Chapter 2 : System

Kericuhan di sel tahanan yang Fandy tempati berujung dengan dikurungnya dia di ruang isolasi. Ruangan setara dengan kardus TV. Kecil, susah bergerak, pengap dan bau.

Fandi sekarang pingsan karena tak kuat menahan rasa sakit dari efek penggabungan dengan System.

"A-apa yang terjadi?"

Fandi perlahan-lahan membuka matanya. Dia sedikit terkejut mendapati dirinya di ruang isolasi. Tapi, di sisi lain Fandi begitu bersyukur. Di tempat kecil itulah dia mendapat kedamaian, tak perlu berurusan dengan narapidana-narapidana sinting itu. Ini bukan kali pertama Fandi mendekam di ruang isolasi.

[Ding]

[Selamat datang, Master]

"Suara siapa?" tanya Fandi sedikit ketakutan.

[Memberikan sedikit memori kejadian terakhir]

"Uwaa ... kau benar-benar System? Sesuatu yang ajaib yang dapat membantu merubah hidupku? Seperti di novel-novel?" kaget Fandy.

[Ya. Saya memang akan membantu Master dalam mengatasi segala kesulitan]

[Sebagai hadiah awal]

[Master mendapat beberapa hadiah bebas pilih salah satu]

[Uang]

[Jabatan]

[Wanita]

[Kekuatan]

[???]

Sebuah layar holografi muncul di depan Fandi, mengambang di udara dan menampung apa yang dijabarkan System. Fandi bimbang dalam memilih hadiah penggabungannya dengan System.

[Batas waktu 5 menit]

[Pilihan akan dipilih acak jika Master tak dapat memilih]

[Harapkan renungkan baik-baik pilihan Master]

Fandi lantas mulai merenungkan semua pilihan yang tersedia. Dia menimang-nimang, apa yang bakal didapat jika dia memilih pilihan itu.

Contohnya uang ... apa dia akan jadi orang terkaya di dunia?

Jabatan ... menjadi orang dengan pengaruh besar setara Presiden Amerika.

Wanita ... setiap pergi kemanapun bakal diikuti wanita. Tak akan ada wanita yang menolak ajakannya.

Kekuatan ... memiliki sesuatu kemampuan yang ada di film-film superhero. Seperti menggerakkan benda, mengeluarkan api, dan lain-lain.

??? ... potensi arahnya tak diketahui.

Fandi memikirkan semua kemungkinan itu. Dia merasa sangat bimbang. Untuk keinginan terbesarnya adalah membalas siapapun yang telah memfitnah dirinya. Untuk kekayaan, kekuasaan, wanita ... Fandi masih menomorduakan.

Jadi, pilihan paling besar adalah [???]. Tapi, di sisi lain Fandi agak sayang melewatkan semua kesempatan itu. Tapi, tekadnya sudah bulat.

[Sisa waktu 10 detik]

[Mulai menghitung mundur]

[10]

[9]

[8]

[7]

[6]

[5]

[4]

[3]

[2]

"Aku memilih [???]"

[Pilihan dikonfirmasi]

[Sedikit saran untuk Master]

[Jangan biasakan untuk menentukan pilihan terlalu mepet dengan batas waktu]

[Sejak penggabungan, Master hampir menolak dan tak akan pernah memiliki System]

"Hahaha ... sepertinya benar. Makasih System, sudah mengingatkan." ucap Fandi tertawa garing.

Perlu diketahui. System telah menyembuhkan sakit mental yang Fandi derita. Luka fisik pun juga sudah disembuhkan. Fandi saja yang tak sadar.

[???]

[Potensi arah tujuannya tidak diketahui. Master bebas menentukannya. Condong ke arah uang, wanita, jabatan, atau kekuatan. Semuanya pun juga boleh]

"Baiklah. Aku menginginkan semua itu!"

[Tujuan ditetapkan]

[Master mendapat hadiah]

Pada panel holografi di depan Fandi, muncul icon kado. Tak pikir panjang, Fandi lantas menekannya. Deret tulisan pun muncul.

[Diberi satu permintaan oleh God]

[Note : Tak boleh meminta untuk menggandakan permintaan]

"Hahaha ... lucu, sepertinya sering, ya? Seseorang meminta permintaannya ditambah." ucap Fandi meledek System.

[Begitulah, Master]

Fandi mulai memikirkan permintaannya. Itu harusnya adalah sesuatu yang bisa mengatasi masalahnya, untuk sekarang. Bebas dari hukuman, keluar dari penjara. Yah, Fandi tau protokolnya sangat sulit. Pengacara, banding, penyeledikan ulang ... panjang prosesnya.

