa kok." Jungkook tersenyum melihat tingkah salting Zya.

Mereka berjalan lagi bergandengan tangan. Jungkook enggan melepas tangan Zya. Zya pin tidak banyak tanya, ia bingung jika harus menanyakan hal itu.

"Lo suka makan apa?" Tanya Jungkook yang bingung mencari tempat makan. Ia kepikiran dengan kesukaan Zya.

"Gue juga gak tau mau makan apa." Jawab Zya yang juga kebingungan.

"Makanan kesukaan lo apa?" Tanya Jungkook lagi menjelaskan pertanyaan awalnya.

"Gue suka mie." Jawab Zya.

"Jangan banyak-banyak makan mie ya. Mie itu gak sehat." Jungkook menatap kearah Zya dan mencubit sedikit hidungnya. Zya yang mendapat perlakuan itu menjadi salting. Jungkook suka melihat Zya yang salting karenanya.

"Zya kita makan disitu." Zya melihat arah yang ditunjukkan oleh Jungkook. Ada tulisan besar didepannya 'ANEKA MASAKAN MIE'

Zya tersenyum dan bersemangat untuk ketempat itu. Melihat hal itupun Jungkook juga ikut senang.

Mereka memesan makanannya dan menunggu makanannya siap disajikan. Zya duduk disamping Jungkook. Ia tidak mau duduk didepan Jungkook, karena pasti dirinya tidak akan bisa makan dengan tenang. Jungkook yang selalu memerhatikannya, membuat Zya tiba-tiba menjadi malu-malu kucing.

"Zya, kenapa lo suka mie?" Tanya Jungkook ditengah-tengah mereka sedang menunggu mie pesanan mereka.

"Enak aja menurut gue." Jawab Zya dengan santai.

"Tapi lo gak tiap hari kan makan mie?" Kata Jungkook lagi.

"Nggak lah. Mie kan gak sehat kata lo." Mereka berdua tertawa kecil.

Setelah mienya datang, mereka, menyantap mie itu dengan nikmat.

"Emm bener kata lo. Mienya emang enak." Ucap Jungkook yang baru pertama kali memakan mie ditempat seperti ini. "Apalagi kalau lo yang masak pasti lebih enak." Zya tersenyum mendengar ucapan Jungkook. Zya tau Jungkook sedang menggodanya seperti abangnya kalau sedang menggodanya.

"Kalau lo suka makan apa?" Tanya Zya kemudian.

"Apa ya? Gue apa aja dimakan sih." Ucap Jungkook sambil mengunyah makanannya. Mereka kembali tertawa kecil.

Setelah selesai makan, perut pun terasa kenyang. Jungkook dan Zya kembali ketempat jam akrilik tadi. Ternyata jamnya sudah jadi. Jungkook membayar tagihan jam itu.

Setelah selesai berbelanja. Mereka kembali kemobil dan pulang. Ditengah perjalanan Jungkook ingat akan sesuatu.

"Zya lo mau bantuin gue gak?" Ucap Jungkook.

"Apa?" Tanya Zya.

"Gue minta tolong buat bungkusin kado ini. Kalau gue yang bungkus dirumah, abang gue pasti tau." Kata Jungkook.

"Oke deh. Tapi gue gak pinter bungkus, gak papa nih? Nanti malah jelek lagi. Apa gak toko pembungkusan kado aja?" Ucap Zya mengira-ngira takut kalau kreasinya terlihat jelek dimata Jungkook.

"Gak papa kok. Gue yakin kalau lo yang bungkus pasti bagus dan rapi. Lagian malam-malam gini palingan udah nutup tokonya." Kata Jungkook meyakinkan Zya.

"Hmm ya udah deh." Ucap Zya.

"Kita mampir beli perlengkapan buat bungkus kado dulu ya." Untungnya Jungkook ingat akan keperluan kadonya.

"Oke." Ucap Zya sembari tersenyum.

Jungkook mencari toko perlengkapan yang dekat dengan rumah Zya. Mengingat ia juga akan mengantarkan Zya jadi ia tidak ingin menyia-nyiakan waktunya. Lagipun ini sudah terlalu malam untuknya. Ia harus segera pulang. Semoga saja Papinya tidak bertanya banyak nanti.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!