Chapter 5 : Menginap di warnet

"Siapa dia?" batin Fandi menatap orang yang baru berteriak pada dirinya dan Karamel.

Dari seberang jalan, seseorang keluar mendadak dari gang. Seorang pria muncul dengan muka yang penuh akan ekspresi kemarahan. Dia hendak menghampiri Fandi, tapi karena ramainya kendaraan, pria itu jadi kesulitan menyeberang.

Sedang di sisi lain, Karamel seketika bersembunyi di balik Fandi. Melihat itu, Fandi langsung bisa menarik kesimpulan. Fandi memang tak terlalu pintar, tapi reaksi yang ditunjukkan Karamel sudah sangat jelas.

"Hah ... bukan orang baik-baik. Jadi, itulah alasannya muncul misi mengantar Karamel pulang?!"

Jalan sudah lengang, pria itu sontak berlari menerjang dan berteriak keras. Tak malu pada orang-orang yang memperhatikan.

"LACUR——"

Bugh ...

Fandi memungut kerikil di jalan, langsung dilemparkan mengincar pria itu. Kebetulan tepat mengenai ************. Dia seketika menjerit menahan rasa ngilu, masa depannya telah dihantam dengan sangat kuat.

"B-brengsek ... a-anji——aarggh!"

"Sudah-sudah! Eh? Dari muka, kau sepertinya masih remaja. SMA, 'kan?" oceh Fandi terkesan bergurau. Dia berhasil membelenggu lengan pria itu, memelintirnya ke belakang.

Fandi membawanya ke hadapan Karamel.

"Mbak Mel, kamu mengenal bocah ini?" tanya Fandi pada Karamel yang kini berwajah pucat.

"R-r-reka." jawab Karamel terputus-putus, dia terlalu ketakutan. Fandi yang melihat itu langsung memelintir lebih kuat.

"K-kau akan menyesali ini!"

"Hah? Apa maksudmu?"

"Bodyguard tak berguna, keluar kalian!" teriak laki-laki yang sepertinya bernama Reka.

Dari gang di seberang jalan, tempat sama Reka keluar tadi. Kini muncul empat orang bertubuh besar dan tegap, berseragam hitam-hitam. Memang seorang bodyguard. Wajah Fandi langsung bermasalah.

"Aduh. Nggak mungkin bisa menang, nih. System, lakukan sesuatu ... tingkatan status-ku!" panik Fandi yang langsung menyuruh System. "Darurat, pokonya lakukan!"

[Baik, Master]

[Stat ditingkatkan]

Statistik milik Fandi untuk kekuatan, kecepatan, daya tahan, reaksi, fleksibilitas, dan lain-lain ... sekarang jauh di atas rata-rata. Melawan empat orang bukanlah masalah.

"Lepas! Atau kau akan mati!" Reka menyeringai puas, meski wajahnya nampak menahan nyeri.

"Hoh ... mati? Tidak hari ini!"

Fandi meniarapkan Reka mendadak, membuncahkan reaksi kesakitan Reka. Keempat bodyguard itu berupaya menyelamatkan Reka yang jelas adalah bosnya.

"Hehe ... jika mau ... ini!" kata Fandi mengangkat tubuh Reka lalu melemparkannya ke para bodyguard. Orang-orang besar itu susah payah menangkap bos nya itu.

Fandi sendiri langsung berlari, giliran menerjang Reka dan para bodyguard-nya.

Buagh ... buagh ... buagh ...

Fandi mengincar persendian para bodyguard itu, membuat mereka bertekuk lutut, lalu melakukan pukulan uppercut satu per satu hingga sedikit terlempar di udara dan mendarat di aspal yang keras. Keadaan Reka buruk, badannya langsung lecet-lecet. Jalan seketika menjadi macet.

Mengambil kesempatan itu, Fandi langsung menarik tangan Karamel. Mengajak berlari. Mereka sudah terlalu banyak menjadi pusat perhatian.

"Hah ... hah ... hah." Karamel ngos-ngosan habis berlari. Dia dan Fandi kini berada di dalam sebuah warnet.

"Tenang saja. Mereka pasti tak akan bisa menemukan kita." ucap Fandi menenangkan Karamel yang masih ketakutan, nafasnya tersengal-sengal.

"Umm ... t-t-erima kasih, Mas Fandi. Tapi, saya sepertinya sudah menarik Mas ke dalam masalah——"

"Ssst ..." Fandi menyumbat mulut Karamel dengan telunjuk. "Sejak saya memutuskan membantu Mbak Mel. Saya sudah siap dengan masalah."