Tapi, memang itulah keinginan Fandi. Jadi, dia memutuskan untuk keluar dari penjara, secepatnya. Lagipula, dia tak pantas di sana, dia difitnah.

"System, aku ingin keluar dari penjara secepat. Kalau bisa hari ini bisa keluar." terang Fandi perihal keinginannya.

[Permintaannya dikonfirmasi]

[Master, harap tunggu sampai malam]

[Master akan keluar dari penjara]

"Benarkah, System? Semudah itu?"

[Memang sangat mudah]

Entah kenapa, Fandi merasa System tengah menyombongkan diri. Fandi membayangkan Mbak-mbak Call center yang tengah membusungkan dadanya dengan angkuh.

Jadi, selama menunggu permintaannya diproses. Fandi cuma diam termenung dan sesekali mengajak System bicara. Jika ditunggu memang sangat lama, hari berganti malam.

"System, apa saja fungsimu?"

[Asisten pribadi, Master]

"Bukan itu! Maksudku ... seperti status, shop, dan lain-lain." kilah Fandi terdengar mendengkus. System lemot, tak peka.

[Pertanyaan dari Master yang salah. Semua yang Master sebutkan namanya adalah fitur. Sedang Master bertanya soal fungsi. Jadi, saya pun menjawab asisten pribadi. Sebab fungsi saya adalah membantu segala urusan Master]

Ukh .... Fandi disemprot System. Pria berambut hitam acak-acakan itu pun terdiam, dia kalah debat dengan System.

[Menampilkan status]

...Nama : Fandi Delana(27)...

...Level System : 1(0/1000.000.000)...

...Kekuatan : 5 (rata-rata)...

...Kecepatan : 5 (rata-rata)...

...Kecerdasan : 2 (di bawah rata-rata)...

...Daya tahan : 5 (rata-rata)...

...Reaksi : 3 (sedikit di bawah rata-rata)...

...Kelenturan : 1 (sangat di bawah rata-rata)...

...Kharisma : 5 (rata-rata)...

...Keterampilan khusus : —...

...Poin : 0...

Fandi takjub, matanya berbinar seperti anak-anak yang melihat sesuatu yang luar biasa. Tapi, semakin Fandi membacanya, dia berubah cemberut.

"Begini kah kemampuanku?"

[Tak lebih dan tak kurang, Master]

Fandi sepat memandang angka yang tertera pada status kecerdasannya. Di bawah rata-rata, dia sejujurnya merasa syok. Sebodoh itukah? Fandi merasa dirinya pintar.

"Jadi, apakah cuma itu?"

[Menampilkan shop]

Shop

•Aaaa

•Bbbb

•Cccc

•Dddd

Panel holografinya bertumpuk. Sekarang menjadi muncul daftar benda-benda aneh yang ada pada panel shop. Fitur sebuah toko yang mana Fandi bisa membeli benda maupun keterampilan menggunakan poin.

"Ada lagi?" tanya Fandi lebih penasaran. Dia sudah merasa begitu takjub dengan System. Tapi, fitur terakhir dari System bakal membuatnya geleng-geleng kepala.

[Konversi poin]

[1 poin : Rp. 10.000]

[Poin didapatkan dari hadiah misi yang telah dikerjakan]

[Poin juga digunakan untuk meningkatkan level System]

[Data statistik milik Master tak bisa ditingkatkan begitu saja dengan poin. Master perlu latihan manual]

[Jika ingin angka kecerdasannya naik, maka Master perlu belajar]

"Huh ... kau tak praktis, System!" cela Fandi yang kecewa pada peraturan yang mengatakan bahwa tingkat kekuatan, kecerdasan, dan lain-lainnya itu tak bisa ditingkatkan instan. Manual.

[Jika semuanya instan. Maka dunia Master bakal hancur]

[Ding]

[Misi dikonfirmasi]

[Cobalah tidur dengan nyaman di di ruang isolasi]

[Tingkat kesulitan : F]

[Batas waktu : 1 jam]

[Hadiah : 200 poin]

[Pinalti : Permintaan pembebasan dari penjara akan dibatalkan]

