"Siapa dia?" batin Fandi menatap orang yang baru berteriak pada dirinya dan Karamel.
Dari seberang jalan, seseorang keluar mendadak dari gang. Seorang pria muncul dengan muka yang penuh akan ekspresi kemarahan. Dia hendak menghampiri Fandi, tapi karena ramainya kendaraan, pria itu jadi kesulitan menyeberang.
Sedang di sisi lain, Karamel seketika bersembunyi di balik Fandi. Melihat itu, Fandi langsung bisa menarik kesimpulan. Fandi memang tak terlalu pintar, tapi reaksi yang ditunjukkan Karamel sudah sangat jelas.
"Hah ... bukan orang baik-baik. Jadi, itulah alasannya muncul misi mengantar Karamel pulang?!"
Jalan sudah lengang, pria itu sontak berlari menerjang dan berteriak keras. Tak malu pada orang-orang yang memperhatikan.
"LACUR——"
Bugh ...
Fandi memungut kerikil di jalan, langsung dilemparkan mengincar pria itu. Kebetulan tepat mengenai ************. Dia seketika menjerit menahan rasa ngilu, masa depannya telah dihantam dengan sangat kuat.
"B-brengsek ... a-anji——aarggh!"
"Sudah-sudah! Eh? Dari muka, kau sepertinya masih remaja. SMA, 'kan?" oceh Fandi terkesan bergurau. Dia berhasil membelenggu lengan pria itu, memelintirnya ke belakang.
Fandi membawanya ke hadapan Karamel.
"Mbak Mel, kamu mengenal bocah ini?" tanya Fandi pada Karamel yang kini berwajah pucat.
"R-r-reka." jawab Karamel terputus-putus, dia terlalu ketakutan. Fandi yang melihat itu langsung memelintir lebih kuat.
"K-kau akan menyesali ini!"
"Hah? Apa maksudmu?"
"Bodyguard tak berguna, keluar kalian!" teriak laki-laki yang sepertinya bernama Reka.
Dari gang di seberang jalan, tempat sama Reka keluar tadi. Kini muncul empat orang bertubuh besar dan tegap, berseragam hitam-hitam. Memang seorang bodyguard. Wajah Fandi langsung bermasalah.
"Aduh. Nggak mungkin bisa menang, nih. System, lakukan sesuatu ... tingkatan status-ku!" panik Fandi yang langsung menyuruh System. "Darurat, pokonya lakukan!"
[Baik, Master]
[Stat ditingkatkan]
Statistik milik Fandi untuk kekuatan, kecepatan, daya tahan, reaksi, fleksibilitas, dan lain-lain ... sekarang jauh di atas rata-rata. Melawan empat orang bukanlah masalah.
"Lepas! Atau kau akan mati!" Reka menyeringai puas, meski wajahnya nampak menahan nyeri.
"Hoh ... mati? Tidak hari ini!"
Fandi meniarapkan Reka mendadak, membuncahkan reaksi kesakitan Reka. Keempat bodyguard itu berupaya menyelamatkan Reka yang jelas adalah bosnya.
"Hehe ... jika mau ... ini!" kata Fandi mengangkat tubuh Reka lalu melemparkannya ke para bodyguard. Orang-orang besar itu susah payah menangkap bos nya itu.
Fandi sendiri langsung berlari, giliran menerjang Reka dan para bodyguard-nya.
Buagh ... buagh ... buagh ...
Fandi mengincar persendian para bodyguard itu, membuat mereka bertekuk lutut, lalu melakukan pukulan uppercut satu per satu hingga sedikit terlempar di udara dan mendarat di aspal yang keras. Keadaan Reka buruk, badannya langsung lecet-lecet. Jalan seketika menjadi macet.
Mengambil kesempatan itu, Fandi langsung menarik tangan Karamel. Mengajak berlari. Mereka sudah terlalu banyak menjadi pusat perhatian.
"Hah ... hah ... hah." Karamel ngos-ngosan habis berlari. Dia dan Fandi kini berada di dalam sebuah warnet.
"Tenang saja. Mereka pasti tak akan bisa menemukan kita." ucap Fandi menenangkan Karamel yang masih ketakutan, nafasnya tersengal-sengal.
