Chapter 15 : Kemarahan

Hari ini adalah hari paling membahagiakan bagi keluarga Erick. Keluarganya kini telah utuh lagi.

Erick dan keluarganya, kecuali Mina tengah pergi untuk membeli beberapa keperluan tambahan, sebab bertambahnya orang yang tinggal di apartemen. Mina menawarkan diri untuk menjaga apartemen, meski Erick sudah menyakinkan soal keamanan. Tapi, gadis itu kekeh. Mina pun melewatkan acara belanja sekaligus merayakan kesembuhan ayahnya.

Sementara itu ....

Ariel selaku tetangga, kebetulan berniat berkunjung. Laptopnya rusak, dia ingin Erick untuk memeriksa atau bahkan memperbaiki. Menurutnya Erick paham urusan seperti itu.

Ariel menekan bel pintu satu kali. Tapi, tak kunjung terdengar derap langkah kaki yang mendekat dari balik pintu. Dia jadi menekan ulang hingga beberapa kali, tapi tetap tak ada tanda-tanda ada seseorang yang menyahut.

"Apa dia sedang pergi?" Ariel berniat undur diri karena tak kunjung ada respon dari dalam.

Tapi, suara pintu yang dibuka menghentikannya.

"Ah, akhirnya. Apa yang kau lakukan? Kenapa tak kunjung mem——siapa kau?" kaget Ariel melihat perempuan asing yang tiba-tiba membukakan pintu.

"Harusnya aku yang berkata begitu. Siapa kau?" balas Mina ketus. Dia memelototi Ariel, bersikap tak ramah padanya.

"Siapa wanita ini? Teman kak Erick? Dia juga penghuni apartemen ini? Dia sering berkunjung ke sini?" Otak Mina dipenuhi berbagai pertanyaan mengenai Ariel.

Erick telah menyuruh keluarganya untuk memanggil dirinya Erick Brown, identitas Fandi Delana dihapus.

"Atau jangan-jangan .... cih, tak akan kubiarkan! Aku tak setuju kak Erick dengan wanita seperti ini. Aku tak bakal merestuinya!"

Brakkk ...

Mina membanting kuat pintu hingga membuat Ariel terperanjat kaget. Ariel memiringkan kepalanya. "Eh? Kenapa dia?"

Ariel tak menyerah sebelum bisa bertemu dengan Erick.

"Umm ... tolong buka! Apa Erick ada di dalam? Aku punya urusan——"

"Pergi! Tak ada yang namanya Erick!" teriak Mina.

Ariel akhirnya kembali dengan tangan hampa. Timbul kekecewaan dan kekesalan yang amat dalam pada dirinya.

"Apa-apaan sih perempuan tadi? Bersikap seenaknya. Kenapa dia bisa ada di apartemennya Erick? Eh? A-apa pacarnya——tidak! Perempuan itu perawakannya masih ABG, siswi SMA. Apa Erick menyukai tipe perempuan yang lebih muda?"

Ariel malah sibuk memikirkan identitas dari Mina dan tipe wanita yang disukai oleh Erick. Dia menggerutu sepanjang jalan menuju apartemennya.

Namun, siapa sangka. Dia bakal bertemu Erick.

"Ariel?" panggil Erick yang mendekat, di belakangnya ada Lilis, Anto, dan Mona.

Ariel yang sudah memegang gagang pintu dan hendak masuk ke apartemennya mendadak batal. Dia menemani Erick dalam berbasa-basi.

"Erick? Dari mana kau ...." Suara Ariel kian mengecil. Dia kebingungan melihat tiga sosok manusia di belakang Erick.

"Siapa mereka? Orang tuanya Erick——eh? Lho? M-m-mana mungkin!?" batin Ariel terkejut setengah mati ketika melihat Mona, dikira orang yang baru ditemuinya belum lama ini di apartemen milik Erick.

