Chapter 10 : Rencana ke kampus Ariel

Erick berada di apartemennya sendiri, tidur terlentang di atas ranjang tanpa mengenakan apapun kecuali celana boxer. Dia menghela nafas berat.

Dia melihat-lihat holografi yang menampilkan status-nya. "System. Bagaimana perkembangannya Mbak asisten?"

[Satu hari untuk satu perintah. Jadi, sementara akan menghilang dan muncul kembali besok]

[Itulah mengapa memerlukan waktu 3 hari untuk menyelesaikan perintah Master, sebab perjalanannya]

"Seribet itu. Sebaiknya, aku tingkatkanlah saja level System-nya. Tapi ...." Erick tersenyum kecut duluan melihat angka nol yang berjejer banyak itu.

"1 miliar poin. Berapa lama aku mengumpulkannya? Sedangkan misi datang secara acak. Tak semua kegiatan dan kejadian bisa memicu sebuah misi."

[Benar sekali, Master]

[Tetapi, Master bisa meningkatkan level System dengan sekali menjalankan satu misi]

"Sebuah misi? Serius? Misi apa itu?"

[Itu adalah misi utama yang secara otomatis ada sejak penggabungan Master dengan System]

[Berikut rinciannya]

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

[Misi utama] (1)

[Menemukan pelaku yang sudah memfitnah Anda]

[Tingkat kesulitan : S]

[Hadiah : Level up System + ??? + ??? + ???+ ???]

[Batas waktu : Tidak ada]

[Pinalti : Pelaku masih tetap bebas berkeliaran tanpa mempertanggung jawabkan perbuatannya]

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

[Misi utama] (2)

[Menjalin hubungan kembali dengan Anya]

[Tingkat kesulitan : S]

[Hadiah : Level up System + ??? + ??? + ???]

[Batas waktu : Tidak ada]

[Pinalti : Anya akan terus mengalami trauma]

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

[Misi utama] (3)

[Bahagiakan keluarga Anda]

[Tingkat kesulitan : ???]

[Hadiah : Level up System + ??? + ???]

[Batas waktu : Tidak ada]

[Pinalti : Keluarga Anda akan tetap sengsara]

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

[Misi utama] (4)

[Buat keluarga bahagia Anda sendiri]

[Tingkat kesulitan : ???]

[Hadiah : Level up System + ??? + ???]

[Batas waktu : Tidak ada]

[Pinalti : ???]

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

"Itu semua hal yang ingin kucapai. Menjadi misi?"

[Benar, Master]

"Ya. Hadiahnya sangat besar. Selain kesempatan meningkatkan level, tapi ada juga beberapa hadiah misteri." ucap Erick lebih memfokuskan pada panel yang memuat misi utama tentang keluarganya.

"Untuk misi ini ... membahagiakan. Seharusnya ini mudah. Tinggal melihat, bagaimana definisi bahagia yang dimaksud."

Erick beranjak keluar dari ranjang, mengenakan kembali pakaiannya dan pergi menuju dapur, hendak mengambil minum. Dia sempat membuka kulkas besar yang tak berisi apapun.

"Besok aku harus belanja." gumam Fandi menutup kembali kulkasnya.

Makanan terakhir yang dimakan Erick adalah ayam goreng, itu pun sudah lewat kemarin malam. Perutnya benar-benar kosong dari makanan, Erick cuma minum air selama sehari semalam.

"Sepertinya aku harus segera mencicil misi utama itu!" ucap Erick berada di ruang tengah, tak jadi kembali ke kamar. Dia memerhatikan lamat-lamat TV besar di hadapannya.

"Eh? Itu Smart TV, 'kan? Harusnya bisa dibuat browsing!" kejut Erick yang langsung mencari keberadaan remote. Dia menemukannya terselip di sofa.

"Siapa orang yang sudah memfitnahku? Jika dinalar pasti orang yang tak suka padaku. Mustinya aku kenal dia. Baiklah, mari mulai!"

Erick mulai mencari beberapa nama orang yang dikenalnya, sama-sama bekerja pada Anya. Dia adalah manager, asisten, ART, serta pegawai Anya yang lain. Jumlahnya ada belasan lebih, dan beberapa dari mereka cukup terkenal karena kerap disorot bersama Anya. Itu membuahkan Erick untuk mencari informasi tentangnya.

