Chapter 9 : Pacar yang buruk

Ariel yang mendengar suara keributan langsung meninggalkan masakannya dan menuju ke ruang tamu untuk memastikan. Lalu begitu terkejutnya dia. Erick sudah tak ada di tempat, sofanya kini lenyap dari manusia yang menduduki.

Ariel sontak panik. "Erick? Eh jangan-jangan dia seorang penipu dan berniat mencuri laptopku. Tak bisa dibiarkan!"

Ariel buru-buru melepas celemek, segera menuju pintu keluar untuk mengejar Erick. Siapa tau dia belum jauh. Namun, kejutan lain menghampiri Ariel.

Seorang pria berdiri persis di depan pintu yang telah tumbang. Ariel begitu mengenalnya, salah seorang yang berharga. Pacarnya Ariel.

"Dari mana saja kamu?" tanya pria itu bersedekap tangan, menatap Ariel dengan sorot kesal. Pintu roboh itu dihiraukannya.

"S-sayang? Eh, apa kamu melihat laki-laki yang berkeliaran dari sini? Dia mencuri lapt——"

"Kita putus!"

Bak petir di siang bolong, Ariel tak mampu berkata apa-apa, seolah mulutnya ada sesuatu yang menyumbat. Namun, Ariel memilih berpikir positif.

"Aduh, sayang. Bercandamu nggak lucu. Oh, kamu mau memberi aku kejutan, ya? Sampai buat prank kayak——"

"Ariel, kita putus." ucap pria itu datar dan berbalik untuk pergi. Namun, Ariel tak membiarkannya.

"Udah berhenti. Prank seperti ini itu nggak lucu!" ucap Ariel mencoba menyunggingkan senyum. Menganggap kata-kata dari pacarnya tadi memang candaan.

"Lepas!"

"Nggak!" kekeh Ariel menggenggam erat tangan pacarnya.

"Lepas!" kata si pacar sekali lagi, sekarang lebih terasa dingin.

"Nggak! Udahlah sayang, berhenti nge-prank——"

"Kubilang ... LEPAS!" bentaknya, menghentakkan genggaman tangan Ariel hingga terlepas.

Ariel terpaku, dia ingin segera menangis. Pria yang dicintainya itu kini memandangnya dengan penuh kemarahan dan kebencian. Dia baru sadar bahwa semua hal ini adalah serius, Ariel tak sanggup lagi menganggapnya sebagai candaan.

Pria itu menyeringai bengis pada Ariel.

"Kau itu budek atau apa? Perkataanku belum jelas? Kita putus ... sayangku." ucapnya cengengesan membelai lembut pipi Ariel yang telah teraliri oleh air mata.

"Sudah, jangan mengikutiku lagi!" Dia berbalik lagi hendak pergi. Namun, lagi-lagi Ariel mencegahnya.

"Jika putus. Kenapa? Aku salah apa?" ucap Ariel lirih, seraya berlinang air mata.

Tanpa sebab yang jelas, pria itu tertawa cekikikan sampai perutnya sakit. "Huh, salah apa? Biar kuberitahu ... gimana rasanya menunggu dari pagi sampai siang di kafe, belum memesan, dan selalu ditanyai oleh pelayan. Kau selalu begitu, aku sudah muak Ariel. Kau menganggapku bukan seorang pacar. Harusnya sudah cukup, kita putus!"

"Aku punya alasan. Aku bukannya sengaja tuk tak datang. Pintu apartemenku selalu terkunci saat kita mau ketemuan. Lalu, kenapa kamu tak pernah mau datang berkunjung? Dari tadi aku pun mencoba menelponmu, tapi handphone-mu nggak aktif." balas Ariel menerangkan sejelas-jelasnya.

Pria itu mencengkram tangan Ariel kuat, hingga dia kesakitan. Lalu, mendorong tubuhnya ke dinding.

"Kau pikir aku bodoh? Alasan itu tak masuk akal. Memangnya siapa orang kurang kerjaan yang berniat menguncimu di apartemen?"

"Aaakhh ... a-ku serius." erang Ariel menahan sakit.

"Terserah. Pokoknya kita putus." Pria itu segera menjauh dari Ariel dan pergi.

"JANGAN——" perkataan Ariel terpotong, pacarnya itu bersiap melayangkan pukulan. Perempuan itu sontak meringkuk menutup mata.

Namun, pukulan itu tak segera datang. Ariel memberanikan diri untuk membuka matanya lagi.

"Kau berani main tangan sama perempuan. Nggak malu?" ucap pria yang berhasil menahan tangan pacarnya Ariel itu.

