Ariel yang mendengar suara keributan langsung meninggalkan masakannya dan menuju ke ruang tamu untuk memastikan. Lalu begitu terkejutnya dia. Erick sudah tak ada di tempat, sofanya kini lenyap dari manusia yang menduduki.
Ariel sontak panik. "Erick? Eh jangan-jangan dia seorang penipu dan berniat mencuri laptopku. Tak bisa dibiarkan!"
Ariel buru-buru melepas celemek, segera menuju pintu keluar untuk mengejar Erick. Siapa tau dia belum jauh. Namun, kejutan lain menghampiri Ariel.
Seorang pria berdiri persis di depan pintu yang telah tumbang. Ariel begitu mengenalnya, salah seorang yang berharga. Pacarnya Ariel.
"Dari mana saja kamu?" tanya pria itu bersedekap tangan, menatap Ariel dengan sorot kesal. Pintu roboh itu dihiraukannya.
"S-sayang? Eh, apa kamu melihat laki-laki yang berkeliaran dari sini? Dia mencuri lapt——"
"Kita putus!"
Bak petir di siang bolong, Ariel tak mampu berkata apa-apa, seolah mulutnya ada sesuatu yang menyumbat. Namun, Ariel memilih berpikir positif.
"Aduh, sayang. Bercandamu nggak lucu. Oh, kamu mau memberi aku kejutan, ya? Sampai buat prank kayak——"
"Ariel, kita putus." ucap pria itu datar dan berbalik untuk pergi. Namun, Ariel tak membiarkannya.
"Udah berhenti. Prank seperti ini itu nggak lucu!" ucap Ariel mencoba menyunggingkan senyum. Menganggap kata-kata dari pacarnya tadi memang candaan.
"Lepas!"
"Nggak!" kekeh Ariel menggenggam erat tangan pacarnya.
"Lepas!" kata si pacar sekali lagi, sekarang lebih terasa dingin.
"Nggak! Udahlah sayang, berhenti nge-prank——"
"Kubilang ... LEPAS!" bentaknya, menghentakkan genggaman tangan Ariel hingga terlepas.
Ariel terpaku, dia ingin segera menangis. Pria yang dicintainya itu kini memandangnya dengan penuh kemarahan dan kebencian. Dia baru sadar bahwa semua hal ini adalah serius, Ariel tak sanggup lagi menganggapnya sebagai candaan.
Pria itu menyeringai bengis pada Ariel.
"Kau itu budek atau apa? Perkataanku belum jelas? Kita putus ... sayangku." ucapnya cengengesan membelai lembut pipi Ariel yang telah teraliri oleh air mata.
"Sudah, jangan mengikutiku lagi!" Dia berbalik lagi hendak pergi. Namun, lagi-lagi Ariel mencegahnya.
"Jika putus. Kenapa? Aku salah apa?" ucap Ariel lirih, seraya berlinang air mata.
Tanpa sebab yang jelas, pria itu tertawa cekikikan sampai perutnya sakit. "Huh, salah apa? Biar kuberitahu ... gimana rasanya menunggu dari pagi sampai siang di kafe, belum memesan, dan selalu ditanyai oleh pelayan. Kau selalu begitu, aku sudah muak Ariel. Kau menganggapku bukan seorang pacar. Harusnya sudah cukup, kita putus!"
"Aku punya alasan. Aku bukannya sengaja tuk tak datang. Pintu apartemenku selalu terkunci saat kita mau ketemuan. Lalu, kenapa kamu tak pernah mau datang berkunjung? Dari tadi aku pun mencoba menelponmu, tapi handphone-mu nggak aktif." balas Ariel menerangkan sejelas-jelasnya.
Pria itu mencengkram tangan Ariel kuat, hingga dia kesakitan. Lalu, mendorong tubuhnya ke dinding.
"Kau pikir aku bodoh? Alasan itu tak masuk akal. Memangnya siapa orang kurang kerjaan yang berniat menguncimu di apartemen?"
"Aaakhh ... a-ku serius." erang Ariel menahan sakit.
"Terserah. Pokoknya kita putus." Pria itu segera menjauh dari Ariel dan pergi.
"JANGAN——" perkataan Ariel terpotong, pacarnya itu bersiap melayangkan pukulan. Perempuan itu sontak meringkuk menutup mata.
