Chapter 4 : Karamel

Fandi akhirnya keluar dari penjara. Udara kebebasan malam hari yang dingin pun telah dihirup, sudah beberapa bulan dia melupakan sensasinya. Tujuan awal Fandi setelah keluar dari penjara adalah mencari tempat tinggal. Dia dulunya mengontrak, tapi setelah di penjara, pasti pemilik kontrakan sudah mengontrakkan rumahnya pada orang lain.

Setidaknya, Fandi dapat mendapatkan uang dengan mudah, meski tak bekerja. Yah, berkat fitur konversi poin yang dimiliki oleh System.

Adapun Mbak-mbak cantik yang sudah mengurus pembebasan Fandi telah menghilang. Ternyata peraturannya adalah satu perintah untuk satu hari, tak boleh lebih. Jadi, Fandi bisa memanfaatkan wanita serba bisa itu esok hari.

[Kemana tujuan Master untuk saat ini?]

"Hah ... sebelum itu semua ... apa aku tak bisa meningkatkan kecerdasaanku secara instan? Aku masih tak terima kau hina!?" Jika System memiliki wujud, Fandi pasti telah menggelutinya, tak peduli laki-laki atau perempuan.

[Ada, Master. Sebuah item yang ada di shop. Efeknya bisa meningkatkan status Master secara drastis tanpa berusaha]

"Harga?"

[1500 poin]

"Hah ... baiklah. Beri aku misi, sampai cukup untuk membeli item itu!"

[Misi dikonfirmasi]

[Bantu orang buta menyeberang jalan]

[Tingkat kesulitan : F]

[Batas waktu : 5 menit]

[Hadiah : 300 poin]

[Pinalti : Orang itu akan tertabrak mobil]

[Misi dikonfirmasi]

[Antar seorang wanita pulang dengan selamat]

[Tingkat kesulitan : D]

[Hadiah : 2000 poin + ??? + ???]

[Batas waktu : 2 jam]

[Pinalti : Wanita itu tak akan bisa pulang ke rumah]

[Sub misi dikonfirmasi]

[Bantu wanita tersebut mencari dompetnya]

[Tingkat kesulitan : C]

[Hadiah : Telah ditambahkan pada misi utama]

[Batas waktu : 2 jam]

[Pinalti : ???]

Fandi sedikit terkejut, dia tak mengira bisa mendapat misi sebanyak itu dalam satu waktu. Dan jumlah hadiahnya telah cukup untuk membeli item yang diinginkannya.

Langsung saja, Fandi mulai mencari-cari target misinya. Misi itu tak akan muncul jika tak ada pemicunya. Mesti ada orang buta yang kesulitan menyeberang jalan, dan wanita yang tengah mencari dompetnya yang jatuh.

"Nah, itu dia!" girang Fandi menemukan target pertamanya

Seorang pria dengan kaca mata hitam dan memegang sebuah tongkat, kentara seorang tunanetra. Dia tengah berdiri di pinggir jalan, ragu untuk menyeberang. Jalanan memang sedang ramai-ramainya.

"Aku harus segera membantunya." Fandi bergegas ke tempat tunanetra itu.

"Pak, mari saya bantu menyebrang!" ucap Fandi sopan. Pria itu lebih tua umurnya daripada Fandi.

"Oh, makasih, ya. Di sini tak ada orang, saya kesulitan meminta tolong." balas tunanetra itu, menggerakkan tongkatnya guna meraba keberadaan Fandi.

Fandi lantas menggenggam lengan tunanetra itu, menunjukkan dirinya ada di sebelahnya.

"Tak ada orang? Yah, mereka pura-pura tak punya mata." batin Fandi melihat sekeliling, pada seliweran orang yang asal melewati pria tunanetra itu. Mereka tak peduli.

"Mari, pegang lengan saya!" pinta Fandi. Pria itu menuruti perintahnya. Mereka pun berhasil menyebrang dengan aman.

"Terima kasih, ya."

"Sama-sama."

[Selamat Master mendapatkan 300 poin]

Fandi beralih mencari keberadaan seorang wanita yang tengah kebingungan, berjalan mondar-mandir dengan gelisah. Wanita dengan ciri-ciri seperti itu hanya satu. Setelah Fandi berpindah tempat kira-kira ratusan meter. Dia menemukan seorang wanita, berambut cokelat yang berdiri di pinggir jalan, tangannya sibuk memegang handphone——menghubungi seseorang.

