Erick dan keluarga bersantap ria. Vibe pedesaan, makanan yang disajikan benar-benar mirip dengan masakan Lilis, tapi versi lebih enak. Mona lahap makannya, melupakan jika dia makan berlima. Untung Erick masak banyak, makanannya lebih dari cukup.
"Ini enak sekali, kak. Aku sarankan buka warung saja." ucap Mona antusias. Gadis dengan rambut hitam pendek sebahu itu menatap kembarannya yang tepat berada di sebelah.
"Sebuah penghinaan. Warung, mungkin tidak. kak Fandi bisa membuka restoran." sahut Mina kalem, tenang dan anggun.
Meski kembar, sifat dan penampilan Mona dan Mina itu berbeda. Mona gadis ceria dan hiperaktif, sedangkan Mina gadis yang tak banyak tingkah, selalu tenang. Tapi, ada kalanya dia ketularan sifat heboh dari Mona, adiknya.
Mina sendiri memiliki rambut hitam panjang yang lurus, dia lebih sering mengepangnya kembar.
"Ibu sudah mendengar semuanya dari pegawaimu itu. Ibu benar-benar tak menyangka dan belum percaya." ucap Lilis dengan nada memuji, dia melihat-lihat dapur yang banyak terdapat perlengkapan mewah itu.
"Itu berkat doa ibu, kalian semua." balas Erick menatap hangat keluarganya. Semuanya nampak senang, kecuali satu.
"System, apa kau bisa menyembuhkan ayah?"
[Tentu bisa, Master]
[Beli obat serbaguna yang bisa menyembuhkan segala penyakit]
"Pasti mahal?!"
[Benar. Maaf, Master. Saya tak mampu mengupayakan hal tersebut]
"Tak perlu dipikirkan. Lagian, tak perlu buru-buru. Aku akan rajin mengerjakan misi untuk membeli obat itu."
"Mina, Mona. Kalian akan kuliah. Apa siap?" beritahu Erick tiba-tiba. Mona jadi tersedak.
"Serius, kak?" Yang menjawab malah Mina yang matanya berbinar-binar.
"Humm ... tentu saja. Ekonomi kakak sudah lebih dari cukup. Lihat apartemen ini!" Erick agak menyombongkan diri.
"Heh? Beneran, nih? Apa kami bisa memilih kampus favorit kami?" tanya Mona tak kalah antuasiasnya.
"Wah. Ini ... jika mereka memilih universitas swasta yang mahal. Bakal kewalahan aku! Andai misi tak selalu muncul." batin Erick tersenyum getir. Dia mengangguk pada pertanyaan Mona.
"Yeay, Mina! Kita bisa masuk ke kampus impian kita. Tak perlu belajar lagi, Kak Fandi bisa membayarnya."
Lilis pun tak bisa berkata-kata, dia cuma menitikkan air mata menyaksikan Mina dan Mona nampak senang bukan main. Tapi, di sisi lain. Keberadaan Anto pun tak dilupakan, Lilis melihat suaminya itu yang tak bisa ikut tersenyum.
"Tenang saja, Bu. Aku akan bekerja keras. Ayah pasti seperti sedia kala. Kita pasti menjadi keluarga yang utuh!"
Begitu Erick berkat demikian pada ibunya. Notifikasi yang tak disangka-sangka pun datang.
[Misi utama berhasil diselesaikan]
[System dapat ditingkatkan ke level 2 kapan saja]
[Satu permintaan bebas diberikan]
[55% persen saham perusahaan di dunia bebas pilih, didapatkan]
Erick sesaat tak bisa memberikan reaksi. Dia termenung, menjadi pusat perhatian dari adik-adiknya.
"Kak? Kak? Ada apa? Kenapa kakak——"
"Aku baik-baik saja." potong Erick. Dia membuat senyuman yang aneh, hingga Mina dan Mona menjadi kebingungan.
.
.
.
Erick berada di kamarnya. Dia tengah berusaha menelaah notifikasi dari System, yang memberitahu bahwa salah satu misi utama telah berhasil dituntaskan.
"System, salah satu misi utama terselesaikan? Keluargaku kini sangat bahagia?"
[Pertanyaan yang tak perlu ditanyakan, Master]
[Anda berhasil membuat mereka bahagia]
[Keluarga Master sangat percaya pada Anda. Walaupun sumber uang Anda kurang jelas, mereka mempercayai bahwa Master pasti mendapatkan semua ini bukan karena merugikan orang lain]
"Ya. Aku juga sedikit terharu."
[Master tak ingin meningkatkan System ke level 2 atau mengurus dua hadiah lainnya?]
"Aku ingin mengurus dua hadiahnya terlebih dulu."
[Baik]
[Permintaan. Harusnya tak perlu dijelaskan lagi. Master sudah pernah membuatnya]
"Ya. Kau pun tak perlu bertanya padaku tentang apa yang kuinginkan!?"
[Keluarga adalah hal yang paling penting]
Erick tersenyum. Untuk saat ini, kesembuhan ayahnya adalah hal paling penting. Terlebih ada kesempatan membuat permintaan. Erick pasti tak ingin menyia-nyiakannya.
[Master mendapatkan pil penyembuh segala penyakit. Selanjutnya Anda akan memiliki akses untuk mendapat pil tersebut secara gratis dari Shop]
Pada telapak tangan Erick terbentuk sebuah pil berwarna merah.
"Pil ini akan membuat ayah kembali seperti dulu." ucap Erick merasa terharu.
[Apakah Master sudah menentukan perusahaan yang ingin Anda miliki sahamnya?]
[Nanti akan segera diurus]
"Perusahaan ... harus perusahaan elit. Ya, Meta."
[Baik, Master. Kepengurusan pasal saham tersebut akan diurus oleh Asisten Pribadi]
[Master harap bersabar. Prosesnya akan sedikit rumit]
Erick mengangguk. "Tak perlu terburu-buru! Hmm ... nah, sekarang adalah tentang dirimu System. Kau naik ke level dua!"
[Peningkatan dikonfirmasi]
[Beberapa fungsi System tak akan berfungsi selama proses berlangsung]
[Proses peningkatan berlangsung selama 3 hari]
[Master tak akan mendapat misi]
[Tak dapat mengaktifkan keterampilan khusus]
[Tak dapat membuka shop]
[System sementara waktu juga akan bersikap pasif]
[Ya/tidak]
"Baiklah, tidurlah untuk tiga hari, System!" Erick menyetujui peningkatannya.
System seketika berhenti bicara, dalam kepala Erick pun kini terasa hening. Tak ada lagi suara-suara yang mengajak bicara.
"Dunia pasti geger karena saham terbesar di Meta merupakan milik seseorang yang bahkan tak masuk dalam daftar orang terkaya di negaranya. Ya, siapa lagi kalau bukan Fandi Delana atau Erick Brown."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Eros Hariyadi
Lanjutkan Thor 😄💪👍👍👍
2023-04-24
0
Eros Hariyadi
membuat misi keluarganya bahagia mah mudah bagi siapapun, asal kebutuhan hakiki terpenuhi beserta dengan beberapa kendala rumah tangga yang langsung teratasi... semuanya akan bahagia... wkwkwk 😝😄🤣💪👍👍👍
2023-04-24
0
king sulaiman
lanjut
2022-05-16
2