Mina dan Mona adalah kembar identik, rupa otomatis sama persis. Wajar jika Ariel yang tak mengetahui bahwa mereka itu kembar, akan sangat kaget melihat Mona ataupun Mina dalam keadaan si kembar tak bersama-sama.

"Dari reaksinya ... huh, dia pasti sudah bertemu dengan Mina." batin Erick dengan mudah membaca mimik wajah dari Ariel.

"Erick, kamu punya kejutan lain? Kamu sudah menyiapkan calon istri?" celetuk Lilis asal, dia terkekeh setelahnya. Dia tahu bahwa jawaban dari Erick adalah ....

"Tidak!" Itu bukan jawaban dari Erick, melainkan dari Mona yang maju ke depan, terus memeluk lengan Erick. "Kami tak bakal merestuinya!" ucap Mona tegas.

Ikatan saudari kembar yang kuat, Mona sudah berpikir saudari kembarnya pasti punya pendapat yang sama.

Ariiel terbungkam, melongo. Dia menatap lamat-lamat Mona yang mengirimkan tatapan permusuhan. Dia akhirnya mengerti maksud kata "Kami".

"Mereka adalah dua orang. Perempuan yang ada di apartemennya Erick itu adalah kembarannya. Mereka berdua ... adiknya Erick?" batin Ariel menerka-nerka.

"Jika sikap kalian begitu ... ibu dan bapak tak akan segera menimang cucu! Kakak kalian juga selamanya akan menjomblo, lho!" nasehat Lilis yang mengelus rambut putrinya. Mona sendiri malah menggeleng kuat dan semakin kuat mencengkram lengan Erick. Selanjutnya dia berbisik. "Jangan begitu! Kakak kalian itu bakal tetap sayang kok, sama Mona-Mina." goda Lilis.

Muka Mona berubah merah padam, dia segera menengadah untuk melihat wajah kakaknya itu. Erick tersenyum dan mengacak-acak rambut Mona.

"Ya. Mina dan Mona itu adalah wanita paling berharga di hidupku!" ucap Erick tersenyum, Mona seketika tertegun, bahkan Ariel pun ikut terpana.

"A-ku harus memamerkan ini pada Mina. Kak Erick lebih sayang padaku!" ucap Mona dalam hati, membuat senyuman licik.

Senyuman itu mudah dimengerti oleh Erick. "Adik-adikku memang aneh!"

"Di mana orang tuamu? Saya ingin bertemu. Tanggal pernikahan kalian harus segera ditentukan." kata Anto yang memecah fokus semua orang. Hening sesaat.

Baik Erick maupun Ariel tak ada yang menyangkal perkataan dari Lilis. Mereka diam, dan sikap diam selalu ditafsirkan sebagai jawaban "Ya".

"Ini serius. Saya ingin berte——"

"Minggir, kalian menghalangi jalan!" ucap seorang wanita yang kira-kira berusia 20-an, sebaya dengan Erick dan Ariel. Dia bersama dengan seorang pria. Mereka sepasang kekasih.

Bughh ...

Mereka berdua lewat dan asal main menyenggol Anto sampai hampir terjerembab jatuh, beruntung ditahan Lilis. Anto bertahun-tahun tak berjalan, dia masih butuh penyesuaian agar kakinya kuat menapak.

Tak terima terhadap perlakuan kasar terhadap ayahnya, Erick bersuara.

"Bisakah kau sopan pada orang yang lebih tua? Tak bisa bicara lembut?" ucap Erick menatap si wanita dengan marah.

"Hoh?" wanita itu seketika menutup mulutnya dengan tangan, pura-pura terkejut. "Dengar, sayang! Ternyata pria berumur itu orang tuanya. Kukira seorang pembantu!" Dia tertawa cekikikan, terdengar begitu merendahkan.