Ternyata hampir dari mereka semua telah hengkang ketika kasus pemerkosaan itu menimpa Anya. Bahkan keberadaan Anya sendiri pun untuk saat ini telah menghilang, dia menepi dari dunia hiburan. Entah di mana, mungkin masih di kota ini atau pindah ke kota lain, bahkan bisa saja pindah keluar negeri.

"Yah, ini sulit. Aku tak bisa menemukan si pelaku dengan cara seperti ini. Aku merasa tak ada orang yang tak suka, dengki, atau membenciku. Lagipula kenapa ada orang yang tak suka? Aku seperti pegawai Anya yang lain. Anya tak pernah membeda-bedakan pegawainya. Mungkin aku punya hubungan yang sedikit——eh? A-ku agak dekat dengan Anya?" Erick telah menyadari kunci dari permasalahannya.

Dia lalu fokus mencari informasi pegawai Anya yang terkhusus laki-laki. Selain Erick, Anya punya beberapa orang orang kepercayaan.

"Nah, pasti di antara mereka berempat." Erick menyeringai licik.

"Aku akan terfokus pada mereka. Terutama yang satu ini——"

Tok ... tok ...

Ada seseorang yang mengetuk pintu. Erick cepat-cepat melihat jam. Sudah hampir jam sepuluh, siapa yang berniat bertamu semalam ini. Ya, ada. Itu adalah Ariel.

Erick membuka pintu dan memang mendapati Ariel yang membawa sepiring spageti. Erick beberapa saat mengerutkan kening.

"Ariel?" panggil Erick. Jujur, Ariel nampak lesu dan tak bersemangat.

"Erick. Ini aku bawakan spageti. Sesuai janjiku tadi siang. Maaf lama." Ariel menyerahkan piring berisi spageti itu.

Erick langsung menerimanya, dia juga sempat menawarkan untuk mampir sebentar. Tapi, Ariel tak berminat.

"Tak usah, lain kali saja. Lagipula kita tetangga." tolak Ariel halus. Dia ingin bergegas kembali ke apartemennya. Pintu yang rusak telah dibetulkan tadi sore.

"Oh, ya. Kebetulan sekali, 'kan? Ariel kuliah di universitas yang sama dengan orang itu!?" batin Erick merasa bersyukur.

Erick sebelumnya juga sudah mencari informasi tentang Ariel.

"Ariel, tunggu sebentar!" Erick menahan tangan Ariel.

"Kau tak perlu cemas. Aku akan melindungimu. Kau tau ... aku akan kuliah di kampus yang sama denganmu. Selama aku di sana, tak akan kubiarkan ada yang menyentuhmu! Terutama mantan pacarmu!" seru Erick tersenyum lebar.

Mata Ariel seketika berkerlip, suara isak tangis mulai terdengar. Perempuan itu tanpa aba-aba asal memeluk Erick dan menumpahkan air matanya, membuat basah pakaian Erick.

Terpopuler

Comments

Oka Derza

Oka Derza

bukannya itu permintaan yg akan dikabulkan

2025-01-06

0

Oka Derza

Oka Derza

bukannya ada hadiah misi sebelumnya?