"E-erick?" kejut Ariel.

...[Ariel merasa bersyukur atas kedatangan Anda]...

"Dasar pengecut!" ujar Erick melotot tajam. Dia mencengkram kuat tangan pacarnya Ariel itu.

"Aaargh ... a-ada apa dengan tenaganya? Kuat sekali!" batin pria itu.

...[Fito merasa terancam terhadap kehadiran Anda]...

...[Fito mulai merasa takut]...

...[Fito tiba-tiba merasa beruntung]...

"Hah?" batin Erick terkejut dengan notifikasi yang muncul. Pegangannya terhadap pria bernama Fito itu pun mengendur. Fito langsung melepaskan diri.

"K-kau bisa menjelaskan hal ini, Ariel? S-siapa laki-laki ini? Dia muncul dari dalam, 'kan?" ucap Fito tersenyum licik. Dia berani menunjuk-nunjuk Erick.

...[Ariel merasa tertekan. Dia bingung untuk menjawab]...

"Huh, kurang lebih aku sudah mengerti." batin Erick mulai memangkas jaraknya dengan Fito.

Kembali ke waktu beberapa menit lalu ....

Erick yang merasa bahwa orang yang menggedor-gedor pintu adalah tamu tak diundang, dia segera bersembunyi ke salah satu kamar. Ya. Milik Ariel.

Selama di dalam sana, Erick memantau keadaan di luar dengan menyadap CCTV yang terpasang. Dia pun juga kepikiran untuk mengecek CCTV untuk mengetahui siapa yang telah mengunci Ariel.

"Hah? Kenapa ada orang kurang kerjaan seperti ini? Mengunci seseorang tanpa tujuan yang jelas." kejut Erick, dia menggaruk-garuk kepalanya.

Setelah memastikan identitas dari si pelaku, Erick kembali mengawasi keadaan di luar apartemen milik Ariel.

Erick sedikit terkejut. "Oh. Dia si pelaku. Kenapa datang ke sini? Kenalan Ariel?"

Sayang, tak ada speaker. Jadi, Erick tak bisa mendengar percakapan Ariel dengan si pria. Alhasil Erick memilih menguping ke dekat sana. Dia bisa sedikit mengambil kesimpulan dari percakapan mereka.

Kembali ke masa sekarang ....

"Kenapa? Kau tak suka?" ucap Erick terdengar menantang.

Fito seketika menciut, dia baru saja merasakan tenaga Erick secara langsung. Pria itu sudah pesimis duluan bisa menang jika berkelahi satu lawan satu.

"Aku tak boleh berada di apartemen ini?" Erick mendorong bahu Fito hingga membuatnya terjungkal ke belakang.

"Gwahahaha ... dasar ******!" Fito tertawa terbahak-bahak seperti orang gila. "Aku sudah duga, kau dari dulu selingkuh, Ariel. Huh, betapa bodohnya aku tertipu. Yah, sekarang sudah berkahir. Silahkan nikmati waktu kalian ... lalu, aku peringatkan padamu. Jika ****** ini bisa menyelingkuhiku ... itu berarti dia bisa menyelingkuhimu." serunya.

Setelah mengatakan itu, Fito bergegas pergi. Erick membiarkannya.

"Dia benar-benar sinting." batin Erick melihat Ariel yang tengah menangis sesenggukan.

"Niat sekali dia hendak mencemarkan nama baik Ariel. Dia ingin putus, tapi membuat drama bahwa Ariel adalah wanita busuk yang tak pantas didekati. Sampai repot-repot mengunci Ariel ketika mereka hendak ketemuan."

"Aku yakin sekali, dialah yang selingkuh. Aku juga tak heran jika ada banyak wanita yang menjadi penampungan benihnya."

