Fandi akhirnya keluar dari penjara. Udara kebebasan malam hari yang dingin pun telah dihirup, sudah beberapa bulan dia melupakan sensasinya. Tujuan awal Fandi setelah keluar dari penjara adalah mencari tempat tinggal. Dia dulunya mengontrak, tapi setelah di penjara, pasti pemilik kontrakan sudah mengontrakkan rumahnya pada orang lain.
Setidaknya, Fandi dapat mendapatkan uang dengan mudah, meski tak bekerja. Yah, berkat fitur konversi poin yang dimiliki oleh System.
Adapun Mbak-mbak cantik yang sudah mengurus pembebasan Fandi telah menghilang. Ternyata peraturannya adalah satu perintah untuk satu hari, tak boleh lebih. Jadi, Fandi bisa memanfaatkan wanita serba bisa itu esok hari.
[Kemana tujuan Master untuk saat ini?]
"Hah ... sebelum itu semua ... apa aku tak bisa meningkatkan kecerdasaanku secara instan? Aku masih tak terima kau hina!?" Jika System memiliki wujud, Fandi pasti telah menggelutinya, tak peduli laki-laki atau perempuan.
[Ada, Master. Sebuah item yang ada di shop. Efeknya bisa meningkatkan status Master secara drastis tanpa berusaha]
"Harga?"
[1500 poin]
"Hah ... baiklah. Beri aku misi, sampai cukup untuk membeli item itu!"
[Misi dikonfirmasi]
[Bantu orang buta menyeberang jalan]
[Tingkat kesulitan : F]
[Batas waktu : 5 menit]
[Hadiah : 300 poin]
[Pinalti : Orang itu akan tertabrak mobil]
[Misi dikonfirmasi]
[Antar seorang wanita pulang dengan selamat]
[Tingkat kesulitan : D]
[Hadiah : 2000 poin + ??? + ???]
[Batas waktu : 2 jam]
[Pinalti : Wanita itu tak akan bisa pulang ke rumah]
[Sub misi dikonfirmasi]
[Bantu wanita tersebut mencari dompetnya]
[Tingkat kesulitan : C]
[Hadiah : Telah ditambahkan pada misi utama]
[Batas waktu : 2 jam]
[Pinalti : ???]
Fandi sedikit terkejut, dia tak mengira bisa mendapat misi sebanyak itu dalam satu waktu. Dan jumlah hadiahnya telah cukup untuk membeli item yang diinginkannya.
Langsung saja, Fandi mulai mencari-cari target misinya. Misi itu tak akan muncul jika tak ada pemicunya. Mesti ada orang buta yang kesulitan menyeberang jalan, dan wanita yang tengah mencari dompetnya yang jatuh.
"Nah, itu dia!" girang Fandi menemukan target pertamanya
Seorang pria dengan kaca mata hitam dan memegang sebuah tongkat, kentara seorang tunanetra. Dia tengah berdiri di pinggir jalan, ragu untuk menyeberang. Jalanan memang sedang ramai-ramainya.
"Aku harus segera membantunya." Fandi bergegas ke tempat tunanetra itu.
"Pak, mari saya bantu menyebrang!" ucap Fandi sopan. Pria itu lebih tua umurnya daripada Fandi.
"Oh, makasih, ya. Di sini tak ada orang, saya kesulitan meminta tolong." balas tunanetra itu, menggerakkan tongkatnya guna meraba keberadaan Fandi.
Fandi lantas menggenggam lengan tunanetra itu, menunjukkan dirinya ada di sebelahnya.
"Tak ada orang? Yah, mereka pura-pura tak punya mata." batin Fandi melihat sekeliling, pada seliweran orang yang asal melewati pria tunanetra itu. Mereka tak peduli.
"Mari, pegang lengan saya!" pinta Fandi. Pria itu menuruti perintahnya. Mereka pun berhasil menyebrang dengan aman.
"Terima kasih, ya."
"Sama-sama."
[Selamat Master mendapatkan 300 poin]
Fandi beralih mencari keberadaan seorang wanita yang tengah kebingungan, berjalan mondar-mandir dengan gelisah. Wanita dengan ciri-ciri seperti itu hanya satu. Setelah Fandi berpindah tempat kira-kira ratusan meter. Dia menemukan seorang wanita, berambut cokelat yang berdiri di pinggir jalan, tangannya sibuk memegang handphone——menghubungi seseorang.