Erick yang mendengar itu semakin marah. Tentu saja dia tak terima orang tuanya direndahkan. Namun, Lilis, Mona, bahkan Ariel berusaha menahan Erick main tangan. Lagipula, perbuatannya itu bisa berakhir buruk. Sudah jelas wanita itu cuma memancing kemarahan Erick, pacarnya bahkan sudah siap dengan kamera handphone.

"Tenanglah, Nak. Bapak yang salah karena sudah menghalangi jalan." Anto berusaha menenangkan Erick.

"Ingat, Erick. Jangan main tangan sama perempuan!" Lilis juga ikut memenangkan Erick.

"Fian, jangan suka cari masalah! Kau sudah bersikap kasar!" ucap Ariel. Dia mengenalnya, wanita bernama Fian itu satu universitas dengan Ariel.

"Ariel ... Ariel ..." Fian geleng-geleng kepala. "Aku sarankan. Jangan suka bergaul dengan OKB(orang kaya baru) itu. Lihatlah, dia mengubah kodrat dengan operasi plastik. Tak menghargai ciptakan Tuhan!" Fian mengolok-olok.

"Benar sayang. Untung ada orang tuanya yang jelek——"

Buagh ...

Erick yang tak tahan orang tuanya diejek terus-menerus akhirnya hilang kesabaran. Dia menunju pipi pacarnya Fian hingga jatuh tersungkur. Darah langsung keluar dari sudut mulutnya.

"Beruntung System sedang melakukan peningkatan. Andai saja tidak ... tulang pipinya pasti sudah hancur!" batin Erick.

"Sayang, sayang. Kamu tak apa-apa?" ucap Fian cemas pada pacarnya.

"Tenang saja. Aku tadi agak lengah. K-ita pergi saja, di sini cuma membuang-buang waktu!"

Pasangan itu pergi. Erick sudah menandai mereka berdua, dan tengah bersiap melakukan pembalasan terhadap apa yang diperbuat pada orang tuanya.

Yang pasti, Erick tak akan menyakiti secara fisik, tapi mental atau kejiwaan.

