Chapter 20 : Upaya pembalasan (2)

[Misi dikonfirmasi]

[Bersepeda]

[Tingkat kesulitan : F]

[Hadiah : 7000 poin]

[Batas waktu tiga jam]

[Pinalti : ???]

"Aku tak memiliki sepeda. Bagaimana caranya aku melaksanakan misi itu? Aku tak mau membelinya. Uang atau poinku tak cukup."

"Erick, Ariel mencarimu!" teriak Lilis dari dapur tengah mencuci piring bekas sarapan mereka. Dia mendengar suara bel pintu ditekan. Tapi, anehnya langsung menyimpulkan bahwa itu adalah Ariel.

Frekuensi kedatangan Ariel memang semakin sering belakangan ini, dalihnya pun macam-macam. Tapi, kerap bersembunyi dibalik kata "Tolong".

"Hmm ... jangan bilang laptopnya eror lagi?" ucap Erick kesal. Dia kini membasuh mukanya di wastafel yang berada di kamar mandi.

Erick buru-buru keluar untuk melayani Ariel.

"Ada apa? Ini masih pagi, weekend lagi." ucap Erick malas. Dia agak terkejut melihat Ariel yang mengenakan hoodie berwarna pink dan celana olahraga.

"Karena weekend——libur. Jadi, jangan bermalas-malasan. Gimana kalau kita bersepeda di taman kota?" usul Ariel yang tak berhenti tersenyum.

"System, aktifkan pembaca pikiran dan suara hati." perintah Erick pada System.

[Keterampilan khusus pembaca pikiran dan suara hati aktif]

[Orang yang masuk teritori Master (jarak 10 meter) bakal terdengar suara hati maupun pikiran]

'Semoga Erick mau diajak!?' Suara hati maupun pikiran Ariel mulut menggema di telinga Erick.

"Kemampuan yang sangat berguna. Aku bisa mendeteksi orang sedang berbohong atau tidak."

'Erick tak kunjung menjawab. Apa dia tak bersedia?' suara hati Ariel yang sedikit was-was.

"Erick, gimana? Kau mau?" tanya Ariel memastikan.

"Umm ... ya, aku mau. Tapi, ada sedikit kendala. Aku tak punya sepeda."

Senyuman Ariel kentara sedikit runtuh. 'Oh, ya. Erick tak punya sepeda. Aduh, apa ganti saja dengan joging? Oh, ya. Di taman biasanya ada rental sepeda.'

"Tak perlu dipikirkan. Di taman biasanya ada rental sepeda."

"Ah, begitu. Baiklah, tunggu sebentar. Aku mau ganti baju." balas Erick masuk kembali untuk berganti baju.

"Erick, kau mau ke mana?" tanya Lilis yang kebetulan melewati kamar Erick. Dia melihat anaknya sedang ganti baju.

"Ariel mengajak berolahraga."

"Oh, aduh. Ibu jadi sendirian di sini, dong!" ucap Lilis terdengar kecewa.

Anto, Mina, dan, Mona sedang pergi keluar. Lalu, Erick juga ikut pergi. Tentu saja Lilis sendirian di apartemen. Terlebih, keluarganya Erick tak memiliki hubungan yang baik dengan penghuni-penghuni apartemen lainnya. Biasa, masalah strata kekayaan yang menjadi pembeda.

"Kasihan ibu. Tapi, itu tak akan bertahan lama. Aku pasti akan segera membungkam mulut orang-orang sombong itu!" batin Erick yang dipenuhi tekad.

"Ya udah, Bu. Aku izin pamit. Apa ibu tak ingin titip sesuatu? Membeli apa gitu?" Erick menawarkan. Lilis cuma menggeleng.

"Yah, baik. Aku pulang mungkin saat tengah hari dan makan siang di luar."

Erick telah selesai bersiap dan menemui Ariel yang sabar menunggu. Mereka berdua pun pergi ke taman kota. Rencana awalnya Ariel pergi ke sana dengan naik taksi, tapi Erick mengusulkan hal lain.

[Sub misi dikonfirmasi]

[Lari dari apartemen menuju taman]

[Tingkat kesulitan : E]

[Hadiah : Sudah ditambahkan ke misi pokok]

[Batas waktu : 30 menit]

[Pinalti : ???]

'Lari dari sini ke taman. Tapi, jaraknya itu hampir 20 km. Aku sampai pasti sudah lumpuh.' suara hati Ariel menggema di kepala Erick.

