[Selamat, misi berhasil diselesaikan]
[Mendapat hadiah 200 poin]
[Master untuk kesekian kalinya hampir gagal]
Fandi membuka matanya. Tempat yang dia singgahi tetap tak berubah. Masih di ruang isolasi dengan ukuran 2X1, meluruskan kaki pun tak bisa. Sungguh keajaiban Fandi dapat tidur dengan kaki yang selalu tertekuk, jadi kesemutan. Biasanya jika dia berada di ruang isolasi, maka terlelap adalah sesuatu yang mustahil.
"Ini sangat sulit, tau! Mana ada ruang isolasi yang nyaman!" protes Fandi tak terima pada ucapan System yang seolah berkata bahwa tidur di ruang isolasi itu mudah.
[Baiklah, saya minta maaf, Master]
[Kompensasi atas ketidaksopanan saya]
[Master mendapat satu set makanan cepat saji]
Tercipta sebuah holografi 3D yang membentuk rupa fried chicken yang lengkap dengan nasi putih hangat, kentang goreng, dan Cola. Hanya butuh beberapa saat untuk ayam goreng itu menjadi nyata dan bisa disentuh.
"Khau ... baegh banget, System!" ucap Fandi yang penuh dengan makanan.
[Memang sudah seharusnya. Saya adalah asisten pribadi Master]
Fandi dengan lahap menghabiskan makanan itu. Dia tak tahu bahwa jam makan malam telah tiba. Seorang sipir memberikan piring plastik berisi nasi, sayur bayam, dan lauk tempe digoreng polos. Tak lupa sebotol air mineral. Sipir itu menatap sekilas Fandi yang sudut mulutnya belepotan dengan nasi dan sisa saus.
"Dapat makanan dari mana dia? Ada sipir yang iseng memberikan makanan?" batin sipir itu, menutup lubang ventilasi yang cuma muat untuk menyelipkan piring.
"Eh? Ini sudah malam, 'kah?" kejut Fandi. Dia menggigit tempe yang terasa hambar itu.
[Master akan segera keluar dari penjara. Harap tunggu sebentar lagi]
Fandi pun harap-harap cemas, menunggu kepastian. Tak kunjung datang, setengah jam hampir berlalu. Fandi sudah tak sabaran, dan hendak melayangkan protes, tapi pintu mungil itu mendadak menganga. Menghentikan aksi dari Fandi.
Nampak seorang sipir berjongkok mengintip Fandi. "Silahkan keluar."
"Hah? Sudah bebas, 'kah?" batin Fandi mengerjap, menatap sipir itu. Dia masih belum terlalu percaya bahwa dirinya sudah berada di luar dary ruang kecil itu. Mestinya dia berada di sana selama beberapa hari.
[Tak perlu diragukan lagi, Master]
"Hmm ... menurutku kau terlalu lemah, System. System-system lain yang pernah kutemui di novel itu tak seribet ini!" gerutu Fandi yang ditanggapi hening oleh System. Tak ada jawaban.
"Kau dipanggil ke ruang kepala Lapas!" beritahu sipir itu, tak lupa memborgol lengan Fandi, protokol keamanan.
Mereka pun menuju ruang kepala Lapas. Lalu ... begitu terkejutnya Fandi melihat sosok wanita asing.
Wanita asing yang cantik itu seketika berdiri ketika sadar akan kehadiran Fandi. Dia menunduk hormat. "Saya telah mengurus pembebasan Tuan Fandi."
"Ah, y~a. Terima kasih." Fandi mengangguk paham, tapi pada kenyataannya dia pening memikirkan wanita yang tak pernah dikenalnya sama sekali.
"System, siapa dia?" tanya Fandi dalam hati.
[Perwujudan dari permintaan Master]
[Wanita itu yang telah mengurus pembebasan Master dari penjara]
"Oh. Jadi, itulah kenapa aku harus menunggu hingga malam. Eh? Tapi, apa tak terlalu mudah? Bisa selesai dalam satu hari."
[Money is everything. Lagipula, domisili Master itu sangat mudah dilumasi dengan uang]
"Huh ... negara ini memang diperbudak oleh uang."
Fandi akhirnya berhadapan dengan Kepala Sipir. Bercengkrama sebentar, saling berbasa-basi. Dia langsung menaruh stigma negatif padanya, hanya dengan bertukar kata Fandi dapat mengetahui perangainya.
