[Misi dikonfirmasi]
[Bersepeda]
[Tingkat kesulitan : F]
[Hadiah : 7000 poin]
[Batas waktu tiga jam]
[Pinalti : ???]
"Aku tak memiliki sepeda. Bagaimana caranya aku melaksanakan misi itu? Aku tak mau membelinya. Uang atau poinku tak cukup."
"Erick, Ariel mencarimu!" teriak Lilis dari dapur tengah mencuci piring bekas sarapan mereka. Dia mendengar suara bel pintu ditekan. Tapi, anehnya langsung menyimpulkan bahwa itu adalah Ariel.
Frekuensi kedatangan Ariel memang semakin sering belakangan ini, dalihnya pun macam-macam. Tapi, kerap bersembunyi dibalik kata "Tolong".
"Hmm ... jangan bilang laptopnya eror lagi?" ucap Erick kesal. Dia kini membasuh mukanya di wastafel yang berada di kamar mandi.
Erick buru-buru keluar untuk melayani Ariel.
"Ada apa? Ini masih pagi, weekend lagi." ucap Erick malas. Dia agak terkejut melihat Ariel yang mengenakan hoodie berwarna pink dan celana olahraga.
"Karena weekend——libur. Jadi, jangan bermalas-malasan. Gimana kalau kita bersepeda di taman kota?" usul Ariel yang tak berhenti tersenyum.
"System, aktifkan pembaca pikiran dan suara hati." perintah Erick pada System.
[Keterampilan khusus pembaca pikiran dan suara hati aktif]
[Orang yang masuk teritori Master (jarak 10 meter) bakal terdengar suara hati maupun pikiran]
'Semoga Erick mau diajak!?' Suara hati maupun pikiran Ariel mulut menggema di telinga Erick.
"Kemampuan yang sangat berguna. Aku bisa mendeteksi orang sedang berbohong atau tidak."
'Erick tak kunjung menjawab. Apa dia tak bersedia?' suara hati Ariel yang sedikit was-was.
"Erick, gimana? Kau mau?" tanya Ariel memastikan.
"Umm ... ya, aku mau. Tapi, ada sedikit kendala. Aku tak punya sepeda."
Senyuman Ariel kentara sedikit runtuh. 'Oh, ya. Erick tak punya sepeda. Aduh, apa ganti saja dengan joging? Oh, ya. Di taman biasanya ada rental sepeda.'
"Tak perlu dipikirkan. Di taman biasanya ada rental sepeda."
"Ah, begitu. Baiklah, tunggu sebentar. Aku mau ganti baju." balas Erick masuk kembali untuk berganti baju.
"Erick, kau mau ke mana?" tanya Lilis yang kebetulan melewati kamar Erick. Dia melihat anaknya sedang ganti baju.
"Ariel mengajak berolahraga."
"Oh, aduh. Ibu jadi sendirian di sini, dong!" ucap Lilis terdengar kecewa.
Anto, Mina, dan, Mona sedang pergi keluar. Lalu, Erick juga ikut pergi. Tentu saja Lilis sendirian di apartemen. Terlebih, keluarganya Erick tak memiliki hubungan yang baik dengan penghuni-penghuni apartemen lainnya. Biasa, masalah strata kekayaan yang menjadi pembeda.
"Kasihan ibu. Tapi, itu tak akan bertahan lama. Aku pasti akan segera membungkam mulut orang-orang sombong itu!" batin Erick yang dipenuhi tekad.
"Ya udah, Bu. Aku izin pamit. Apa ibu tak ingin titip sesuatu? Membeli apa gitu?" Erick menawarkan. Lilis cuma menggeleng.
"Yah, baik. Aku pulang mungkin saat tengah hari dan makan siang di luar."
Erick telah selesai bersiap dan menemui Ariel yang sabar menunggu. Mereka berdua pun pergi ke taman kota. Rencana awalnya Ariel pergi ke sana dengan naik taksi, tapi Erick mengusulkan hal lain.