"Jika kau pingsan ... aku bakal menggendongmu!" ucap Erick meyakinkan.

'G-g-gendong? Ya, itu memang jaminan yang harus diberikan. Huh, baiklah, ayo berlari dan pingsan.'

Erick sebetulnya ingin tertawa, tapi tak bisa dilakukan. Bisa mendengar suara hati maupun pikiran orang lain itu menyenangkan.

"Maaf, pak. Taksinya nggak jadi. Ini uangnya!" ucap Ariel menyerahkan ongkosnya, meski batal naik.

"Siap? Agar menjadi lebih menarik ... bagaimana kalau——"

"Yang kalah harus menuruti perintah yang menang, apapun perintahnya!" sela Erick yang langsung berlari. Ariel yang dikibuli masih tertahan.

"Erick, kau curang!" Ariel juga ikut berlari.

.

.

.

[Misi berhasil diselesaikan]

[Hadiahnya akan diterima jika Master sudah menyelesaikan misi induknya]

"Sepertinya tak bisa System. Si Ariel sudah tepar!"

Ariel sampai di sana dengan tenaga yang habis. Rencananya untuk bersepeda hancur. Wanita itu bahkan tak kuasa bicara sedikitpun, duduk selonjoran di bangku taman yang dinaungi pohon rindang.

"Nih, air!" ucap Erick datang dengan membawa dua buah minuman dingin. Dia menempelkannya tepat di pipi Ariel, membuatnya jingkrak-jingkrak karena sensasi dingin yang tiba-tiba.

"Erick?!" Ariel memelototi Erick tajam.

"Maaf, maaf. Nih, silahkan diminum."

Kemarahan Ariel itu cuma bertahan beberapa saat. "Makasih." Dia menerima minumannya.

"Jadi, aku yang menang. Kau harus bersiap menjalankan perintah diriku. Apapun itu ... bersiap juga dengan ... tubuhmu itu!" ucap Erick yang memandangi Ariel dengan cara yang berbeda, seperti predator melihat mangsanya.

Ariel salah tingkah menutupi dadanya terus seketika berbalik.

"Y-ya, aku akan menepati janjiku." balas Ariel malu-malu.

'A-a-apa Erick ingin melakukan pengalaman pertamanya denganku? Eh, tidak! Apa Erick sebelum ini tak punya pacar sama sekali?'

"Aku itu orang jelek. Jadi, dari lahir sampai sekarang ... Aku itu jomblo. Menyedihkan, bukan?" ucap Erick cekikikan.

'Apa-apaan ini? Erick seolah-olah mengetahui apa yang kupikirkan?'

"Jambret, jambret!" teriak sekumpulan pria yang mengejar seseorang yang berlari dengan kencang. Erick mengenal salah satu pengejar. Pacarnya Fian

Erick merasa tertarik, dia pun bertanya pada mereka.

"Ada apa, Mas?" tanya Erick pada pria yang berlari ketinggalan.

"Jambret. Mbak di sana itu ... dompetnya dirampas!" Dia menunjuk ke arah seorang wanita.

Wanita itu adalah Fian.

"Oh. Terimakasih."

"System, tunjukkan pergerakan si penjambret di peta!"

[Master ingin mengejarnya]

"Tidak, aku akan membantu jambret itu."

Terpopuler

Comments

Antara Putra

Antara Putra

😃😃

2023-06-29

0

Eros Hariyadi

Eros Hariyadi

Lanjutkan Thor 😄💪👍👍👍🙏

2023-04-30

0

Eros Hariyadi

Eros Hariyadi

Malahan mo bantuin si Jambret , karena korbannya tukang menghina ortunya... wkwkwk 😝😄🤣💪👍👍👍