Namun, pukulan itu tak segera datang. Ariel memberanikan diri untuk membuka matanya lagi.
"Kau berani main tangan sama perempuan. Nggak malu?" ucap pria yang berhasil menahan tangan pacarnya Ariel itu.
"E-erick?" kejut Ariel.
...[Ariel merasa bersyukur atas kedatangan Anda]...
"Dasar pengecut!" ujar Erick melotot tajam. Dia mencengkram kuat tangan pacarnya Ariel itu.
"Aaargh ... a-ada apa dengan tenaganya? Kuat sekali!" batin pria itu.
...[Fito merasa terancam terhadap kehadiran Anda]...
...[Fito mulai merasa takut]...
...[Fito tiba-tiba merasa beruntung]...
"Hah?" batin Erick terkejut dengan notifikasi yang muncul. Pegangannya terhadap pria bernama Fito itu pun mengendur. Fito langsung melepaskan diri.
"K-kau bisa menjelaskan hal ini, Ariel? S-siapa laki-laki ini? Dia muncul dari dalam, 'kan?" ucap Fito tersenyum licik. Dia berani menunjuk-nunjuk Erick.
...[Ariel merasa tertekan. Dia bingung untuk menjawab]...
"Huh, kurang lebih aku sudah mengerti." batin Erick mulai memangkas jaraknya dengan Fito.
Kembali ke waktu beberapa menit lalu ....
Erick yang merasa bahwa orang yang menggedor-gedor pintu adalah tamu tak diundang, dia segera bersembunyi ke salah satu kamar. Ya. Milik Ariel.
Selama di dalam sana, Erick memantau keadaan di luar dengan menyadap CCTV yang terpasang. Dia pun juga kepikiran untuk mengecek CCTV untuk mengetahui siapa yang telah mengunci Ariel.
"Hah? Kenapa ada orang kurang kerjaan seperti ini? Mengunci seseorang tanpa tujuan yang jelas." kejut Erick, dia menggaruk-garuk kepalanya.
Setelah memastikan identitas dari si pelaku, Erick kembali mengawasi keadaan di luar apartemen milik Ariel.
Erick sedikit terkejut. "Oh. Dia si pelaku. Kenapa datang ke sini? Kenalan Ariel?"
Sayang, tak ada speaker. Jadi, Erick tak bisa mendengar percakapan Ariel dengan si pria. Alhasil Erick memilih menguping ke dekat sana. Dia bisa sedikit mengambil kesimpulan dari percakapan mereka.
Kembali ke masa sekarang ....
"Kenapa? Kau tak suka?" ucap Erick terdengar menantang.
Fito seketika menciut, dia baru saja merasakan tenaga Erick secara langsung. Pria itu sudah pesimis duluan bisa menang jika berkelahi satu lawan satu.
"Aku tak boleh berada di apartemen ini?" Erick mendorong bahu Fito hingga membuatnya terjungkal ke belakang.
"Gwahahaha ... dasar ******!" Fito tertawa terbahak-bahak seperti orang gila. "Aku sudah duga, kau dari dulu selingkuh, Ariel. Huh, betapa bodohnya aku tertipu. Yah, sekarang sudah berkahir. Silahkan nikmati waktu kalian ... lalu, aku peringatkan padamu. Jika ****** ini bisa menyelingkuhiku ... itu berarti dia bisa menyelingkuhimu." serunya.
Setelah mengatakan itu, Fito bergegas pergi. Erick membiarkannya.
"Dia benar-benar sinting." batin Erick melihat Ariel yang tengah menangis sesenggukan.
"Niat sekali dia hendak mencemarkan nama baik Ariel. Dia ingin putus, tapi membuat drama bahwa Ariel adalah wanita busuk yang tak pantas didekati. Sampai repot-repot mengunci Ariel ketika mereka hendak ketemuan."
"Aku yakin sekali, dialah yang selingkuh. Aku juga tak heran jika ada banyak wanita yang menjadi penampungan benihnya."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Eros Hariyadi
Lanjuuuutt Thor 😄💪👍👍👍
2023-04-23
0
Eros Hariyadi
Like and coment 😄💪👍👍👍
2023-04-23
0
Nurmiahana Nana
aduh ayolah Erick karismanya jgn dinonaktifkn dong
2023-02-11
0