Terpopuler

Comments

Ambara Sugun

Ambara Sugun

terlalu banyak monolog

2024-01-14

0

Eros Hariyadi

Eros Hariyadi

Lanjutkan Thor 😄💪👍👍 👍

2023-04-30

0

Eros Hariyadi

Eros Hariyadi

Like and Coment 😄💪👍👍 👍

2023-04-30

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Fitnah
2 Chapter 2 : System
3 Chapter 3 : Menghajar Kepala Sipir
4 Chapter 4 : Karamel
5 Chapter 5 : Menginap di warnet
6 Chapter 6 : Curhat
7 Chapter 7 : Mengganti identitas
8 Chapter 8 : Tetangga
9 Chapter 9 : Pacar yang buruk
10 Chapter 10 : Rencana ke kampus Ariel
11 Chapter 11 : Belanja
12 Chapter 12 : Mafia berbahaya
13 Chapter 13 : Keluarga
14 Chapter 14 : Hadiah misi utama
15 Chapter 15 : Kemarahan
16 Chapter 16 : Pertemuan kembali
17 Chapter 17 : Kandidat pemfitnah
18 Chapter 18 : System 2.0
19 Chapter 19 : Upaya pembalasan (1)
20 Chapter 20 : Upaya pembalasan (2)
21 Chapter 21 : Upaya pembalasan (3)
22 Chapter 22 : Akuisisi selesai
23 Chapter 23 : Mulai kuliah
24 Chapter 24 : Rosi and the gang
25 Chapter 25 : Kemenangan mudah
26 Chapter 26 : Mina-Mona dalam bahaya
27 Chapter 27 : Pil siksaan
28 Chapter 28 : Perlindungan untuk Mina-Mona
29 Chapter 29 : Ariel
30 Chapter 30 : Tamu tak diundang
31 Chapter 31 : Kontrak
32 Chapter 32 : Mencari restu
33 Chapter 33 : Makan malam bersama
34 Chapter 34 : Perasaan iri
35 Chapter 35 : Malam mengerikan
36 Chapter 36 : Tetangga baru
37 Chapter 37 Kue kering
38 Chapter 38 kembali perawan
39 Chapter 39 : Kejadian tak terduga
40 Chapter 40 : Terbongkar
41 Chapter 41 : Memilih hadiah ulang tahun
42 Chapter 42 : Hipnotis?
43 Chapter 43 : Paranormal
44 Chapter 44 : Anak pungut? Bukan, cuma beda ibu!
45 Chapter 45 : Kebal
46 Chapter 46 : Heaven Mafia
47 Chapter 47 : Balas dendam sesungguhnya!
48 Chapter 48 : Menebar teror
49 Chapter 49 : Fian
50 Chapter 50 : Orang terdekat diincar
51 Chapter 51 : Misi selesai
52 Chapter 52 : Menantang Reka
53 Chapter 53 : Pengalihan target
54 Chapter 54 : Bersembunyi, mengelabui!
55 Chapter 55 : Menyewa
56 Chapter 56 : Pembagian tempat tidur
57 Chapter 57 : Erick, aku tak tahan!?
58 Chapter 58 : Surat
59 Chapter 59 : Ancaman
60 Chapter 60 : Bersiap melakukan penyerangan
61 Chapter 61 : Kakek misterius
62 Chapter 62 : Menyusup
63 Chapter 63 : Pembebasan, melarikan diri!
64 Chapter 64 : Bentrokan, pengendali pikiran
65 Chapter 65 : Penghuni asli pasar gelap
66 Chapter 66 : Desa pendekar
67 Chapter 67 : Kepala desa Ru
68 Chapter 68 : Mulai menyerang
69 Chapter 69 : Potensinya lebih besar
70 Chapter 70 : Bukan katana biasa
71 Chapter 71 : Kemenangan
72 Chapter 72 (end)
73 Lanjut
74 Chapter 73 Berangkat
75 Chapter 74 : Hibiki
76 Chapter 75 : Tempat tinggal
77 Chapter 76 : Berburu hantu
78 Chapter 77 : Ghost Slayer
79 Chapter 78 : Makhluk kuat
80 Chapter 79 : Penunggu
81 Chapter 80 : Melawan Yakuza
82 Chapter 81 : Misi baru
83 Chapter 82 : Usaha yang sia-sia
84 Chapter 83 : Asisten baru
85 Chapter 84 : Dianggap saingan
86 Chapter 85 : Selalu diganggu
87 Chapter 86 : Di Tokyo?
88 Chapter 87 : Aku membencimu!
89 Chapter 88 : Sosok misterius
90 Chapter 89 : Apakah mungkin?
91 Chapter 90 : Surat untukmu
92 Chapter 91: System itu sebenarnya apa?
93 Chapter 92 : Musuh terbesar!
94 Chapter 93 : Persiapan
95 Chapter 94 : Militer yang bar-bar
96 Chapter 95 : Monster
97 Chapter 96 : Bagian akhir