"Dia tak pantas dijadikan pemimpin!" batin Fandi memandang tak suka pada Kepala Sipir. Mereka kini berjabat tangan, saling bertukar senyum.
[Jadi, gimana, Master? Di singkirkan saja?]
"Singkirkan bagaimana?"
[Bunuh]
"Hah?" Kaget Fandi memekik tiba-tiba. Kepala Sipir menatap Fandi dengan pandangan bingung.
"Bukan apa-apa. Saya hanya sedikit terkejut. Bapak ternyata sangat ramah, ya?" ucap Fandi tersenyum ramah yang kentara dipaksakan.
Apa yang dikatakan Fandi itu bertolak belakang.
Kepala Sipir itu adalah orang paling jarang senyum, atau bersikap ramah. Orang paling tak disukai di Lapas, melebihi narapidana paling ganas dan bejat. Memerintah sipir lainnya seenaknya, mengabaikan hak-hak narapidana, dan pungli terhadap narapidana dan keluarganya. Penderitaan Fandi di penjara pun atas campur tangannya.
[Misi dikonfirmasi]
[Lengserkan kepala sipir dari jabatannya]
[Tingkat kesulitan : C]
[Batas waktu : Tidak ada]
[Hadiah : ???]
"Ya. Dia memang orang yang buruk. Bahkan Mbak-mbak suruhanmu itu ditatap dengan senonoh! Cih, aku ingin menghajarnya," batin Fandi terlanjur mengepalkan tinju, gatal ingin menonjok muka mesum si kepala sipir.
[Seharusnya tak masalah, Master]
"Eh? Boleh?"
Buagh ...
Tinju keras Fandi tepat mendarat di wajah si Kepala Sipir, membuatnya tersungkur jatuh. Sudut bibirnya langsung berdarah.
"Apa-apaan ini——"
Buagh ... buagh ... buagh ...
Fandi tak memberikan kesempatan baginya untuk bicara, terus ditonjoki hingga bonyok. Membayangkan semua penderitaannya di lapas, membuat Fandi semakin bersemangat untuk menghancurkan muka pak tua itu, bukannya ingat umur dan perbanyak beribadah, tapi malah menanam dosa.
"Hah ... hah ... huh, aku masih belum puas!?" ucap Fandi terengah-engah, dia mengelap keringat di pelipisnya. "Bunuh saja sekalian. Aku jijik padanya."
[Terserah, Master]
Fandi seketika menyeringai menakutkan.
[Saya menyarankan agar tak membunuhnya]
"Heh? Apa?" Kedua tangan Fandi yang hendak mencekik leher si Kepala Sipir , lantas berhenti mengikuti suara wanita yang menggema di benak Fandi.
"Padahal tadi kau menyuruh, system?!"
[Dipikir-pikir lagi tak ada untungnya]
"Kau tak konsisten!"
[Maaf, master]
Fandi awalnya enggan, tapi pada akhirnya dia menurut perkataan System.
Si Kepala Sipir berakhir dengan pingsan, terikat di kursi putarnya. Fandi lalu menuliskan serangkai kalimat pada secarik kertas dan menempelkan di jidat si kepala sipir.
[Jika ingin membuktikan bahwa kepala lapas bersalah, tak cukup dengan tulisan seperti itu. Butuh bukti. Tindakan Master malah membuat Anda bisa menjadi buronan]
[Tuduhan penganiayaan]
"Eh? Iya juga, ya?" Fandi menepuk jidatnya, gemas. Kenapa bisa sebodoh itu?
[Angka pada stat milik Master tak berbohong. Di bawah rata-rata]
Ukh ... tepat menusuk hati. Di hina oleh System-nya sendiri. Fandi mendadak merasa lesu, semangatnya hilang.
"Untuk bukti ... saya sudah menyiapkan semuanya." Wanita cantik suruhan System akhirnya buka suara. Langsung mengejutkan Fandi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
🇳🇴🇻🇪🇱 🇮🇩
bukannya sistemnya yang ribet tapi emang MC nya bodoh
2024-12-25
1
Bang Dull
nex
2024-04-02
0
Edy Sulaiman
yg. serius thor bikin cerita jgn ngasal yg masuk akal dikit...hhh
2024-01-18
0