"Umm ... t-t-erima kasih, Mas Fandi. Tapi, saya sepertinya sudah menarik Mas ke dalam masalah——"
"Ssst ..." Fandi menyumbat mulut Karamel dengan telunjuk. "Sejak saya memutuskan membantu Mbak Mel. Saya sudah siap dengan masalah."
"Ya. Nggak sih. Ini sungguh di luar dugaan. Sepertinya akan berbuntut panjang," batin Fandi yang tak sinkron dengan ucapannya di depan Karamel.
"T-t-tapi——"
Fandi tak menghiraukan Karamel, dia malah menuju ke arah penjaga warnet yang mukanya manyun sekaligus cemas. Ada dua orang tiba-tiba masuk dan seperti habis dikejar-kejar. Pasti si penjaga warnet cemas sudah menyembunyikan penjahat.
"Mas, saya main warnet dua jam! Boleh, 'kan?" ucap Fandi yang membuat Karamel melongo.
"Sempet-sempetnya? Di saat seperti ini?" batin Karamel yang cuma bisa geleng-geleng melihat Fandi.
"Maaf, tapi warnet buka sampai jam 11——"
"Saya bayar tiga juta. Gimana?" tawar Fandi yang langsung tersenyum licik. Tawaran yang susah ditolak.
Si penjaga warnet mengangguk meski agak ragu.
"Yes. Ok. Ah, aku pilih bilik nomor 4. Tolong siapkan kopi hitam juga!" kata Fandi.
"System, berapa sisa waktunya?" tanya Fandi dalam hati.
[1 jam 19 menit]
"Masih agak lama."
"Mbak Mel, bisa tunjukkan alamat rumahmu?" Fandi mulai mengoperasikan PC, membuka map. Karamel memberitahukan alamatnya.
"Hah? Aduh, jauh amat! System, misi ini terlalu susah. Apa hadiahnya tak bisa ditambah?"
[Perubahan misi]
[Mengantar Karamel pulang dengan selamat]
[Tingkat kesulitan : A]
[Hadiah : 10.000 poin + ??? + ???]
[Batas waktu : Tidak ada]
[Pinalti : Karamel tak akan bisa pulang dan dicelakai oleh Reka]
"Huh, gitu kan bagus." batin Fandi senang. "Eh, tapi gimana soal peningkatan status itu? System, tolong jelaskan!"
[Master telah memiliki item pil peningkat statistik
[Dibeli dengan cara berhutang]
[Poin yang dimiliki Master akan langsung dipotong untuk melunasi pembayaran tersebut sampai lunas]
"Ah, begitu? Yah, aku nanti dapat poin berlimpah dan hadiah-hadiah misteri lainnya. Tak perlu cemas." batin Fandi enteng.
[Selamat, misi berhasil diselesaikan]
[Master mendapat keterampilan khusus : Super peka]
"Eh? Misi yang mana ini?"
[Melengserkan Kepala Sipir, Master]
"Hoh ... baru lengser sekarang. System, apa maksudnya super peka?"
[Super peka memungkinkan Master mengetahui isi pikiran seseorang terhadap Anda]
[Izin pengaktifkan keterampilan khusus : Super peka]
[Ya/tidak]
Tanpa berbasa-basi, Fandi memilh setuju.
[Karamel menilai Anda sebagai orang yang aneh]
...[Karamel merasa berhutang budi pada Anda]...
...[Karamel memulai mempercayai Anda]...
"Woah ... keren!" batin Fandi takjub.
"Mas, tambah jamnya. Sampe pagi. Tolong ambilkan bantal dan guling!" teriak Fandi, mengejutkan Karamel yang kini mulai tenang. Untung warnet sedang sepi.
...[Karamel menilai Anda sebagai orang gila]...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Izhar Assakar
itu bintang apa thooorr,,bintang kejora ato bintang toe joe
2023-04-27
0
Eros Hariyadi
Lanjutkan Thor 😄💪👍👍👍
2023-04-23
0
Eros Hariyadi
Fandi pesan Bantal dan guling sama penjaga warnet, pikirnya Karamel siap untuk di santap, padahal barusan keluar dari penjara, lom mandi, gimana bau dan penampilannya yaaakk...🤔🙄😫😝🙃💪👍👍👍
2023-04-23
0