[Sub misi dikonfirmasi]
[Lari dari apartemen menuju taman]
[Tingkat kesulitan : E]
[Hadiah : Sudah ditambahkan ke misi pokok]
[Batas waktu : 30 menit]
[Pinalti : ???]
'Lari dari sini ke taman. Tapi, jaraknya itu hampir 20 km. Aku sampai pasti sudah lumpuh.' suara hati Ariel menggema di kepala Erick.
"Jika kau pingsan ... aku bakal menggendongmu!" ucap Erick meyakinkan.
'G-g-gendong? Ya, itu memang jaminan yang harus diberikan. Huh, baiklah, ayo berlari dan pingsan.'
Erick sebetulnya ingin tertawa, tapi tak bisa dilakukan. Bisa mendengar suara hati maupun pikiran orang lain itu menyenangkan.
"Maaf, pak. Taksinya nggak jadi. Ini uangnya!" ucap Ariel menyerahkan ongkosnya, meski batal naik.
"Siap? Agar menjadi lebih menarik ... bagaimana kalau——"
"Yang kalah harus menuruti perintah yang menang, apapun perintahnya!" sela Erick yang langsung berlari. Ariel yang dikibuli masih tertahan.
"Erick, kau curang!" Ariel juga ikut berlari.
.
.
.
[Misi berhasil diselesaikan]
[Hadiahnya akan diterima jika Master sudah menyelesaikan misi induknya]
"Sepertinya tak bisa System. Si Ariel sudah tepar!"
Ariel sampai di sana dengan tenaga yang habis. Rencananya untuk bersepeda hancur. Wanita itu bahkan tak kuasa bicara sedikitpun, duduk selonjoran di bangku taman yang dinaungi pohon rindang.
"Nih, air!" ucap Erick datang dengan membawa dua buah minuman dingin. Dia menempelkannya tepat di pipi Ariel, membuatnya jingkrak-jingkrak karena sensasi dingin yang tiba-tiba.
"Erick?!" Ariel memelototi Erick tajam.
"Maaf, maaf. Nih, silahkan diminum."
Kemarahan Ariel itu cuma bertahan beberapa saat. "Makasih." Dia menerima minumannya.
"Jadi, aku yang menang. Kau harus bersiap menjalankan perintah diriku. Apapun itu ... bersiap juga dengan ... tubuhmu itu!" ucap Erick yang memandangi Ariel dengan cara yang berbeda, seperti predator melihat mangsanya.
Ariel salah tingkah menutupi dadanya terus seketika berbalik.
"Y-ya, aku akan menepati janjiku." balas Ariel malu-malu.
'A-a-apa Erick ingin melakukan pengalaman pertamanya denganku? Eh, tidak! Apa Erick sebelum ini tak punya pacar sama sekali?'
"Aku itu orang jelek. Jadi, dari lahir sampai sekarang ... Aku itu jomblo. Menyedihkan, bukan?" ucap Erick cekikikan.
'Apa-apaan ini? Erick seolah-olah mengetahui apa yang kupikirkan?'
"Jambret, jambret!" teriak sekumpulan pria yang mengejar seseorang yang berlari dengan kencang. Erick mengenal salah satu pengejar. Pacarnya Fian
Erick merasa tertarik, dia pun bertanya pada mereka.
"Ada apa, Mas?" tanya Erick pada pria yang berlari ketinggalan.
"Jambret. Mbak di sana itu ... dompetnya dirampas!" Dia menunjuk ke arah seorang wanita.
Wanita itu adalah Fian.
"Oh. Terimakasih."
"System, tunjukkan pergerakan si penjambret di peta!"
[Master ingin mengejarnya]
"Tidak, aku akan membantu jambret itu."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Antara Putra
😃😃
2023-06-29
0
Eros Hariyadi
Lanjutkan Thor 😄💪👍👍👍🙏
2023-04-30
0
Eros Hariyadi
Malahan mo bantuin si Jambret , karena korbannya tukang menghina ortunya... wkwkwk 😝😄🤣💪👍👍👍
2023-04-30
0