"Umm ... ada yang bisa saya bantu? Kamu sepertinya sedang kesulitan?" ucap Fandi to the point, dia tak berbasa-basi.

"Eh? Eee ... saya sih, memang sedang kesulitan. Tapi, apa Mas serius ingin membantu?" tanya wanita berambut cokelat itu. Dia agak ragu ada seseorang yang menawarkan bantuan tanpa mengharap imbalan, atau lebih parahnya, itu adalah modus baru perampokan. Lagipula hari semakin larut.

"Saya serius. Tak mengharap imbalan dari Mbak. Melihat senyuman Mbak saja sudah lebih dari cukup." ucap Fandi tersenyum cengengesan.

"Ahaha ... M-mas bisa saja. Saya udah terbang melayang, lho." balas wanita itu ikut tersenyum, tapi tak tulus.

"Hiii ... semoga pria ini benar-benar orang baik," batin wanita itu sedikit takut pada Fandi.

Sedang Fandi sendiri ....

"Eh? Aku keceplosan!? Yah, tapi mau gimana lagi. Ini hampir mirip dengan pertemuan pertamaku dengan Anya. Sama-sama di depan sebuah restoran. Dia bingung caranya pulang!" batin Fandi, dia mendadak merasa sedih. Teringat kebersamaannya dengan Anya——majikannya.

"Mas? Mas?" wanita itu melambai di depan wajah Fandi. Dia tiba-tiba melamun.

"Ya? Ah, maaf, Mbak. Saya tiba-tiba melamun." ucap Fandi tak enak, menggaruk bagian belakang kepalanya. "Jadi, apa yang bisa saya bantu. Oh, ya——"

"Bantu mencari dompet!"

"Mbak perlu diantar pulang."

Sepasang pria dan wanita itu berucap serempak. Keduanya menjadi bingung, saling pandang.

"Nah, benar, 'kan? Pria ini punya maksud tertentu," batin wanita itu mulai mundur beberapa langkah.

"Heh! Sub misi itu. Ini malah lebih seperti misi utama. Huh ... aku pasti dikira pria hidung belang," ucap Fandi frustasi dalam hati. Dia jadi pesimis bahwa wanita berambut cokelat itu masih mau menerima bantuannya.

Namun, siapa sangka. Wanita itu tetap menerima bantuan dari Fandi.

"Mas, tolong bantu cari dompet saya yang jatuh. Bukannya apa-apa ... di sana ada KTP, dan uang untuk ongkos pulang. Umm ... j-jika memang tak k-ketemu. T-tolong antar saya pulang, saya nggak berani sendirian." ucap wanita itu agak menunduk, malu. Wajahnya samar bersemu merah.

"Ukh ... demage-nya. Cantik dan imut." Fandi sesaat mengagumi maha karya Tuhan itu.

Mereka akhirnya berusaha mencari dompet yang terjatuh di sekitaran area itu. Tapi, nihil. Hampir 2 jam mencari, namun tak ada hasil. Akhirnya wanita berambut cokelat yang diketahui namanya, Karamel. Sesuai dengan warna rambutnya.

"Ya sudahlah. Cukup, Mas Fandi. Sepertinya sudah diambil orang. Jadi ... umm ..." Karamel terlalu malu untuk mengatakannya.

"Ayo, Mbak Mel. Saya benar-benar akan mengantar kamu pulang dengan selamat," ucap Fandi spontan menarik tangan Karamel spontan, di pun juga tak sadar.

"Lepas!" teriak seseorang.

Orang itulah yang telah menyembunyikan dompetnya Karamel.

Terpopuler

Comments

Ogeg iraeinn

Ogeg iraeinn

usia sekarang 27, hukuman 12. berarti pas jadi sopir usianya 15 dong? 🤔

2024-01-13

0

Eros Hariyadi

Eros Hariyadi

Lanjutkan Thor 😄💪👍👍👍

2023-04-23

0

Eros Hariyadi

Eros Hariyadi

Ternyata ada yang nyembunyiin dompetnya si Mbak, padahal letaknya juga udah tersembunyi looohh....🤔🙄😫😝🙃💪👍👍👍