Terpopuler

Comments

Eros Hariyadi

Eros Hariyadi

Lanjuuuutt Thor 😄💪👍👍👍

2023-04-23

0

Eros Hariyadi

Eros Hariyadi

Like and coment 😄💪👍👍👍

2023-04-23

0

Nurmiahana Nana

Nurmiahana Nana

aduh ayolah Erick karismanya jgn dinonaktifkn dong

2023-02-11

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Fitnah
2 Chapter 2 : System
3 Chapter 3 : Menghajar Kepala Sipir
4 Chapter 4 : Karamel
5 Chapter 5 : Menginap di warnet
6 Chapter 6 : Curhat
7 Chapter 7 : Mengganti identitas
8 Chapter 8 : Tetangga
9 Chapter 9 : Pacar yang buruk
10 Chapter 10 : Rencana ke kampus Ariel
11 Chapter 11 : Belanja
12 Chapter 12 : Mafia berbahaya
13 Chapter 13 : Keluarga
14 Chapter 14 : Hadiah misi utama
15 Chapter 15 : Kemarahan
16 Chapter 16 : Pertemuan kembali
17 Chapter 17 : Kandidat pemfitnah
18 Chapter 18 : System 2.0
19 Chapter 19 : Upaya pembalasan (1)
20 Chapter 20 : Upaya pembalasan (2)
21 Chapter 21 : Upaya pembalasan (3)
22 Chapter 22 : Akuisisi selesai
23 Chapter 23 : Mulai kuliah
24 Chapter 24 : Rosi and the gang
25 Chapter 25 : Kemenangan mudah
26 Chapter 26 : Mina-Mona dalam bahaya
27 Chapter 27 : Pil siksaan
28 Chapter 28 : Perlindungan untuk Mina-Mona
29 Chapter 29 : Ariel
30 Chapter 30 : Tamu tak diundang
31 Chapter 31 : Kontrak
32 Chapter 32 : Mencari restu
33 Chapter 33 : Makan malam bersama
34 Chapter 34 : Perasaan iri
35 Chapter 35 : Malam mengerikan
36 Chapter 36 : Tetangga baru
37 Chapter 37 Kue kering
38 Chapter 38 kembali perawan
39 Chapter 39 : Kejadian tak terduga
40 Chapter 40 : Terbongkar
41 Chapter 41 : Memilih hadiah ulang tahun
42 Chapter 42 : Hipnotis?
43 Chapter 43 : Paranormal
44 Chapter 44 : Anak pungut? Bukan, cuma beda ibu!
45 Chapter 45 : Kebal
46 Chapter 46 : Heaven Mafia
47 Chapter 47 : Balas dendam sesungguhnya!
48 Chapter 48 : Menebar teror
49 Chapter 49 : Fian
50 Chapter 50 : Orang terdekat diincar
51 Chapter 51 : Misi selesai
52 Chapter 52 : Menantang Reka
53 Chapter 53 : Pengalihan target
54 Chapter 54 : Bersembunyi, mengelabui!
55 Chapter 55 : Menyewa
56 Chapter 56 : Pembagian tempat tidur
57 Chapter 57 : Erick, aku tak tahan!?
58 Chapter 58 : Surat
59 Chapter 59 : Ancaman
60 Chapter 60 : Bersiap melakukan penyerangan
61 Chapter 61 : Kakek misterius
62 Chapter 62 : Menyusup
63 Chapter 63 : Pembebasan, melarikan diri!
64 Chapter 64 : Bentrokan, pengendali pikiran
65 Chapter 65 : Penghuni asli pasar gelap
66 Chapter 66 : Desa pendekar
67 Chapter 67 : Kepala desa Ru
68 Chapter 68 : Mulai menyerang
69 Chapter 69 : Potensinya lebih besar
70 Chapter 70 : Bukan katana biasa
71 Chapter 71 : Kemenangan
72 Chapter 72 (end)
73 Lanjut
74 Chapter 73 Berangkat
75 Chapter 74 : Hibiki
76 Chapter 75 : Tempat tinggal
77 Chapter 76 : Berburu hantu
78 Chapter 77 : Ghost Slayer
79 Chapter 78 : Makhluk kuat
80 Chapter 79 : Penunggu
81 Chapter 80 : Melawan Yakuza
82 Chapter 81 : Misi baru
83 Chapter 82 : Usaha yang sia-sia
84 Chapter 83 : Asisten baru
85 Chapter 84 : Dianggap saingan
86 Chapter 85 : Selalu diganggu
87 Chapter 86 : Di Tokyo?
88 Chapter 87 : Aku membencimu!
89 Chapter 88 : Sosok misterius
90 Chapter 89 : Apakah mungkin?
91 Chapter 90 : Surat untukmu
92 Chapter 91: System itu sebenarnya apa?
93 Chapter 92 : Musuh terbesar!
94 Chapter 93 : Persiapan
95 Chapter 94 : Militer yang bar-bar
96 Chapter 95 : Monster
97 Chapter 96 : Bagian akhir