"Ya. Nggak sih. Ini sungguh di luar dugaan. Sepertinya akan berbuntut panjang," batin Fandi yang tak sinkron dengan ucapannya di depan Karamel.

"T-t-tapi——"

Fandi tak menghiraukan Karamel, dia malah menuju ke arah penjaga warnet yang mukanya manyun sekaligus cemas. Ada dua orang tiba-tiba masuk dan seperti habis dikejar-kejar. Pasti si penjaga warnet cemas sudah menyembunyikan penjahat.

"Mas, saya main warnet dua jam! Boleh, 'kan?" ucap Fandi yang membuat Karamel melongo.

"Sempet-sempetnya? Di saat seperti ini?" batin Karamel yang cuma bisa geleng-geleng melihat Fandi.

"Maaf, tapi warnet buka sampai jam 11——"

"Saya bayar tiga juta. Gimana?" tawar Fandi yang langsung tersenyum licik. Tawaran yang susah ditolak.

Si penjaga warnet mengangguk meski agak ragu.

"Yes. Ok. Ah, aku pilih bilik nomor 4. Tolong siapkan kopi hitam juga!" kata Fandi.

"System, berapa sisa waktunya?" tanya Fandi dalam hati.

[1 jam 19 menit]

"Masih agak lama."

"Mbak Mel, bisa tunjukkan alamat rumahmu?" Fandi mulai mengoperasikan PC, membuka map. Karamel memberitahukan alamatnya.

"Hah? Aduh, jauh amat! System, misi ini terlalu susah. Apa hadiahnya tak bisa ditambah?"

[Perubahan misi]

[Mengantar Karamel pulang dengan selamat]

[Tingkat kesulitan : A]

[Hadiah : 10.000 poin + ??? + ???]

[Batas waktu : Tidak ada]

[Pinalti : Karamel tak akan bisa pulang dan dicelakai oleh Reka]

"Huh, gitu kan bagus." batin Fandi senang. "Eh, tapi gimana soal peningkatan status itu? System, tolong jelaskan!"

[Master telah memiliki item pil peningkat statistik

[Dibeli dengan cara berhutang]

[Poin yang dimiliki Master akan langsung dipotong untuk melunasi pembayaran tersebut sampai lunas]

"Ah, begitu? Yah, aku nanti dapat poin berlimpah dan hadiah-hadiah misteri lainnya. Tak perlu cemas." batin Fandi enteng.

[Selamat, misi berhasil diselesaikan]

[Master mendapat keterampilan khusus : Super peka]

"Eh? Misi yang mana ini?"

[Melengserkan Kepala Sipir, Master]

"Hoh ... baru lengser sekarang. System, apa maksudnya super peka?"

[Super peka memungkinkan Master mengetahui isi pikiran seseorang terhadap Anda]

[Izin pengaktifkan keterampilan khusus : Super peka]

[Ya/tidak]

Tanpa berbasa-basi, Fandi memilh setuju.

[Karamel menilai Anda sebagai orang yang aneh]

...[Karamel merasa berhutang budi pada Anda]...

...[Karamel memulai mempercayai Anda]...

"Woah ... keren!" batin Fandi takjub.

"Mas, tambah jamnya. Sampe pagi. Tolong ambilkan bantal dan guling!" teriak Fandi, mengejutkan Karamel yang kini mulai tenang. Untung warnet sedang sepi.

...[Karamel menilai Anda sebagai orang gila]...

Terpopuler

Comments

Izhar Assakar

Izhar Assakar

itu bintang apa thooorr,,bintang kejora ato bintang toe joe

2023-04-27

0

Eros Hariyadi

Eros Hariyadi

Lanjutkan Thor 😄💪👍👍👍

2023-04-23

0

Eros Hariyadi

Eros Hariyadi

Fandi pesan Bantal dan guling sama penjaga warnet, pikirnya Karamel siap untuk di santap, padahal barusan keluar dari penjara, lom mandi, gimana bau dan penampilannya yaaakk...🤔🙄😫😝🙃💪👍👍👍