2023-04-23

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Fitnah
2 Chapter 2 : System
3 Chapter 3 : Menghajar Kepala Sipir
4 Chapter 4 : Karamel
5 Chapter 5 : Menginap di warnet
6 Chapter 6 : Curhat
7 Chapter 7 : Mengganti identitas
8 Chapter 8 : Tetangga
9 Chapter 9 : Pacar yang buruk
10 Chapter 10 : Rencana ke kampus Ariel
11 Chapter 11 : Belanja
12 Chapter 12 : Mafia berbahaya
13 Chapter 13 : Keluarga
14 Chapter 14 : Hadiah misi utama
15 Chapter 15 : Kemarahan
16 Chapter 16 : Pertemuan kembali
17 Chapter 17 : Kandidat pemfitnah
18 Chapter 18 : System 2.0
19 Chapter 19 : Upaya pembalasan (1)
20 Chapter 20 : Upaya pembalasan (2)
21 Chapter 21 : Upaya pembalasan (3)
22 Chapter 22 : Akuisisi selesai
23 Chapter 23 : Mulai kuliah
24 Chapter 24 : Rosi and the gang
25 Chapter 25 : Kemenangan mudah
26 Chapter 26 : Mina-Mona dalam bahaya
27 Chapter 27 : Pil siksaan
28 Chapter 28 : Perlindungan untuk Mina-Mona
29 Chapter 29 : Ariel
30 Chapter 30 : Tamu tak diundang
31 Chapter 31 : Kontrak
32 Chapter 32 : Mencari restu
33 Chapter 33 : Makan malam bersama
34 Chapter 34 : Perasaan iri
35 Chapter 35 : Malam mengerikan
36 Chapter 36 : Tetangga baru
37 Chapter 37 Kue kering
38 Chapter 38 kembali perawan
39 Chapter 39 : Kejadian tak terduga
40 Chapter 40 : Terbongkar
41 Chapter 41 : Memilih hadiah ulang tahun
42 Chapter 42 : Hipnotis?
43 Chapter 43 : Paranormal
44 Chapter 44 : Anak pungut? Bukan, cuma beda ibu!
45 Chapter 45 : Kebal
46 Chapter 46 : Heaven Mafia
47 Chapter 47 : Balas dendam sesungguhnya!
48 Chapter 48 : Menebar teror
49 Chapter 49 : Fian
50 Chapter 50 : Orang terdekat diincar
51 Chapter 51 : Misi selesai
52 Chapter 52 : Menantang Reka
53 Chapter 53 : Pengalihan target
54 Chapter 54 : Bersembunyi, mengelabui!
55 Chapter 55 : Menyewa
56 Chapter 56 : Pembagian tempat tidur
57 Chapter 57 : Erick, aku tak tahan!?
58 Chapter 58 : Surat
59 Chapter 59 : Ancaman
60 Chapter 60 : Bersiap melakukan penyerangan
61 Chapter 61 : Kakek misterius
62 Chapter 62 : Menyusup
63 Chapter 63 : Pembebasan, melarikan diri!
64 Chapter 64 : Bentrokan, pengendali pikiran
65 Chapter 65 : Penghuni asli pasar gelap
66 Chapter 66 : Desa pendekar
67 Chapter 67 : Kepala desa Ru
68 Chapter 68 : Mulai menyerang
69 Chapter 69 : Potensinya lebih besar
70 Chapter 70 : Bukan katana biasa
71 Chapter 71 : Kemenangan
72 Chapter 72 (end)
73 Lanjut
74 Chapter 73 Berangkat
75 Chapter 74 : Hibiki
76 Chapter 75 : Tempat tinggal
77 Chapter 76 : Berburu hantu
78 Chapter 77 : Ghost Slayer
79 Chapter 78 : Makhluk kuat
80 Chapter 79 : Penunggu
81 Chapter 80 : Melawan Yakuza
82 Chapter 81 : Misi baru
83 Chapter 82 : Usaha yang sia-sia
84 Chapter 83 : Asisten baru
85 Chapter 84 : Dianggap saingan
86 Chapter 85 : Selalu diganggu
87 Chapter 86 : Di Tokyo?
88 Chapter 87 : Aku membencimu!
89 Chapter 88 : Sosok misterius
90 Chapter 89 : Apakah mungkin?
91 Chapter 90 : Surat untukmu
92 Chapter 91: System itu sebenarnya apa?
93 Chapter 92 : Musuh terbesar!
94 Chapter 93 : Persiapan
95 Chapter 94 : Militer yang bar-bar
96 Chapter 95 : Monster
97 Chapter 96 : Bagian akhir
98 Chapter 97 : Akhir dan awal
99 Chapter 98 : Times skip (end)
100 Promo novel baru