98 Chapter 97 : Akhir dan awal
99 Chapter 98 : Times skip (end)
100 Promo novel baru
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Chapter 1 : Fitnah
2
Chapter 2 : System
3
Chapter 3 : Menghajar Kepala Sipir
4
Chapter 4 : Karamel
5
Chapter 5 : Menginap di warnet
6
Chapter 6 : Curhat
7
Chapter 7 : Mengganti identitas
8
Chapter 8 : Tetangga
9
Chapter 9 : Pacar yang buruk
10
Chapter 10 : Rencana ke kampus Ariel
11
Chapter 11 : Belanja
12
Chapter 12 : Mafia berbahaya
13
Chapter 13 : Keluarga
14
Chapter 14 : Hadiah misi utama
15
Chapter 15 : Kemarahan
16
Chapter 16 : Pertemuan kembali
17
Chapter 17 : Kandidat pemfitnah
18
Chapter 18 : System 2.0
19
Chapter 19 : Upaya pembalasan (1)
20
Chapter 20 : Upaya pembalasan (2)
21
Chapter 21 : Upaya pembalasan (3)
22
Chapter 22 : Akuisisi selesai
23
Chapter 23 : Mulai kuliah
24
Chapter 24 : Rosi and the gang
25
Chapter 25 : Kemenangan mudah
26
Chapter 26 : Mina-Mona dalam bahaya
27
Chapter 27 : Pil siksaan
28
Chapter 28 : Perlindungan untuk Mina-Mona
29
Chapter 29 : Ariel
30
Chapter 30 : Tamu tak diundang
31
Chapter 31 : Kontrak
32
Chapter 32 : Mencari restu
33
Chapter 33 : Makan malam bersama
34
Chapter 34 : Perasaan iri
35
Chapter 35 : Malam mengerikan
36
Chapter 36 : Tetangga baru
37
Chapter 37 Kue kering
38
Chapter 38 kembali perawan
39
Chapter 39 : Kejadian tak terduga
40
Chapter 40 : Terbongkar
41
Chapter 41 : Memilih hadiah ulang tahun
42
Chapter 42 : Hipnotis?
43
Chapter 43 : Paranormal
44
Chapter 44 : Anak pungut? Bukan, cuma beda ibu!
45
Chapter 45 : Kebal
46
Chapter 46 : Heaven Mafia
47
Chapter 47 : Balas dendam sesungguhnya!
48
Chapter 48 : Menebar teror
49
Chapter 49 : Fian
50
Chapter 50 : Orang terdekat diincar
51
Chapter 51 : Misi selesai
52
Chapter 52 : Menantang Reka
53
Chapter 53 : Pengalihan target
54
Chapter 54 : Bersembunyi, mengelabui!
55
Chapter 55 : Menyewa
56
Chapter 56 : Pembagian tempat tidur
57
Chapter 57 : Erick, aku tak tahan!?
58
Chapter 58 : Surat
59
Chapter 59 : Ancaman
60
Chapter 60 : Bersiap melakukan penyerangan
61
Chapter 61 : Kakek misterius
62
Chapter 62 : Menyusup
63
Chapter 63 : Pembebasan, melarikan diri!
64
Chapter 64 : Bentrokan, pengendali pikiran
65
Chapter 65 : Penghuni asli pasar gelap
66
Chapter 66 : Desa pendekar
67
Chapter 67 : Kepala desa Ru
68
Chapter 68 : Mulai menyerang
69
Chapter 69 : Potensinya lebih besar
70
Chapter 70 : Bukan katana biasa
71
Chapter 71 : Kemenangan
72
Chapter 72 (end)
73
Lanjut
74
Chapter 73 Berangkat
75
Chapter 74 : Hibiki
76
Chapter 75 : Tempat tinggal
77
Chapter 76 : Berburu hantu
78
Chapter 77 : Ghost Slayer
79
Chapter 78 : Makhluk kuat
80
Chapter 79 : Penunggu
81
Chapter 80 : Melawan Yakuza
82
Chapter 81 : Misi baru
83
Chapter 82 : Usaha yang sia-sia
84
Chapter 83 : Asisten baru
85
Chapter 84 : Dianggap saingan
86
Chapter 85 : Selalu diganggu
87
Chapter 86 : Di Tokyo?
88
Chapter 87 : Aku membencimu!
89
Chapter 88 : Sosok misterius
90
Chapter 89 : Apakah mungkin?
91
Chapter 90 : Surat untukmu
92
Chapter 91: System itu sebenarnya apa?
93
Chapter 92 : Musuh terbesar!
94
Chapter 93 : Persiapan
95
Chapter 94 : Militer yang bar-bar
96
Chapter 95 : Monster
97
Chapter 96 : Bagian akhir
98
Chapter 97 : Akhir dan awal
99
Chapter 98 : Times skip (end)
100
Promo novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!