2023-04-30

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Fitnah
2 Chapter 2 : System
3 Chapter 3 : Menghajar Kepala Sipir
4 Chapter 4 : Karamel
5 Chapter 5 : Menginap di warnet
6 Chapter 6 : Curhat
7 Chapter 7 : Mengganti identitas
8 Chapter 8 : Tetangga
9 Chapter 9 : Pacar yang buruk
10 Chapter 10 : Rencana ke kampus Ariel
11 Chapter 11 : Belanja
12 Chapter 12 : Mafia berbahaya
13 Chapter 13 : Keluarga
14 Chapter 14 : Hadiah misi utama
15 Chapter 15 : Kemarahan
16 Chapter 16 : Pertemuan kembali
17 Chapter 17 : Kandidat pemfitnah
18 Chapter 18 : System 2.0
19 Chapter 19 : Upaya pembalasan (1)
20 Chapter 20 : Upaya pembalasan (2)
21 Chapter 21 : Upaya pembalasan (3)
22 Chapter 22 : Akuisisi selesai
23 Chapter 23 : Mulai kuliah
24 Chapter 24 : Rosi and the gang
25 Chapter 25 : Kemenangan mudah
26 Chapter 26 : Mina-Mona dalam bahaya
27 Chapter 27 : Pil siksaan
28 Chapter 28 : Perlindungan untuk Mina-Mona
29 Chapter 29 : Ariel
30 Chapter 30 : Tamu tak diundang
31 Chapter 31 : Kontrak
32 Chapter 32 : Mencari restu
33 Chapter 33 : Makan malam bersama
34 Chapter 34 : Perasaan iri
35 Chapter 35 : Malam mengerikan
36 Chapter 36 : Tetangga baru
37 Chapter 37 Kue kering
38 Chapter 38 kembali perawan
39 Chapter 39 : Kejadian tak terduga
40 Chapter 40 : Terbongkar
41 Chapter 41 : Memilih hadiah ulang tahun
42 Chapter 42 : Hipnotis?
43 Chapter 43 : Paranormal
44 Chapter 44 : Anak pungut? Bukan, cuma beda ibu!
45 Chapter 45 : Kebal
46 Chapter 46 : Heaven Mafia
47 Chapter 47 : Balas dendam sesungguhnya!
48 Chapter 48 : Menebar teror
49 Chapter 49 : Fian
50 Chapter 50 : Orang terdekat diincar
51 Chapter 51 : Misi selesai
52 Chapter 52 : Menantang Reka
53 Chapter 53 : Pengalihan target
54 Chapter 54 : Bersembunyi, mengelabui!
55 Chapter 55 : Menyewa
56 Chapter 56 : Pembagian tempat tidur
57 Chapter 57 : Erick, aku tak tahan!?
58 Chapter 58 : Surat
59 Chapter 59 : Ancaman
60 Chapter 60 : Bersiap melakukan penyerangan
61 Chapter 61 : Kakek misterius
62 Chapter 62 : Menyusup
63 Chapter 63 : Pembebasan, melarikan diri!
64 Chapter 64 : Bentrokan, pengendali pikiran
65 Chapter 65 : Penghuni asli pasar gelap
66 Chapter 66 : Desa pendekar
67 Chapter 67 : Kepala desa Ru
68 Chapter 68 : Mulai menyerang
69 Chapter 69 : Potensinya lebih besar
70 Chapter 70 : Bukan katana biasa
71 Chapter 71 : Kemenangan
72 Chapter 72 (end)
73 Lanjut
74 Chapter 73 Berangkat
75 Chapter 74 : Hibiki
76 Chapter 75 : Tempat tinggal
77 Chapter 76 : Berburu hantu
78 Chapter 77 : Ghost Slayer
79 Chapter 78 : Makhluk kuat
80 Chapter 79 : Penunggu
81 Chapter 80 : Melawan Yakuza
82 Chapter 81 : Misi baru
83 Chapter 82 : Usaha yang sia-sia
84 Chapter 83 : Asisten baru
85 Chapter 84 : Dianggap saingan
86 Chapter 85 : Selalu diganggu
87 Chapter 86 : Di Tokyo?
88 Chapter 87 : Aku membencimu!
89 Chapter 88 : Sosok misterius
90 Chapter 89 : Apakah mungkin?
91 Chapter 90 : Surat untukmu
92 Chapter 91: System itu sebenarnya apa?
93 Chapter 92 : Musuh terbesar!
94 Chapter 93 : Persiapan
95 Chapter 94 : Militer yang bar-bar
96 Chapter 95 : Monster
97 Chapter 96 : Bagian akhir
98 Chapter 97 : Akhir dan awal
99 Chapter 98 : Times skip (end)
100 Promo novel baru