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Chapter 1 : Fitnah
2
Chapter 2 : System
3
Chapter 3 : Menghajar Kepala Sipir
4
Chapter 4 : Karamel
5
Chapter 5 : Menginap di warnet
6
Chapter 6 : Curhat
7
Chapter 7 : Mengganti identitas
8
Chapter 8 : Tetangga
9
Chapter 9 : Pacar yang buruk
10
Chapter 10 : Rencana ke kampus Ariel
11
Chapter 11 : Belanja
12
Chapter 12 : Mafia berbahaya
13
Chapter 13 : Keluarga
14
Chapter 14 : Hadiah misi utama
15
Chapter 15 : Kemarahan
16
Chapter 16 : Pertemuan kembali
17
Chapter 17 : Kandidat pemfitnah
18
Chapter 18 : System 2.0
19
Chapter 19 : Upaya pembalasan (1)
20
Chapter 20 : Upaya pembalasan (2)
21
Chapter 21 : Upaya pembalasan (3)
22
Chapter 22 : Akuisisi selesai
23
Chapter 23 : Mulai kuliah
24
Chapter 24 : Rosi and the gang
25
Chapter 25 : Kemenangan mudah
26
Chapter 26 : Mina-Mona dalam bahaya
27
Chapter 27 : Pil siksaan
28
Chapter 28 : Perlindungan untuk Mina-Mona
29
Chapter 29 : Ariel
30
Chapter 30 : Tamu tak diundang
31
Chapter 31 : Kontrak
32
Chapter 32 : Mencari restu
33
Chapter 33 : Makan malam bersama
34
Chapter 34 : Perasaan iri
35
Chapter 35 : Malam mengerikan
36
Chapter 36 : Tetangga baru
37
Chapter 37 Kue kering
38
Chapter 38 kembali perawan
39
Chapter 39 : Kejadian tak terduga
40
Chapter 40 : Terbongkar
41
Chapter 41 : Memilih hadiah ulang tahun
42
Chapter 42 : Hipnotis?
43
Chapter 43 : Paranormal
44
Chapter 44 : Anak pungut? Bukan, cuma beda ibu!
45
Chapter 45 : Kebal
46
Chapter 46 : Heaven Mafia
47
Chapter 47 : Balas dendam sesungguhnya!
48
Chapter 48 : Menebar teror
49
Chapter 49 : Fian
50
Chapter 50 : Orang terdekat diincar
51
Chapter 51 : Misi selesai
52
Chapter 52 : Menantang Reka
53
Chapter 53 : Pengalihan target
54
Chapter 54 : Bersembunyi, mengelabui!
55
Chapter 55 : Menyewa
56
Chapter 56 : Pembagian tempat tidur
57
Chapter 57 : Erick, aku tak tahan!?
58
Chapter 58 : Surat
59
Chapter 59 : Ancaman
60
Chapter 60 : Bersiap melakukan penyerangan
61
Chapter 61 : Kakek misterius
62
Chapter 62 : Menyusup
63
Chapter 63 : Pembebasan, melarikan diri!
64
Chapter 64 : Bentrokan, pengendali pikiran
65
Chapter 65 : Penghuni asli pasar gelap
66
Chapter 66 : Desa pendekar
67
Chapter 67 : Kepala desa Ru
68
Chapter 68 : Mulai menyerang
69
Chapter 69 : Potensinya lebih besar
70
Chapter 70 : Bukan katana biasa
71
Chapter 71 : Kemenangan
72
Chapter 72 (end)
73
Lanjut
74
Chapter 73 Berangkat
75
Chapter 74 : Hibiki
76
Chapter 75 : Tempat tinggal
77
Chapter 76 : Berburu hantu
78
Chapter 77 : Ghost Slayer
79
Chapter 78 : Makhluk kuat
80
Chapter 79 : Penunggu
81
Chapter 80 : Melawan Yakuza
82
Chapter 81 : Misi baru
83
Chapter 82 : Usaha yang sia-sia
84
Chapter 83 : Asisten baru
85
Chapter 84 : Dianggap saingan
86
Chapter 85 : Selalu diganggu
87
Chapter 86 : Di Tokyo?
88
Chapter 87 : Aku membencimu!
89
Chapter 88 : Sosok misterius
90
Chapter 89 : Apakah mungkin?
91
Chapter 90 : Surat untukmu
92
Chapter 91: System itu sebenarnya apa?
93
Chapter 92 : Musuh terbesar!
94
Chapter 93 : Persiapan
95
Chapter 94 : Militer yang bar-bar
96
Chapter 95 : Monster
97
Chapter 96 : Bagian akhir
98
Chapter 97 : Akhir dan awal
99
Chapter 98 : Times skip (end)
100
Promo novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!