"Umm ... ada yang bisa saya bantu? Kamu sepertinya sedang kesulitan?" ucap Fandi to the point, dia tak berbasa-basi.
"Eh? Eee ... saya sih, memang sedang kesulitan. Tapi, apa Mas serius ingin membantu?" tanya wanita berambut cokelat itu. Dia agak ragu ada seseorang yang menawarkan bantuan tanpa mengharap imbalan, atau lebih parahnya, itu adalah modus baru perampokan. Lagipula hari semakin larut.
"Saya serius. Tak mengharap imbalan dari Mbak. Melihat senyuman Mbak saja sudah lebih dari cukup." ucap Fandi tersenyum cengengesan.
"Ahaha ... M-mas bisa saja. Saya udah terbang melayang, lho." balas wanita itu ikut tersenyum, tapi tak tulus.
"Hiii ... semoga pria ini benar-benar orang baik," batin wanita itu sedikit takut pada Fandi.
Sedang Fandi sendiri ....
"Eh? Aku keceplosan!? Yah, tapi mau gimana lagi. Ini hampir mirip dengan pertemuan pertamaku dengan Anya. Sama-sama di depan sebuah restoran. Dia bingung caranya pulang!" batin Fandi, dia mendadak merasa sedih. Teringat kebersamaannya dengan Anya——majikannya.
"Mas? Mas?" wanita itu melambai di depan wajah Fandi. Dia tiba-tiba melamun.
"Ya? Ah, maaf, Mbak. Saya tiba-tiba melamun." ucap Fandi tak enak, menggaruk bagian belakang kepalanya. "Jadi, apa yang bisa saya bantu. Oh, ya——"
"Bantu mencari dompet!"
"Mbak perlu diantar pulang."
Sepasang pria dan wanita itu berucap serempak. Keduanya menjadi bingung, saling pandang.
"Nah, benar, 'kan? Pria ini punya maksud tertentu," batin wanita itu mulai mundur beberapa langkah.
"Heh! Sub misi itu. Ini malah lebih seperti misi utama. Huh ... aku pasti dikira pria hidung belang," ucap Fandi frustasi dalam hati. Dia jadi pesimis bahwa wanita berambut cokelat itu masih mau menerima bantuannya.
Namun, siapa sangka. Wanita itu tetap menerima bantuan dari Fandi.
"Mas, tolong bantu cari dompet saya yang jatuh. Bukannya apa-apa ... di sana ada KTP, dan uang untuk ongkos pulang. Umm ... j-jika memang tak k-ketemu. T-tolong antar saya pulang, saya nggak berani sendirian." ucap wanita itu agak menunduk, malu. Wajahnya samar bersemu merah.
"Ukh ... demage-nya. Cantik dan imut." Fandi sesaat mengagumi maha karya Tuhan itu.
Mereka akhirnya berusaha mencari dompet yang terjatuh di sekitaran area itu. Tapi, nihil. Hampir 2 jam mencari, namun tak ada hasil. Akhirnya wanita berambut cokelat yang diketahui namanya, Karamel. Sesuai dengan warna rambutnya.
"Ya sudahlah. Cukup, Mas Fandi. Sepertinya sudah diambil orang. Jadi ... umm ..." Karamel terlalu malu untuk mengatakannya.
"Ayo, Mbak Mel. Saya benar-benar akan mengantar kamu pulang dengan selamat," ucap Fandi spontan menarik tangan Karamel spontan, di pun juga tak sadar.
"Lepas!" teriak seseorang.
Orang itulah yang telah menyembunyikan dompetnya Karamel.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Ogeg iraeinn
usia sekarang 27, hukuman 12. berarti pas jadi sopir usianya 15 dong? 🤔
2024-01-13
0
Eros Hariyadi
Lanjutkan Thor 😄💪👍👍👍
2023-04-23
0
Eros Hariyadi
Ternyata ada yang nyembunyiin dompetnya si Mbak, padahal letaknya juga udah tersembunyi looohh....🤔🙄😫😝🙃💪👍👍👍
2023-04-23
0