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Chapter 1 : Fitnah
2
Chapter 2 : System
3
Chapter 3 : Menghajar Kepala Sipir
4
Chapter 4 : Karamel
5
Chapter 5 : Menginap di warnet
6
Chapter 6 : Curhat
7
Chapter 7 : Mengganti identitas
8
Chapter 8 : Tetangga
9
Chapter 9 : Pacar yang buruk
10
Chapter 10 : Rencana ke kampus Ariel
11
Chapter 11 : Belanja
12
Chapter 12 : Mafia berbahaya
13
Chapter 13 : Keluarga
14
Chapter 14 : Hadiah misi utama
15
Chapter 15 : Kemarahan
16
Chapter 16 : Pertemuan kembali
17
Chapter 17 : Kandidat pemfitnah
18
Chapter 18 : System 2.0
19
Chapter 19 : Upaya pembalasan (1)
20
Chapter 20 : Upaya pembalasan (2)
21
Chapter 21 : Upaya pembalasan (3)
22
Chapter 22 : Akuisisi selesai
23
Chapter 23 : Mulai kuliah
24
Chapter 24 : Rosi and the gang
25
Chapter 25 : Kemenangan mudah
26
Chapter 26 : Mina-Mona dalam bahaya
27
Chapter 27 : Pil siksaan
28
Chapter 28 : Perlindungan untuk Mina-Mona
29
Chapter 29 : Ariel
30
Chapter 30 : Tamu tak diundang
31
Chapter 31 : Kontrak
32
Chapter 32 : Mencari restu
33
Chapter 33 : Makan malam bersama
34
Chapter 34 : Perasaan iri
35
Chapter 35 : Malam mengerikan
36
Chapter 36 : Tetangga baru
37
Chapter 37 Kue kering
38
Chapter 38 kembali perawan
39
Chapter 39 : Kejadian tak terduga
40
Chapter 40 : Terbongkar
41
Chapter 41 : Memilih hadiah ulang tahun
42
Chapter 42 : Hipnotis?
43
Chapter 43 : Paranormal
44
Chapter 44 : Anak pungut? Bukan, cuma beda ibu!
45
Chapter 45 : Kebal
46
Chapter 46 : Heaven Mafia
47
Chapter 47 : Balas dendam sesungguhnya!
48
Chapter 48 : Menebar teror
49
Chapter 49 : Fian
50
Chapter 50 : Orang terdekat diincar
51
Chapter 51 : Misi selesai
52
Chapter 52 : Menantang Reka
53
Chapter 53 : Pengalihan target
54
Chapter 54 : Bersembunyi, mengelabui!
55
Chapter 55 : Menyewa
56
Chapter 56 : Pembagian tempat tidur
57
Chapter 57 : Erick, aku tak tahan!?
58
Chapter 58 : Surat
59
Chapter 59 : Ancaman
60
Chapter 60 : Bersiap melakukan penyerangan
61
Chapter 61 : Kakek misterius
62
Chapter 62 : Menyusup
63
Chapter 63 : Pembebasan, melarikan diri!
64
Chapter 64 : Bentrokan, pengendali pikiran
65
Chapter 65 : Penghuni asli pasar gelap
66
Chapter 66 : Desa pendekar
67
Chapter 67 : Kepala desa Ru
68
Chapter 68 : Mulai menyerang
69
Chapter 69 : Potensinya lebih besar
70
Chapter 70 : Bukan katana biasa
71
Chapter 71 : Kemenangan
72
Chapter 72 (end)
73
Lanjut
74
Chapter 73 Berangkat
75
Chapter 74 : Hibiki
76
Chapter 75 : Tempat tinggal
77
Chapter 76 : Berburu hantu
78
Chapter 77 : Ghost Slayer
79
Chapter 78 : Makhluk kuat
80
Chapter 79 : Penunggu
81
Chapter 80 : Melawan Yakuza
82
Chapter 81 : Misi baru
83
Chapter 82 : Usaha yang sia-sia
84
Chapter 83 : Asisten baru
85
Chapter 84 : Dianggap saingan
86
Chapter 85 : Selalu diganggu
87
Chapter 86 : Di Tokyo?
88
Chapter 87 : Aku membencimu!
89
Chapter 88 : Sosok misterius
90
Chapter 89 : Apakah mungkin?
91
Chapter 90 : Surat untukmu
92
Chapter 91: System itu sebenarnya apa?
93
Chapter 92 : Musuh terbesar!
94
Chapter 93 : Persiapan
95
Chapter 94 : Militer yang bar-bar
96
Chapter 95 : Monster
97
Chapter 96 : Bagian akhir
98
Chapter 97 : Akhir dan awal
99
Chapter 98 : Times skip (end)
100
Promo novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!