2023-04-23

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Fitnah
2 Chapter 2 : System
3 Chapter 3 : Menghajar Kepala Sipir
4 Chapter 4 : Karamel
5 Chapter 5 : Menginap di warnet
6 Chapter 6 : Curhat
7 Chapter 7 : Mengganti identitas
8 Chapter 8 : Tetangga
9 Chapter 9 : Pacar yang buruk
10 Chapter 10 : Rencana ke kampus Ariel
11 Chapter 11 : Belanja
12 Chapter 12 : Mafia berbahaya
13 Chapter 13 : Keluarga
14 Chapter 14 : Hadiah misi utama
15 Chapter 15 : Kemarahan
16 Chapter 16 : Pertemuan kembali
17 Chapter 17 : Kandidat pemfitnah
18 Chapter 18 : System 2.0
19 Chapter 19 : Upaya pembalasan (1)
20 Chapter 20 : Upaya pembalasan (2)
21 Chapter 21 : Upaya pembalasan (3)
22 Chapter 22 : Akuisisi selesai
23 Chapter 23 : Mulai kuliah
24 Chapter 24 : Rosi and the gang
25 Chapter 25 : Kemenangan mudah
26 Chapter 26 : Mina-Mona dalam bahaya
27 Chapter 27 : Pil siksaan
28 Chapter 28 : Perlindungan untuk Mina-Mona
29 Chapter 29 : Ariel
30 Chapter 30 : Tamu tak diundang
31 Chapter 31 : Kontrak
32 Chapter 32 : Mencari restu
33 Chapter 33 : Makan malam bersama
34 Chapter 34 : Perasaan iri
35 Chapter 35 : Malam mengerikan
36 Chapter 36 : Tetangga baru
37 Chapter 37 Kue kering
38 Chapter 38 kembali perawan
39 Chapter 39 : Kejadian tak terduga
40 Chapter 40 : Terbongkar
41 Chapter 41 : Memilih hadiah ulang tahun
42 Chapter 42 : Hipnotis?
43 Chapter 43 : Paranormal
44 Chapter 44 : Anak pungut? Bukan, cuma beda ibu!
45 Chapter 45 : Kebal
46 Chapter 46 : Heaven Mafia
47 Chapter 47 : Balas dendam sesungguhnya!
48 Chapter 48 : Menebar teror
49 Chapter 49 : Fian
50 Chapter 50 : Orang terdekat diincar
51 Chapter 51 : Misi selesai
52 Chapter 52 : Menantang Reka
53 Chapter 53 : Pengalihan target
54 Chapter 54 : Bersembunyi, mengelabui!
55 Chapter 55 : Menyewa
56 Chapter 56 : Pembagian tempat tidur
57 Chapter 57 : Erick, aku tak tahan!?
58 Chapter 58 : Surat
59 Chapter 59 : Ancaman
60 Chapter 60 : Bersiap melakukan penyerangan
61 Chapter 61 : Kakek misterius
62 Chapter 62 : Menyusup
63 Chapter 63 : Pembebasan, melarikan diri!
64 Chapter 64 : Bentrokan, pengendali pikiran
65 Chapter 65 : Penghuni asli pasar gelap
66 Chapter 66 : Desa pendekar
67 Chapter 67 : Kepala desa Ru
68 Chapter 68 : Mulai menyerang
69 Chapter 69 : Potensinya lebih besar
70 Chapter 70 : Bukan katana biasa
71 Chapter 71 : Kemenangan
72 Chapter 72 (end)
73 Lanjut
74 Chapter 73 Berangkat
75 Chapter 74 : Hibiki
76 Chapter 75 : Tempat tinggal
77 Chapter 76 : Berburu hantu
78 Chapter 77 : Ghost Slayer
79 Chapter 78 : Makhluk kuat
80 Chapter 79 : Penunggu
81 Chapter 80 : Melawan Yakuza
82 Chapter 81 : Misi baru
83 Chapter 82 : Usaha yang sia-sia
84 Chapter 83 : Asisten baru
85 Chapter 84 : Dianggap saingan
86 Chapter 85 : Selalu diganggu
87 Chapter 86 : Di Tokyo?
88 Chapter 87 : Aku membencimu!
89 Chapter 88 : Sosok misterius
90 Chapter 89 : Apakah mungkin?
91 Chapter 90 : Surat untukmu
92 Chapter 91: System itu sebenarnya apa?
93 Chapter 92 : Musuh terbesar!
94 Chapter 93 : Persiapan
95 Chapter 94 : Militer yang bar-bar
96 Chapter 95 : Monster
97 Chapter 96 : Bagian akhir
98 Chapter 97 : Akhir dan awal
99 Chapter 98 : Times skip (end)
100 Promo novel baru