98 Chapter 97 : Akhir dan awal
99 Chapter 98 : Times skip (end)
100 Promo novel baru
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Chapter 1 : Fitnah
2
Chapter 2 : System
3
Chapter 3 : Menghajar Kepala Sipir
4
Chapter 4 : Karamel
5
Chapter 5 : Menginap di warnet
6
Chapter 6 : Curhat
7
Chapter 7 : Mengganti identitas
8
Chapter 8 : Tetangga
9
Chapter 9 : Pacar yang buruk
10
Chapter 10 : Rencana ke kampus Ariel
11
Chapter 11 : Belanja
12
Chapter 12 : Mafia berbahaya
13
Chapter 13 : Keluarga
14
Chapter 14 : Hadiah misi utama
15
Chapter 15 : Kemarahan
16
Chapter 16 : Pertemuan kembali
17
Chapter 17 : Kandidat pemfitnah
18
Chapter 18 : System 2.0
19
Chapter 19 : Upaya pembalasan (1)
20
Chapter 20 : Upaya pembalasan (2)
21
Chapter 21 : Upaya pembalasan (3)
22
Chapter 22 : Akuisisi selesai
23
Chapter 23 : Mulai kuliah
24
Chapter 24 : Rosi and the gang
25
Chapter 25 : Kemenangan mudah
26
Chapter 26 : Mina-Mona dalam bahaya
27
Chapter 27 : Pil siksaan
28
Chapter 28 : Perlindungan untuk Mina-Mona
29
Chapter 29 : Ariel
30
Chapter 30 : Tamu tak diundang
31
Chapter 31 : Kontrak
32
Chapter 32 : Mencari restu
33
Chapter 33 : Makan malam bersama
34
Chapter 34 : Perasaan iri
35
Chapter 35 : Malam mengerikan
36
Chapter 36 : Tetangga baru
37
Chapter 37 Kue kering
38
Chapter 38 kembali perawan
39
Chapter 39 : Kejadian tak terduga
40
Chapter 40 : Terbongkar
41
Chapter 41 : Memilih hadiah ulang tahun
42
Chapter 42 : Hipnotis?
43
Chapter 43 : Paranormal
44
Chapter 44 : Anak pungut? Bukan, cuma beda ibu!
45
Chapter 45 : Kebal
46
Chapter 46 : Heaven Mafia
47
Chapter 47 : Balas dendam sesungguhnya!
48
Chapter 48 : Menebar teror
49
Chapter 49 : Fian
50
Chapter 50 : Orang terdekat diincar
51
Chapter 51 : Misi selesai
52
Chapter 52 : Menantang Reka
53
Chapter 53 : Pengalihan target
54
Chapter 54 : Bersembunyi, mengelabui!
55
Chapter 55 : Menyewa
56
Chapter 56 : Pembagian tempat tidur
57
Chapter 57 : Erick, aku tak tahan!?
58
Chapter 58 : Surat
59
Chapter 59 : Ancaman
60
Chapter 60 : Bersiap melakukan penyerangan
61
Chapter 61 : Kakek misterius
62
Chapter 62 : Menyusup
63
Chapter 63 : Pembebasan, melarikan diri!
64
Chapter 64 : Bentrokan, pengendali pikiran
65
Chapter 65 : Penghuni asli pasar gelap
66
Chapter 66 : Desa pendekar
67
Chapter 67 : Kepala desa Ru
68
Chapter 68 : Mulai menyerang
69
Chapter 69 : Potensinya lebih besar
70
Chapter 70 : Bukan katana biasa
71
Chapter 71 : Kemenangan
72
Chapter 72 (end)
73
Lanjut
74
Chapter 73 Berangkat
75
Chapter 74 : Hibiki
76
Chapter 75 : Tempat tinggal
77
Chapter 76 : Berburu hantu
78
Chapter 77 : Ghost Slayer
79
Chapter 78 : Makhluk kuat
80
Chapter 79 : Penunggu
81
Chapter 80 : Melawan Yakuza
82
Chapter 81 : Misi baru
83
Chapter 82 : Usaha yang sia-sia
84
Chapter 83 : Asisten baru
85
Chapter 84 : Dianggap saingan
86
Chapter 85 : Selalu diganggu
87
Chapter 86 : Di Tokyo?
88
Chapter 87 : Aku membencimu!
89
Chapter 88 : Sosok misterius
90
Chapter 89 : Apakah mungkin?
91
Chapter 90 : Surat untukmu
92
Chapter 91: System itu sebenarnya apa?
93
Chapter 92 : Musuh terbesar!
94
Chapter 93 : Persiapan
95
Chapter 94 : Militer yang bar-bar
96
Chapter 95 : Monster
97
Chapter 96 : Bagian akhir
98
Chapter 97 : Akhir dan awal
99
Chapter 98 : Times skip (end)
100
Promo novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!