2025-01-06

0

Eros Hariyadi

Eros Hariyadi

Lanjutkan Thor 😄💪👍👍👍

2023-04-23

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Fitnah
2 Chapter 2 : System
3 Chapter 3 : Menghajar Kepala Sipir
4 Chapter 4 : Karamel
5 Chapter 5 : Menginap di warnet
6 Chapter 6 : Curhat
7 Chapter 7 : Mengganti identitas
8 Chapter 8 : Tetangga
9 Chapter 9 : Pacar yang buruk
10 Chapter 10 : Rencana ke kampus Ariel
11 Chapter 11 : Belanja
12 Chapter 12 : Mafia berbahaya
13 Chapter 13 : Keluarga
14 Chapter 14 : Hadiah misi utama
15 Chapter 15 : Kemarahan
16 Chapter 16 : Pertemuan kembali
17 Chapter 17 : Kandidat pemfitnah
18 Chapter 18 : System 2.0
19 Chapter 19 : Upaya pembalasan (1)
20 Chapter 20 : Upaya pembalasan (2)
21 Chapter 21 : Upaya pembalasan (3)
22 Chapter 22 : Akuisisi selesai
23 Chapter 23 : Mulai kuliah
24 Chapter 24 : Rosi and the gang
25 Chapter 25 : Kemenangan mudah
26 Chapter 26 : Mina-Mona dalam bahaya
27 Chapter 27 : Pil siksaan
28 Chapter 28 : Perlindungan untuk Mina-Mona
29 Chapter 29 : Ariel
30 Chapter 30 : Tamu tak diundang
31 Chapter 31 : Kontrak
32 Chapter 32 : Mencari restu
33 Chapter 33 : Makan malam bersama
34 Chapter 34 : Perasaan iri
35 Chapter 35 : Malam mengerikan
36 Chapter 36 : Tetangga baru
37 Chapter 37 Kue kering
38 Chapter 38 kembali perawan
39 Chapter 39 : Kejadian tak terduga
40 Chapter 40 : Terbongkar
41 Chapter 41 : Memilih hadiah ulang tahun
42 Chapter 42 : Hipnotis?
43 Chapter 43 : Paranormal
44 Chapter 44 : Anak pungut? Bukan, cuma beda ibu!
45 Chapter 45 : Kebal
46 Chapter 46 : Heaven Mafia
47 Chapter 47 : Balas dendam sesungguhnya!
48 Chapter 48 : Menebar teror
49 Chapter 49 : Fian
50 Chapter 50 : Orang terdekat diincar
51 Chapter 51 : Misi selesai
52 Chapter 52 : Menantang Reka
53 Chapter 53 : Pengalihan target
54 Chapter 54 : Bersembunyi, mengelabui!
55 Chapter 55 : Menyewa
56 Chapter 56 : Pembagian tempat tidur
57 Chapter 57 : Erick, aku tak tahan!?
58 Chapter 58 : Surat
59 Chapter 59 : Ancaman
60 Chapter 60 : Bersiap melakukan penyerangan
61 Chapter 61 : Kakek misterius
62 Chapter 62 : Menyusup
63 Chapter 63 : Pembebasan, melarikan diri!
64 Chapter 64 : Bentrokan, pengendali pikiran
65 Chapter 65 : Penghuni asli pasar gelap
66 Chapter 66 : Desa pendekar
67 Chapter 67 : Kepala desa Ru
68 Chapter 68 : Mulai menyerang
69 Chapter 69 : Potensinya lebih besar
70 Chapter 70 : Bukan katana biasa
71 Chapter 71 : Kemenangan
72 Chapter 72 (end)
73 Lanjut
74 Chapter 73 Berangkat
75 Chapter 74 : Hibiki
76 Chapter 75 : Tempat tinggal
77 Chapter 76 : Berburu hantu
78 Chapter 77 : Ghost Slayer
79 Chapter 78 : Makhluk kuat
80 Chapter 79 : Penunggu
81 Chapter 80 : Melawan Yakuza
82 Chapter 81 : Misi baru
83 Chapter 82 : Usaha yang sia-sia
84 Chapter 83 : Asisten baru
85 Chapter 84 : Dianggap saingan
86 Chapter 85 : Selalu diganggu
87 Chapter 86 : Di Tokyo?
88 Chapter 87 : Aku membencimu!
89 Chapter 88 : Sosok misterius
90 Chapter 89 : Apakah mungkin?
91 Chapter 90 : Surat untukmu
92 Chapter 91: System itu sebenarnya apa?
93 Chapter 92 : Musuh terbesar!
94 Chapter 93 : Persiapan
95 Chapter 94 : Militer yang bar-bar
96 Chapter 95 : Monster
97 Chapter 96 : Bagian akhir
98 Chapter 97 : Akhir dan awal
99 Chapter 98 : Times skip (end)