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Chapter 1 : Fitnah
2
Chapter 2 : System
3
Chapter 3 : Menghajar Kepala Sipir
4
Chapter 4 : Karamel
5
Chapter 5 : Menginap di warnet
6
Chapter 6 : Curhat
7
Chapter 7 : Mengganti identitas
8
Chapter 8 : Tetangga
9
Chapter 9 : Pacar yang buruk
10
Chapter 10 : Rencana ke kampus Ariel
11
Chapter 11 : Belanja
12
Chapter 12 : Mafia berbahaya
13
Chapter 13 : Keluarga
14
Chapter 14 : Hadiah misi utama
15
Chapter 15 : Kemarahan
16
Chapter 16 : Pertemuan kembali
17
Chapter 17 : Kandidat pemfitnah
18
Chapter 18 : System 2.0
19
Chapter 19 : Upaya pembalasan (1)
20
Chapter 20 : Upaya pembalasan (2)
21
Chapter 21 : Upaya pembalasan (3)
22
Chapter 22 : Akuisisi selesai
23
Chapter 23 : Mulai kuliah
24
Chapter 24 : Rosi and the gang
25
Chapter 25 : Kemenangan mudah
26
Chapter 26 : Mina-Mona dalam bahaya
27
Chapter 27 : Pil siksaan
28
Chapter 28 : Perlindungan untuk Mina-Mona
29
Chapter 29 : Ariel
30
Chapter 30 : Tamu tak diundang
31
Chapter 31 : Kontrak
32
Chapter 32 : Mencari restu
33
Chapter 33 : Makan malam bersama
34
Chapter 34 : Perasaan iri
35
Chapter 35 : Malam mengerikan
36
Chapter 36 : Tetangga baru
37
Chapter 37 Kue kering
38
Chapter 38 kembali perawan
39
Chapter 39 : Kejadian tak terduga
40
Chapter 40 : Terbongkar
41
Chapter 41 : Memilih hadiah ulang tahun
42
Chapter 42 : Hipnotis?
43
Chapter 43 : Paranormal
44
Chapter 44 : Anak pungut? Bukan, cuma beda ibu!
45
Chapter 45 : Kebal
46
Chapter 46 : Heaven Mafia
47
Chapter 47 : Balas dendam sesungguhnya!
48
Chapter 48 : Menebar teror
49
Chapter 49 : Fian
50
Chapter 50 : Orang terdekat diincar
51
Chapter 51 : Misi selesai
52
Chapter 52 : Menantang Reka
53
Chapter 53 : Pengalihan target
54
Chapter 54 : Bersembunyi, mengelabui!
55
Chapter 55 : Menyewa
56
Chapter 56 : Pembagian tempat tidur
57
Chapter 57 : Erick, aku tak tahan!?
58
Chapter 58 : Surat
59
Chapter 59 : Ancaman
60
Chapter 60 : Bersiap melakukan penyerangan
61
Chapter 61 : Kakek misterius
62
Chapter 62 : Menyusup
63
Chapter 63 : Pembebasan, melarikan diri!
64
Chapter 64 : Bentrokan, pengendali pikiran
65
Chapter 65 : Penghuni asli pasar gelap
66
Chapter 66 : Desa pendekar
67
Chapter 67 : Kepala desa Ru
68
Chapter 68 : Mulai menyerang
69
Chapter 69 : Potensinya lebih besar
70
Chapter 70 : Bukan katana biasa
71
Chapter 71 : Kemenangan
72
Chapter 72 (end)
73
Lanjut
74
Chapter 73 Berangkat
75
Chapter 74 : Hibiki
76
Chapter 75 : Tempat tinggal
77
Chapter 76 : Berburu hantu
78
Chapter 77 : Ghost Slayer
79
Chapter 78 : Makhluk kuat
80
Chapter 79 : Penunggu
81
Chapter 80 : Melawan Yakuza
82
Chapter 81 : Misi baru
83
Chapter 82 : Usaha yang sia-sia
84
Chapter 83 : Asisten baru
85
Chapter 84 : Dianggap saingan
86
Chapter 85 : Selalu diganggu
87
Chapter 86 : Di Tokyo?
88
Chapter 87 : Aku membencimu!
89
Chapter 88 : Sosok misterius
90
Chapter 89 : Apakah mungkin?
91
Chapter 90 : Surat untukmu
92
Chapter 91: System itu sebenarnya apa?
93
Chapter 92 : Musuh terbesar!
94
Chapter 93 : Persiapan
95
Chapter 94 : Militer yang bar-bar
96
Chapter 95 : Monster
97
Chapter 96 : Bagian akhir
98
Chapter 97 : Akhir dan awal
99
Chapter 98 : Times skip (end)
100
Promo novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!