Terpopuler

Comments

‌🇳‌‌🇴‌‌🇻‌‌🇪‌‌🇱‌‌ 🇮‌‌🇩‌

‌🇳‌‌🇴‌‌🇻‌‌🇪‌‌🇱‌‌ 🇮‌‌🇩‌

makanya jangan tol*l tadi di kasih pilihan malah milih sampah kan tol*l

2024-12-25

0

Bang Dull

Bang Dull

lajut

2024-04-02

0

Nurul Pky

Nurul Pky

coba deh baca dulu seterusnya

2024-01-14

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Fitnah
2 Chapter 2 : System
3 Chapter 3 : Menghajar Kepala Sipir
4 Chapter 4 : Karamel
5 Chapter 5 : Menginap di warnet
6 Chapter 6 : Curhat
7 Chapter 7 : Mengganti identitas
8 Chapter 8 : Tetangga
9 Chapter 9 : Pacar yang buruk
10 Chapter 10 : Rencana ke kampus Ariel
11 Chapter 11 : Belanja
12 Chapter 12 : Mafia berbahaya
13 Chapter 13 : Keluarga
14 Chapter 14 : Hadiah misi utama
15 Chapter 15 : Kemarahan
16 Chapter 16 : Pertemuan kembali
17 Chapter 17 : Kandidat pemfitnah
18 Chapter 18 : System 2.0
19 Chapter 19 : Upaya pembalasan (1)
20 Chapter 20 : Upaya pembalasan (2)
21 Chapter 21 : Upaya pembalasan (3)
22 Chapter 22 : Akuisisi selesai
23 Chapter 23 : Mulai kuliah
24 Chapter 24 : Rosi and the gang
25 Chapter 25 : Kemenangan mudah
26 Chapter 26 : Mina-Mona dalam bahaya
27 Chapter 27 : Pil siksaan
28 Chapter 28 : Perlindungan untuk Mina-Mona
29 Chapter 29 : Ariel
30 Chapter 30 : Tamu tak diundang
31 Chapter 31 : Kontrak
32 Chapter 32 : Mencari restu
33 Chapter 33 : Makan malam bersama
34 Chapter 34 : Perasaan iri
35 Chapter 35 : Malam mengerikan
36 Chapter 36 : Tetangga baru
37 Chapter 37 Kue kering
38 Chapter 38 kembali perawan
39 Chapter 39 : Kejadian tak terduga
40 Chapter 40 : Terbongkar
41 Chapter 41 : Memilih hadiah ulang tahun
42 Chapter 42 : Hipnotis?
43 Chapter 43 : Paranormal
44 Chapter 44 : Anak pungut? Bukan, cuma beda ibu!
45 Chapter 45 : Kebal
46 Chapter 46 : Heaven Mafia
47 Chapter 47 : Balas dendam sesungguhnya!
48 Chapter 48 : Menebar teror
49 Chapter 49 : Fian
50 Chapter 50 : Orang terdekat diincar
51 Chapter 51 : Misi selesai
52 Chapter 52 : Menantang Reka
53 Chapter 53 : Pengalihan target
54 Chapter 54 : Bersembunyi, mengelabui!
55 Chapter 55 : Menyewa
56 Chapter 56 : Pembagian tempat tidur
57 Chapter 57 : Erick, aku tak tahan!?
58 Chapter 58 : Surat
59 Chapter 59 : Ancaman
60 Chapter 60 : Bersiap melakukan penyerangan
61 Chapter 61 : Kakek misterius
62 Chapter 62 : Menyusup
63 Chapter 63 : Pembebasan, melarikan diri!
64 Chapter 64 : Bentrokan, pengendali pikiran
65 Chapter 65 : Penghuni asli pasar gelap
66 Chapter 66 : Desa pendekar
67 Chapter 67 : Kepala desa Ru
68 Chapter 68 : Mulai menyerang
69 Chapter 69 : Potensinya lebih besar
70 Chapter 70 : Bukan katana biasa
71 Chapter 71 : Kemenangan
72 Chapter 72 (end)
73 Lanjut
74 Chapter 73 Berangkat
75 Chapter 74 : Hibiki
76 Chapter 75 : Tempat tinggal
77 Chapter 76 : Berburu hantu
78 Chapter 77 : Ghost Slayer
79 Chapter 78 : Makhluk kuat
80 Chapter 79 : Penunggu
81 Chapter 80 : Melawan Yakuza
82 Chapter 81 : Misi baru
83 Chapter 82 : Usaha yang sia-sia
84 Chapter 83 : Asisten baru
85 Chapter 84 : Dianggap saingan
86 Chapter 85 : Selalu diganggu
87 Chapter 86 : Di Tokyo?
88 Chapter 87 : Aku membencimu!
89 Chapter 88 : Sosok misterius
90 Chapter 89 : Apakah mungkin?
91 Chapter 90 : Surat untukmu
92 Chapter 91: System itu sebenarnya apa?
93 Chapter 92 : Musuh terbesar!
94 Chapter 93 : Persiapan
95 Chapter 94 : Militer yang bar-bar
96 Chapter 95 : Monster