100 Promo novel baru
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Chapter 1 : Fitnah
2
Chapter 2 : System
3
Chapter 3 : Menghajar Kepala Sipir
4
Chapter 4 : Karamel
5
Chapter 5 : Menginap di warnet
6
Chapter 6 : Curhat
7
Chapter 7 : Mengganti identitas
8
Chapter 8 : Tetangga
9
Chapter 9 : Pacar yang buruk
10
Chapter 10 : Rencana ke kampus Ariel
11
Chapter 11 : Belanja
12
Chapter 12 : Mafia berbahaya
13
Chapter 13 : Keluarga
14
Chapter 14 : Hadiah misi utama
15
Chapter 15 : Kemarahan
16
Chapter 16 : Pertemuan kembali
17
Chapter 17 : Kandidat pemfitnah
18
Chapter 18 : System 2.0
19
Chapter 19 : Upaya pembalasan (1)
20
Chapter 20 : Upaya pembalasan (2)
21
Chapter 21 : Upaya pembalasan (3)
22
Chapter 22 : Akuisisi selesai
23
Chapter 23 : Mulai kuliah
24
Chapter 24 : Rosi and the gang
25
Chapter 25 : Kemenangan mudah
26
Chapter 26 : Mina-Mona dalam bahaya
27
Chapter 27 : Pil siksaan
28
Chapter 28 : Perlindungan untuk Mina-Mona
29
Chapter 29 : Ariel
30
Chapter 30 : Tamu tak diundang
31
Chapter 31 : Kontrak
32
Chapter 32 : Mencari restu
33
Chapter 33 : Makan malam bersama
34
Chapter 34 : Perasaan iri
35
Chapter 35 : Malam mengerikan
36
Chapter 36 : Tetangga baru
37
Chapter 37 Kue kering
38
Chapter 38 kembali perawan
39
Chapter 39 : Kejadian tak terduga
40
Chapter 40 : Terbongkar
41
Chapter 41 : Memilih hadiah ulang tahun
42
Chapter 42 : Hipnotis?
43
Chapter 43 : Paranormal
44
Chapter 44 : Anak pungut? Bukan, cuma beda ibu!
45
Chapter 45 : Kebal
46
Chapter 46 : Heaven Mafia
47
Chapter 47 : Balas dendam sesungguhnya!
48
Chapter 48 : Menebar teror
49
Chapter 49 : Fian
50
Chapter 50 : Orang terdekat diincar
51
Chapter 51 : Misi selesai
52
Chapter 52 : Menantang Reka
53
Chapter 53 : Pengalihan target
54
Chapter 54 : Bersembunyi, mengelabui!
55
Chapter 55 : Menyewa
56
Chapter 56 : Pembagian tempat tidur
57
Chapter 57 : Erick, aku tak tahan!?
58
Chapter 58 : Surat
59
Chapter 59 : Ancaman
60
Chapter 60 : Bersiap melakukan penyerangan
61
Chapter 61 : Kakek misterius
62
Chapter 62 : Menyusup
63
Chapter 63 : Pembebasan, melarikan diri!
64
Chapter 64 : Bentrokan, pengendali pikiran
65
Chapter 65 : Penghuni asli pasar gelap
66
Chapter 66 : Desa pendekar
67
Chapter 67 : Kepala desa Ru
68
Chapter 68 : Mulai menyerang
69
Chapter 69 : Potensinya lebih besar
70
Chapter 70 : Bukan katana biasa
71
Chapter 71 : Kemenangan
72
Chapter 72 (end)
73
Lanjut
74
Chapter 73 Berangkat
75
Chapter 74 : Hibiki
76
Chapter 75 : Tempat tinggal
77
Chapter 76 : Berburu hantu
78
Chapter 77 : Ghost Slayer
79
Chapter 78 : Makhluk kuat
80
Chapter 79 : Penunggu
81
Chapter 80 : Melawan Yakuza
82
Chapter 81 : Misi baru
83
Chapter 82 : Usaha yang sia-sia
84
Chapter 83 : Asisten baru
85
Chapter 84 : Dianggap saingan
86
Chapter 85 : Selalu diganggu
87
Chapter 86 : Di Tokyo?
88
Chapter 87 : Aku membencimu!
89
Chapter 88 : Sosok misterius
90
Chapter 89 : Apakah mungkin?
91
Chapter 90 : Surat untukmu
92
Chapter 91: System itu sebenarnya apa?
93
Chapter 92 : Musuh terbesar!
94
Chapter 93 : Persiapan
95
Chapter 94 : Militer yang bar-bar
96
Chapter 95 : Monster
97
Chapter 96 : Bagian akhir
98
Chapter 97 : Akhir dan awal
99
Chapter 98 : Times skip (end)
100
Promo novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!