97 Chapter 96 : Bagian akhir
98 Chapter 97 : Akhir dan awal
99 Chapter 98 : Times skip (end)
100 Promo novel baru
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Chapter 1 : Fitnah
2
Chapter 2 : System
3
Chapter 3 : Menghajar Kepala Sipir
4
Chapter 4 : Karamel
5
Chapter 5 : Menginap di warnet
6
Chapter 6 : Curhat
7
Chapter 7 : Mengganti identitas
8
Chapter 8 : Tetangga
9
Chapter 9 : Pacar yang buruk
10
Chapter 10 : Rencana ke kampus Ariel
11
Chapter 11 : Belanja
12
Chapter 12 : Mafia berbahaya
13
Chapter 13 : Keluarga
14
Chapter 14 : Hadiah misi utama
15
Chapter 15 : Kemarahan
16
Chapter 16 : Pertemuan kembali
17
Chapter 17 : Kandidat pemfitnah
18
Chapter 18 : System 2.0
19
Chapter 19 : Upaya pembalasan (1)
20
Chapter 20 : Upaya pembalasan (2)
21
Chapter 21 : Upaya pembalasan (3)
22
Chapter 22 : Akuisisi selesai
23
Chapter 23 : Mulai kuliah
24
Chapter 24 : Rosi and the gang
25
Chapter 25 : Kemenangan mudah
26
Chapter 26 : Mina-Mona dalam bahaya
27
Chapter 27 : Pil siksaan
28
Chapter 28 : Perlindungan untuk Mina-Mona
29
Chapter 29 : Ariel
30
Chapter 30 : Tamu tak diundang
31
Chapter 31 : Kontrak
32
Chapter 32 : Mencari restu
33
Chapter 33 : Makan malam bersama
34
Chapter 34 : Perasaan iri
35
Chapter 35 : Malam mengerikan
36
Chapter 36 : Tetangga baru
37
Chapter 37 Kue kering
38
Chapter 38 kembali perawan
39
Chapter 39 : Kejadian tak terduga
40
Chapter 40 : Terbongkar
41
Chapter 41 : Memilih hadiah ulang tahun
42
Chapter 42 : Hipnotis?
43
Chapter 43 : Paranormal
44
Chapter 44 : Anak pungut? Bukan, cuma beda ibu!
45
Chapter 45 : Kebal
46
Chapter 46 : Heaven Mafia
47
Chapter 47 : Balas dendam sesungguhnya!
48
Chapter 48 : Menebar teror
49
Chapter 49 : Fian
50
Chapter 50 : Orang terdekat diincar
51
Chapter 51 : Misi selesai
52
Chapter 52 : Menantang Reka
53
Chapter 53 : Pengalihan target
54
Chapter 54 : Bersembunyi, mengelabui!
55
Chapter 55 : Menyewa
56
Chapter 56 : Pembagian tempat tidur
57
Chapter 57 : Erick, aku tak tahan!?
58
Chapter 58 : Surat
59
Chapter 59 : Ancaman
60
Chapter 60 : Bersiap melakukan penyerangan
61
Chapter 61 : Kakek misterius
62
Chapter 62 : Menyusup
63
Chapter 63 : Pembebasan, melarikan diri!
64
Chapter 64 : Bentrokan, pengendali pikiran
65
Chapter 65 : Penghuni asli pasar gelap
66
Chapter 66 : Desa pendekar
67
Chapter 67 : Kepala desa Ru
68
Chapter 68 : Mulai menyerang
69
Chapter 69 : Potensinya lebih besar
70
Chapter 70 : Bukan katana biasa
71
Chapter 71 : Kemenangan
72
Chapter 72 (end)
73
Lanjut
74
Chapter 73 Berangkat
75
Chapter 74 : Hibiki
76
Chapter 75 : Tempat tinggal
77
Chapter 76 : Berburu hantu
78
Chapter 77 : Ghost Slayer
79
Chapter 78 : Makhluk kuat
80
Chapter 79 : Penunggu
81
Chapter 80 : Melawan Yakuza
82
Chapter 81 : Misi baru
83
Chapter 82 : Usaha yang sia-sia
84
Chapter 83 : Asisten baru
85
Chapter 84 : Dianggap saingan
86
Chapter 85 : Selalu diganggu
87
Chapter 86 : Di Tokyo?
88
Chapter 87 : Aku membencimu!
89
Chapter 88 : Sosok misterius
90
Chapter 89 : Apakah mungkin?
91
Chapter 90 : Surat untukmu
92
Chapter 91: System itu sebenarnya apa?
93
Chapter 92 : Musuh terbesar!
94
Chapter 93 : Persiapan
95
Chapter 94 : Militer yang bar-bar
96
Chapter 95 : Monster
97
Chapter 96 : Bagian akhir
98
Chapter 97 : Akhir dan awal
99
Chapter 98 : Times skip (end)
100
Promo novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!